NovelToon NovelToon
SISTEM TUAN TANAH DERMAWAN

SISTEM TUAN TANAH DERMAWAN

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

NOVEL GAGAL JANGAN DIBACA


Rahman Affandi adalah tuan tanah tua berusia enam puluh delapan tahun yang sangat kikir dan dibenci oleh semua penyewa kontrakannya.

Saat ajalnya tiba-tiba mendekat dan ia sekarat sendirian tanpa keluarga yang peduli, sebuah sistem misterius muncul di kepalanya.

Sistem itu memberinya sisa umur tujuh hari yang hanya bisa diperpanjang jika ia bersedia membahagiakan para penyewanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Hari menjelang sore dan langit mulai berwarna jingga.

Kontrakan Rahman yang kini berwarna biru muda itu tampak mencolok di antara bangunan-bangunan kusam di sekitarnya.

Beberapa orang yang berlalu lalang sempat menoleh dua kali karena pangling dengan perubahannya.

Rahman duduk di terasnya sambil menyeruput teh hangat buatan sendiri.

Teh itu ia buat dari sisa teh celup kemarin yang ia keringkan lalu diseduh ulang.

"Ah, nikmatnya sore ini tanpa harus keluar uang tambahan."

Tiba-tiba, seorang pemuda tanggung dengan ransel besar di punggungnya berhenti di depan gerbang.

Pemuda itu tampak kebingungan sambil melihat sekeliling.

"Permisi, Kek."

"Apa benar ini Kos Putra Putri Melati?" tanya pemuda itu sopan.

Rahman meletakkan cangkir tehnya dan menatap pemuda itu dari atas ke bawah.

Dari penampilannya yang rapi dan sepatu ketsnya yang lumayan bagus, Rahman langsung bisa menebak isi dompetnya.

"Ya, benar."

"Panggil aku Pak Rahman, bukan kakek."

"Aku belum setua itu," jawab Rahman dengan nada sedikit tersinggung namun matanya berbinar.

"Maaf, Pak Rahman."

"Perkenalkan nama saya Dimas, saya mahasiswa baru di kampus depan."

"Saya lihat di tiang listrik ujung jalan ada selebaran kamar kosong di sini," jelas Dimas sambil tersenyum ramah.

Hati Rahman langsung berbunga-bunga mendengar kata 'mahasiswa baru'.

Mahasiswa baru adalah mangsa yang paling empuk karena biasanya mereka mendapat uang saku bulanan dari orang tuanya.

Itu artinya, bayaran sewanya dijamin lancar tanpa drama menunggak.

"Tentu saja ada kamar kosong, kebetulan kamar nomor lima baru saja ditinggal penyewanya."

"Mari masuk, aku tunjukkan kamarnya."

Rahman langsung berdiri dan membuka gerbang besinya lebar-lebar.

Dimas mengangguk dan mengikuti langkah Rahman menuju kamar nomor lima yang berada di bagian tengah.

Rahman membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu.

Kamar itu berukuran tiga kali tiga meter, cukup standar untuk ukuran kos.

Namun di dalamnya benar-benar kosong melompong.

Hanya ada satu paku karatan yang menancap di dinding dan sebuah lampu kuning redup di plafon.

"Silakan dilihat-lihat dulu, kamarnya luas dan ventilasinya bagus."

"Harganya tujuh ratus ribu sebulan, bayar di muka," tawar Rahman tanpa basa-basi.

Dimas masuk ke dalam dan melihat sekeliling kamar yang kosong itu.

Dahinya berkerut melihat tidak ada satu pun perabotan di sana.

"Tujuh ratus ribu ya, Pak?"

"Tapi... kok tidak ada kasur atau lemarinya?" tanya Dimas ragu.

Rahman mendengus pelan mendengar pertanyaan itu.

"Tentu saja tidak ada, ini kan kamar kos kosongan, bukan hotel berbintang."

"Kalau kamu mau tidur nyaman, ya bawa kasur sendiri."

"Waduh, saya dari luar kota, Pak."

"Tidak mungkin bawa-bawa kasur naik kereta."

"Biasanya kos harga segitu sudah termasuk kasur busa minimalis dan lemari plastik kecil," protes Dimas halus.

"Itu di kos lain, kalau di sini peraturannya berbeda."

"Kamu mau sewa atau tidak? Kalau tidak, silakan cari tempat lain."

Rahman bersedekap dada, tidak mau mengalah sedikit pun soal uang.

Dimas tampak menimbang-nimbang.

Sebenarnya ia sangat suka dengan lingkungan kos ini yang terlihat baru dicat dan bersih.

Jaraknya ke kampus juga sangat dekat, bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

"Bagaimana kalau harganya dikurangi jadi enam ratus ribu, Pak?"

"Sisa seratus ribunya bisa saya pakai untuk cicil beli kasur lantai," tawar Dimas mencoba bernegosiasi.

Rahman baru saja akan membuka mulutnya untuk menolak mentah-mentah tawaran itu.

Menurunkan harga sewa seratus ribu adalah pantangan terbesar dalam hidupnya.

Ting!

Suara berdenging keras tiba-tiba muncul, membuat Rahman memejamkan matanya sejenak.

Layar biru transparan yang sangat dibencinya itu kembali muncul.

[Sistem mendeteksi kehadiran calon penyewa baru.]

[Misi Utama: Terima Dimas sebagai penyewa kamar nomor lima.]

[Syarat Khusus: Sediakan satu kasur pegas (spring bed) baru dan satu lemari kayu dua pintu.]

[Dilarang menaikkan harga sewa dari kesepakatan awal.]

"Apa-apaan ini?!" teriak batin Rahman histeris.

Membeli kasur busa saja ia tidak sudi, apalagi harus membeli kasur pegas dan lemari kayu!

Itu bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah!

[Hadiah: Tambahan umur 7 hari.]

[Kegagalan: Pengurangan umur 7 hari dan penyitaan otomatis semua uang di dalam brankas pengguna.]

Mata Rahman membelalak sempurna membaca hukuman kegagalannya.

Pengurangan umur tujuh hari mungkin masih bisa ia tahan, tapi penyitaan seluruh uang di brankas?

Itu adalah ancaman nyata yang bisa membuat jantungnya benar-benar berhenti berdetak saat ini juga!

Brankas tuanya itu berisi tabungan pensiunannya yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.

Ia lebih rela kehilangan sebelah kakinya daripada kehilangan hartanya itu.

"Sistem terkutuk, kamu merampokku di siang bolong!" rutuk Rahman meradang di dalam hati.

Dimas yang melihat bapak kosnya tiba-tiba melotot dengan wajah memerah jadi sedikit ketakutan.

"Ehm, kalau bapak tidak setuju ditawar tidak apa-apa, Pak."

"Saya cari kos lain saja," ucap Dimas mundur selangkah.

"Tunggu!" teriak Rahman refleks, membuat Dimas terlonjak kaget.

Rahman menelan ludah yang terasa sepahit empedu.

Ia mencoba mengatur raut wajahnya agar terlihat biasa saja, meski hatinya menangis darah.

"Siapa bilang aku tidak setuju?"

"Kamu tenang saja, anak muda."

"Tujuh ratus ribu sebulan itu... sudah termasuk fasilitas lengkap," ucap Rahman dengan suara bergetar menahan tangis.

Dimas mengerjap bingung mendengar perubahan drastis itu.

"Fasilitas lengkap? Maksudnya bagaimana, Pak?"

"Iya, sudah termasuk kasur dan lemari."

"Bukan kasur busa murahan, aku akan sediakan kasur pegas baru yang empuk."

"Lemarinya juga lemari kayu dua pintu, bukan lemari plastik yang gampang sobek," jelas Rahman meremas celananya kuat-kuat.

1
REY ASMODEUS
sistemnya pelit kasih hadiahnya bisa gini thor : 1 . peremajaan kulit
2. tulang naga dan jiwa abadi
3. saham di pengembang kos kosan nusantara.

ah tapi terserah othor lah baiknya gimana apa lagi bapak rahmat efendi kayaknya masih punya rahasia lain yang belum terbongkar...
REY ASMODEUS
lanjutkan........ pilih nomor 2..... 🤣🤣🤣
Nissa Safira: SIAP KAK! Nomor 2 emang paling memuaskan 🤣🤣
Lanjut ya kak, besok Budi bangun lihat gepokan duit di bantal + surat "jangan mabuk lagi atau sewa naik 3x lipat" pasti nangis kejer peluk kaki Rahman.
Makasih kak udah pilih nomor 2! malam ini saya lanjutin lagi misi renovasi kamar mandi gratisnya 🤣🤣😁🙏
total 1 replies
REY ASMODEUS
saya akan lawan,,, hidup rahman💪💪💪💪💪
REY ASMODEUS
siap tuan takur 🤣🤣
Nissa Safira: Siap! Bagus. Karena kamu siap, uang sewa komen naik 100rb ya. Bayar pake love & bintang 5. Jangan lupa setoran! 🤣🤣
total 1 replies
REY ASMODEUS
rasain loe tuan takarrrr🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: Rasain emang kak 😂 50rb aja pelitnya minta ampun, giliran sisa umur 7 hari baru panik. Tungguin kak bakal nangis tuh si rahman 🤣🙏
total 1 replies
Diana Lely
semangat thor
Nissa Safira: Semangat juga buat kakak! 🔥🔥
Makasih banyak kak udah mampir di kos pelitnya Pak Rahman🥰
Doain Rahman biar gak jantungan lagi pas disuruh sedekah🤣🤣
total 1 replies
xebeck D ron
Yoo novel baru
Nissa Safira: Hallo kak 🤣🔥 Iya kak novel baru😂
Selamat datang di kos-kosan dan kontrakan paling pelit se-Indonesia
Kenalin kak, ini Rahman 68 tahun bapak kos paling perhitungan, surga neraka baginya cuma soal uang sewa🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!