NovelToon NovelToon
Kesalahanku Menyakitimu

Kesalahanku Menyakitimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Divty Hardyfani

Namaku Aliqa Mardika, setelah lulus SMA orangtuaku menjodohkan ku dengan putra dari sahabatnya, yang bernama Davin Aryasatya dia berprofesi sebagai seorang Dokter Spesialis di Rumah Sakit Swasta.

Dengan berat hati aku menerima perjodohan ini, dengan harapan seiring kita bersama cinta akan hadir dengan sendirinya.

Ternyata aku memasuki hubungan yang salah, pria yang di jodohkan dengan ku telah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Akan kah pernikahan ini berjalan dengan semestinya?

Ini adalah novel pertama ku, mohon maaf jika mengalami kesalahan dalam penulisan, mohon koreksinya.

Ditunggu like, komen & vote nya ya reader.. terimakasih 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Divty Hardyfani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkar

Sejak pertama kami menginap di rumah Papa mertua, hubungan ku dan Mas Davin mulai membaik, aku dan Mas Davin layaknya suami istri selalu tidur di kamar dan ranjang yang sama.

Sudah lima bulan aku dan Mas Davin terikat dalam sebuah hubungan pernikahan, Mas Davin tak pernah memanggil ku dengan sebutan sayang. Hingga saat ini aku masih belum mengetahui bagaimana perasaannya terhadap ku.

Bagaimanapun perasaannya, aku merasa bersyukur karena Mas Davin memperlakukan ku dengan cukup baik, dia bukan lagi laki-laki tanpa ekspresi.

Hari ini aku berencana berbelanja keperluan untuk membuat makan malam yang spesial untuk Mas Davin.

"Mau pergi kemana Al?"

"Mau ke supermarket sebentar Mas, mau berbelanja beberapa bahan masakan."

"Aku akan mengantar mu."

Beberapa bulan ini jika Mas Davin tidak sedang sibuk dia memang suka mengantar ku untuk berbelanja ataupun mengajak ku berjalan-jalan.

Setiap perhatian yang di berikan Mas Davin, telah menumbuhkan benih-benih cinta di dalam hati ku, wanita mana yang tidak dengan mudah mencintai Mas Davin, kharismatik, tampan dan juga mapan.

***

Aku dan Mas Davin telah sampai di sebuh pusat perbelanjaan, aku mencari bahan masakan yang aku perlukan, sementara Mas Davin mengekori ku dengan mendorong trolly.

Aku menyusuri lorong dan sesekali berhenti di rak-rak bumbu yang tersusun rapih, ku masukan barang-barang belanjaan kedalam trolly. Aku kembali mengecek list daftar belanja yang berada di dalam layar ponsel ku.

"Sepertinya sudah terbeli semua Mas," ucap ku memerhatikan layar ponsel.

"Yaiyalah barang belanjaan mu sudah sebanyak ini Al," ucap Mas Davin memperhatikan isi trolly.

"Mas yang bayar ya, uang belanja ku tak akan cukup membayar seluruh belanjaan ini." Entah sejak kapan aku mulai berani untuk meminta dibayarkan barang belanjaan oleh Mas Davin.

"Jangankan satu, tiga atau empat trolly lagi aku bayarin deh," ucap Mas Davin dengan menyunggingkan senyumnya.

Setelah selesai berbelanja aku dan Mas Davin, menuju parkiran. Lahan parkir kali ini cukup lengang sehingga ketika kami memasuki pusat perbelanjaan Mas Davin memarkirkan mobilnya di dekat pintu masuk Mall.

Aku dan Mas Davin berjalan bersisian bergandengan tangan sementara lengan yang satunya mendorong trolly yang penuh belanjaan.

Kami mendorong trolly bersama, sesekali kami melemparkan candaan. Tiba-tiba tangan ku terasa terhempas,

seperti ada seseorang yang menghempaskan genggamanku dari tangan Mas Davin. Aku membalikan tubuh ku untuk melihat kearah belakang.

PLAKKK

Satu tamparan keras mendarat di pipi, dengan refleks aku menangkup pipi yang begitu nyeri merasakan panas yang menjalar.

Mas Davin terbelalak kaget menatap wanita yang ada di hadapannya, "Mi.i.iila," ucap Mas Davin terbata.

"Bocah sialan, jalang, apa tidak ada laki-laki lain yang menginginkan mu sehingga kau menginginkan dan menggoda laki-laki yang jelas-jelas milik ku!" ucap Mila penuh amarah.

"Tidak ada salahnya jika seorang istri menggoda suaminya bukan, kau hanya seorang mantan kekasih! Kau seharusnya malu karena masih menyimpan perasaan kepada laki-laki yang berstatus suami ku!" ucapan Aliqa semakin menyulut emosi Mila.

"Satu tamparan tak membuat mu tersadar jalang!" Mila kembali mengayunkan lengannya untuk menampar ku, namun tamparan itu tertahan di udara karena lengan kekar Mas Davin telah menahannya.

"Lepaskan Vin, aku harus memberikan pelajaran kepada bocah ini." Mila terus meronta berusaha untuk melepaskan tangannya.

"Hentikan,!" ucap Davin meninggi dan mengurai cengkraman di lengan Mila.

"Apa kau tau? Davin adalah suamiku! Kami telah menikah dan aku sedang mengandung anaknya." Mila menunjuk-nunjuk tepat di depan wajah Aliqa.

"Apa yang kau katakan Mila!" ucap Mas Davin geram.

"Biarkan dia tau Mas, bahwa aku ini istri mu, agar wanita itu tau dimana posisinya."

"Mas," ucap ku lirih, ku coba menahan tangis agar tidak tumpah dihadapan mereka, ucapan Mila bagaikan sebilah pisau yang menancap tepat di hati ku.

"Aku bisa jelaskan! Maa..." Belum sempat Davin menyelesaikan ucapannya, Aliqa telah terlebih dulu berlari menjauh.

Davin hendak berlari mengikuti Aliqa, namun lengan Mila terlebih dulu menahan pergelangan tangan Davin, "Vin perut ku sakit, sangat sakit." Mila memegangi perut bagian bawahnya, wanita yang tadi penuh amarah kini terlihat melemaha.

Melihat kondisi Mila, membuat ku menahan untuk tak mengejar Aliqa. Aku harus memprioritaskan Mila dan anak yang sedang ia kandung.

"Bertahanlah sayang." Aku memapah tubuh Mila yang lemah untu memasuki mobil.

Sesekali aku melihat ke arah kursi penumpang, Mila terus meringis merasakan sakit yang cukup hebat di bagian perutnya, aku merasa sangat khawatir terhadap kandungannya.

"Sabar sayang sebentar lagi." Aku terus menggenggam tangan Mila untuk memberikan kekuatan untuknya.

***

Sesampainya di Rumah Sakit, Davin memanggil seorang suster, tak lama seorang suster datang dengan membawa ranjang pasien, dengan sigap Davin menggendong Mila dan menidurkan nya di atas ranjang. kemudian mendorongnya kedalam UGD.

Davin menunggu hasil pemeriksaan dengan gelisah karena takut akan terjadi hal buruk dengan anak yang berada dalam kandungan Mila. Tak lama dokter yang memeriksa Mila pun keluar.

"Bagaimana keadaanya dok?" tanya Davin.

"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, kondisi ibu dan bayinya sehat. Ibu Mila hanya harus beristirahat jangan terlalu cape dan jangan terlalu banyak pikiran. Ibu hamil tidak boleh setres."

"Baik, terimakasih dok."

"Sama-sama." Kemudian dokter itu berlalu meninggalkan Davin.

Davin masuk untuk menemui Mila, beruntung Mila di perbolehkan pulang dan tidak perlu melakukan perawatan khusus di Rumah Sakit, dia hanya perlu beristirahat dirumah.

***

"Vin, jangan pergi." Mila menahan lengan ku yang akan beranjak setelah menggendong dan menidurkannya di atas ranjang.

"Beristirahatlah, aku hanya akan kedapur untuk mengambil minum."

"Segeralah kembali, kau tidak boleh kemana-mana. Tetaplah disini," ucap Mila lembut.

Aku berlalu menuju dapur. Ku ambil satu kaleng cola di dalam kulkas dan langsung menenggaknya hingga tandas. Otak ku terasa panas, satu kaleng cola pun tak mampu mendinginkannya.

Bagaimana kondisi Aliqa saat ini, wanita itu telah mengetahui semuanya. Apakah dia pulang kerumah? Ataukah pergi ke tempat lain?

Aku sangat ingin menghubunginya, menanyakan kabarnya, mengetahui keberadaannya. Namun aku tak memiliki nomor ponselnya, tak ada yang bisa aku hubungi.

Ku raih ponsel ku, ku buka folder rahasia yang menyimpan foto-fofo Aliqa ketika berada di hutan kota. Hanya foto itu yang aku miliki, ku geser foto demi fofo ada tawa bahagia di dalam sana.

Akankan Aliqa memaafkan ku, bagimana aku menjelaskannya? Aku mengacak rambut frustasi.

Aku kembali menuju kamar Mila ternyata wanita itu belum tertidur, aku duduk di tepi ranjang milik Mila.

"Vin, mulai besok aku tak mau tinggal disini, aku ingin tinggal bersama mu."

"Nanti aku akan membicarakannya pada Aliqa."

"Itu rumah mu, kau berhak menentukan siapa yang tinggal dan siapa yang harus pergi. Aku sedang mengandung anak mu, apa kau tega membiarkan ku tinggal disini."

"Baiklah."

Jika sudah menyangkut anak, darah daging ku, aku tak mampu menolak, bagaimanapun aku akan menjadi seorang ayah, aku harus bertanggung jawab memberikan yang terbaik untuk anak ku.

1
Oktavia Ratuliu
haaa balikan??? Ogaaaaahhh
Oktavia Ratuliu
satu kata untuk Davin sukurin
Yulia Rongkang
iya Thor aliga ama Bima aja setujuu
Yulia Rongkang
cerai aja laa aliqa
Yulia Rongkang
sayang banget kok cepet kali udah kumpul harusnya jangan dl Thor jual mahal dl laaa jangan sampe nyesel
Buncit
Kayanya authour lagi lupa sama novel yg ini ya makanya uda setahun gak update bab
Buncit
Pokoknya biarkan saja davin sama mila dan agila sama Bima. Di dunia nyata aja mana ada istri yg mau balik sama suami yg kaya davin 😂😂😂 ya kan Thour
Buncit
Agila sama Bima aja thour🙏🏻🙏🏻
Memyr 67
hiih, cowok bego. mengikuti istri egois, tersiksa sendiri.
Rena Agustina
kalau aku sih daripada dimadu mending nyelamatin hatiku agar tak terlalu sakit
Rena Agustina
dengar sendiri kan Al ..makanya buka mata Lo dan hati Lo lebar lebar jgn oon
Rena Agustina
makanya punya otak di pake ngapain lu yg berjuang bertahan sedangkan suami lu lebih cinta madu lu oon bangeett
Rena Agustina
si Mila pintar dan si aliqa bodoh
Rena Agustina
makan tuh otak tololl mu Aqila.
Lany Lan
kak ini ceritanya berhenti ya dilanjut dong kak ceritanya bagus
Sartika Bertha
mila2 kasih kamu😒😒
Mariatul Qibtiah
Bima aja
Ani Nurlia
ini cerita udh lama ga up apa ada lanjutan nya ga sih
Woro Kenthir
sayangnya author terus menghilang tanpa menyelesaikan 😭😭😭
Yani mulyani
aku mau bima aja sama aliqa.....jngn balikan lg ah sama davin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!