Faizal,,, ada lah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit yang terkenal di kota itu. Di balik sukses nya dia, tanpa di sadari oleh siapa pun, kehidupan keluarga yang ia miliki sangat lah kelam dan suram.
Ia pun tidak ingin membawa cerita hidup nya yang kejam itu pada siapa pun, sampai suatu hari semua nya berubah.
Apa kah berubah makin parah atau makin membaik, ikuti lanjutan cerita nya jika ingin tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#24
Mela menatap teman nya ini, dia tahu jika teman nya ini memang suka membesar kan kata kata. Memang sih, Doni terlahir dari keluarga yang kaya.
"Jangan natap gue gitu dong, gue tahu kalo lho itu ingin bilang gue tampan kan". Kata nya masih bercanda.
Dia melihat Mela yang tak ingin bercanda lagi dengan nya. Dia pun, meletak kan sepeda Mela di bagasi mobil nya. Lalu menghidup kan mobil dan melaju kan mobil nya menuju rumah sakit.
Dalam dalam itu hanya hening, tak sepatah kata pun yang keluar dari kedua nya.
Sesampai nya di rumah sakit terdekat, Doni membantu Mela keluar dari mobil nya. Memapah nya, membawa masuk kedalam rumah sakit itu.
"Sus, tolong pangil kan dokter. Teman saya sudah lama menahan sakut nya ini." kata Doni pada salah satu suster yang ada di sana.
"Oh baik lah. Ayo... " kata nya membawa mereka menuju tempat perawatan.
Kemudia suster itu pun keluar dari kamar itu, untuk memangil dokter. Tapi di sana sudah ada Faizal yang menunggu suster keluar.
"Dokter Faizal". Kata suster itu terkejut.
"Biar aku saja yang memeriksa pasien yang ada di dalam." kata nya.
"Tapi, dia bukan sakit bagian dalam dok, dia hanya luka luar". Kata suster. Mengingat Faizal ada dokter spesialis.
"Gak papa, aku kan juga dokter." kata nya.
"Baik lah dok, silakan masuk". Kata Suster.
Faizal pun masuk kedalam di ikuti suster yang tadi. Ia pun menyuruh yang lain keluar, dia akan memeriksa Mela sendiri kata nya.
Doni dan suster pun mengikuti apa yang di kata kan Faizal. mereka keluar dari dari sana meninggal kan Mela dan Faizal. Setelah mereka keluar Faizal mengobati Mela.
Sebenar nya Mela menolak mereka keluar, hanya saja yang memerintah mereka untuk keluar adalah seorang dokter.
Mau tidak mau, Mela hanya bisa menuruti apa yang Faizal kata kan. Ia mengobati lutut dan tangan Mela dengan sangat hati hati.
"Mela, aku minta maaf atas apa yang telah terjadi. Sebenar nya kamu hanya salah paham Mel". Kata Faizal sambil mengobati nya.
"Tidak ada yang perlu di maaf kan kak, aku hanya butuh waktu untuk bisa menerima semua nya". Kata Mela.
"Dengar kan aku Mela, semua yang di kata kan Vina itu tidak sepenuh nya benar. Aku memang punya niat itu dulu, tapi itu juga karna Vina yang menyuruh nya." kata Faizal menjelas kan.
"Aku tidak marah pada mu kak, jika memang kau ingin aku dan mama keluar dari rumah itu. Maka aku kami akan keluar." kata Mela.
"Tidak Mela, aku tidak ingin kalian keluar dari rumah itu. Aku tidak ingin sendiri lagi". Kata nya sambil menunduk kan kepala nya.
"Aku mencintai mu Mela, walau pun kau adalah adik tiri ku. Tapi aku sekarang mencintai mu". Kata Faizal.
Mela kaget mendengar apa yang Faizal kata kan. Terlihat Faizal mengata kan apa yang ada dalam hati nya. Dari mata nya di tidak bohong.
"Aku mencintai mu, walau papa mungkin tidak akan merestui nya. Tapi, aku tetap mencintai mu." kata nya lagi.
"Aku juga tahu, kamu juga tidak akan percaya dengan apa yang aku kata kan Mel. tapi, setidak nya aku telah mengata kan apa yang ada dalam hati ku yang sebenar nya". Kata nya dengan menunduk kan kepala nya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
sesekali bolehlah di tegasin biar gak ngelunjak
👍👍👍👍👍👍👍
👍👍👍👍
tp sayang akhir cerita kurang mantap
lebih semanhat
lebih bagus lagi
🙏🙏🙏🌹
sabar Faisal smg papamu cpt sadar
🙏🙏🙏
mksih byk