[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bingung
Rose melepas pelukannya dan memegang erat pundak Zora sambil menatapnya tajam.
"Jangan pernah macam-macam dengan anak ini! Bagaimanapun dia ini keponakan ku," tegas Rose
"Hmmm.... Ada benarnya," ucap Zora
"Jika suatu saat kau tidak mau merawatnya, tidak apa. Kamu cukup mengandungnya dan melahirkannya, yang lain biar aku yang menanggungnya!" tegas Rose
"Jangan Rose, aku juga mau membesarkan anak ini," ucap Zora sambil mengelus perutnya
"Makanya, jangan macam-macam!" ucap Rose
"Tapi jika anak ini suatu saat bertanya siapa ayahnya aku harus menjawab apa?" tanya Zora
"Itu urusan belakangan, yang lebih penting itu yang sekarang!" ucap Rose
"Baiklah, terima kasih selalu ada di sampingku saat aku dalam masalah Rose," ucap Zora sambil memeluk Rose
"Sama-sama, ingat ya jangan macam-macam dengan keponakan kecilku!" ucap Rose
"Tentu Rose," jawab Zora
Zora menenangkan diri sebentar lalu keluar bersama Rose untuk mencari angin. Namun saat keluar dari kamar, Zora dan Rose melihat Bryant menunggu sambil bersandar di dinding.
"Kak ngapain di sini?" tanya Rose
"Ehm enggak, itu... Umm... Mau lihat keadaan Zora," ucap Bryant malu-malu
"Zora baik-baik aja, udah liat kan sekarang? Kita mau pergi," ucap Rose
"Mau ke mana? Kan Zora lagi gak sehat," ucap Bryant
"Cari angin," jawab Rose
"Mau kemana lagi sih? Kasihan Zora," ucap Bryant
"Zora aja nggak protes kok, kenapa kakak protes?" tanya Rose
"Ya karena.... Karena aku khawatir, Zora masih pucet tuh!" ucap Bryant
"Ini apa-apaan sih, aku nggak papa. Aku mau ke taman aja," ucap Zora
Zora meninggalkan Rose dan Bryant, lalu pergi ke taman belakang rumah. Zora duduk di taman sambil merenung. Sedangkan Bryant mengajak Rose berbicara.
"Rose, aku mau tanya!" ucap Bryant
"Apa kak?" tanya Rose
"Si siapa ayah dari... Dari anak Zora?" tanya Bryant
"Kau ingat pebisnis muda sukses, pria terkaya di-Asia?" tanya Rose
"Ummm..... Gavin Adhitama?" tanya Bryant
"Iya," jawab Rose
"A apa dia ayah dari anak Zora?" tanya Bryant
"Hmmm...." ucap Rose
"Bagaimana bisa?" tanya Bryant
"Sudahlah, intinya dia itu istri Gavin. Dan jangan beri tau apapun pada Gavin!" tegas Rose sambil berjalan pergi
"Kenapa? Rose... Rose... Tunggu!" panggil Bryant
"Sudahlah, nanti ku jelaskan lagi!" ucap Rose
Rose berlari keluar menuju Taman untuk menyusul Zora, terlihat Zora sedang murung di taman.
"Hei... Jangan melamun!" sapa Rose
"Hmm.... Hai Rose," sapa Zora
"Lagi mikirin apa lagi sih?" tanya Rose
"Apa aku harus memberi tau masalah ini kepada Kak Vio?" tanya Zora
"Sepertinya lebih baik begitu, setidaknya dia akan mengetahuinya dan semakin menjaga rahasiamu," ucap Rose
"Hmm... Baiklah, seperti tidak ada salahnya. Aku juga sudah 2 minggu tidak menghubungi Kak Vio," ucap Zora
Zora mengambil ponsel dari sakunya dan mengirim pesan pada Viola.
Zora
Hai kak...
Viola
Oh hai Zora, aku sudah kangen padamu! Aku ingin menelfonmu tapi takut mengganggumu
Zora
Tidak kak, jangan seperti itu. Aku tidak sesibuk kakak
Viola
Kau ini bisa saja, jadi ada apa?
Zora
Aku hamil kak
Viola
Apa? Kau jangan bercanda Zora!
Zora
Aku serius kak
Viola
Bagaimana bisa? Berapa bulan?
Zora
Sudah 2 bulan
Viola
Aku tidak tau harus apa, tapi apa kau baik-baik saja?
Zora
Aku baik kak
Viola
Kau jangan berpikir yang berat-berat
Zora
Iya kak
Viola
Aku tau mungkin ini tidak tepat, tapi aku sudah bertunangan dengan Leon
Zora
Wah selamat kak! Maaf aku tidak bisa datang
Viola
Terima kasih. Ayah dan ibu sangat merindukanmu. Jika ada waktu, kita video call ya agar ayah dan ibu tidak terus menanyakanmu
Zora
Iya kak, kapan nikah?
Viola
Rencananya sekitar 4 bulan lagi
Zora
Aku ikut senang. Di adakan di mana kak?
Viola
Di gedung AX
Zora
Kabari aku kapan dan dimana waktunya ya!
Viola
Kau mau apa? Jangan kesini dulu, bahaya!
Zora
Tidak, aku akan mengirim orang ke sana dan memasang kamera. Jadi aku bisa lihat pernikahan kakak
Viola
Baiklah, jangan berbuat hal yang aneh-aneh ok!
Zora
Siap kak
"Bagaimana Zora?" tanya Rose
"Hmm... Aku bingung harus senang atau sedih," ucap Zora
"Kenapa Ra?" tanya Rose
"Kakakku akan menikah," jawab Zora
"Apa? Kapan? Dengan siapa? Dimana?" tanya Rose secara beruntun
"Pelan-pelan Rose! Kakakku memang sudah punya pacar sebelumnya. Itu juga alasannya menolak menikah dengan Gavin, dan kini mereka akan menikah 4 bulan lagi," jelas Zora
"Oh benarkah? Hmm... Sepertinya aku harus ke sana untuk melihatnya," ucap Rose
"Bisakah aku ikut ke pernikahan kakakku?" tanya Zora
"Jangan Zora, terlalu berbahaya! Bagaimana jika Gavin menemukanmu?" tanya Rose khawatir
"Tenang saja, aku tidak akan muncul di depan publik. Aku hanya melihat dari jauh," ucap Zora
"Tidak bisa, 4 bulan lagi usia kandunganmu sudah 6 bulan. Akan semakin sulit bergerak untukmu," ucap Rose
"Tapi itu pernikahan kakakku, momen yang penting. Mungkin hanya 1 kali seumur hidup, apa aku harus melewatkannya?" tanya Zora
"Memang ada benarnya, tapi keselamatanmu juga penting Zora!" ucap Rose
"Huh... Aku semakin pusing," keluh Zora
"Ayo masuk, kita istirahat!" ajak Rose
*****
Di Rumah Ayah Zora
Tok... Tok... Tok...
"Bi tolong bukakan pintunya," teriak ibu Viola
"Baik nyonya," jawab pembantu
Pembantu di rumah Viola membukakan pintu dan melihat sesosok pria tampan gagah tinggi sedang berdiri di depannya.
"Viola ada?" tanya Gavin
"A ada Tuan.. Silahkan masuk," ucap pembantu
Pembantu itu mempersilahkan Gavin masuk ke dalam rumah. Gavin menunggu di ruang tamu. Sementara pembantu tadi memanggil Viola.
"Non ada yang nyari," ucap pembantu
"Siapa bi?" tanya Viola
"Nggak tau non, orangnya ganteng tinggi non," ucap pembantu
"Leon ya bi?" tanya Viola
"Bukan non," jawab pembantu
"Haih, siapa sih?" bingung Viola
Viola berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Gavin, saat baru sampai ruang tamu, langkahnya terhenti saat melihat Gavin yang duduk di sofa.
"Mau apa ke sini?" tanya Viola
"Dimana Zora?" tanya Gavin
"Zora hilang?" tanya Viola dengan logat seperti orang yang baru tau
"Jangan berpura-pura! Aku tau, kamu kan yang membawa ia pergi. Dimana Zora?" tanya Gavin
"Mana ku tau, aku saja baru tau kalau adikku hilang. Kau apakan dia?" tanya Viola
"Sudahlah aku tidak mau bermain-main! Dimana istriku?" tanya Gavin
"Aku tidak tau Gavin!" tegas Viola
Gavin kesal, ia berdiri dan mendekati Viola. Tangannya langsung mencengkram leher Viola karena kesal.
"Katakan padaku, dimana Zora!" tegas Gavin
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡