NovelToon NovelToon
Saat Mantan Gendutku Berubah Tampan

Saat Mantan Gendutku Berubah Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:165.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun, Dara bertemu lagi dengan Luth, mantan pacarnya saat SMA yang dulu koma karenanya. Bukan hanya fisik sang mantan yang berubah jadi tampan, tapi ternyata, Luth juga tak mengenalinya.
"Kamu benar-benar tidak mengenaliku?" Dara menatap tak percaya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Luth terlihat bingung.
Dara semakin merasa bersalah, karena kemungkinan Luth hilang ingatan karena benturan keras yang sampai membuat dia koma 8 tahun lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMNESIA

Akhirnya yang ditunggu Dara datang juga. Saat ponselnya sudah selesai diperbaiki dan nota pembayarannya di serahkan. Itu adalah senjatanya untuk bisa bertemu Luth.

Dengan jantung berdebar, ia membuka nomor ponsel Luth, jemarinya bergerak antusias mengetik sebuah pesan.

Dara

[ Ponselnya sudah selesai di perbaiki ]

Ia lalu mengirim foto nota pembayarannya.

Jika dulu, delapan tahun yang lalu, Luth akan membalas cepat pesan darinya, malam ini berbeda. Sudah hampir setengah jam ia menunggu, tapi pesan itu tak kunjung dibalas.

"Apa aku telepon dia aja ya." Dara mulai menimbang opsi itu. Jarinya sudah hampir menekan call, tapi ia urungkan. "Enggak, gak boleh terlalu agresif. Tunggu Dara, dia pasti balas pesan kamu."

Dara mengecek ponselnya hampir setiap lima menit, tapi pesan yang ditunggu tak kunjung datang, hingga akhirnya, hampir dua jam setelah pesan ia kirim, Luth baru membalasnya.

Luth

[ Kirim no rek kamu. Aku tranfer uangnya ]

Enggak, bukan itu yang diinginkan Dara, tapi ketemu. Ia sudah memikirkan sejak tadi alasan untuk itu.

Dara

[ Rekening bankku sedang bermasalah, tak bisa untuk transaksi sementara waktu. Bagaimana kalau kita bertemu saja ]

Dan seperti tadi, balasan tak kunjung datang. Dara sampai dibuat gemas. Sebenarnya Luth sedang ngapain sih, kenapa lama sekali balas. Ini jam 9 malam, mana mungkin sedang sibuk kerja. Untungnya balasan kali ini tak sampai harus menunggu 2 jam seperti tadi, 10 menit kemungkinan, Luth membalas.

Luth

[ Aku sibuk. Kirim nomor e wallet saja ]

Dara memutar otak, memikirkan alasan lainnya. Ia tak mungkin bilang tak punya e wallet di zaman sekarang yang serba canggih ini. Mana ponselnya bagus, pasti Luth akan curiga jika dia bilang tak ada e wallet.

Dara

[ Setelah ponselku diperbaiki, terdeteksi aktivitas mencurigakan. Sementara aku gak mau transaksi menggunakan e wallet. Kalau kamu sibuk, aku saja yang datang ke tempat kamu ]

Terlihat titik tiga di layar, Luth sedang mengetik balasan, sementara Dara menunggu dengan tidak sabaran.

Luth

[ Aku beneran sibuk sekarang, gak ada waktu. Jadwalku padat ]

Dara

[ Aku gak akan lama, cuma ngambil uang saja ]

Luth

[ Kamu gak hanya sedang nyari alasan untuk bertemu denganku kan? ]

Sialan, ketahuan! Dara menggigit bibir bawah, memikirkan alasan masuk akal agar dirinya tak terkesan mencari-cari alasan. Dia tak boleh menyerah, harus bertemu dengan Luth. Tujuannya hanya satu, minta maaf. Ya, hanya itu.

Dara

[ Aku cuma mau menagih uang, salahnya dimana ngajak ketemu? ]

Luth

[ Aku sudah punya pacar ]

Dara terdiam beberapa detik setelah membaca pesan itu. Apa tujuannya memberi tahu soal itu? Tapi sialnya, kenapa hatinya sakit mengetahuinya.

Dara

[ Apa hubunganya dengan itu. Aku kesana untuk menagih uang, bukan untuk lainnya ]

Luth

[ Baiklah kalau kamu memaksa, aku tunggu di kantorku. Nanti aku share lokasi dan waktu ketemu ]

Senyum Dara langsung merekah membaca itu.

Dara

[ Baiklah ]

Beberapa saat kemudian, Luth mengirim lokasinya. Dia memintanya datang besok, saat jam makan siang.

Hampir sepanjang malam, Dara tak bisa tidur. Ia memikirkan besok saat bertemu dengan Luth. Apa Luth memang amnesia, atau hanya pura-pura tak kenal? Ia terus memikirkan itu.

Keesokan harinya, tepat pukul 12.30, Dara sudah berada di depan kantor PT. Prima Anugerah. Tidak terlalu besar, mengingat perusahaan itu belum lama berdiri. Jantungnya sudah berdebar kencang saat baru melangkah masuk ke dalam lobi.

Dara mengatakan keperluannya pada receptionis, lalu ia diantarkan ke ruangan Luth.

Setelah menaiki lift dan berjalan melewati koridor, sampailah mereka di depan pintu bercat hitam bertuliskan ruangan direktur utama. Telapak tangan Dara terasa dingin, ia meremat rok span yang dikenakannya.

Tok tok tok

Orang yang mengantarkannya mengetuk pintu ruangan direktur utama.

"Permisi Pak Luth, ada yang ingin bertemu," ujarnya.

"Suruh dia masuk."

Mendengar suara Luth, Dara makin gugup sekaligus gelisah. Apa nanti Luth akan marah padanya? Mengamuk, melampiaskan kemarahan? Atau jangan-jangan, tak terjadi apapun karena Luth memang tak ingat padanya.

"Silakan masuk, Bu." Orang tersebut membukakan pintu.

"Terimakasih." Dara melangkah masuk.

Tatapannya langsung tertuju pada Luth yang duduk di kursi kerjanya. Dia benar-benar sudah berubah. Bukan lagi Luth gemuk dengan pipi chubby dan leher berlipat, tapi seorang laki-laki dewasa, tampan, dan berwibawa.

Pintu ruangan kembali ditutup, dengan langkah ragu, Dara berjalan ke arah Luth.

"Silakan duduk.' Luth menunjuk kursi di hadapannya.

Dara mengangguk. Ia menarik kursi tersebut, lalu duduk. Tatapannya tertuju pada papan nama di atas meja. Luth Kael Nugraha. Tidak salah lagi, dia memang Luth.

"Bisa lihat notanya?" tanya Luth.

Dara yang sibuk dengan isi pikirannya, tak menyadari jika Luth sedang mengajaknya bicara.

"Hem." Luth berdehem lumayan keras hingga membuat Dara reflek menatapnya. "Boleh lihat notanya," ulangnya sekali lagi.

"Oh." Dara membuka tas, mengambil nota yang sudah ia siapkan, lalu meletakkan di atas meja, mendorong ke arah Luth. "Silakan."

Luth mengambil nota tersebut, lalu memeriksanya. Itu nota yang sama yang kemarin fotonya dikirim Dara. Ia lalu membuka laci, mengambil uang cash yang sudah ia siapkan, meletakkan ke atas meja.

"Ini." Luth mendorong uang tersebut ke arah Dara. "Hitung dulu, takut jumlahnya kurang."

"Gak usah, saya percaya." Dara langsung saja memasukkan uang tersebut ke dalam tasnya.

Luth tersenyum simpul. "Jangan gampang percaya pada orang yang belum dikenal."

Dara seketika menatap Luth. "Belum kenal?" ulangnya.

"Kita memang belum kenalkan? Bahkan nama kamu saja, saya tidak tahu."

Dara gelisah, kedua tangannya mencengkram pinggiran kursi. "Kamu yakin, tidak kenal saya?"

Luth mengerutkan kening, lalu menggeleng. "Apa kita saling kenal?"

Dada Dara terasa nyeri mendengar itu. Apakah Luth sangat membencinya, sampai pura-pura tak kenal seperti ini? "Sebenci itu ya, kamu sama aku?" matanya mulai berkaca-kaca.

"Benci?" Luth mengernyit bingung. "Apa maksud kamu? Kenapa saya harus membenci kamu?"

Dara tak tahan lagi. Ia menatap Luth dengan dada naik turun. "Sampai kapan kamu akan pura-pura tak mengenaliku, Luth?"

"Pura-pura?" Luth semakin bingung. "Tunggu, tunggu, saya memang gak kenal kamu."

Dara memalingkan wajah, menyeka air matanya yang tak bisa lagi di tahan. Ia menggigit bibir, menahan sesak yang semakin membuat dadanya seperti dihimpit sesuatu yang berat. Ia kembali menatap Luth, bibirnya melengkung ke atas, membentuk sebuah senyuman tipis.

"Aku minta maaf. Aku sungguh tak menyangka kejadiannya akan seperti itu."

Ekspresi Luth tampak semakin bingung. "Minta maaf untuk apa? Kejadian apa?"

"Luth, cukup! Berhenti pura-pura seperti ini." Dara mulai emosional.

"Tapi aku memang gak tahu apa yang kamu bicarakan. Apa kita memang saling kenal dulu?"

"Cukup, Luth!" Dara tak tahan lagi Luth terus pura-pura tak mengenalinya.

"Tapi aku memang gak tahu. Aku mengalami amnesia parsial, aku kehilangan beberapa ingatan."

Mulut Dara terbuka, ia menatap Luth kaget. Tak menyangka, kalau Luth mengalami amnesia.

1
SasSya
Alkhamdulilah🤲
Abinaya Albab
setelah mommy Daddy nya kakak²nya skg giliran Luth ,pasti mengurus jiwa raga & air mata ini karena Luth 11 12 dg Daddy nya 🙈
Abinaya Albab
nahhhhh kn bener Luth jadi kejam kaya' Daddy Yusuf sama Sani dlu 🙈
Sugiharti Rusli
nah kan akhirnya setelah kejadian kemaren si Dara baru notice kalo si Luth tahu kejadian dulu saat dia dihajar si Diego hingga koma, berarti si Luth sudah ga amnesia dia yah,,,
Sastri Dalila
/Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sugiharti Rusli
dan sayangnya si Dara ga berpikir saat kemaren membersihkan seharusnya dia visum dulu yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi saat Luth mau komplain ke manajemen hotel ternyata cctv depan kamar Dara rusak, entah betulan atau alasan mereka saja
Sastri Dalila
😅🤭🤭
Sugiharti Rusli
apalagi sejatinya si Diego mantan napi, jadi kalo dia dengan mudah memiliki akses di hotel yang milik kerabatnya itu sih
Sugiharti Rusli
kalo dari hasil penelusuran hotel itu masih milik kerabat dekat si Diego, bisa jadi memang ada yang melindunginya yah
Sastri Dalila
🤣🤣🥺🥺
Abinaya Albab
bener ih kata kak otor yg bakal 11 12 dg Daddy Yusuf Luth
Sugiharti Rusli
apalagi Dara merasa jijik karena Diego sudah berhasil melucuti pakaian dan sempat menjamahnya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi setelah melihat sendiri betapa Dara trauma berat saat hampir direnggut kehormatannya oleh si Diego,,,
Sugiharti Rusli
karena ternyata cintanya lebih besar ke Dara daripada rasa dendamnya sih
Sugiharti Rusli
sepertinya dengan kejadian ini si Luth pasti berpikir ulang tentang misinya buat bikin Dara merana nanti,,,
*Septi*
saking cemasnya Luth lupa sedang l pura pura amnesia
*Septi*
ampun lah anak nya pak Yusuf🤣
Patrick Khan
diego q tandai kau🔨🔨🔨😏nti yg kena pasti luth karna yg ngajak luth..siap2 perang
Kar Genjreng
tuh kan Luth sudah ingat sejatinya Dara
tapi ya gitu memastikan apa Dara cinta sama Luth saat ini ketika penampilan nya berbeda di banding ketika SMA ternya Anya gayung bersambut,,,maka. dari itu
Luth mengejar Mu. dan ya sedikit bikin ulah 🤣peran pembantu nya Valeri Bia,,makanya Luth percaya kalau ada Diego karena Luth sudah melihat sebelumnya,,,kayanya satpam dan pegawai hotel yang. membantu. Diego keluar sedangkan Luth sibuk meredakan ketakutan Dara,,,,ya sudah Luth ngaku saja
kalau Luth sudah ingat. sudah. keceplosan
🤭🤭 up lupa Luth bilang Diego 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!