NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:103.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 35

Arsyad melempar ponselnya ke jok penumpang, lalu menghantam lingkar kemudi berkali-kali sampai tangannya memar. Dadanya naik-turun menahan kepanikan luar biasa. Mengandalkan belas kasihan ibu dan Dina adalah hal konyol, dua wanita itu hanya tahu cara mengeruk, bukan menutupi lubang yang mereka gali bersama.

Dengan jemari yang terus gemetar, Arsyad memutar nomor telepon Joko, seorang makelar mobil bekas dan rentenir kelas teri yang biasa memutar uang cepat di pinggiran kota.

Panggilan tersambung pada dering kedua.

"Joko! Ini Arsyad!" seru Arsyad tanpa basa-basi, suaranya parau dan terengah-engah.

"Eh, Pak Arsyad. Ada apa nih, Pak? Kok nadanya panik amat?"

"Gua butuh uang tunai sore ini juga, Jok! Minimal empat ratus juta! Gua mau lepas mobil sedan baru yang di rumah gua, plus dua unit motor matic gress. Lu hargain berapa pun, asal uangnya cair sebelum jam lima sore!"

Di seberang sana, Joko terkekeh sinis. "Aduh, Pak Arsyad... lu pikir gua bank buka cabang di surga? Mana ada mobil tanpa surat-surat lengkap bisa cair empat ratus juta dalam dua jam? Lu kata jual kacang goreng? Paling tinggi gua sanggup kasih dua ratus lima puluh juta bersih, itu pun kalau BPKB aslinya lu serahkan sekarang juga."

"Dua ratus lima puluh juta?!" pekik Arsyad, matanya melotot tajam menatap kaca spion.

"Itu mobil baru turun dari dealer bulan lalu, Jok! Lu mau meres gua?!"

"Ya udah kalau nggak mau, Pak. Gua nggak memaksa. Nyari uang cash ratusan juta dalam hitungan jam di zaman sekarang itu susah, Pak. Kalau Pak Arsyad butuh cepat, ya itu harganya. Gimana?"

Arsyad menggigit bibir bawahnya hingga berdarah. Dua ratus lima puluh juta bahkan tak cukup untuk menutupi separuh dari total delapan ratus lima puluh juta yang ia selewengkan. Tapi ia tak punya pilihan lain. Setidaknya, jika ia bisa menyetor uang itu ke rekening operasional sebagai 'pembayaran awal vendor', ia bisa mengulur waktu sampai hari pengumuman Senin besok.

"Oke! Lu datang ke rumah ibu gua setengah jam lagi! Bawa uang tunainya!" pangkas Arsyad kasar sebelum memutus sambungan.

Ia menginjak pedal gas dalam-dalam, melarikan mobilnya membelah kemacetan jalanan menuju rumah ibunya dengan kecepatan di luar batas aman.

Tepat pukul empat sore, mobil Arsyad berhenti mendadak di pelataran rumah ibunya, menimbulkan suara decitan ban yang keras. Tanpa mematikan mesin secara benar, Arsyad meloncat keluar dan membanting pintu mobil.

Baru saja kakinya memijak teras, pintu depan dihempas terbuka dari dalam. Dina keluar dengan gaun hamil yang ketat, wajahnya dipenuhi amarah dengan mata yang sembap.

"Mas Arsyad!" jerit Dina melengking, menghampiri Arsyad seraya memukul-mukul dada pria itu kasar.

"Mana kalung emasnya?! Mana mi kocoknya?! Mas tega banget ya! Dari tadi Dina nungguin sambil nahan lapar, baby kita di dalam perut menderita gara-gara Mas pelit!"

"Dina, lepas! Mas nggak ada waktu buat ngurusin rengekan kamu!" bentak Arsyad seraya mendorong bahu Dina kasar hingga wanita itu terhuyung ke belakang.

"Arsyad!" Ibunya keluar melangkah cepat dari dalam rumah, matanya melotot melihat perlakuan anaknya pada Dina.

"Kamu ini apa-apaan sih?! Datang-datang malah dorong wanita hamil! Mana rasa tanggung jawab kamu sebagai laki-laki?!"

"Tanggung jawab?!" Arsyad tertawa melengking, suara tawanya terdengar sumbang dan seperti orang gila.

"Ibu tanya soal tanggung jawab?! Uang delapan ratus lima puluh juta kantor yang Arsyad pakai buat beliin mobil di garasi itu, motor di samping, sama emas-emas yang melekat di badan Ibu sama Dina... itu bentuk tanggung jawab Arsyad! Sekarang kantor minta uang itu kembali! Kalau Arsyad nggak bayar hari ini, Arsyad masuk penjara!"

Tiba-tiba, sebuah mobil bak terbuka tua berhenti tepat di depan pagar. Joko keluar bersama dua orang anak buahnya yang bertubuh kempal dan berwajah garang.

"Pak Arsyad! Mana unitnya? Gua udah bawa cashnya nih," teriak Joko seraya menepuk-nepuk tas hitam di pinggangnya.

Mata Ibu Arsyad dan Dina membelalak lebar melihat kedatangan tiga pria asing tersebut.

"Arsyad... itu siapa? Mau apa mereka?!" tanya ibunya dengan suara bergetar.

"Arsyad mau jual mobil dan motor itu sekarang! Joko, masuk! Angkut mobil sedan di garasi sama dua motor di samping!" perintah Arsyad tegas.

"Nggak boleh!" jerit Dina histeris. Ia langsung berlari dan berdiri membentangkan kedua tangannya di depan garasi, menghadang Joko dan anak buahnya.

"Ini mobil hadiah buat calon anak aku! Mas Arsyad udah janji mobil ini buat antar jemput aku sama bayi kita nanti! Mas nggak berhak jual mobil ini!"

"Dina, singkirkan tubuh kamu dari situ!" geram Arsyad, matanya merah menyala seraya melangkah maju menyeret lengan Dina.

"Uang dua ratus lima puluh juta dari mobil ini satu-satunya cara biar Mas nggak ditangkap polisi sore ini! Kamu mau anak kamu lahir di dalam penjara, hah?!"

"Tapi ini cuma dua ratus lima puluh juta, Mas!" teriak Dina tak mau kalah, menyentakkan tangannya hingga lepas dari cengkeraman Arsyad.

"Kurangnya masih banyak! Mas tetap bakal ditangkap polisi! Terus kalau mobil ini dijual, Dina naik apa pas acara tujuh bulanan lusa?! Dina mau pamer apa sama tetangga?! Mas benar-benar suami enggak guna!"

PLAK!

Suara tamparan keras membentur udara sore yang pengap. Wajah Dina terlempar ke samping, sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah. Wanita itu memegangi pipinya, menatap Arsyad dengan tatapan tak percaya.

"Jaga mulut kamu, Dina!" bisik Arsyad dengan napas memburu, tubuhnya bergetar hebat.

"Kamu yang bikin hidup saya hancur! Kalau bukan karena tuntutan kamu dan ibu saya yang gila hormat ini, saya nggak bakal sudi menyentuh uang kantor sepeser pun! Kalau bukan karena kamu yang menggdaku, aku juga tak akan menghamili kamu!"

"Arsyad! Kamu nampar Dina?!" histeris ibunya seraya memeluk Dina yang mulai menangis meraung-raung.

"Kamu udah kesetanan ya, Arsyad! Hanya gara-gara uang kantor, kamu tega Aniaya calon ibu dari anakmu sendiri?!"

"Cukup, Bu! Cukup!" Arsyad menunjuk wajah ibunya dengan jari gemetar.

"Kalian berdua sama-sama benalu! Kalian cuma tahu menikmati uangnya, tapi saat saya sekarat seperti ini, kalian cuma bisa mengutuk!"

Arsyad berpaling ke arah Joko yang menyaksikan drama keluarga itu dengan senyum mengejek.

"Joko! Ambil kunci mobilnya di dalam, angkut semuanya sekarang! Bawa uang tunainya ke sini!"

"Siap, Pak Arsyad. Bisnis ya bisnis," ujar Joko santai seraya memberi isyarat pada dua anak buahnya untuk merangsek masuk mengambil kendaraan.

Dina meraung-raung menangis di pelukan ibu Arsyad, menatap dengan dendam saat mobil baru yang selalu ia pamerkan di media sosial kini dikendarai oleh anak buah Joko keluar dari pekarangan rumah.

Arsyad menyambar tas hitam berisi uang dua ratus lima puluh juta dari tangan Joko. Jemarinya meremas lembaran uang kertas itu, merasa dadanya semakin sesak. Uang ini bahkan tak mencapai sepertiga dari total kerugian.

"Bu, mana perhiasan kalian dan juga sertifikat rumah?!" Tanya Arsyad

1
nely_48
sok lah der,, janda n duda premium nikah mh beda
nely_48
berbahagialah zemima
Noor hidayati
namanya berubah
Ilfa Yarni
di tunggu undangannya ya zemima
nely_48
sok banyak rezeki nya buat bayi n arsyad family
nely_48
semoga bayi pembawa rezeki ya de,,, /Sob//Sob/
Muft Smoker
semangat syad ,, mungkin km bukan suami yg baik buat zemima dlu ,, tp km harus menjadi ayah yg baik buat zayyan
Ilfa Yarni
sangat puas ya karmanya sayang skali didunia nyata ga ada karma yg seperti ini bagi tukang selingkuh dan pezina
Ilfa Yarni
udah ga udah disesali semua udah terjadi mending kalian tobat yg sungguh2 semoga aja Tuhan members kalian Jln yg lbh baik setelah kalisn bertobat
nely_48
klau udh kya gini mh ga tega k arsyad family, Siska km kerja ath msh muda coba cari kerja d resto atau cafe² kan lumayan ada penghasilan tambahan, dr pada ngajedog d imah
nely_48
apakah tdk ada gono gini buat arsyad ❓kasian loh itu arsyad, klau mengeluarkan 100jt untuk membantu tempat tinggal layak n modal usaha buat arsyad ga akan rugi buat mu zemima
nely_48
sok pendekatan pelan² dl ya Rey, klau udh saling membutuhkan kalian lgsg nikah az
nely_48
fokus kerja n bertahan hidup untuk diri mu sendiri arsyad
Abisatya
sudahi Thor deritanya Arsyad,,beri dia rezeki yg mudah buat menghidupi anak dan ibunya,,beri kesempatan jd orang baik dan diberi pekerjaan yg layak buat Arsyad,,gak tega aku bacanya
Ilfa Yarni
kasian bayi yg ga ada dosa ikut menanggung derita
ryuka
tuuhhh kan skrg anak kamu juga kena imbas nya
Dokkan Battle
EMANG GOBLOK
Muft Smoker
akhirnya Mima lepas juga dr keluarga benalu Arsyad ,,


lanjuuut kak ,,
Fitria Syafei
kasihan yaa Arsyad 🙄 KK cantik mantaf 😍 kereen 🥰
Ilfa Yarni
ga Tega jg aku bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!