NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Status: tamat
Genre:Komedi / Romansa Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

SINOPSIS

Mati di tangan Antagonis yang kejam? Itu urusan belakangan. Tapi hidup miskin dan banyak utang? Itu penistaan bagi jiwa kapitalis Aura!

Bertransmigrasi ke dalam tubuh Elara—seorang figuran pelayan istana lusuh yang ditakdirkan mati di Bab 10—Aura menolak menyerah pada takdir novel klise. Berbekal insting bisnis tingkat dewa dan satu koin emas pusaka curian, ia nekat menerobos masuk ke ruang kerja Pangeran Caden, sang Antagonis utama yang dingin, sadis, dan luar biasa kaya. Bukannya mengemis nyawa, Elara justru memeras sang pangeran dan menawarinya proposal investasi saham!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Sekte Kapitalis Mia dan Patah Hati Kedua

Sore harinya, di taman belakang Sayap Utara.

Mia sedang berjalan santai membawa setumpuk dokumen invoice (tagihan) pembelian traktor magis yang diminta Aura. Penampilannya kini jauh dari kesan pelayan miskin yang tertindas. Ia memakai blazer kerja berwarna pastel, sepatu pantofel yang nyaman, dan rambut merah mudanya dijepit rapi dengan jepit perak elegan. Ia tampak seperti wanita karir yang sedang naik daun.

"Mia! Akhirnya aku menemukanmu!"

Langkah Mia terhenti. Dari balik semak-semak, muncul sosok Pangeran Arthur. Penampilan pria itu terlihat jauh lebih menyedihkan dari kemarin. Wajahnya kuyu, jubahnya lecek, dan matanya memancarkan keputusasaan yang mendalam.

"Yang Mulia Pangeran Arthur?" sapa Mia sopan, membungkuk sedikit tanpa melepaskan pelukannya pada tumpukan dokumen. "Ada keperluan apa Anda mencari saya di jam kerja operasional? Apakah ada invoice utang yang terlewat?"

Arthur terbelalak mendengar nada bicara Mia yang sangat kaku dan profesional. Tidak ada lagi Mia yang menatapnya dengan mata berbinar-binar memuja. Tidak ada lagi air mata kepolosan.

"Mia... apa yang terjadi padamu? Kenapa kau memanggilku seperti itu?" Arthur melangkah maju, berusaha meraih tangan gadis itu. "Aku datang untuk menyelamatkanmu! Aku tahu kau pasti menderita bekerja di bawah tekanan Caden dan Elara yang gila harta itu! Mereka pasti menyiksamu dengan pekerjaan kasar!"

Mia mundur selangkah, menghindari sentuhan Arthur dengan gesit.

"Menyelamatkan saya, Yang Mulia? Menyelamatkan dari apa?" tanya Mia, keningnya berkerut bingung. "Saya baru saja dipromosikan menjadi Kepala Administrasi Divisi. Gaji saya naik dua puluh persen bulan ini, ditambah fasilitas asrama VIP VIP dan asuransi kesehatan penuh. Apakah Yang Mulia berniat menawarkan benefit (keuntungan) kerja yang lebih tinggi dari itu?"

"B-benefit kerja?!" Arthur ternganga. "Mia, ini bukan soal pekerjaan! Ini soal hatimu! Kau adalah wanita yang murni! Kau tidak seharusnya berada di dekat orang-orang yang hanya memikirkan emas dan eksploitasi pasar!"

"Yang Mulia," Mia membetulkan letak dokumennya, menatap Arthur dengan tatapan iba namun tegas. "Justru karena saya memikirkan hati saya, saya harus memikirkan masa depan saya. Bu Bos Elara mengajarkan saya bahwa kemurnian hati tidak bisa digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit ayah saya. Kemurnian hati tidak bisa membeli makan malam."

"Tapi aku mencintaimu, Mia! Aku akan memberikan seluruh cintaku padamu!" teriak Arthur putus asa.

Mia menarik napas panjang. Ia teringat semua pelajaran crash course (kursus kilat) ekonomi yang setiap hari dicekokkan oleh Aura ke dalam otaknya.

"Cinta Anda, Yang Mulia, sayangnya memiliki nilai Liability (kewajiban beban) yang terlalu tinggi bagi saya," ucap Mia lancar, membuat rahang Arthur nyaris copot.

"L-liability?! Apa maksudmu?!"

"Mari kita hitung secara rasional," Mia mulai mengabsen jarinya. "Satu, Anda kehilangan seluruh lahan produktif Anda kemarin karena gagal bayar utang. Artinya, Anda tidak memiliki sumber Active Income (pendapatan aktif). Dua, Anda masih memiliki cicilan artefak penyembuh di Bank Pusat yang bunganya berjalan setiap bulan. Tiga, reputasi politik Anda sedang anjlok, yang berarti valuasi sosial Anda di mata dewan istana berada di titik terendah."

Arthur mematung. Kata-kata yang keluar dari mulut gadis lugu pujaan hatinya itu terasa lebih tajam dari pedang mana pun.

"Jika saya menerima cinta Anda dan mengikut Anda," lanjut Mia dengan nada seorang konsultan keuangan yang sedang memberikan pencerahan, "Saya tidak hanya harus merelakan gaji stabil saya di Departemen Keuangan, tetapi saya juga harus ikut menanggung beban utang dan kebangkrutan Anda. Secara rasio Risk-and-Reward (Risiko dan Hasil), berinvestasi pada perasaan Anda saat ini adalah tindakan finansial yang sangat tidak logis, Yang Mulia."

"K-kau... kau sudah dicuci otaknya!" Arthur jatuh berlutut di tanah berumput. Matanya berkaca-kaca menatap Mia. "Elara benar-benar mengubahmu menjadi monster serakah seperti dirinya! Kau bukan Mia yang kukenal!"

Mia tersenyum tipis. "Saya masih Mia yang sama, Yang Mulia. Hanya saja, sekarang saya adalah Mia yang tahu cara membaca laporan keuangan. Permisi, saya harus segera memproses tagihan traktor ini, atau Bu Bos akan memotong bonus akhir bulan saya karena keterlambatan input data."

Mia membungkuk sopan sekali lagi, lalu berbalik dan berjalan pergi tanpa ragu sedikit pun, meninggalkan sang Protagonis pria hancur berkeping-keping untuk kedua kalinya.

Dari balkon lantai dua Sayap Utara, Aura dan Caden berdiri berdampingan mengawasi kejadian di taman itu. Aura sedang mengunyah buah anggur hijau mahal dengan santai.

"Gila, Bos. Lo denger omongan Mia tadi? Liability! Dia pakai kata Liability! Gue bangga banget, Bos! Gue berhasil nyetak kader kapitalis baru di istana ini!" Aura tertawa terbahak-bahak, menepuk-nepuk lengan Caden dengan semangat.

Caden bersandar di pagar balkon, menatap asistennya dengan senyum geli. "Kau benar-benar merusak alur logika semua orang di istana ini, Elara. Bahkan gadis selugu dia kini bisa menolak pangeran menggunakan istilah rasio risiko."

"Itu namanya edukasi literasi finansial, Bos! Biar cewek-cewek nggak gampang dibohongin modal omongan cinta manis yang nggak ada jaminan hartanya," jawab Aura pongah. Ia memakan satu anggur lagi. "Sekarang si Hama Pirang beneran nggak punya apa-apa. Harta habis, cewek gebetannya sadar diri. Kelar hidupnya."

Caden menarik pinggang Aura, membawa gadis itu merapat padanya. "Lalu bagaimana denganmu? Apakah kau juga akan menolakku jika aku bangkrut dan kehilangan seluruh hartaku suatu hari nanti?"

Aura menghentikan kunyahannya. Ia menatap wajah serius Caden. Mata perak pria itu menatapnya dengan intensitas yang dalam, mencari kejujuran di balik otak matre asistennya.

Aura menelan anggurnya, lalu berkacak pinggang. "Kalau Bos bangkrut?"

"Ya. Jika aku tidak punya sepeser emas pun."

"Gampang!" Aura menyeringai lebar. "Gue bakal bikin Bos tanda tangan kontrak utang eksklusif sama gue. Bos bakal gue suruh jadi model iklan baju zirah atau jualan skincare ketampanan. Dengan modal wajah setampan ini, kita bakal rintis perusahaan baru dari nol! Bos jadi produk utamanya, gue manajernya! Kita monopoli pasar dari sektor hiburan!"

Caden tertegun. Ia mengira gadis itu akan menjawab akan meninggalkannya, atau mengatakan kebohongan manis bahwa ia akan tetap setia dalam kemiskinan. Namun jawaban barbar yang sangat rasional ini, di mana Aura menempatkan Caden sebagai 'aset abadi' yang tidak akan pernah ia lepaskan dalam kondisi apa pun... entah mengapa, terdengar seperti deklarasi cinta paling absolut yang pernah ada.

Caden tertawa lepas, menarik Aura ke dalam pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di leher gadis itu. "Kau benar-benar gila, Elara. Sangat gila."

"Gila cuan, Bos! Ingat itu!" Aura balas memeluk leher Caden, tertawa lepas bersama sang Antagonis. Alur novel ini memang sudah hancur tak berbekas, tapi Aura yakin seratus persen, ending-nya pasti akan dipenuhi dengan ...

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Fajar Fathur rizky
Julian baik banget kasih banyak uang sampai mau nangis
Anastasya
author yg manis ijin masukan boleh ya
boleh gak bahasa si Elera ini di ganti jadi "Aku" Jangan "Gue" biar kita baca nya enak dikit gitu thor😄kasian di pangeran di gue guein
Nathalia
hama pirang gak tuh🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!