lanjutan novel "CINTA YG SALAH"
hanya saja disini lebih banyak bercerita tentang kehidupan pernikahan roman dan
tania..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
Dan benar saja saat Roman juga istrinya sampai dirumah selfi baru saja turun dari taksi dengan 3 tas yang lumayan besar juga 1 kardus yang entah apa isinya
"ini orang mau ngungsi? " batin Roman melihat apa yang dibawa oleh adik iparnya
Tania turun dari mobil yang baru saja di matikan oleh suaminya
dengan wajahnya yang terus cemberut apalagi ketika melihat bawaan adiknya yang sebegitu lumayan banyak
"kamu bawa apa sii? " tanya Tania mendekati selfi
"pakaian sama barang-barang aku lah mbak" sahutnya Tanpa menoleh kakaknya yang berdiri di belakangnya
"hallo kakak ipar" selfi malah menyapa Roman yang baru saja keluar dari mobil
Roman mengangguk sekilas
setelah tak ada lagi barang di dalam taksi, selfi menadahkan tangannya pada Tania meminta ongkos taksi yang belum dia bayar
Tania mengambil uang didalam tasnya dan menyerahkan pada selfi
"kurang mbak" protes selfi saat hanya ada satu lembar uang 100ribuan yang diberikan Tania
"emang kamu dari stasiun mana siih,? " bingung karena biasanya dia naik taksi dari stasiun tidak sampai 100ribu sedangkan adiknya malah bilang kurang
"aku kan keliling dulu mbak" masih dengan posisi menadahkan tangannya meminta tambahan uang
Roman yang sejak tadi menyaksikan drama antara istri dan adik iparnya hany mengerutkan kening, baru datang saja selfi sudah seperti ini terhadap istrinya,.
Roman mulai berpikir untuk tak membiarkan istrinya terlalu lama berduaan dengan selfi, meski selfi adalah adik kandung dari istrinya namun sikapnya sangat jauh berbeda.
"udah selesai? " tanya Roman pada dua orang wanita yang tengah saling menggerutu
"udah kaak" sahut selfi seraya melihat Roman
"yaudah masuk, ngapain masih disini" Roman membawa dua tas dengan tangan kirinya dan masuk kedalam rumah
Tania baru akan melangkah mengikuti suaminya, namun langkahnya terhenti saat dipanggil oleh adiknya
"mbak, bantuin aku bawa ini dong" menyodorkan dus kotak besar untuk dibawa oleh Tania
"berat itu sel" tolak Tania karena dus yang ditunjuk selfi memang berat karena tadi ia sudah menggeser nya namun dus itu hanya bergeser sedikit
"mbak manja banget ih, orang laki tuh nggak suka cewek manja tau mbak" malah berbicara ngelantur mengatai kakaknya seolah dirinyalah yang paling paham mengenai laki-laki padahal dia menikah juga belum dan pacaran seringnya berakhir dengan permusuhan.
Roman yang mendengar perkataan selfi dari dalam langsung berlari keluar mencegah agar istrinya tak mengangkat kardus yang diminta selfi
"kamu masuk kamar sekarang" perintahnya pada Tania yang masih saja mendengarkan ocehan selfi
"masuk Tania! " sentaknya kesal karena istrinya seolah tak mendengarkan perkataan suaminya
selfi menahan senyum melihat Tania dimarahi oleh kakak iparnya, ia merasa senang Roman memarahi Tania karena nya, padahal Roman hanya ingin menyelamatkan istrinya dari ocehan panjang yang diucapkan oleh selfi
Tania gegas masuk kedalam meninggalkan Roman juga selfi yang tengah mengangkat tasnya dan Roman yang membawa dus besar masuk dan meletakkannya diruang tamu
"kamu bawa masuk sendiri aja kekamar tamu di ujung sana" kata Roman menunjuk sebuah kamar di dekat ruang keluarga
"berat kak" selfi berkata manja
"nggak usah manja, cowok-cowok nggak suka sama cewek manja! " ketus Roman membalikkan perkataan yang tadi selfi lontarkan untuk istrinya seraya meninggalkannya sendiri diruang tamu.
Roman masuk ke kamar dan menghampiri Tania yang duduk melamun di tepi ranjang
Roman mencoba merangkul bahu istrinya namun Tania malah menghindarinya
"maraah? "
"aku nggak suka kamu belain si selfi " imbuh Tania yang merasa Roman membentuknya karena mendukung pernyataan selfi
"aku bukan belain dia sayank" ucap Roman
"terus apa? baru sehari aja selfi disini kamu udah berani marahin aku" mulai salah sangka dengan sang suami
"aku nggak suka dia ngomong kayak tadi sama kamu, bilang kamu manja lah, apa lah, aku nggak suka ada orang yang nyudutin kamu kayak gitu walaupun itu adik kamu sendiri. aku nggak suka" menatap tajam Tania
Tania diam mencoba meyakinkan hatinya agar bisa mengerti dengan apa yang dilakukan suaminya, ia tahu selama kenal dan menikah dengan Roman tak pernah sekalipun suaminya membentak nya didepan orang lain,.
Tania juga tak mengerti kenapa ia bisa begitu sensitif dengan suaminya, ia tak ingin suaminya berkata keras padanya apalagi sampai memarahinya, dan rasanya ia hanya ingin Roman memanjakan dirinya
"tapi aku nggak suka kamu bentak-bentak aku kayak tadi " mulai mengeluarkan keluhannya
"aku nggak bentak kamu honeeey" masih membela diri karena tetap dituduh membentak oleh istrinya
"tapi tadi kamu lakuin itu" tetap teguh pada perkataannya
Roman mendengus
"yaudah oke, aku bentak kamu tadi" mengakui saja daripada tak kunjung selesai perdebatan nya dengan sang istri
"tuh kan kamu emang bentak aku, kenapa tadi nggak mau ngaku" marah lagi ketika mendengar jawaban suaminya
roman menggaruk kepalanya dengan kasar merasa serba salah menghadapi Tania sekarang ini.
"akhirnya gue ngerasain apa yang elu rasain dulu dit" membatin, mengingat Aditya yang sering curhat padanya saat menghadapi Rianti yang tengah hamil dulu
Roman menarik napasnya dengan sangat panjang seraya menjatuhkan diri di ranjang dan suara-suara Aditya mulai menghantui otaknya " ini baru awal Roman silahkan kau meratapi nasib mu haha"
Roman mengambil bantal dan menutup telinganya tak mau mendengarkan suara yang tak jelas dari mana datangnya..
*****