NovelToon NovelToon
Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Juliani Putri

Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Muthi'ah Azzahra hanya ingin menjalani hidupnya sebagai santriwati dengan tenang. Namun, semuanya berubah ketika dia mengetahui bahwa dirinya telah dijodohkan dengan Jay, putra pengasuh pesantren yang selama ini terasa begitu jauh dari kehidupannya.

Bagi Muthi'ah, perjodohan itu adalah keputusan yang tidak pernah dia minta. Bagi Jay, itu adalah janji keluarga yang perlahan berubah menjadi sebuah pilihan.

Di tengah aturan pesantren, gosip, bullying, tekanan keluarga, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, mereka harus belajar mengenal satu sama lain tanpa kehilangan hak untuk menentukan masa depan.

Sebab, cinta yang sebenarnya bukan tentang siapa yang menjodohkan mereka, tetapi tentang apakah mereka mampu memilih satu sama lain dengan hati yang benar-benar ikhlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Juliani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - Lamaran yang Tertunda

Wisuda pesantren sudah selesai. Muthi'ah peringkat satu, sudah foto-foto dengan Dina, Zahra, Salsa yang menangis heboh.

Tapi ada satu acara lagi yang belum selesai: lamaran.

Sore itu, di ndalem Darul Hikmah, keluarga Muthi'ah datang lagi. Ayah, Ibu, dan paman Muthi'ah. Keluarga Jay lengkap: Kiai Hasyim, Nyai Maryam, dan Heeseung yang diminta Jay untuk menemani karena Jay gugup setengah mati.

Jay memakai baju koko putih, peci hitam, membawa nampan kecil. Di atas nampan ada kotak kecil. Bukan kotak cincin mahal, tapi kotak yang isinya mushaf kecil tulisan tangan Kiai Hasyim dan proposal beasiswa.

Muthi'ah memakai gamis putih, jilbab putih, duduk di sebelah Ibunya, ditemani Zahra.

Kiai Hasyim membuka acara.

"Alhamdulillah, hari ini kita kumpul bukan untuk memaksa, tapi untuk mendengarkan lamaran dari Jay. Jay, silakan," kata Kiai Hasyim.

Jay berdiri, tangannya agak gemetar.

Dia menatap Ayah Muthi'ah, lalu menatap Muthi'ah sebentar, lalu menunduk lagi, sopan.

"Pak Haji, Bu Hajjah, Abi, Umi, Muthi'ah," kata Jay, suaranya pelan tapi jelas.

"Maaf kalau saya lancang. Hari ini saya mau melamar Muthi'ah Azzahra, bukan karena janji 15 tahun lalu di atas sajadah lama, tapi karena saya sendiri yang mau. Saya sudah mengenal Muthi'ah pelan-pelan, lewat ta'aruf yang ditemani Umi dan Ustazah Khadijah, saya melihat dia sabar mengajar santri kecil, saya melihat dia berani menyuarakan pendapat di depan Ayahnya, saya melihat dia peringkat satu pas ujian akhir. Saya hormat dengannya, saya kagum dengannya."

Jay melanjutkan, membuka kotak kecil. Di dalamnya ada mushaf kecil dan kertas proposal beasiswa S2.

"Tapi lamaran saya kali ini ada syaratnya, Pak Haji. Syarat yang saya ajukan sendiri," kata Jay.

Semua orang kaget.

"Syaratnya, saya mau menikahnya setelah Muthi'ah selesai kuliah S1-nya. Biar dia kuliah dulu di Malang, ambil Pendidikan Bahasa Arab, lulus, baru kita menikah. Saya tidak mau memotong mimpinya. Saya mau jadi suami yang mendukung mimpinya, bukan yang menghalangi."

Ruangan hening.

Kiai Hasyim yang mendengar tersenyum lebar, bangga dengan anaknya.

"Jay, kamu yakin? Kamu mau menunggu dia kuliah empat tahun?" tanya Kiai Hasyim.

Jay mengangguk mantap, "Yakin, Abi. Empat tahun tidak lama kalau untuk menunggu orang yang kita hormati mimpinya. Lagian saya juga mau lanjut S2 sambil mengasuh pesantren cabang. Jadi kita sama-sama kuliah dulu, sama-sama siap, baru menikah."

Ayah Muthi'ah berdiri, salaman dengan Jay.

"Jay, Pak Haji terima lamaran kamu. Dengan syarat itu, Pak Haji malah makin yakin kamu laki-laki yang tepat untuk anak saya. Kamu tidak hanya memikirkan kamu, tapi memikirkan mimpi anak saya. Pak Haji setuju, nikahnya setelah Muthi'ah lulus S1. Lamaran sekarang, nikahnya nanti. Ini bukan penolakan, ini penjagaan," kata Ayah Muthi'ah.

Ibu Muthi'ah juga salaman dengan Jay, sambil menangis.

Di dalam, Ustazah Khadijah bertanya pelan kepada Muthi'ah, "Muthi'ah, kamu ridha dilamar Jay dengan syarat kuliah dulu?"

Muthi'ah berdiri, dengan berani, seperti waktu dia bicara di depan Ayahnya.

"Gus Jay, saya terima lamaran Gus. Dengan syarat itu. Saya mau kuliah dulu, saya mau jadi guru dulu, baru menikah. Makasih sudah memberi saya waktu," kata Muthi'ah, suaranya pelan tapi jelas.

Jay tersenyum, lega sekali. Untuk pertama kalinya, dia tersenyum bukan senyum formal putra kiai, tapi senyum laki-laki yang lega lamarannya diterima dengan syarat yang dia buat sendiri.

Nyai Maryam yang melihat, menangis juga, memeluk Muthi'ah.

"Alhamdulillah, akhirnya lamaran yang benar. Lamaran yang tidak warisan, tapi lamaran yang pilihan," kata Nyai Maryam.

Malamnya, di asrama putri, Dina heboh.

"GILA! LAMARAN TERTUNDA! KEREN BANGET! KAYAK DI DRAMA KOREA TAPI VERSI SANTRI!" teriak Dina.

Zahra tersenyum, "Itu namanya penjagaan, bukan penolakan. Dia menjaga mimpi kamu, Muth."

Muthi'ah tersenyum, memegang mushaf kecil pemberian Kiai Hasyim yang tadi dikasih Jay sebagai mahar lamaran.

"Dia melamar bukan membawa janji orang tua, dia membawa dirinya sendiri. Dan dia memberi aku waktu untuk jadi diri aku sendiri dulu," kata Muthi'ah pelan.

Di asrama putra, Jay juga dihebohkan sahabat-sahabatnya.

Jake, "GILA JAY, LU LAMAR TAPI NIKAHNYA 4 TAHUN LAGI! LU KUAT LDR 4 TAHUN?"

Heeseung, "Bagus, Jay. Keputusan paling dewasa yang pernah lu ambil."

Jay hanya tersenyum, "Empat tahun tidak lama, kalau untuk menunggu orang yang kita hormati mimpinya."

Dan malam itu, lamaran tertunda itu resmi. Bukan lamaran yang gagal, tapi lamaran yang ditunda dengan sengaja, demi mimpi, demi kesiapan, demi cinta yang dewasa.

Dinding pesantren yang dulu mau memaksa mereka nikah cepat gara-gara gosip, malam itu diganti dengan janji baru: janji untuk saling menunggu, saling mendukung kuliah, dan menikah kalau sudah sama-sama siap.

Bukan penolakan, tapi penjagaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!