Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.
Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.
Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!
Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.
【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】
【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】
Mata Nara berbinar.
"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"
Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.
Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.
Let's Start The Story!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Ingin Mendengar Masalah Orang Lain
Berbeda dengan para orang kaya yang berhubungan dengan keluarga Hale, berusaha sedang memutuskan kerja sama atau memutuskan hubungan dengan mereka. Nara Aeris terlihat sangat menikmati malam ini.
Kenapa? Tentu saja karena suaminya pulang lebih awal malam ini!
Malam telah turun sepenuhnya di atas kota Stellaris, ketika lampu-lampu gedung pencakar langit mulai menyala satu per satu. Membentuk lautan cahaya yang tampak tidak pernah tidur, dari balkon lantai atas kediaman pribadi Nara dan Silas.
Pemandangan itu terlihat begitu jelas, angin malam bergerak perlahan. Membawa hawa sejuk yang membuat suasana terasa jauh lebih nyaman, dibandingkan udara siang yang dipenuhi kesibukan.
Nara Aeris sedang bersandar dengan nyaman di bahu Silas Crane, sementara salah satu tangannya memegang ponsel, yang sejak tadi tidak pernah benar-benar lepas dari genggaman. Kakinya ditekuk di atas sofa, dan sesekali ia menggeser layar untuk membaca komentar para penggemarnya.
Silas sendiri duduk di sampingnya dengan laptop terbuka di atas meja kecil. Setelah mengetahui Nara dimarahi Ethan Hale sore tadi, pria itu langsung meninggalkan pekerjaannya, dan pulang lebih awal karena khawatir sesuatu yang lebih serius telah terjadi.
Walaupun sudah tahu dari awal kalau istrinya baik-baik saja saat ia meneleponnya, tetap saja bertemu langsung lebih baik. Tapi melihat istrinya baik-baik saja, bahkan mengeluh tentang rasa lapar. Silas akhirnya menyadari bahwa kekhawatirannya mungkin sedikit berlebihan.
Sekarang, ia kembali bekerja seperti biasa
Hanya saja, ada satu masalah.
Nara Aeris sama sekali tidak berniat, membiarkannya bekerja dengan tenang.
"Silas."
"Hm?" Silas menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.
"Menurutmu, kalau seseorang tiba-tiba mengatakan bahwa wajahku terlihat semakin cantik setelah menikah, itu berarti dia sedang menjilat atau memang mengatakan yang sebenarnya?" tanya Nara dengan nada sangat serius.
Jadi Silas Crane yang sedang mengetik berhenti sebentar.
Ia menoleh, dan melihat wajah istrinya yang sedang menatap layar ponsel. Dengan ekspresi penuh pertimbangan.
"Menurutku, dia mengatakan yang sebenarnya."
Nara langsung tersenyum puas. "Aku juga berpikir begitu."
Silas menghela napas pelan, sebelum kembali melihat laptopnya. "Kalau begitu, kenapa masih bertanya?"
"Aku hanya ingin memastikan pendapatku mendapat dukungan dari orang yang kredibel."
"Kredibel?"
"Suamiku sendiri tentu saja."
Kali ini sudut bibir Silas terangkat tipis. Ia tidak membantah, dan membiarkan Nara kembali membaca komentar penggemarnya.
Sejak popularitasnya meningkat dalam beberapa waktu terakhir, akun media sosial Nara hampir tidak pernah sepi. Video siaran langsungnya yang sebelumnya hanya ditonton oleh penggemar biasa kini sering menjadi bahan pembicaraan di berbagai forum hiburan. Bahkan komentar-komentar tentang dirinya semakin beragam, mulai dari pujian mengenai penampilannya hingga orang-orang yang penasaran, dengan kehidupan rumah tangganya bersama Silas Crane.
Nara membaca beberapa komentar dengan penuh perhatian, kemudian tiba-tiba tertawa kecil.
"Ini lucu sekali."
"Apa?" tanya Silas, kali ini benar-benar mengangkat pandangannya.
Nara memiringkan layar ponselnya agar Silas bisa melihat. "Ada yang bertanya apakah kamu benar-benar sebaik, yang terlihat di depan kamera."
"Jawab saja tidak."
Nara menatapnya tidak percaya. "Kenapa?"
"Supaya mereka tidak terlalu iri."
Nara terdiam selama beberapa detik, lalu menepuk lengan Silas Crane dengan gembira. "Silas, ternyata kamu juga bisa bercanda."
"Aku selalu bisa."
"Benarkah? Lalu kenapa selama ini wajahmu, seperti orang yang sedang menghadiri rapat direksi?"
Silas menatapnya datar.
Nara segera menyandarkan kepalanya kembali ke bahunya, sambil tertawa pelan. Dia tahu suaminya tidak akan benar-benar marah kepadanya. Justru sejak menikah, Nara menemukan bahwa Silas memiliki kesabaran yang jauh lebih besar, daripada yang terlihat dari wajahnya.
Belum sempat ia kembali membaca komentar, ponselnya tiba-tiba berdering.
Nama agennya Mira Laurent muncul di layar.
Nara Aeris langsung mengangkat telepon tersebut, dan menyapa dengan santai, "Halo, kak Mira. Ada apa menelepon malam-malam begini?"
Sura Mira terdengar cukup bersemangat dari seberang. "Nara, kamu sedang di rumah kan? Aku tidak sedang mengganggumu?"
"Aku sedang tidak melakukan apa-apa, selain mengganggu suamiku yang sedang bekerja," jawab Nara tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Silas Crane yang mendengarnya hanya mengangkat alis, tetapi tidak mengatakan apa-apa.
Mira tertawa kecil sebelum melanjutkan, "Kalau begitu bagus. Aku sebenarnya ingin memberitahumu bahwa beberapa waktu ini cukup banyak tawaran pekerjaan yang masuk. Setelah mempertimbangkannya, aku sudah menyaring beberapa yang menurutku layak untuk kamu lihat. Aku juga sudah membuang tawaran yang menurutku tidak cocok dengan citramu sekarang. Jadi tidak perlu repot membaca semuanya."
Nara yang awalnya bersandar santai langsung duduk sedikit lebih tegak. "Sebanyak itu?"
"Ada cukup banyak tawaran pekerjaan kali ini, mereka mungkin ingin memanfaatkan hype mu sekarang. Semua detail yang menurutku layak sudah kukirim ke email. Kamu bisa memeriksanya sendiri, dan memilih mana yang ingin kamu terima. Kalau tidak ada yang menarik, tolak saja semuanya."
Nara mengangguk sambil membuka aplikasi emailnya. "Baik, aku akan memeriksanya sekarang."
Mira kembali mengingatkan, "Kirimkan padaku dulu untuk memeriksa kontraknya, jika ada yang kamu terima."
"Iya."
Setelah berbicara beberapa menit, akhirnya telepon berakhir.
Nara lalu mulai membuka satu persatu email, yang dikirimkan agennya.
Banyak email yang tidak menarik bagi Nara Aeris, entah konsepnya tidak sesuai atau terlalu muluk-muluk, pekerjaan yang terlalu berat, dan bayaran bagus. Tapi reputasi mereknya patut dipertanyakan.
Astaga, bahkan sudah disaring oleh agennya, masih tidak ada yang disukai oleh Nara.
Semakin lama, wajah Nara menjadi datar, dia bahkan sudah punya pikiran untuk keluar dari aplikasi Email. Sampai judul terakhir langsung membuat ekspresinya berubah.
Alisnya terangkat, matanya berbinar. Bahkan tubuhnya yang semula bersandar santai kini mulai condong ke depan.
"Eh?"
Silas langsung melirik.
"Ada apa?"
Nara tidak segan menjawab, ia terus membaca sampai seluruh isi email selesai. Kemudian membuka lampiran yang berisi informasi mengenai program tersebut.
Acara itu bernama « Di Balik Masalah ».
Sebuah variety show yang cukup populer di Stellaris, dan memiliki konsep yang berbeda dari program hiburan kebanyakan. Acara tersebut tidak hanya mengundang selebritis untuk bermain permainan, atau melakukan tantangan lucu. Tetapi membawa para bintang tamu untuk bertemu langsung dengan masyarakat, yang sedang menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan mereka.
Tugas para bintang tamu dalam acara itu, adalah membantu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik konflik tersebut. Kemudian bersama tim acara mencari jalan keluar yang bisa diterima oleh semua pihak.
Nara membaca deskripsi itu sekali lagi.
Kemudian sekali lagi.
Semakin lama, senyumnya semakin lebar.
"Silas."
"Hm?"
"Ini menarik sekali."
Silas menutup laptop perlahan, karena tahu istrinya sudah tidak mungkin kembali memperhatikan apapun, selain email tersebut. Ia menoleh dan bertanya, "Acara apa?"
Nara langsung menggeser tubuhnya lebih dekat, dan memperlihatkan layar ponselnya. "Namanya « Di Balik Masalah ». Ink variety show yang membantu orang menyelesaikan masalah mereka. Bukan sekadar datang, bermain permainan, lalu pulang. Mereka benar-benar mencari tahu apa yang terjadi di balik konflik."
Silas membaca informasi di layar beberapa saat.
Nara terus menjelaskan dengan semangat. "Lihat ini. Ada pasangan suami-istri yang setiap hari bertengkar tetapi tidak ingin bercerai. Ada anak yang tidak mau berbicara dengan orangtuanya. Ada masalah warisan, perselisihan keluarga. Bahkan konflik antara tetangga. Menurutmu tidak menarik?"
"Konsepnya memang menarik."
Nara mengangguk cepat. "Aku juga berpikir begitu."
Silas Crane memandang wajahnya yang terlihat semakin bersemangat. "Kamu ingin menerima undangannya?"
"Tentu saja!"
"Karena ingin membantu mereka?"
Pertanyaan itu membuat Nara Aeris terdiam.
Dia menatap Silas Crane selama beberapa detik, kemudian tersenyum dengan ekspresi sedikit bersalah.
"Tentu saja aku ingin membantu."
Silas tidak mengatakan apa-apa."
Wanita itu akhirnya menyerah, dan mengakui dengan suara lebih pelan, "Tapi aku juga ingin tahu cerita lengkapnya."
Silas langsung memahami maksudnya.
"Kamu ingin mendengar masalah orang lain."
...----------------...
tetap sehat dan semangat Thor