NovelToon NovelToon
Kembali Nya Sang Ratu Antagonis

Kembali Nya Sang Ratu Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Wanita perkasa / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurelie Valaska

Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?

perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Darah merah segar merembes dari pergelangan tangannya, mengalir di antara jemari yang bergetar, sebelum akhirnya kesadarannya tenggelam dalam kegelapan yang pekat. Yuni mengira itu adalah akhir dari segalanya. Namun, takdir—atau lebih tepatnya, sebuah entitas misterius yang menyebut dirinya sistem rubah kecil—memutuskan untuk memutar balik waktu.

"Host? Kenapa melamun? Apa kulit putih sempurnamu membuatmu terhipnotis?" Suara melengking si rubah kecil di dalam kepalanya membuyarkan kilas balik masa lalu yang mengerikan itu.

Yuni tersentak. Keringat dingin yang sempat keluar di pelipisnya perlahan mengering. Dia melihat pantulan dirinya di cermin ruang ganti. Kulitnya kini begitu putih, halus, dan bercahaya, seolah-olah memancarkan aura suci yang tidak realistis. Asistennya, yang masih berdiri di sampingnya, menatapnya dengan pandangan memuja seakan-akan Yuni adalah dewi yang baru turun dari langit.

"Aku hanya... berpikir tentang langkah selanjutnya," jawab Yuni pelan, menyembunyikan badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya. Di dalam hati, dia bersumpah. Kehidupan ini adalah milikku. Elva Kirana, di kehidupan lalu kau adalah malaikat penolong yang membuatku terlihat seperti sampah menjijikkan. Di kehidupan ini, aku akan merebut semua panggungmu sebelum kau bahkan sempat bersinar.

"Nona Yuni, sutradara memanggilmu ke set. Adegan pertama untuk drama 'Mahkota yang Hilang' akan segera dimulai," sang asisten mengingatkan dengan sopan.

Yuni berdiri, memperbaiki gaunnya yang elegan. Di kehidupan lalu, peran utama wanita dalam drama kolosal beranggaran besar ini jatuh ke tangan Elva Kirana setelah Elva menunjukkan kemampuan akting yang luar biasa dalam audisi terbuka. Kali ini, Yuni menggunakan koneksi awal dari salah satu investor yang berhasil dipikatnya demi merebut peran tersebut. Namun, dia tahu itu tidak cukup. Untuk menjadi aktris terbaik, dia harus menghancurkan Elva di areanya sendiri: dunia seni peran.

Saat berjalan menuju set, mata Yuni menangkap sosok yang sangat dia kenali. Elva Kirana.

Gadis itu berdiri di sudut lapangan, mengenakan kostum pelayan sederhana. Di kehidupan ini, karena Yuni telah merebut peran utama, Elva hanya mendapatkan peran kecil sebagai pelayan yang setia—tokoh figuran yang seharusnya tidak menarik perhatian. Namun, melihat wajah Elva yang polos tanpa beban, kemarahan Yuni kembali tersulut.

"Rubah kecil, tunjukkan panel sistemnya lagi," perintah Yuni dalam hati.

Layar transparan virtual kembali mengambang di depan matanya.

• Poin Bonus Saat Ini: 0 poin (20.000 poin baru saja digunakan untuk Kulit Putih Sempurna).

• Target Misi Utama: Menjadi Aktris Terbaik (Progress: 5%).

• Target Misi Sampingan: Menaklukkan Kenzie (Kesukaan: 80/100).

"Host, jika kau ingin poin tambahan, kau harus menaikkan tingkat kesukaan Kenzie sampai 100 poin. Dua puluh poin terakhir adalah yang paling sulit, karena itu adalah batas antara 'sangat tertarik' menjadi 'cinta mati'!" si rubah kecil mengingatkan dengan nada jenaka.

"Kenzie adalah pewaris tunggal Grup Media Pratama. Jika aku bisa membuatnya bertekuk lutut, jalan menuju penghargaan aktris terbaik akan menjadi karpet merah yang bertabur berlian," gumam Yuni "Tapi bagaimana dengan Elva? Apakah ada cara untuk menekan perkembangannya lewat sistem?"

"Tentu saja ada, Host! Setiap kali kau membuat Elva kehilangan kesempatan emas atau mempermalukannya di depan publik, kau akan mendapatkan 'Poin Penjarahan Keberuntungan'. Poin itu bisa digunakan untuk membeli keahlian instan seperti 'Kemampuan Akting Tak Tertandingi' yang harganya satu juta poin itu!"

Mendengar hal itu, seringai tipis muncul di bibir merah Yuni. Sempurna, pikirnya.

Sutradara berteriak menggunakan pengeras suara, "Semua kru dan pemain, bersiap! Adegan 14, Pengkhianatan di Istana. Yuni dan Elva, silakan ambil posisi!"

Adegan ini adalah konfrontasi antara sang Selir Agung (diperankan oleh Yuni) dan pelayan setianya yang dituduh mencuri gelang giok kekaisaran (diperankan oleh Elva). Dalam naskah asli, Selir Agung harus menampar pelayan tersebut karena merasa dikhianati.

Yuni berjalan ke tengah set dengan dagu terangkat tinggi. Kulit putih sempurnanya yang baru saja ditukar langsung menarik perhatian sutradara dan penata cahaya.

"Luar biasa, Yuni! Kulitmu hari ini terlihat sangat luar biasa di bawah kamera. Ini benar-benar memancarkan aura seorang Selir Agung yang agung!" puji sutradara dengan mata berbinar.

Yuni tersenyum manis. "Terima kasih, Sutradara. Saya hanya melakukan persiapan terbaik untuk adegan ini." Dia kemudian melirik Elva yang sudah berlutut di lantai set. "Hai, Elva. Mohon kerja samanya ya. Karena ini adegan emosional, mari kita lakukan dengan totalitas."

Elva mendongak, matanya yang jernih menatap Yuni tanpa rasa curiga. "Mohon bimbingannya, Senior Yuni. Saya akan berusaha sebaik mungkin."

Naif. Tetap naif seperti di kehidupan lalu, batin Yuni sinis.

"Kamera siap... Audio siap... Action!"

Yuni langsung merubah ekspresi wajahnya. Matanya yang indah melebar, memancarkan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam. Efek dari item 'Mata Bersinar' dan 'Karisma Menawan' yang sudah dimilikinya sejak awal membuat akting fisiknya terlihat sangat dramatis dan memikat, meskipun teknik bicaranya masih biasa saja.

"Berani-beraninya kau mencuri barang pemberian Yang Mulia?!" suara Yuni meninggi, bergema di seluruh studio.

Elva, yang berlutut di tanah, langsung meneteskan air mata dengan begitu alami. Tubuhnya bergetar hebat. "Hamba tidak melakukannya, Yang Mulia! Hamba difitnah! Demi langit dan bumi, hamba tidak pernah menyentuh gelang tersebut!"

Sutradara di balik monitor terkesiap. Akting Elva sangat mentah namun penuh emosi, mampu mengimbangi aura dominan yang dipancarkan Yuni.

Melihat performa Elva yang justru terlihat sangat bersinar di depan kamera, hati Yuni memanas. Tidak, aku tidak boleh membiarkan dia mencuri perhatian sutradara!

Yuni melangkah maju, mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Sesuai naskah, dia harus mengayunkan tangannya. Namun, Yuni dengan sengaja mengubah sudut ayunannya dan menambah kekuatannya secara penuh.

PLAK!

Suara tamparan keras menggema di set. Tamparan itu mendarat tepat di pipi kiri Elva dengan kekuatan penuh, hingga membuat kepala gadis itu terlempar ke samping dan sudut bibirnya sedikit pecah, mengeluarkan setitik darah.

Semua orang di set menahan napas. Itu bukan tamparan akting biasa. Itu nyata.

Namun, Elva tidak merusak adegan. Menggunakan rasa sakit yang nyata itu, dia memegangi pipinya, menatap Yuni dengan pandangan mata yang hancur, penuh keputusasaan, dan ketidakpercayaan. Akting improvisasi Elva justru membuat adegan itu menjadi luar biasa tragis.

"Cut! Bagus sekali! Sempurna!" teriak sutradara dengan antusias.

Segera setelah kamera mati, Yuni langsung merubah ekspresinya menjadi panik dan bersalah. Dia buru-buru berlutut di depan Elva. "Ya ampun, Elva! Maafkan aku! Aku terlalu mendalami peran sampai tidak bisa mengontrol kekuatanku. Apakah kau baik-baik saja? Maafkan aku, sungguh!"

Asisten Yuni segera berlari membawakan es batu, sementara kru lain mulai berbisik-bisik.

Elva memaksakan seulas senyum sambil menerima kompres es. "Tidak apa-apa, Senior Yuni. Ini hanya bagian dari pekerjaan. Akting Senior tadi sangat luar biasa, saya justru terbawa suasana."

Di dalam kepala Yuni, suara rubah kecil kembali terdengar, namun nadanya tidak seceria sebelumnya. "Host, ada peringatan. Meskipun kau berhasil menekan Elva secara fisik, keberuntungan Elva justru meningkat karena ketegarannya di set dipuji oleh sutradara. Kau gagal mendapatkan Poin Penjarahan!"

Sialan! Yuni memaki dalam hati. Gadis ini benar-benar keras kepala.

"Nona Yuni," asistennya berbisik di telinganya. "Tuan Kenzie baru saja tiba di lokasi. Beliau sedang menunggu Anda di ruang istirahat VIP."

Mendengar nama Kenzie, mata Yuni kembali menyala. Elva Kirana bisa dia urus nanti. Sekarang, fokus utamanya adalah mengunci 20 poin terakhir dari Kenzie untuk mendapatkan bonus poin besar yang dia butuhkan untuk membeli 'Kemampuan Akting Tak tertandingi'. Dengan kemampuan itu, dia akan menghancurkan Elva berkeping-keping di industri ini.

Yuni bangkit berdiri, mengabaikan Elva yang masih mengompres pipinya, dan berjalan dengan anggun menuju ruang VIP. Sambil melangkah, dia sengaja melonggarkan sedikit kancing atas kostumnya, memperlihatkan leher jenjang dan kulit putih sempurnanya yang tanpa cela.

Pintu ruang VIP terbuka. Kenzie, dengan setelan jas mahal yang pas di tubuh tegapnya, sedang duduk sambil membaca laporan keuangan di tabletnya. Begitu mendengar suara pintu, pria itu mendongak. Pandangannya langsung terkunci pada sosok Yuni.

Efek dari 'Kulit Putih Sempurna' digabungkan dengan 'Karisma Menawan' bekerja seketika. Mata Kenzie menggelap, dipenuhi oleh rasa kagum dan gairah yang tidak bisa disembunyikan.

"Yuni," suara Kenzie berat dan dalam saat dia berdiri dari sofa. "Kau terlihat... berbeda hari ini. Sangat cantik."

Yuni berjalan mendekat dengan langkah perlahan yang memikat, menopang dagunya di dada bidang Kenzie sambil menatap pria itu dengan mata yang berbinar dan penuh kepatuhan. "Kenzie... aku sangat merindukanmu. Hari ini syutingnya sangat melelahkan, untunglah kau datang."

Kenzie melingkarkan tangannya di pinggang ramping Yuni, menghirup aroma harum dari leher gadis itu. "Kalau kau lelah, aku bisa membatalkan semua syuting ini dan membelikanmu studio sendiri. Kau hanya perlu menjadi milikku sepenuhnya."

Di dalam pikiran Yuni, suara rubah kecil berteriak gembira, "Tingkat kesukaan Kenzie naik! 85... 90... 92! Host, kau melakukannya dengan sangat baik!"

Yuni tersenyum penuh kemenangan di balik pelukan Kenzie. Di kehidupan ini, dialah yang memegang kendali. Dia tidak akan menjadi wanita simpanan murahan yang dicampakkan seperti dulu. Dia akan menjadi ratu yang mengendalikan para pria di bawah telapak kakinya, dan tidak akan ada satu orang pun—termasuk Elva Kirana— yang bisa menyeretnya kembali ke dalam neraka masa lalu.

Sekarang Yuni berhasil memikat Kenzie lebih dalam dan merencanakan penghancuran karier Elva Kirana.

1
Kamu Nanya?
tutorin dong sepuh biar punya karakter sadis, gimana tuh caranya
Kamu Nanya?
buset dah kayak pedang jirr
Kamu Nanya?
woa sadis
Kamu Nanya?
ntahlah
Kamu Nanya?
seremnya
Kamu Nanya?
lembut dalam artian? tapi soal tempat dia depanmu kan?
Nisa Nisa
hm gila sih si Yuni main nya mah boleh 🤭
Shankari Nagini
HM si Yuni ternyata tipe aktris yang licik dan cuma bisa gunain kekuatan laki-laki saja
Nisa Nisa
hm cas emang cocok di sebut jadi dewa Kematian sangat kejam tak kenal ampun 🤭
Nisa Nisa
memang harus kejam gitu cas jangan biarin orang yang menindas adik mu bebas 😡
Nisa Nisa
gila Yuni dah kaya rubah Weh licik banget 😡
Shankari Nagini
jir lah ku kira Yuni itu emang malaikat yang lembut di dunia hiburan tahu nya dia licik banget
Shankari Nagini
waahah mampus jadi pengangguran dong Sayang banget cassiopea tidak akan melepaskan nya dengan mudah
Nisa Nisa
wow gila ada sistem juga di cerita nya😱
Nisa Nisa
enak aja iklan sfl kan di siapin cassiopea buat Elva mana mungkin mau di serahkan ke orang lain😡
Shankari Nagini
bagus wartawan terus foto sampe kamera nya berasap itu berita bagus jangan sampai mau terlewat kan🤣
Shankari Nagini
aduh Mona, Adnan ck ck parah ih penampilan nya itu loh tak senonoh banget 🤭🤣
Shankari Nagini
jika cassiopea dah bertindak tidak ada satu orang pun yang akan lolos berdoa aja deh🤭
Nisa Nisa
cih masih aja enggak tahu malu mampus di gerebek wartawan juga🤭
Nisa Nisa
wahahah mampus di gerebek kan🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!