NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Medan Perang

Gio sudah berada dalam misinya bersama timnya. Pengamanan warga kampung sudah dilakukan oleh anggota polisi dan tentara yang satgas di daerah itu. Titik lokasi target serangan mereka sudah ditentukan. Tepat pukul nol nol serangan senyap dilakukan.

Musuh tidak menyadari, mereka tidak siap dari lapisan pertahanan pertama tim berhasil melumpuhkan satu persatu. Lapisan kedua pun berhasil di lalui. Begitu kagetnya mereka begitu membuka satu ruangan yang pebuh dengan anak- anak kecil berusia remaja laki dan perempuan. Gio dan tim mulai menenangkan mereka. Karena takut reaksi anak - anak ini akan diketahui oleh musuh. Waktu mereka tidak lama untuk menenangkan anak - anak. Karena saat ini bom - bom peledak sudah terpasang.

Maka anak - anak mulai diarahkan buat keluar jumlah mereka ada dua puluh anak. Pergerakan Gio dan tim dalam membebaskan anak - anak tertangkap salah satu kamera CCTV musuh, akibatnya aksi tembak menembak antara mereka terjadi. Namun mobilisasi anak - anak terus terjadi sampai mereka aman di tangan anggota polisi yang lain.

Jalu yang sedang tidur di kamarnya setelah dilayani oleh dua perempuan pun bangun. Informasi markasnya di serang dan sekarang anggota sudah berada di lapisan terakhir dari enam lapisan pertahanan yang dibangunnya. Fi lapisan keenam Gio menemukan enam wanita hamil dan sepuluh wanita cantik lainnya. Ternyata wanita - wanita ini adalah sarana pemuas nafsu Jalu yang terkenal hyper seks.

Jalu sudah berada di rooftop gedungnya. Di sana ada landasan heli. Dia hendak melarikan diri. Namun Gio dan rekan - rekannya mengetahui pergerakannya. Aksi tembak menembak terjadi. Jalu adalah penembak jarak jauh terbaik. Dia adalah bekas tentara. Namun dia membelot akibat tawaran kekayaan dari bos besarnya.

Aksi bunuh diri pun terjadi ketika dia terdesak Jalu mengakhiri aksi ini dengan dia menembak mati dirinya sendiri. Karena saksi kunci sindikat kasus ini adalah jalu sendiri.

Ternyata Jalu mempunyai satu istri sah. Begitu melihat suaminya mengakhiri hidupnya dia menangis. Dewi istri Jalu dan jasad suaminya diamankan bersama anak - anak dan perempuan- perempuan dewasa hamil maupun tidak.

"Suami saya hyper seks pak. Saya tidak bisa sendiri melayani suami saya makanya saya ijinkan dia mempunyai wanita - wanita lain."

Dari istrinya mereka hanya tahu kebiasaan Jalu, namun siapa bos besarnya mereka tidak mengetahui. Markas mewah Jalu semuanya di bom bersama dengan senjata api dan narkoba yang ditemukan. Semuanya hangus tak bersisa.

Hanya beberapa dokumen yang timnya Gio peroleh dan amankan. Misi ini sudah selesai, namun belum dinyatakan berhasil. Karena Jalu yang adalah kaki tangan dari bos yang sebenarnya belum tertangkap.

Lusi sudah bangun. Mami juga hanya papi yang masih tertidur. Karena pengalaman kemarin maka hari ini, mami tidak memasak. Takut anak mantunya akan mengalami muntah - muntah.

"Mami pesan ya sayang, mami mau cari aman. Mami takut kamu mual sayang. Tetapi ini sehat ya sayang."

"Terima kasih mami." Lusi langsung memeluk mama mertuanya.

"Selamat pagi girls." Lusi juga memeluk papa mertuanya dan mengucapkan selamat pagi.

"Selamat pagi pi. Terima kasih sudah datang menjaga saya."

"Papi dan mami harus menjaga kamu sayang, apalagi suami kamu yang berdinas. Kalau Ronald tidak mencegah mungkin kakakmu juga akan tidur disini."

"Terima kasih papi, mami." Kembali Lusi memeluk mama dan papa mertuanya.

"Mami cantik sekali pagi ini."

"Sudah dari dulu cantiknya. Hanya kamu aja yang ngak sadar."

"Maaf mami." Lusi tersenyum melihat tingkah papi dan mami mertuanya.

Gio menghubungi istrinya. Setelah selesai rapat evakuasi dan membersihkan badannya. Hanya luka - luka memar karena terkena peluru.

"Sudah selesai sayang."

"Iya targetnya bunuh diri. Padahal dia saksi kunci untuk menangkap bos besarnya."

"Kejahatan itu pasti akan terungkap sayang. Jangan sedih ya. Tetapi mas tidak terluka kan sayang. Misinya berjalan lancarkan."

"Iya dong. Mas kan James Bons setelah turun lapangan kasus selesai." Lusi tersenyum. Dia sedikit lega laki - laki yang dia cintai selamat.

"I Love you mas, suamiku tersayang."

"Love you more istriku. Mas pengen cium bibir kamu sayang."

"Nanti ya kalau sudah di Jakarta."

"Iya sayang. Trus bagaimana kondisi janin kita."

"Mas dia mendengar nasehat papinya dia tidak rewel, adek ngak mual lagi, ngak badan sakit - sakit, ngak pucat."

"Oooo dia mau manja sama papinya sama seperti maminya yang manja." Lusi hanya tersenyum.

Lusi begitu bahagia diratukan oleh suaminya Gio Abraham dan keluarganya. Akhirnya dia merasakan kasih sayang dan cinta yang besar dari seorang laki - laki. Setelah hampir puluhan tahun dia tidak merasakan itu.

Semua orang yang ada di tempat itu yang masih hidup langsung di amankan oleh tim keamanan ke ibu kota propinsi. Tugas Gio dan tim belum usai, tetapi mereka harus kembali ke Jakarta untuk evakuasi dan mengumpulkan data siapa dalang utama dari aksi - aksi jahat ini.

Lusi begitu kaget, subuh ketika dia mau ke kamar mandi, kebiasaan rutinnya setip subuh buang air kecil sering dilakukan pada saat dia sedang berbadan dua ini. Ternyata tangan besar laki - laki yang dia kenal sedang memeluknya erat.

"Mas..... Ade mau pipis."

"Iya sayang." Gio siaga meskipun dia baru tiba tadi jam dua subuh dan mungkin baru satu jam dia tidur, harus bangun lagi ketika istrinya mau melakukan aktivitas lain di jam subuh ini. Gio langsung mengendong istrinya dan bawa ke kamar mandi di letakan di kloset setelah pakaian dalamnya di lepas. Lusi tersenyum melihat suaminya.

"Kenapa senyum - senyum sayang."

"Mas kenapa harus gendong adek. Kan adek bisa jalan ke kamar mandi."

"Adek keberatan di gendong mas."

"Ngak, ade bahagia. Tetapi ini bukan waktu yang tepat. Mas kan sedang lelah."

"Mas mau melakukannya sayang."

Selesai Lusi istrinya membersihkan organ vitalnya, Gio kembali mengendong Lusi dan bawa ke kamar mereka.

"Terima kasih masku." Gio langsung mencium bibir istrinya sangat lembut. Ciuman itu tanda bahwa Gio menginginkan sesuatu. Maka dia pun memohon istrinya bisa melayaninya sehingga kepenatan dalam diri Gio terangkat.

"Mas mau sayang. Bisa ya."

"Ada syaratnya."

"Masa mau berhubungan intim harus ada syaratnya."

"Ade lagi hamil, maka harus ada aturan."

Lusi pun menyebut aturannya, mulai dari bermain tidak ganas alias harus lembut sampai serum suami tercinta harus dibuang di luar rahim. Gio menyanggupi persyaratan istrinya karena dia sudah tidak sanggup menahan hasratnya. Apalagi operasi kali ini, mereka sempat melihat adegan mesum Jalu bersama perempuan - perempuannya.

"Terima kasih sayangku." Gio mencium kening dan bibir istrinya.

Gio sudah lega setelah hasratnya sudah tersalurkan. Dia kembali mengendong istrinya, karena mereka harus membersihkan diri mereka.

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!