NovelToon NovelToon
Upik Abu Jadi CEO

Upik Abu Jadi CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / CEO / Pembantu / Cinta Seiring Waktu / Istri ideal / Suami ideal / Tamat
Popularitas:768k
Nilai: 5
Nama Author: Aricha Businnes

Anitha Putri, seorang wanita berusia 26 tahun adalah seorang sarjana manajemen bisnis, setelah menikah dia memutuskan hanya menjadi seorang ibu rumah tangga biasa.

Hidup rumah tangganya yang penuh kemelut mengantarkan dia yang seorang sarjana jadi seorang asiaten rumah tangga.

Dia bertolak ke Jakarta hanya untuk sebagai asisten rumah tangga pada salah satu keluarga berada.

Bagaimanakah perjalanan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aricha Businnes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selagi Bumi Berputar di Porosnya

"Duduklah sebentar, ada yang ingin aku bicarakan," katanya tanpa ada tekanan. Tuan Nansen ingin mencoba menaklukkan hati Anitha dengan memberikan perhatian ke Anitha. Jeffy mengatakan wanita mudah luluh dengan perhatian.

Anitha juga terkadang kesulitan menilai sikap tuannya yang menurutnya suka berubah arah.

"Ada apa Tuan?" ucap Anitha santai dan duduk dengan tenang di samping tuan Nan. Tanpa dia sadari dia tidak merasa canggung atau gelisah seperti beberapa hari lalu. Tepatnya dua hari pertama dia berada di rumah ini.

"Aku dan rekan ada perlu ke Singapura selama seminggu ...." Tuan Nansen hanya berkata sampai di situ.

"Duhhh seminggu. Rencana akan terhambat selama itu ...." batin hatinya. Anitha merasa waktu demi waktu menjadi begitu berharga.

"Lalu apa hubungannya denganku?" Anitha yang membuka suara duluan ketika tuan Nan terlihat ragu.

"Ada, kalau tak ada mengapa harus aku bicarakan padamu," kata tuan Nan berbelit-belit seakan ingin mengulur waktu.

"Apa? katakan dengan jelas Tuan. Jangan memaksa otakku juga bekerja larut malam ini," kata Anitha . Tuan Nan kembali tersenyum mendengar sindiran Anitha.

"Aku ingin mengajakmu?" kata tuan Nan pasti.

"Apa Tuan merindukan aku jika berpisah seminggu?" kata Anitha berani.

"Iya aku merindukan jauh darimu," jawab tuan Nan.

"Jika begitu Tuan sudah bisa memberikan aku satu M yang tuan janjikan," kata Anitha.

"Hahaah aku sudah yakin jawabanmu akan begitu, jangan mimpi kamu," ucap tuan Nan kembali menyembunyikan perasaannya. Tuan Nan tidak menyangka jika Anitha hanya inginkan uang itu.

Namanya juga cinta, tuan Nan tetap akan membuat Anitha jatuh hati padanya. Entah bagaimana cara.

"Aku juga sudah yakin jika Tuan hanya bercanda," ucap Anitha ringan. Anitha yang masih terbelenggu masa lalu tak bisa melihat jauh jika sudah berurusan dengan hati. Padahal Anitha termasuk pintar dalam menilai reaksi orang. Namun soal perasaan Anitha buta.

"Aku mengajak karena aku ingin kau melakukan sesuatu, apa kau bisa bantu aku?" Akhirnya tuan Nan terpaksa mencari cara lain, agar bisa membawa serta Anitha.

"Untuk kebaikan hatimu Tuan, yang sudah menyelamatkan aku dari jurang kemaksiatan yang nyata, aku akan bantu selagi tidak dengan tubuhku!" katanya dengan tajam.

Tuan Nan seakan waktu berpihak padanya. Dia tersenyum sekilas mendengar ucapan Anitha yang tajam.

"Jangan hanya tersenyum Tuan, aku ingin dengar apa bantuan yang kau minta padaku?"

"Saya ingin kau membantu dalam memeriksa Laporan-laporan perusahaan di cabang."

"Apa Tuan yakin aku bisa? Aku memang tamat jurusan manajemen, namun belum sempat mengaplikasikan ilmu, aku sudah keburu menikah," ucapnya penuh penyesalan dan tuan Nan sangat mendengarnya.

"Makanya kamu aplikasikan di kantor saya, saya akan bantu."

"Tuan Serius?"

"Kamu bisa tidak menghilangkan bertanya serius, saya benar kesal mendengarnya. Seakan saya ini pria yang suka bermain-main!" ucap tuan Nan begitu kesal. Tuan Nan selalu hilang kontrol jika sudah berbicara dengan Anitha. Dulu bersama Allea jika dia kesal atau tidak suka dengan dingin dia akan meninggalkan Allea.

"Oke ini yang terakhir aku bertanya serius," ucap Anitha tersenyum.

"Baguslah, jika kamu paham. Jadi bagaimana?"

"Tuan tidak main-main?" kata Anitha serius.

"Kamuu, apa bedanya serius dengan tidak main-main!"

Anitha tergelak. Dia kembali mengerjai tuannya. Tuan Nan yang tadinya mengira Anitha bertanya dengan serius menjadi paham jika Anitha hanya mengerjainya.

"Iya Tuan aku bersedia dan berterima kasih tuan mau memberikan kesempatan pada saya. Saya ingin sukses kalau bisa sesukses Tuan," kata Anitha serius.

"Ada caranya kamu bisa sesukses saya Anitha. Kamu mau saya beritahu?"

"Apa caranya Tuan? Saya ingin tahu." Begitu semangatnya dia hingga dia tidak sadar dikerjai tuan Nan.

"Jadilah istri saya, semua aset ini untukmu!" ucap tuan Nan dan dia sudah bisa tahu apa jawaban Anitha.

"Saya tidak mau menikah dengan anda Tuan. Saya ingin sukses dengan tangan saya sendiri."

"Kamu pikir saya serius ingin menikah denganmu, Allea yang cantik saja tidak mampu membuat aku takluk, apalagi kamu," ucap tuan Nan memainkan emosi Anitha.

"Jangan terlalu percaya diri Tuan, aku akan buat Tuan takluk dan menyerahkan satu miliar itu padaku," Anitha terpancing oleh omongan tuan Nan yang seakan merendahkannya. Anitha paling mudah tertantang jika dia tidak dianggap.

"Saya lihat, apakah kamu tidak besar omongan saja!" Akhirnya tuan Nan kembali ke cara semula. Anitha tidak bisa di bawa dari ke hati. Tuan Nan hanya bisa mempermainkan emosi Anitha untuk semakin dekat dengannya.

"Ya, kita lihat saja Tuan. Selagi bumi berputar pada porosnya akan aku buat tuan menyerahkan satu miliar itu!" Anitha masih tersulut emosi karena dibanding-bandingkan. Itu membuat jauh di dasar hati tuan Nan sangat senang. Dia menangkap satu kelemahan Anitha untuk memerangkap.

"Oke, di sana, di waktu luang saya beri kamu kesempatan untuk menaklukkan hati," kata tuan Nan penuh tantangan.

"Apa anda punya waktu luang hanya untukku Tuan?" ejek Anitha.

"Untukmu aku akan meluangkan waktuku," ucap tuan Nansen mencoba menggoda Anitha. Dia ingin melihat reaksi Anitha. Sekali lagi dia harus bersabar menerima kekecewaan karena reaksi Anitha hanya datar saja. Rayuan tuan Nan hanya angin lalu di pendengaran Anitha. Jika Jeffy tahu, dia akan berpuas diri mentertawakan sang CEO yang kena buah perbuatannya menyia-nyiakan cinta wanita, istrinya Allea.

Anitha tidak terlalu memikirkan soal membantu tuan Nan tentang laporan perusahaan. Dia lebih fokus dengan ajakan tuan Nan. Waktu yang menurut hatinya berharga tidak terbuang percuma.

"Berarti sudah deal ya, kamu bantu saya!" tegas tuan Nan.

"Oke aku bersedia Tuan," jawab Anitha serius dan penuh hormat. Anitha pandai menempatkan diri di mana saat harus serius atau hanya sekedar bercanda.

"Terima kasih," kata tuan Nan lembut. Jika nyonya Allea mendengar dan masih menyimpan cinta buat tuan Nan, kata terima kasih tuan Nan bisa membuat kuping nyonya Allea merah dan otaknya mendidih. Pasalnya selama berumah tangga tak pernah tuan Nan mengungkapkan kata yang simpel itu. Walau simpel namun penuh makna.

"Tidak perlu berterima kasih padaku Tuan, karena aku juga tak ingin mengucapkan kata itu padamu suatu saat nanti," tiba-tiba Anitha nelangsa. Entah apa maksud ucapannya.

"Kamu sudah punya kelengkapan dokumen keberangkatan seperti KTP dan paspor?" tanya tuan Nan. Tuan Nan tak ingin terlalu mempersoalkan makna kalimat Anitha barusan. Dia lebih fokus bisa membawa Anitha.

Saya tidak punya Tuan."

"Besok saya minta Jeffy mengurusnya. Kamu Pergilah dengan Jeffy."

"Siap Tuan. Saya permisi ke kamar, minumlah susunya dan jika mau makan katakan. Akan saya panaskan hidangannya," ucap Anitha tulus. Tuan Nan merasa senang mendengarnya. Dia mendapatkan angin segar untuk tetap dekat dengan Anitha. Walau dia tidak begitu lapar, dia menjadikan kesempatan ini untuk dekat lebih lama dengan Anitha.

"Kamu tidak mengantuk atau lelah?"

"Sudah tugas saya Tuan, bagaimanapun kondisinya saya tidak boleh mengeluh. Lagian jangan khawatir, seharian ini saya banyak bersantai karena anda tidak di rumah hampir seharian."

"Ok tolong panaskan hidangan, saya merasa lapar setelah kamu gigit," sindir tuannya.

"Turunlah sekitar 10 menitan lagi, saya akan siapkan." Anitha pun melangkah meninggalkan tuan Nan yang hanya memandang Anitha dengan dalam. Sayang Anitha tak memperdulikan.

Sepeninggalan Anitha tuan Nan berbaring sejenak melepaskan lelah badannya. Jika dikatakan lelah, jujur diakuinya fisiknya kini sangat lelah. Namun kejadian-kejadian tadi membuat hatinya senang dan melupakan lelahnya. Ada suatu rasa yang memenuhi rongga dadanya. Tuan Nan merasa hidupnya lebih bermakna.

Dia tersenyum melihat gigi kecil-kecil tajam Anitha melukis di kulitnya. Suatu pengalaman yang jauh luar biasa sepanjang hidupnya. Bahkan menaklukkan perusahaan raksasa belumlah dia merasa sepuas ini.

Kini entah Anitha yang aneh atau justru tuan Nan sendiri. Dia terkekeh kecil seorang diri. Jika Allea atau siapapun yang melihat bisa menyangka tuan Nan mulai sakit jiwa. Tertawa ketika disakiti seseorang bukanlah sifatnya.

Dengan langkah ringan dia menyusul Anitha ke ruang makan. Seporsi kecil fillet ikan panggang sudah tersedia. Potongan kentang dan wortel kukus telah menghias pinggiran piring ikan panggang.

"Temani aku makan," katanya lembut.

"Baik," jawab Anitha singkat. Anitha memilih duduk di depan tuannya.

"Kau tidak ikut makan?"

"Tidak, aku kenyang Tuan."

"Kamu tidak bosan hanya di rumah?"

***

Bosan tak yaaa? aku mah gak Tuan, karena aku sibuk menceritakan jalan hidupmu hehehe ... pembacaku bosan tak ya? Buat yang jawab 'tidak', TERIMA KASIH ya ... yang jawab 'iya', kasih kritik dan saranya donk. Biar aku tetap bisa bilang TERIMA KASIH juga 🙏🙏 😘

1
Kaneti Neng
maaf ya ceritanya buat aku bosan sih awal awal seru tapi makin kesini kurang Manarik ...maaf sekali ini hanya pendapat aku
Penyalur Tenaga Kerja
Luar biasa
Penyalur Tenaga Kerja
Biasa
Adin Da
crtny mnglir enk mdh d selmi
Adin Da
Luar biasa
Adin Da
ini bru nmny tmn
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
Suka
Lestari Upin
kuserahkan seluruh hatiku padamuh tuan nan ..erh kak author hahah
Aricha: Hahahahah 🙏🥰
total 1 replies
Lestari Upin
MasyaAllah ngekek AQ kak😃😆😆
Lestari Upin
nah gitu ceritanya das Des sat set ... kwereeeen bgt 👍👍👍
Aricha: 🤭 tengkiyu say 🥰🥰🙏
total 1 replies
Lestari Upin
xixi 👍👍👍👍
Lestari Upin
asyik cerita nya ...🥰
Aricha: 🙏🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Farhah Ali basebe
CERITA MU BAGUS THOR , PERCAYA DIRILAH DWNGAN KARYAMU, SEMOGA MAKIN BANYAK YG MEMBACA KARYAMU, SEMANGAT MENULIS YAH THOR KARYA MU SEPERTI roller coaster BIKIN JANTUNG SAYA MAU COPOT DAN GAK BISA DI TEBAK KERENNNNNN👍👍👍
Aricha: Aamiin semoga. Makasihhhh Kak 😍🥰🥰
total 1 replies
Farhah Ali basebe
jangan jangan suami Anitha yg jadi selingkuhan Ibu Bos nya????
Farhah Ali basebe
😭😭kenapa baru mulai udah bikin Nangis😭😭
Aricha: Karena menjadi manis itu harus nangis dulu kita 🤣🙏🥰🥰
total 1 replies
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
knapa ya, sebel dg tokoh anita ini🤣🤣🤣
Aricha: iya kak hajar dia, sok-sok kali mentang dijadikan tokoh wanita kuat ma author nya 🤭🤣🙏
total 1 replies
Nina Hani Anissa
bagus ceritanya
Aricha: Makasih banyak kak atas dukungannya 🥰🥰🙏
total 1 replies
Yati Yati
awas anita klo udah sukses si jeng buang ke laut
Aricha: Hahaa, bagaimana kalau kita bawa jalan jalan melihat laut aja kak 🤭🤭
total 1 replies
Nana Bati
sehat selalu thor.... tetap semangat
Aricha: Aamiin, selalu sehat selalu juga ya and terimakasih 🥰
total 1 replies
Nana Bati
semangat thor.... lanjut deh semoga endingnya membahagiakan 👍👍👍
Aricha: Makasihhhh yaaa atas dukungannya kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!