NovelToon NovelToon
CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jivana

Kirana, mantan putri sultan yang kini harus bekerja demi bertahan hidup, selalu bentrok dengan Rangga, CEO dingin dan galak yang tak pernah menemukan karyawan seberani dirinya.

Tanpa Kirana sadari, Rangga justru jatuh cinta lebih dulu. Di balik sikap kerasnya, ia diam-diam selalu melindungi dan memperhatikan Kirana. Sementara Kirana perlahan melihat sisi lembut pria yang selama ini dianggapnya sebagai bos toxic.

Namun cinta mereka diuji oleh kesalahpahaman, mantan kekasih, konflik keluarga, serta perjuangan Kirana membangun kembali hidupnya tanpa kemewahan. Dari pertengkaran dan cinta yang awalnya bertepuk sebelah tangan, keduanya akhirnya menyadari bahwa mereka adalah tempat pulang satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 — Pergolakan Hati

Malam itu, sepulang dari kantor, Kirana duduk sendirian di kamar kosnya, pikirannya masih dipenuhi kata-kata pengakuan Rangga di rooftop siang tadi. Ia menatap langit-langit kamar yang sudah begitu familiar, mencoba menata perasaannya yang campur aduk antara bahagia dan takut.

Ponselnya berdering, panggilan video dari Dewi yang seperti biasa, tepat waktu seolah bisa merasakan gejolak hati sahabatnya dari jauh.

"Kir, ada apa? Dari tadi chat kamu absurd banget isinya cuma emoji galau," tanya Dewi begitu panggilan tersambung, wajahnya penuh kekhawatiran di layar ponsel.

Kirana menghela napas panjang, lalu menceritakan semua yang terjadi di rooftop siang itu—pengakuan Rangga, kata-katanya yang begitu tulus, dan responsnya sendiri yang masih dipenuhi keraguan meski hatinya sudah begitu yakin dengan perasaannya sendiri.

"ASTAGA KIRANA!" Dewi berteriak heboh di seberang layar, membuat Kirana harus menjauhkan ponsel dari telinganya. "Akhirnya! Aku bilang juga apa, dari dulu udah keliatan banget dia suka sama kamu!"

"Tapi Dew, aku takut," Kirana berkata pelan, suaranya penuh kecemasan. "Ibunya jelas-jelas nggak setuju. Terus posisi aku di kantor juga jadi serba salah kalau ketahuan pacaran sama bos sendiri."

"Kir, dengerin aku," Dewi berkata lebih serius, menatap sahabatnya lewat layar dengan sungguh-sungguh. "Kamu udah ngelewatin begitu banyak hal susah dalam hidup kamu. Kamu kehilangan orang tua, kehilangan segala kemewahan, harus belajar dari nol buat bertahan hidup. Kalau kamu bisa ngelewatin semua itu, masa iya kamu takut cuma gara-gara ada tantangan soal perasaan?"

Kirana terdiam, mempertimbangkan kata-kata sahabatnya itu dengan sungguh-sungguh.

"Lagian," lanjut Dewi, nadanya melembut, "kamu udah cukup lama hidup dalam ketakutan dan kehati-hatian, Kir. Sesekali, boleh dong kamu ngambil risiko buat sesuatu yang bikin kamu bahagia. Rangga udah berani jujur soal perasaannya, meskipun dia tahu risikonya besar buat posisinya sebagai CEO. Masa kamu kalah berani sama dia?"

Kirana tersenyum kecil mendengar nasihat itu, merasakan kehangatan yang selalu berhasil diberikan sahabatnya setiap kali ia dilanda keraguan. "Makasih, Dew. Aku... aku rasa aku emang harus lebih berani soal ini."

"Nah gitu dong," Dewi tersenyum lebar. "Tapi inget, pelan-pelan aja, jangan buru-buru. Nikmatin prosesnya, dan yang penting, jangan biarkan ketakutan orang lain jadi alasan kamu buat nolak kebahagiaan kamu sendiri."

...****************...

Sementara itu, di sisi lain kota Jakarta, sebuah pertemuan tak terduga sedang berlangsung di sebuah restoran mewah—Alex, yang masih penasaran dan penasaran dengan penolakan Kirana, mencoba mencari cara lain untuk mendekati mantan tunangannya itu, sampai ia mendengar kabar tentang kedekatan Kirana dengan CEO Arka Corporation dari salah satu kenalan bisnisnya.

Penasaran dan sedikit terdorong rasa iri, Alex mencoba mencari tahu lebih lanjut, hingga akhirnya berhasil mendapatkan nomor kontak Bu Ratna melalui koneksi bisnis keluarganya—dunia elite Jakarta yang ternyata masih saling terhubung meski Kirana sudah lama keluar dari lingkaran itu.

"Selamat malam, Bu Ratna," Alex menyapa sopan saat pertemuan mereka berlangsung, sengaja mengatur waktu bertemu di sebuah restoran tenang jauh dari mata publik. "Terima kasih sudah bersedia meluangkan waktu."

"Saya dengar kamu ingin membicarakan soal Kirana Wibowo," Bu Ratna berkata langsung, tidak suka membuang waktu untuk basa-basi.

"Betul, Bu," Alex mengangguk, mengatur strategi kata-katanya dengan hati-hati. "Saya kebetulan mantan tunangan Kirana. Saya dengar dari beberapa kenalan, Ibu juga khawatir soal kedekatannya dengan Pak Rangga."

Bu Ratna menatap Alex dengan seksama, mempertimbangkan sejauh mana pria di hadapannya ini bisa dipercaya atau justru dimanfaatkan untuk kepentingannya sendiri.

"Apa maksud kedatanganmu ke sini?"

"Saya masih punya perasaan sama Kirana, Bu. Saya ingin dia kembali ke pelukan saya," Alex berkata jujur, meski ada nada perhitungan yang tersembunyi di balik kata-katanya. "Dan sepertinya, kita punya kepentingan yang sama—Ibu ingin Kirana menjauh dari Pak Rangga, saya ingin Kirana kembali sama saya. Mungkin kita bisa saling membantu."

Bu Ratna terdiam sejenak, mempertimbangkan tawaran yang baru saja dilontarkan pria di hadapannya, matanya menyipit penuh perhitungan khas seorang pebisnis ulung. "Apa rencanamu?"

Alex tersenyum tipis, mulai menjelaskan strategi yang sudah ia susun—sebuah rencana yang akan melibatkan berbagai manipulasi kecil, penyebaran informasi yang bisa memutarbalikkan fakta, dan tekanan bertahap yang bisa membuat Kirana merasa terjebak, merasa tidak punya pilihan selain menjauh dari Rangga demi kebaikan semua pihak—atau bahkan, jika beruntung, kembali ke pelukan Alex sendiri.

"Saya butuh waktu buat pikirin ini lebih lanjut," Bu Ratna akhirnya berkata, meski nada suaranya menunjukkan ketertarikan yang tidak sepenuhnya ia sembunyikan. "Tapi saya suka caramu berpikir, Alex. Saya akan hubungi kamu kalau saya sudah punya keputusan."

Alex tersenyum puas, mengangguk sopan sebelum akhirnya pamit meninggalkan restoran itu, pikirannya dipenuhi rencana-rencana yang akan segera ia jalankan untuk mendapatkan kembali apa yang menurutnya seharusnya masih menjadi miliknya.

Ia tidak tahu—atau mungkin tidak peduli—bahwa rencana yang baru saja ia susun bersama Bu Ratna akan segera membawa badai besar ke dalam kehidupan Kirana yang baru saja mulai menemukan kembali kebahagiaannya, sebuah badai yang akan menguji sekuat apa cinta yang baru saja tumbuh di antara Kirana dan Rangga.

1
Rian Moontero
mampiiirr👍
moana family: terima kasih kk🥰
total 1 replies
moana family
hiii readers mohon dukungan yaa...🥰🥰
ini novel saya pertama🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!