Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan Pahit
Bagas pingsan saat sedang rapat dengan dewan direksi di perusahaannya. Danu yang memang menjabat sebagai Manager Senior di Perusahaan Bagas, bergegas membawa Kakak Sulungnya itu ke Rumah Sakit terbaik di Kota Mereka.
Tak lama kemudian Anggi istri Bagas sampai di Rumah sakit itu, ia memandangi suaminya yang kini terbaring tak sadarkan diri karena pingsan. Wanita itu nampak sangat murung, namun seperti menyimpan hal yang ia pendam sendirian.
"Mba sebenarnya Mas Bagas sakit apa?" Tanya Danu pada Kakak iparnya itu menyelidik.
Danu yang memiliki ikatan batin dengan Bagas tentunya paham perubahan perubahan yang terjadi pada diri Kakaknya, sudah agak lama Danu merasa ada yang aneh dan Mencurigakan dari gerak gerik Kakak kesayangannya.
Akhir akhir ini Bagas bertingkah aneh, ia membuat banyak keputusan keputusan diluar nalar fikiran Danu, Danu merasa bahwa Kakaknya menyembunyikan sesuatu darinya.
Bagas banyak menjual properti yang dinilainya sudah tidak dapat menghasilkan laba yang besar padahal dulu Bagas tidak pernah sedetail itu, Bagas juga banyak menanam investasi atas nama anak anaknya dan juga Danu, bukan atas nama dirinya, juga hal hal lain seperti mulai memindahkan aset menjadi atas nama Tody, Karin, Anggi bahkan Danu.
Dan yang paling diluar nalar, Bagas menikahkan Karina gadis manja itu secara tergesa gesa. Bahkan waktu yang tadinya 3 bulan lagi, malah terjadi 2 Minggu yang lalu.
Bagi Danu, Kakaknya Bagas bukan orang yang akan berbuat seperti itu jikalau tidak karna kondisi yang mengancam atau terdesak.
Anggi hanya terdiam, dia bimbang, apakah harus mengutarakan kebenaran atau harus berbohong pada Adik Iparnya Danu.
"Jawab Danu Mba, Kalau Mba masih menganggap Danu adik mba, mba harus jujur padaku mba." Ucap Danu tak sabar.
Pertahanan wanita itu runtuh Anggi alias Bunda Karin menangis tersedu sedu "Maafkan Mba Dan, selama ini mba dan Mas Bagas menutupinya dari kalian." Ujarnya lirih.
"Jadi benar kan dugaanku mba, lalu Mas Bagas sakit apa mba?" Tanya Danu lagi kini wajahnya sangat amat muram dan diliputi kesedihan.
"Kanker Darah Dan, Leukemia Stadium 3."
Sontak Danu terduduk lemas. "Ya Allah Mas Bagas." Ucapnya lirih sembari memegang dadanya.
Danu menangis, dunianya terasa berhenti berputar sejenak, hatinya bagai dihantam palu, Bagas adalah satu satunya keluarga kandung yang Danu miliki di hidupnya.
Sejak Kecil Orang tuanya meninggal dunia, Bagas dengan susah payah membesarkan Danu adik bungsunya seorang diri.
Pantas saja Bagas buru buru menikahkan Karin dengan Arjuna, ternyata Kakaknya itu hanya ingin kalaupun nanti dia pergi, dia telah memastikan bahwa anak gadis kesayangannya itu kelak akan hidup bahagia walau tanpa dirinya.
"Harusnya Danu sadar dari awal kan mba, maafkan Danu ya mba, mba dan mas pasti sangat menderita." Ucap Bujang berusia 27 tahun itu penuh sesal.
"Tidak Danu, Mas Bagas hanya tidak mau semua menjadi kerepotan dan bersedih kalau tau tentang penyakitnya."
"Bagaimana mungkin Danu merasa kerepotan mba, Mas Bagas adalah orang yang paling aku sayangi di dunia ini, dia yang mati matian berjuang untuk Danu hingga Danu bisa hidup layak, kalau bukan karena Mas Bagas, Mungkin sejak Kecil Danu sudah hidup terlantar di jalanan."
Ingatan masa lalu kelam Bagas dan Danu saat dulu terkenang dalam batin Danu, ia ingat betul saat orangtuanya wafat mereka tak menyisakan apapun untuk ditinggalkan pada anak anaknya karena bisnis keluarga mereka bangkrut bersamaan dengan kematian mereka, Bagas yang saat itu sudah SMA banting tulang demi menghidupi Danu yang berusia 5 tahun, hingga Danu tak pernah kekurangan.
Bahkan demi Danu, Bagas sampai harus bekerja di sawah dan kerja serabutan hanya untuk membelikan Danu susu dan peralatan sekolah.
Bagi Danu Kakaknya Bagas adalah lelaki pekerja keras, sangat cerdas dan juga ulet, tidak mengherankan dia bisa sampai di titik saat ini.
"Dan, maafkan mba ya, sekarang yang bisa kita lakukan hanya berdoa dan berusaha, kita doakan semoga penyakit Mas Bagas segera bisa disembuhkan." Tutur Anggi tak ingin membuat Danu merasa bersalah berlarut larut.
Danu Mengangguk paham.
"Lalu apakah Yayang tau soal penyakit Mas Bagas Mba?" Tanya Danu menelisik apa mungkin Arjuna mau menikahi Karin hanya karena kasihan dan ingin balas Budi pada Kakaknya.
Anggi menggeleng mantap "Dia tidak tau Dan, Arjuna memang benar benar mencintai Karin."
"Syukurlah kalau begitu mba, Bagas sangat takut Karin terluka."
"Tidak akan dan, Mba Yakin Arjuna lelaki yang bertanggung jawab akan pilihannya."
Danu Mengangguk tanda sepakat.
Malam itu Bagas belum sadarkan diri juga, hingga shubuh baru terlihat kemajuan dari kondisinya, Bagas mulai sadarkan diri.
Tapi kini adik kesayangannya tau, mungkin sebentar lagi dia sudah tidak akan mungkin menutupi penyakitnya lagi dari anak anaknya.
,....................