NovelToon NovelToon
Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: Gallon

-Saat aku tidak tau apa itu cinta, kamu datang memelukku- Cicil Bouw

Cicil Bouw gadis blesteran Belgia-Indonesia yang sudah terlahir kaya raya, tidak ada dalam kamus hidupnya kekurangan uang. Semua yang dia inginkan pasti dia dapatkan, tapi ada satu hal yang tidak bisa dia dapatkan.
Cinta seorang Riki Trina.
Riki Trina seorang anak petani biasa. Lelaki yang hanya ada selama 2 minggu didalam hidupnya, namun mampu menjungkir balikkan perasaan Cicil. Lelaki yang meninggalkan Cicil dan tidak mau berjuang untuk ada disamping Cicil hanya karena status Cicil yang kaya raya.

Setelah satu tahun berselang Cicil bertemu kembali dengan Riki, Cicil yang sedang terkurung dengan hubungan Toxic bersama Albert Connor. Akhirnya jatuh kembali kedalam pelukkan Riki.

Bisakah Riki dan Cicil mempertahankan hubungan beda kasta tersebut?

Dapatkan Riki mendapatkan restu dari keluarga Cicil yang kaya raya?

Mampu kah Cicil keluar dari hubungan Toxic nya bersama Albert Connor?

Dan yang terpenting mampukah Cicil beradaptasi dengan kehidupan sederhana Riki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gallon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Purnama

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻

jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️

Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️

•••

Cicil merasakan sesak yang teramat sangat setelah mengingat pengalamannya menerima kekerasan dalam berpacaran bersama Albert. Bulan-bulan yang tidak mau Cicil ingat bahkan ulang.

Tiba-tiba Cicil merasakan mual karenan mengingat semuanya, dengan cepat Cicil berlari keluar ruangan kerjanya melewati Tisa yang sedang beradu argumen dengan sekertaris Jeff Bouw tentang pembatalan acara makan malam nanti malam.

“Bu Cicil...”

“Saya mual mau kekamar mandi..!”teriak Cicil sambil melesat kabur dari kantornya dan berlari kearah kamar mandi.

Cicil berlari melesat keluar kantor tanpa melihat kanan dan kiri. Saking mual dan pusingnya Cicil tidak sadar melewati siapa saja di sana.

Beberapa orang melihat Cicil yang berlari dengan cepat sambil menahan rasa mualnya. Langsung gosip beredar diantara mereka, siapa yang tidak akan bergosip melihat bos cantik mereka berlari menahan mual di pagi hari. Hmm... apkah Cicil hamil?

“Bu Cicil kenapa ?”

“Pagi-pagi mual? Hamil jangan-jangan.”

“Anak Pak Albert?”

“Wah... pergaulannya bebas sih.”

“Ah...kalau aku jadi Bu Cicil auto girang deh hamil anak Pak Albert. Udah kaya, ganteng terus romantis banget.”

“Iyalah, dulu tiap Bu Cicil sedih atau mukanya bengkak-bengkak kaya abis nangis gitu, pasti Pak Albert kirim bunga banyak banget. Sampe aku pernah liat Pak Albert berlutut sambil minta maaf gitu, romantis banget yah.”

Orang-orang bergunjing disekitar Cicil tanpa tau kalau setiap Albert memberi bunga artinya Cicil sudah dijadikan samsak hidup dimalam harinya. Kepintaran Albery menutupi semuanya adalah dengan tidak pernah memukul lebih dari sekali area mukanya. Albert lebih suka memukuli badan Cicil yang tertutup pakaian.

Cicil yang mendengar sebagian gunjingan yang ada merasa makin mual, napasnya memburu. Rasa jijik menjalar ditubuhnya. Ah andai dirumah mungkin Cicil akan mandi dan mengosok tubuhnya keras-keras.

Brak...

Dibukanya penutup closet dan dengan hitungan detik Cicil memuntahkan semua isi perutnya. Sialnya Cicil belum makan banyak dari pagi, sehinga mau tidak mau yang keluar hanyalah air asam.

Cicil mengelap mulutnya yang terasa asam, Cicil langsung menekan tombol flush dan duduk diatas tutup closet duduk. Napas Cicil tersendat-sendat, Cicil berjuang untuk bernapas, memasukkan oksigen ke dalam paru-parunya dengan susah payah.

Air mata Cicil bercucuran dengan deras, dengan cepat Cicil mengelap air matanya dengan punggung tangannya.

Sesak....

“Ini Mbak...”

Cicil mengangkat kepalanya, matanya langsung beradu dengan manik mata seorang wanita cantik berkaca mata.

“Makasih, Mbak.”jawab Cicil sambil mengambil tissue ditangan wanita itu.

“Mbak ngak papa?”tanya wanita itu lagi sambil berjongkok didepan Cicil dan mengusap-ngusap bahu Cicil lembut.

Perasaan hangat langsung menyusup di hati Cicil, sentuhan kecil wanita didepannya membuat Cicil tenang.

“Ngak papa saya cuman..saya...” isak Cicil, sial air matanya terus merengsak keluar, Cicil butuh teman untuk menangis.

Wanita itu tersenyum kemudian berdiri dan berjalan kearah pintu.

Klik....

Wanita itu ternyata mengunci pintu kamar mandi dan kembali mendekati Cicil.

“Hai Mbak, nama saya Purnama. Panggil saya Nama. Mbak ngak papa?”tanya Nama sambil mengusap bahu Cicil pelan.

‘Astaga ringkih sekali wanita didepannya ini,’ batin Nama, mengingatkan pada dirinya yang dulu.

“Nama saya Cicil,”jawab Cicil pelan, Cicil menatap Nama dan mengingat wajah Nama. Seingatnya tidak ada karyawan secantik Nama di perusahaannya.

“Kamu karyawan disini?”tanya Cicil sambil mengusap air matanya.

Nama mengusap-ngusap paha Cicil sambil tersenyum, “Bukan, saya diminta sama temen saya buat jadi tim psikotest disini, Mbak,”jawab Nama.

“Ah...”Cicil akhirnya mengerti kenapa dia tidak pernah melihat wanita cantik didepannya itu.

“Mbak udah enakkan?”tanya Nama memberikan permen pada Cicil.

Cicil menghela napasnya panjang sambil membuka bungkus permen dari Nama. “Sedikit enak, makasih,yah.”

“Sama-sama Mbak.”

Tatapan Cicil kosong ada rasa hampa didirinya, dia butuh seseorang untuk memeluknya dan menemaninya. Dia butuh Riki...

Tok.....Tok...Tok....

Cicil dan Nama saling bertatapan mendengar suara ketukkan yang sangat keras membuat mereka saling diam.

“Baby, are you oke?”

(Baby, kamu baik-baik saja?)

“Ha...” napas Cicil tercekat air mata Cicil tiba-tiba merengsak maju untuk keluar dari mata Cicil. Ah..sial inilah yang selalu terjadi bila Cicil mengenang pristiwa yang dialami oleh dirinya.

Cicil menutup mulutnya untuk menahan tangis dan suaranya, berjuang untuk tidak mengeluarkan suara sekecil apapun, tangan Cicil bergetar hebat. Trauma yang dialaminya karena perbuatan Albert pada dirinya benar-benar membuat Cicil kecil dan tidak berarti sama sekali.

“Dia?”tanya Nama, Nama seperti sudah menebak apa yang dialami Cicil. Kenapa? Karena Nama pernah mengalaminya dan dia sudah terbebas dari itu semuanya.

Cicil hanya menganggukan kepalanya dan mencicit, “Tolong...”

Nama langsung berdiri, membenarkan rok dan bajunya.

Tok Tok Tok...

Suara ketokkan itu berubah menjadi gedoran yang memekakkan telinga Nama dan Cicil.

“Baby, buka pintunya..!! Jangan bikin aku marah..!!”

Klik..

Nama kaget melihat lelaki dihadapannya, lelaki itu gagah dan ganteng. Ah... Nama jadi ingat mantan pacarnya dulu. Ganteng, menawan dan kharismatik, akan tetapi kelakuannya jangan ditanya. KASAR...!!!

“Ada apa?”tanya Nama tenang.

“Didalam ada tunangan saya,”ujar Albert yang sedikit terkesiap dengan wanita dihadapannya yang cantik.

“Tunangan? Mbak Cicil lagi sakit, kalau anda bener-bener sayang sama dia mending anda pergi. Nanti saya yang anter,”ujar Nama sambil menatap galak Albert.

“Ngak.. saya mau..”

“Saya tau perbuatan anda, saya liat lebam dibadan Cicil. Jadi sekarang anda lebih baik pergi..!!!!”sentak Nama keras. Sebenarnya, Nama dari tadi sudah melihat lebam di bagian lengan dan bahu Cicil.

Albert mundur dua langkah sambil menatap mata Nama ketakutan. Tatapan Nama yang sangat mengintimidasi Albert membuat Albert gentar. Albert mundur.

“Ya sudah, nanti saya temui Cicil di Penthouse,”jawab Albert pelan sambil pergi meningalkan Nama.

Nama hanya bisa mendengus kesal saat melihat Albert meningalkan dirinya.

“Cih...kelakuan lelaki brengsek ngak ada bedanya..!!”maki Nama sambil masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk menemui Cicil.

Nama menemukan Cicil yang sedang membasuh mukanya.

“Udah pergi, Mbak mending jangan pulang dulu ke rumah Mbak, katanya dia bakal nunguin Mbak disana. Mbak, aku kasih saran mending tingalin cowo tukang pukul kaya gitu. Ngak ada faedahnya. Kalau cowo udah sekali mukul bakal terus-terusan, Mbak. Jangan kemakan cinta..!!”cerocos Nama sambil mencuci tangannya.

Cicil kaget mendengar perkataan Nama, seingatnya dia tidak pernah menceritakan apapun pada Nama. “Tau dari mana?”

“Hah...”Nama menghela napasnya, saking kesalnya dia sampai lupa kalau Cicil sama sekali tidak bercerita apa-apa. Nama yang sudah sangat terasah kemampuan observasinya membuat dirinya mampu untuk mengetahui cerita hidup seseorang hanya dengan sekali lihat.

“‘Maaf, tadi saya liat lebam di bahu dan tangan kamu, terus kamu tadi nangis dan bergetar hebat pas denger suara laki-laki diluar kamar mandi. Jadi, aku simpulin kamu dapet trauma dari laki-laki diluar tadi. Dan saat denger laki-laki tadi manggil kamu Baby. Aku pikir dia pacar kamu, jadi aku beranggapan kamu kena tindak KDP (Kekerasan Dalam Pacaran)”

“...”

“Tenang Mbak, aku juga pernah kaya Mbak. Aku pernah disiksa mantan pacar aku dulu,”ujar Nama sambil menunjukkan luka sundut rokok yang membekas di bagian atas dadanya.

Cicil diam entah kenapa dia ingin menangis, dia butuh seseorang untuk mendengar keluhannya. Bukan Laura, Bi Jum ataupu Riki. Dia butuh orang yang mengerti masalahnya dan orang itu ada didepannya.

“Nama...”

Dan air mata Cicilpun jebol bersama untaian kata-kata yang menceritakan kisahnya, kisah pilunya kisah sedihnya...

•••

Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...

Add ig author yah storyby_gallon

Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

Salam sayang Gallon

1
Vlink Bataragunadi 👑
ih si Juan, beneran lo itu Liz nikahin ke 2 nya/Shhh/
Vlink Bataragunadi 👑
cantik bgtt ya ampuuuun
Vlink Bataragunadi 👑
aduh ya ampuuun, malah ikutan sakit hati/Sob/
Vlink Bataragunadi 👑
aaaaaa melehoooooy/Sob//Sob//Sob//Sob/
Vlink Bataragunadi 👑
panan matak kitu ge si Riki jadi geloooo, ediiii/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
mantaaap kan A? mamaaam tuh
Vlink Bataragunadi 👑
aduh.... knp aku sakit hati ya/Sob/
ita kartika
Luar biasa
Tamara Maniz
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Venia Aprilliani
ngasih cobaan rumah tangganya kagak kira kira
Riki terkesan lemah,lalai
Fida
Luar biasa
EndRu
akhirnya bisa baca sampai selesai..
luar biasa 😍
EndRu
haru biru gini...
coba ada Abah.. tambah deh serunya
EndRu
Ju di
😂😂😂😂
EndRu
hahahahhhh
Mak jaaan
EndRu
heemmm
kangen mereka
EndRu
cicil klo udah murka gini serem banget
EndRu
ternyata lepas dari seorang Ahyar malah kayak lepas dari himpitan batu besar gitu.. berasa enteng yak Bu
EndRu
ya Tuhan..
nyesek banget 😭😭
dengan Legawa nya , Islah melepaskan apa yang sebenarnya menjadi haknya.
EndRu
suka ada selingan Juan Lis.. Adipati Taca jadi obat kangen keuwuan mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!