NovelToon NovelToon
Tuhan,Izinkan Aku Berdosa

Tuhan,Izinkan Aku Berdosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen / Penyelamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: ulva k

Aku Laila, santriwati hafizah yang dianggap calon ustadzah. Malam itu, tangan yang biasa memegang tasbih merobek kerudungku di ruang khusus pondok. Aku lapor, aku malah diusir dan dibilang fitnah kyai.

Aku kabur ke Seruyan, melepas hijabku, dan menyamar jadi cewek nakal demi satu tujuan: membongkar topeng Kyai Rahman, sugar daddy berkedok agama yang sudah menghancurkan banyak santriwati.

"Tuhan, izinkan aku berdosa sekali saja, untuk membuka dosa orang suci."


Dengan HP jadul dan nyali yang tersisa, ia masuk ke dalam lingkarannya. Ia merekam, mengumpulkan bukti transfer, chat mesum berkedok dalil, dan daftar korban lain yang jumlahnya belasan.

Tujuannya cuma satu: naik ke panggung pengajian akbar yang dihadiri ribuan orang, dan memutar semua kebusukan itu di depan mata sang kyai.

Mampukah seorang santriwati yang sudah dilepas hijabnya mengalahkan seorang kyai yang dianggap wali?

Atau justru Laila yang akan hancur untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 24

Aku ambil keputusan. Ikut.

"Boleh, Pak Arfan. Saya ikut ke kantor Bapak buat bersihin gamis saya," aku bilang. Suara ku kecil. Takut, tapi lapar. Dari jam 5 pagi turun dari bus Kampung Rambutan belum makan.

Arfan angguk. Aku bawa tas ransel hitam yang berisi persyaratan melamar kerja.

Jalan 2 ruko. Tidak jauh. Ruko 2 lantai. Di bawah tulisan besar: PT. HIJAB BAROKAH - DISTRIBUTOR MUKENA & GAMIS. Di dalam ruko banyak gantungan mukena putih, gamis putih, gamis hitam, mukena anak kecil. Bau wangi laundry.

Di dalam ada 3 karyawan perempuan, pakai jilbab rapi. Lihat aku masuk bawa koper kecil, pakai gamis putih debu kena noda kopi hitam.

"Ini Laila, dari Kalimantan, baru sampai Jakarta tadi pagi," Arfan bilang ke 3 karyawan itu. "Dia mau melamar jadi admin."

Aku disuruh duduk di belakang. Dikasih air putih. Dikasih lap basah buat bersihin noda kopi hitam di gamis ku. Aku bersihin, tapi noda hitamnya masih ada dikit. Kayak dulu noda merah lumpur kuburan ibu.

Arfan ambil persyaratan ku. Fotokopi KTP, ijazah pondok dan persaratan lainnya.

"Kamu bisa setrika?" dia tanya.

"Bisa, Pak. Dulu ibu saya ajar setrika gamis putih pakai setrika arang " aku jawab.

"Kamu bisa lipat mukena?"

"Bisa, Pak. Mukena putih ibu saya tiap hari saya lipat."

Arfan senyum tipis lagi. "Coba."

Dia kasih aku satu mukena putih baru dari gantungan. Masih wangi. Aku lipat. Pelan-pelan. Lipatan ku rapi, kecil, kayak ibu lipat mukena tahajud jam 3 subuh dulu. Tidak asal lipat kayak karyawan lain.

3 karyawan perempuan lihat lipatan ku. Diam.

"Besok kamu trening 3 hari. Kalau bagus, kamu tetap," Arfan bilang. "Gaji trening 1,5 juta. Kalau tetap, 3,5 juta."

3,5 juta. Lebih banyak dari uang amplop coklat Bapak yang 3 juta itu. Uang yang awalnya untuk uang bulanan ku di pondok Al-Hidayah.

Aku angguk. Nangis di dalam, tapi tidak keluar air mata. Karena deraian air mata pertama ku sudah habis di bus Jakarta jam 6.30 kemarin.

Hari pertama trening, aku setrika 50 gamis putih. Tangan ku kapalan jadi tambah kapalan. Tapi aku tidak ngeluh. Karena setrika listrik di ruko Jakarta lebih gampang dari setrika arang di rumah papan .

Hari kedua trening, aku lipat 100 mukena putih. Sampai jam 8 malam. Karyawan lain sudah pulang jam 5. Aku masih di ruko, lipat sendirian.

Hari ketiga trening, Arfan datang jam 9 pagi, lihat hasil lipatan ku. Rapi semua.

"Kamu ditetapkan jadi admin tetap," dia bilang depan 3 karyawan perempuan lain. "Mulai besok gaji 3,5 juta."

Aku dapat kerja. Setelah 3 hari di Jakarta. Padahal di era sekarang cari kerja susah. Teman ku dikampung cari kerja 6 bulan tidak dapat. Aku 1 hari sudah dapat.

Sisa uang Bapak 2,5 juta masih utuh di kos. Gaji pertama belum keluar, tapi sudah ditetapkan.

Hari-hari berlalu. Sudah 2 minggu aku kerja di PT. HIJAB BAROKAH. Aku kerja apa adanya, sesuai perintah. Datang jam 8 pagi, setrika gamis, lipat mukena, catat stok di buku tulis, tidak pernah cari muka sama siapa saja. Sekarang aku pakai baju atasan dan celana panjang karna tidak di perbolehkan memakai gamis disaat bekerja Karna beresiko saat kerja apa lagi saat lagi nyetrika .

Tapi Arfan, yang namanya di kartu nama ARFAN tapi karyawan lain panggil Arpan, manager operasional itu, jadi perhatian sama aku. Sangat perhatian.

Tiap jam 12 siang, dia belikan aku nasi padang. "Laila, makan dulu. Jangan setrika terus."

Tiap jam 3 sore, dia belikan aku es teh. "Laila, istirahat dulu. Mukena tidak akan lari."

Tiap pulang jam 6 sore, dia tanya, "Laila, sudah sampai kos? Hati-hati di jalan."

Sampai karyawan lain iri sama aku. Ada Mbak Sari, admin lama, ngomong di belakang:

"Enak ya Laila, baru 2 minggu sudah diperhatikan Pak Arfan. Padahal kita sudah 2 tahun kerja di sini tidak pernah dibeliin nasi padang."

Aku diam. Tidak pernah jawab. Aku cuma kerja. Karena aku takut kalau aku cari muka, aku jadi Alia lagi. LC di kos pink pudar yang cari muka sama laki-laki hidung belang.

Untuk pertama kalinya setelah 1 hari di rantau, tepat 2 minggu setelah sampai Jakarta, aku mengabari Bapak di kampung. Aku pakai hp ku yang sudah kusam telepon ke nomor HP Bapak yang sudah butut.

"Halo? Laila?"

"Pak, Laila sudah dapat kerja, Pak. Di toko mukena dan gamis. Gaji 3,5 juta, Pak."

Bapak diam di seberang. Suaranya pelan.

"Alhamdulillah, Laila. Bapak di rumah papan sendirian. Ayam kuning 5 ekor sudah besar. Gamis putih kamu yang dulu?"

"Gamis putih Laila dipakai untuk dikosan aja pak,kalau kerja ada pakaian yang ditetapkan.

Flashdisk merah masih di kotak kayu?"

"Masih, Laila. Dingin. Tidak panas. Bapak simpan."

Telepon putus. Pulsa habis. Aku nangis di gudang mukena. Pertama kali nangis setelah dapat kerja. Karena Bapak sendirian di rumah papan tanpa ibu lagi. Pintu rumah terbuka lebar, tidak digembok.

Malam itu, jam 8 malam, setelah pulang kerja, aku jalan kaki dari ruko ke kos putri. Gang kecil gelap. Tiba-tiba ada motor berhenti di samping ku.

Arpan. Pakai kemeja putih rapi, bukan hitam yang kena kopi hitam hari pertama. Wangi.

"Laila," dia panggil.

Aku kaget. "Pak Arfan?"

"Jangan panggil Pak. Panggil Arfan aja. Malam ini kamu ada acara?"

Aku geleng. Tidak ada acara. Di kos cuma ada kasur tipis, kaca kecil, sama satu koper yang berisi pakaian.

"Temani saya jalan-jalan malam? Ngobrol? Saya traktir bakso. Sebagai ucapan selamat kamu sudah 2 minggu kerja dan lipatan mukena kamu paling rapi," dia bilang.

Untuk pertama kalinya bagi Laila, jalan dengan laki-laki yang baru aku kenal yang sangat baik padaku. Bukan laki-laki hidung belang di kos pink pudar.

Bukan Ustadz Mahmud yang pakai peci putih berlumpur. Bukan Kyai Rahman yang punya peci paling bersih.

Ini Arfan. Manager operasional PT. HIJAB BAROKAH. Yang kasih aku kerja pas aku jongkok di trotoar Jakarta pakai gamis putih kena noda kopi hitam.

Aku lihat jam. Jam 8.15 malam. Gang kos sepi.

Di dalam benak hati ku, masih ada satu nama yang bergetar panas: Kyai Rahman. Yang belum aku balas dendam. Surat ancaman ku masih di pondok Al-Hidayah, di tangan Ketua RT.

Tapi di depan ku sekarang ada Arfan, pakai motor, ajak malam-malam jalan.

Apakah aku akan ikut? Kalau aku ikut, apakah aku akan jadi Alia lagi? Atau aku akan jadi Laila yang baru, yang pakai gamis putih bersih kerja di toko mukena di Jakarta?

Aku pegang tas ransel hitam ku. Di dalam ada Al-Quran kecil peninggalan ibu.

Aku angguk pelan.

"Boleh, Kak Arfan. Tapi cuma sampai jam 9 ya. Saya mau istirahat.

Arfan senyum. Senyumnya tidak tipis lagi. Lebar.

"Siap, Laila."

Motor jalan. Tinggalkan gang kos putri 500 ribu/bulan. Menuju lampu-lampu gedung pencakar langit Jakarta yang tadi pagi aku lihat pertama kali turun dari terminal Kampung Rambutan.

Dan untuk pertama kalinya setelah jadi santriwati yang diusir, untuk pertama kalinya setelah jadi Alia LC , aku dibonceng laki-laki malam-malam bukan karena dibayar. Tapi karena diajak makan bakso.

Apakah lembaran baru ku akan sesuai harapan ku?

1
Garrel
semngat laila💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!