NovelToon NovelToon
Cinta Kedua Di Atas Luka

Cinta Kedua Di Atas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Serina Nirmala harus kehilangan suaminya, secara tragis tepat di hari ulang tahun putra mereka. Saat hendak membeli kue, Riki tewas tertabrak mobil Jovan Narendra, seorang pembalap muda yang saat itu kehilangan kendali akibat pengaruh obat yang diam-diam diberikan oleh seseorang yang ingin mencelakainya.

Dihantui rasa bersalah, Jovan berniat menebus kesalahannya dengan menikahi Serina, seorang wanita yang lima tahun lebih tua darinya. Awalnya Serina menolak, tetapi demi masa depan putranya dan karena Jovan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan mereka, ia akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Namun, pernikahan yang dimulai dari rasa bersalah perlahan berubah menjadi cinta bagi Jovan. Sementara Serina masih bergulat dengan luka kehilangan suaminya, sebuah pertanyaan terus menghantuinya.

Mampukah ia mencintai pria yang menjadi penyebab kematian suaminya, atau pernikahan ini justru menyimpan tujuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Tok! Tok! Tok!

Ketukan di pintu kembali terdengar semakin keras.

"Serina! Buka pintunya!" Suara Pak RT terdengar tegas. Serina berdiri kaku, wajahnya pucat. Sementara Jovan berdiri beberapa langkah di depannya, berusaha tetap tenang.

"Jangan buka dulu," bisik Jovan.

"Tapi mereka akan semakin curiga."

"Aku tahu." Jovan menoleh ke arah Farel yang masih tertidur di kamar.

Suara gaduh dari luar jangan sampai membangunkan anak itu. Namun belum sempat mereka mengambil keputusan, terdengar suara salah seorang warga.

"Kami tahu Jovan ada di dalam!"

"Jangan coba sembunyikan!"

Serina menggigit bibirnya. Akhirnya ia memberanikan diri membuka pintu. Begitu pintu terbuka, beberapa warga langsung berdiri di depan rumah. Ada Pak RT, beberapa ibu-ibu, dan beberapa pria yang tinggal di sekitar kontrakan. Tatapan mereka langsung tertuju kepada Jovan. Seorang ibu bahkan langsung berbisik kepada tetangganya.

"Itu benar Jovan."

"Astaga... ternyata benar."

Pak RT melangkah maju.

"Serina, kami mau meminta penjelasan."

Serina menelan ludah. "Penjelasan tentang apa, Pak?"

Seorang warga perempuan langsung menyela. "Jangan pura-pura tidak tahu!"

Serina terkejut. "Tidak tahu apa?"

"Sudah malam begini laki-laki bukan suamimu ada di dalam rumahmu."

Jovan mengernyitkan keningnya. "Pak, Bu, tolong jangan langsung membuat kesimpulan."

Namun seorang pria lain justru menunjuk ke arah Jovan. "Kalau memang tidak terjadi apa-apa, kenapa dia ada di sini sampai malam?"

Jovan menarik napas panjang. "Farel sedang demam."

Semua orang terdiam sesaat.

"Dia datang karena Farel sakit," lanjut Jovan.

Namun salah seorang ibu tertawa sinis. "Alasan saja."

Serina mulai merasa tertekan. "Bu, saya tidak pernah melakukan apa yang Ibu tuduhkan."

"Kalau begitu, kenapa kalian berdua tinggal satu rumah malam-malam?"

"Ini rumah saya," jawab Serina dengan suara bergetar. "Dan Jovan datang karena anak saya sedang sakit."

Pak RT mengangkat tangan. "Sudah, sudah. Jangan bertengkar."

Ia kemudian menatap Jovan. "Kamu Jovan, benar?"

"Iya, Pak."

"Kamu bukan suami Serina?"

"Bukan."

"Dan Serina juga bukan istrimu?"

"Bukan."

"Kalau begitu, secara adat dan norma lingkungan, kedatanganmu malam-malam seperti ini tentu menimbulkan kecurigaan."

Jovan menatapnya tenang. "Saya mengerti kekhawatiran Bapak." Ia menunjuk ke dalam rumah.

"Tapi saya datang karena Farel demam. Saya menemani Serina merawat anaknya."

Salah seorang warga langsung menyela. "Mana kami tahu kalian tidak berbuat macam-macam?"

Serina terkejut. "Pak!"

Warga itu melanjutkan, "Foto kalian sudah tersebar di media sosial. Sekarang kalian berdua sering terlihat bersama. Sekarang malam-malam ada di rumah yang sama."

Seorang ibu berbisik, "Jangan-jangan memang mereka sudah berbuat zina."

Wajah Serina seketika memucat.

"Jangan asal bicara!" Jovan langsung berdiri lebih tegak. Nada suaranya berubah tegas. "Jangan menuduh Serina seperti itu."

Warga tersebut membalas, "Kalau memang tidak melakukan, kenapa takut?"

Jovan menatapnya tajam. "Karena tuduhan seperti itu bisa menghancurkan nama baik seseorang."

Suasana menjadi semakin tegang. Pak RT kemudian berkata,

"Jovan, kalau memang kamu merasa bertanggung jawab terhadap Serina, ada satu jalan."

"Apa?"

"Kalian menikah."

Serina langsung membelalakkan mata. "Apa?"

Beberapa warga mulai mengangguk. "Iya, nikahkan saja."

"Daripada jadi bahan gunjingan."

"Kalau memang tidak melakukan apa-apa, ya buktikan dengan menikah."

Serina menggeleng cepat. "Tidak bisa seperti itu."

Seorang ibu menyahut, "Kenapa tidak bisa?"

"Karena pernikahan bukan hukuman!" Serina menatap mereka satu per satu. "Saya tidak bisa menikah hanya karena kalian menuduh saya melakukan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan."

Jovan menatap Serina. Ada kekaguman di matanya.

Namun Pak RT kembali berkata, "Kami tidak bermaksud menghukum. Kami hanya ingin menjaga ketertiban lingkungan."

Jovan akhirnya berbicara.

"Pak." Semua mata tertuju kepadanya. "Saya memang datang ke sini karena saya ingin menikahi Serina."

Serina langsung menoleh."Jovan..."

Jovan mengangkat tangan, meminta Serina tenang.

"Tapi keputusan itu bukan karena saya melakukan sesuatu dengan Serina malam ini." Ia menatap warga. "Saya sudah pernah menyampaikan niat saya kepada Serina sebelum malam ini."

Warga saling pandang.

"Jadi benar kamu mau menikahinya?"

"Iya."

"Kalau begitu, kenapa tidak segera?"

Jovan terdiam sejenak. "Karena Serina masih berduka atas kematian suaminya." Ia menatap Serina. "Dan saya tidak akan memaksanya."

Serina terdiam.Jovan melanjutkan, "Saya menghormati keputusan Serina."

Pak RT menghela napas. "Kalau begitu, kami tidak bisa memaksa."

Namun seorang warga yang sejak tadi paling keras justru berkata, "Kalau begitu, kenapa tidak menikah saja sekarang? Besok pagi urus ke penghulu."

Serina semakin terkejut. "Pak, tidak semudah itu!"

Jovan juga menggeleng. "Pernikahan bukan sesuatu yang bisa dilakukan karena tekanan."

Pak RT mulai terlihat lebih bijaksana. "Benar. Pernikahan memang bukan perkara sederhana."

Ia menatap warga yang lain. "Jangan sampai kita memaksa orang menikah hanya karena gosip."

Namun beberapa warga masih bergumam. "Tapi nama kampung kita..."

"Nama kampung tidak akan rusak hanya karena seorang pria menjenguk anak yang sakit," potong Jovan. Suaranya tegas. "Yang merusak nama baik seseorang justru tuduhan tanpa bukti."

Suasana mendadak hening.Serina menatap Jovan.

Pria itu berdiri di sampingnya tanpa sedikit pun terlihat ragu. Kemudian terdengar suara kecil dari dalam rumah.

"Bunda..."

Semua orang menoleh.

Farel berdiri di ambang pintu kamar dengan wajah pucat.

"Farel!"

Serina langsung berlari menghampirinya. "Kenapa bangun, Sayang?"

Farel memeluk ibunya. "Berisik...Bun!"

Jovan segera mendekat. "Maaf, jagoan."

Farel menatap warga yang memenuhi depan rumah.

"Kenapa banyak orang?"

Jovan mengusap kepalanya. "Nggak apa-apa. Mereka cuma datang bertanya."

Farel kemudian menatap Pak RT. "Pak RT marah sama Om Jovan?"

Pak RT langsung terdiam. "Tidak, Nak."

Farel menggeleng. "Jangan marahin Om Jovan."

Jovan menatap Farel. Entah kenapa, dadanya terasa hangat. Farel kemudian berkata polos, "Om Jovan baik."

Beberapa warga mulai terdiam. Bahkan ibu yang sebelumnya menuduh Serina tidak mampu berkata-kata. Pak RT akhirnya menarik napas.

"Baiklah."bIa menatap Serina. "Untuk malam ini, kami akan pulang." Kemudian ia menatap Jovan. "Tapi kami berharap ke depannya tidak ada lagi keadaan yang menimbulkan salah paham."

Jovan mengangguk. "Saya mengerti, Pak."

Pak RT kemudian mengangkat tangan. "Dan kepada semuanya, saya minta jangan menyebarkan tuduhan yang tidak bisa dibuktikan."

Satu per satu warga mulai meninggalkan halaman.

Namun sebelum pergi, salah seorang ibu sempat berkata, "Kalau memang benar mau menikah, sebaiknya jangan ditunda terlalu lama."

Serina hanya diam. Setelah warga benar-benar pergi, Jovan menutup pintu. Rumah kembali sunyi. Serina menghela napas panjang. Ia memeluk Farel, Jovan berdiri beberapa langkah dari mereka. Beberapa detik kemudian, Serina menatapnya.

"Maaf."

"Untuk apa?"

"Karena kamu sampai ikut terseret seperti ini."

Jovan tersenyum tipis. "Aku sudah bilang." Ia menatap Serina. "Aku nggak akan membiarkan kamu menghadapi semuanya sendirian."

Serina terdiam. Jovan kemudian melirik Farel. "Dan sekarang aku punya alasan lain untuk tetap bertahan."

Farel menguap. "Om Jovan..."

"Iya?"

"Om jadi ayah Farel saja."

Jovan membeku. Serina pun langsung menatap putranya.

"Farel..."

Namun bocah itu sudah kembali memejamkan mata.

Jovan menatapnya lama. Kalimat polos itu kembali mengguncang hatinya. Ia lalu menatap Serina, keduanya saling berpandangan, tidak ada lagi suara warga, tidak ada lagi ketukan pintu. Hanya suara hujan yang masih terdengar dari luar.

Jovan menghela napas.

"Serina..."

"Iya?"

"Aku tidak akan pernah meminta kamu menikahiku karena tuduhan mereka." Ia berhenti sejenak.

"Aku tetap ingin menikahimu karena pilihanku sendiri."

Tatapan Serina bergetar.

"Dan kalau suatu hari kamu menerima aku..." Jovan tersenyum lembut. "Aku akan menerima Farel bukan sebagai pengganti ayahnya." Ia menatap bocah kecil itu. "Tapi sebagai anak yang ingin aku sayangi seumur hidup."

Serina tidak mampu menjawab. Untuk pertama kalinya sejak kematian Riki... hatinya mulai mempertanyakan apakah membuka lembaran baru benar-benar berarti mengkhianati masa lalu.

Atau justru...

mungkin sudah waktunya ia memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk kembali bahagia.

Bersambung...

1
Teh Yen
kl bisa mening beli rmh sendiri biar kecil asal d dlamnya hanya kalian bertiga Tidka ada nenek lampir yg pura pura baik d depan d busuk d belakang huuh 😤
Teh Yen
perhatikan ibu tirimu Jovan kamu harus waspada pada dia dia itu licik jangan smaapi dia melakukan sesuatu pada serina d farel
Teh Yen
otw kondangan nih
Teh Yen
ini pasti ada yg nyebar isu lagi dan sepertinya ini jg masih kerjaannya ibu tirinya Jovan deh huuh 😤
Ariany Sudjana
harusnya Marcella senang dong, dengan Jovan menikah, berarti ga ada sosok yang dibencinya di rumah
Teh Yen
sepertinya Jovan sekarang sudah sadar Dnegan perasaannya pada serina yah
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin kak, tapi dia masih takut untuk mengutarakannya, dia sangat menghormati Serina
total 1 replies
Teh Yen
Darren kamu kelamaan ngejar Serina nya ah jd keburu d ambil adikmu yg gercep hehehe ttp smngta yah Darren smoga kamu dapet jodoh yg lebih baik mungkin memang Serina. bukan jodohmu jd jalannya sulit hehe 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, harus ikhlas
total 1 replies
Teh Yen
sampai kapan kamu menyangkal perasaanmu sendiri pada Serina Jovan ?
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah sampai kapan kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
sabarr dan semagat ya jovan ,pasti lama,,serina jdi istri mu yg sesungguh nya☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul🤣
total 1 replies
Nar Sih
semawa ya buat jovan serina ahir nya sah 🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih kak 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
baru mampir😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gpp kal, terima kasih sudah mampir 🙏😊
total 1 replies
Nar Sih
semagat jovan 💪bnr kta mu gk usah dgr kta orang
Nar Sih
brati kedekatan jovan dan serina juga farel membawa pengaruh yg bagus 👍🥰
fatmawati (pipit)
serina tidak merubah jovan namun jovan lah yg mau merubah sikap dan sifatnya secara perlahan mungkin ini akan membuat jovan berarti bagi serina dan farel.
marcella aku menunggu karma buat kamu yg secara terang terangan membenci jovan, lalu rahasia apa yg kamu simpan pasti akan terbongkar juga.....
untuk serina apa kamu tidak mempunyai sahabat baik selama di sekolah bisa nanti jadi jodoh darren🤣🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit): ya aku nunggu jodohnya darren 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Semoga Serina bahagia di rumah keluarga Jovan.
Ariany Sudjana
si Mak Lampir itu yang ga suka dengan kehadiran Serina dan farel
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul
total 1 replies
Nar Sih
jovan ..jaga selalu serina dri ibu tirimu
fatmawati (pipit)
jovan sebaiknya pernikahan itu sederhana saja tanpa melibatkan relasi kerabat dari daddy kamu, untuk darren mungkin nanti jodohmu akan bertemu, skrg fokuslah dlu pada pernikahan jovan walau sakit tapi kamu masih memikirkan kebahagiaan adik kamu.....
untuk marcella kenapa kau melihat serina seperti melihat seseorang yg hina apa dia karna miskin dan janda🤔🤔🤔🤔🤔🤔
atau kau mempunyai rahasia besar hingga banyak yg menutupi dengan mencari kesalahan orang lain🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Thor, si Darren kasih jodoh dong biar ngga teringat Serina terus. Kasihan kan si Darren... sayang sekali aku ngga punya stok teman cewek yang jomblo biar kukenalkan ke Darren 🤭😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋: siiiip 👍👍
total 2 replies
Ariany Sudjana
kamu terlambat melangkah soalnya Darren, jadi saja Jovan deh yang bakal melamar Serina 😄💪
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!