NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akar kebencian

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

"Ibu… aku lapar. Apakah hari ini ada makanan untukku?"

Suara lirih itu keluar dari bibir seorang anak berusia lima tahun. Tubuhnya kecil, terbungkus pakaian lusuh yang kotor dan penuh robekan. Rambutnya kusut tak terurus, menempel di keningnya yang pucat.

Wanita di hadapannya menoleh sekilas. Wajahnya cantik, dihiasi riasan mencolok dan perhiasan berkilau yang kontras dengan tempat tinggal mereka dimana sebuah rumah sempit di bawah tanah, lembap, dan nyaris tak layak huni.

Gaun mahal membalut tubuhnya, seolah ia enggan menyesuaikan diri dengan keadaan.

"Nanti malam ibu akan membawakan makanan," ucapnya sambil meraih tas. "Sekarang kau tunggu saja. Ibu harus berangkat kerja."

Ia berhenti sejenak, menatap anak itu dengan raut tak sabar. "Jangan ke mana-mana. Kau hanya merepotkanku kalau terjadi sesuatu. Bisa-bisa kau diculik orang."

Tanpa menunggu jawaban, wanita itu berbalik dan melangkah pergi.

Anak kecil itu hanya mengangguk pelan. Tangannya memegang perutnya yang perih karena lapar. Pintu tertutup, menyisakan keheningan yang sudah terlalu akrab baginya.

Seperti biasa, ia merangkak mendekati celah gorong-gorong kecil yang menghadap ke jalan.

Dari sana, ia dapat melihat anak-anak seusianya berlari dan tertawa, bermain tanpa beban di bawah sinar matahari. Dunia yang terasa begitu jauh, seolah bukan miliknya.

Gorong-gorong itu memiliki penutup yang bisa dibuka. Saat hujan turun, penutup itu harus segera ditutup rapat, atau air akan masuk dan membanjiri ruangan kecil mereka. Jika itu terjadi, ibunya akan pulang dengan amarah yang meledak-ledak.

Anak itu tidak berani membukanya lagi. Ia hanya duduk diam, menunggu seseorang yang mungkin akan kembali membawakannya makanan.

Tak lama kemudian, suara yang sangat dikenalnya terdengar dari luar.

Suara itu selalu datang hampir setiap hari. Suara yang sama yang memberinya makanan dan bercerita dari balik atas gorong-gorong.

Namun, anak kecil di luar itu tidak pernah mengetahui siapa yang berada di dalam. Ia hanya mengira bahwa yang ada di sana adalah seekor anak anjing kecil atau hewan lain yang entah bagaimana bisa berada di tempat itu.

"Apa kau ada di dalam lagi?" ujar suara ceria seorang anak itu. "Aku membawakan roti. Enak sekali. Ibuku yang membuatnya."

Penutup gorong-gorong dibuka sebentar. Sebuah bungkusan kecil dilemparkan ke dalam, lalu penutup itu segera ditutup kembali.

Anak kecil itu tidak menjawab. Ibunya melarangnya berbicara jika ada seseorang membuka gorong-gorong itu.

Ia hanya meraih roti tersebut dengan tangan gemetar, lalu memakannya dengan lahap. Begitu cepat, seolah takut makanan itu akan menghilang jika ia berhenti sejenak. Sejak semalam, perutnya belum terisi apa pun.

Ibunya sering berjanji akan membawa makanan, tetapi tidak selalu menepatinya. Terkadang, ibunya pulang dalam keadaan setengah sadar, diantar oleh pria asing yang selalu berganti-ganti.

Dalam kondisi seperti itu, anak kecil itu tahu, ia tidak boleh meminta apa pun. Ia hanya bisa menunggu dan berharap.

Rose hanya berdiri diam di hadapan gorong-gorong itu. Pandangannya tertambat pada penutup besi yang telah berkarat, tempat yang dahulu menjadi satu-satunya celah bagi dunia luar untuk menjangkaunya.

Ia datang ke tempat itu sebulan sekali, bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menjenguk wanita yang hingga kini masih tinggal di sana.

Dengan langkah perlahan, Rose menuruni akses menuju bawah tanah. Suasana di sekitarnya kini jauh lebih ramai dibandingkan dulu.

Beberapa sudut telah direnovasi, pencahayaan pun lebih layak. Namun, semua perubahan itu seolah berhenti tepat di ambang ruangan yang pernah ia sebut rumah.

Saat tangannya menyentuh pintu dan mendorongnya terbuka, bau busuk yang menyengat langsung menusuk hidungnya.

Bau lembap, sisa makanan basi, dan aroma tak sedap lain bercampur menjadi satu. Tidak ada yang berubah di ruangan ini.

Di sudut lantai, seorang wanita terkulai tertidur. Rambutnya kusut, wajahnya pucat, dan pakaiannya berantakan.

Tubuhnya tampak kurus dan tidak terurus, seolah ia telah lama menyerah pada dirinya sendiri. Raut wajah itu begitu miris, jauh dari kata sehat.

Rose menghela napas pelan.

Ia berlutut sebentar, lalu meletakkan sebuah amplop cokelat di lantai, tak jauh dari tangan wanita itu.

"Ini uang bulanan untuk Ibu," ucap Rose datar. "Semoga kali ini Ibu bisa mengaturnya dengan lebih hemat."

Wanita itu terbangun, matanya menyipit sebelum akhirnya fokus pada amplop di lantai. Dengan gerakan cepat, ia meraihnya dan membuka isinya.

"Kenapa ini lebih sedikit?" protesnya dengan nada tinggi.

Rose berdiri tegak. "Ibu seharusnya bersyukur masih mendapatkannya dariku," balasnya tenang, meski sorot matanya dingin. "Cobalah berhenti menggunakan obat-obatan terlarang dan urus tubuh Ibu sendiri."

Ia melirik sekeliling ruangan. "Tempat ini saja tidak pantas disebut sebagai tempat tinggal."

"Apa yang kau katakan?" Wanita itu semakin emosi. Suaranya meninggi. "Seharusnya kau lebih bersyukur. Kalau bukan aku, siapa lagi yang bisa membuatmu hidup sampai sekarang?"

Rose tertawa kecil, getir dan penuh ejekan. Ia tidak membalas dengan kata-kata.

"Kau juga belum sadar?" lanjut wanita itu tajam. "Semua ini tidak akan pernah terjadi kalau orang-orang di luar sana tidak merendahkan kita."

"Itu fikiran Ibu, bukan fikiranku," sahut Rose singkat.

"Tapi kau sama saja denganku," bentak wanita itu. "Kau tidak sesuci itu. Darahku mengalir di tubuhmu. Kau bukan wanita sebaik yang kau kira."

Rose mendengus kesal. Ia berbalik, berniat meninggalkan ruangan itu. Beruntung, ia hanya harus mendengar ocehan ibunya sebulan sekali, bukan setiap hari seperti dahulu, ketika tekanan itu terus menghimpitnya tanpa henti.

Namun, langkahnya terhenti ketika suara wanita itu kembali terdengar. "Kau lebih serakah dariku," ujar wanita itu dengan nada rendah namun menusuk. "Cepat atau lambat kau akan menyadarinya. Karena itu, jangan ulangi kesalahan yang dulu pernah aku lakukan."

Rose menoleh setengah badan. Rahangnya mengeras, sorot matanya tajam dan dingin, nyaris tanpa emosi.

"Lebih baik Ibu diam," ucapnya tegas dengan suaranya rendah, tertahan, seolah setiap kata dipaksa keluar dari dada yang sesak. "Dan dengarkan perkataanku untuk terakhir kalinya. Jika Ibu tidak mengikutinya, aku tidak akan tinggal diam lagi. Aku bisa saja meninggalkan Ibu begitu saja."

Ia menarik napas dalam, jemarinya mengepal di sisi tubuh, menahan amarah yang bergetar di balik ketenangannya.

"Dan Ibu juga harus ingat," lanjutnya dingin, "Jika bukan karena Ibu, aku tidak akan menjadi seperti sekarang. Namun ingat satu hal lagi, aku berbeda dari Ibu."

Ia begitu saja melangkah keluar tanpa menunggu balasan. Pintu ditutup dengan bunyi pelan namun tegas.

Di luar, Rose berhenti sejenak. Senyum getir terukir di wajahnya.

"Kalau bukan karena Yura, aku tidak akan bisa hidup sampai detik ini," gumamnya dalam hati. "Dia cinta pertamaku, Ibu. Tidak seorang pun bisa memilikinya. Kecuali aku."

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: terimakasih kak atas semangatnya.
total 1 replies
ari sachio
memang rendra dah stres mar...stres krn disguhi wc umum jd otaky g berfungsi dg bk lg.g bs bedain yg kotor d yg bersih.

ku harap rose kena karma dr perbutany sdri.trus rendra jg bs kebka mata hatiy d sukur2 sadar d bs ninggalin rose.
Eva Karmita
aku kira Alexa mencari pacar atau tunangan nya di masa lalu ternyata sodara perempuan nya tooooo....
ari sachio
syukurlah klo rani adik alexa...kirain...rani sosok orng yg pernah alexa cintai...ak hmpir aj melancarkan serangan11 jari di pagi hari😁😁😁😁
ari sachio
astogehhhh🤣🤣🤣🤣 tak kira dipikiran dia yura hbs dilecehin...gatauny.....🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kek bayi baru lahir😅😅😅😅😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Diusahakan mak...
total 1 replies
ari sachio
ren jgn sampai y...seblm km sadar
km dilepeh ros km menyesal tlh bersikap kejam ma yura stlh tau kebenarany ...trus km mlh pindah haluan ke yura....siap2 aj km dislepet ma alexa🤭
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ari sachio
mulut bilang tidak tp sama2 ganas ternyatahhh y....wlpn berkah bantuan obat sih...tp mg aj hamil y...krn g ad y g mungkin klo it buatan manusia...yg steril aj bs hamil loh...segala bentuk kb tak ad yg tdk mgkn terjd krn sdh byk buktiy...🤭
Eva Karmita
Alexa kenapa kamu ngomong seperti itu ke Yuka.... harusnya kamu jgn bersikap seperti itu kasihan Yuka pasti tersinggung dgn omongan mu yg tidak mau punya keturunan dgn Yuka 🥺💔
Eva Karmita
ni pasti dikasih yg ehemmm...ehemmmm sama bapaknya Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97
Manteman, aku mendadak tak semangat untuk menulis.
IG : Gledekzz97: Terimakasih, aku usahakan pokoknya🥰
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semngat💪💪💪
total 1 replies
Eva Karmita
baru tahu ada adat seperti itu tidur beralaskan jerami untuk pengantin baru 😁
ari sachio
berada di negri tirai bambu tp yg ada di pelosok yg masih kental dg tradisiny....


jadi kangen si cipit😁😁😁😁
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
IG : Gledekzz97
Bantu like-like ya manteman.. biar aku semangat update... 🥰, jangan lupa setangkai bunga untukku☺
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semangat tttt💪
total 3 replies
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🥰

Semangat ya otor update nya 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Terima kasih kak. 🥰
total 1 replies
ari sachio
wuaduhh....ternyata rose pya kelainan....mgkn bkn krn ingn hdp sbg pasangan. cm mgkn si rose ini hya ingin yura hanya baik pdnya. slalu bersamanya. semacam seorang yg terlalu terobsesi pd sdra sdiri.mgkn krn dulu hdp rose tk ad yg mo bk pdy trmsk ibuny sdri.jd pas yura dtg dgk kebaikan untkny rose tdk mau melepaskany.tkt yura tdk baik lg sama dia
Eva Karmita
maksud Rose apa....??
Apa Rose punya kelainan yg menyimpang ... seperti menyukai sesama jenis 🤔🤔 kalau itu benar sungguh menjijikan dan Rendra akan benar-benar dapat kejutan yang besar dan akan menyesal sudah menolak Yura 😩 demi seorang Rose wanita jadi"an 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!