NovelToon NovelToon
SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Time Travel
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.

Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.

Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.

Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Kehancuran

Di gerbang Klan Zhang, kepala keluarga dan istrinya berdiri di atas tembok gerbang tinggi. Keduanya berada di Tahap 3 — Pemadatan Qi.

Di samping mereka berdiri Leluhur klan yang baru keluar dari pengasingan — Tahap 4 — Transformasi. Bersama dua tetua lainnya, mereka siap menyambut Zhang Hu dengan serangan mematikan.

"Anak pembawa sial! Berani kau kembali!" teriak ayahnya sambil melemparkan tombak energi yang membelah udara.

Zhang Hu tidak menghindar. Ia membiarkan tombak itu menghantam dadanya — dan tombak itu hancur berkeping-keping tanpa meninggalkan goresan.

Ia mengenakan Jubah Perisai Gunung, pusaka dari Tetua Shen Wu yang membuatnya kebal terhadap serangan di bawah Tahap Inti Sejati.

"Kalian membunuh adikku. Hanya karena dia membelaku," ucap Zhang Hu suaranya rendah namun menggetarkan dada siapa pun yang mendengar. "Hari ini aku datang untuk menuntut keadilan."

"Keadilan? Di sini kami hukumnya!" seru leluhur tua yang melompat turun. Tangannya memancarkan cahaya cokelat tebal. "Kau pikir dengan tahap selemah itu kau bisa menantang kami?" Ia menghantamkan tangannya ke tanah, retakan besar merambat ke arah Zhang Hu.

Zhang Hu berdiri tegak di tengah semuanya. Ia mengerahkan Teknik Tubuh Gunung Baja, teknik yang membuat kulitnya sekeras logam murni. Duri-duri batu itu pecah saat menyentuhnya.

"Giliran aku," ucapnya pelan. Ia melangkah satu langkah ke depan dan mengepalkan tangan kanannya. Pukulan itu tidak terlihat cepat, namun gelombang kejut yang dihasilkan menghantam leluhur itu hingga terpental mundur menabrak gerbang besi besar yang bengkok dan roboh.

Keempat orang lainnya menyerang bersamaan. Energi mereka meledak di sekeliling Zhang Hu, menciptakan asap tebal.

Namun saat asap itu hilang, Zhang Hu berdiri di tengahnya tanpa luka sedikit pun. Ia berjalan maju perlahan, setiap langkah membuat tanah bergetar.

"Aku tidak membunuh yang tidak bersalah. Anak-anak dan mereka yang tidak ikut bersalah — tinggalkan tempat ini sekarang."

Yang tersisa hanyalah empat orang yang jatuh berlutut di tanah, wajah pucat pasi. Mereka sadar — teknik dan pusaka yang dimiliki pemuda ini bukanlah hal yang bisa mereka tandingi.

"Kalian buang aku seperti sampah. Sekarang aku hancurkan klan kalian seperti kalian menghancurkan adikku," ucapnya tegas. "Nyawa dibayar nyawa. Dan keadilan selesai di sini."

***

Di kompleks tempat perdagangan manusia, pemilik tempat dan dua orang pelindungnya berada di Tahap 3 — Pemadatan Qi.

Mereka juga memanggil Leluhur He yang bersembunyi di ruang bawah tanah — orang yang melakukan ritual hitam itu sendiri, berada di Tahap 4 — Transformasi.

Saat Qing Yue muncul, mereka langsung mengepungnya. "Gadis kecil, kau pikir kau bisa mengacaukan tempat kami?" tertawa pemilik tempat itu sinis. "Leluhur He bahkan kami pun takut padanya."

Leluhur He berjalan keluar perlahan, aura hitam menyelimuti tubuhnya. "Anak ini... yang dulu kugunakan dalam ritual. Sekarang dia kembali?" suaranya berat.

"Mereka menjualku demi sebungkus beras. Kalian mengorbankan kakakku dalam ritual hitam," ucap Qing Yue pelan. Di lehernya terdapat Liontin Arus Roh, pusaka dari Tetua Qing Yang yang memperkuat kendali energinya berkali-kali lipat.

Leluhur He melompat menyerang, tangan kanannya berubah menjadi cakar hitam. Serangan itu begitu cepat.

Namun Qing Yue hanya mengangkat tangan kirinya sedikit. Teknik Arus Roh Tak Terlihat — Tembok Arus muncul. Cakar leluhur itu berhenti seolah menabrak dinding tebal yang tak terlihat.

"Apa ini...? Energinya bukan milik tahap Pemula!" leluhur itu mundur dengan wajah penuh keterkejutan.

Qing Yue tidak menjawab. Ia menggerakkan kedua tangannya perlahan. Energi roh di sekeliling mereka berubah menjadi rantai tak terlihat yang mengikat kaki dan tangan mereka.

Semakin mereka berjuang, semakin erat ikatan itu. Ketiga orang lainnya jatuh berlutut karena tidak mampu menekan tekanan roh yang menekan mereka dari segala arah.

"Sekte Surgawi Langit," jawabnya pelan namun jelas. "Dan hari ini, tempat kejahatan ini berakhir." Ia menggerakkan tangan ke bawah.

Seluruh bangunan itu bergetar lalu runtuh perlahan. Semua catatan budak, rantai besi, dan alat penyiksaan hancur menjadi debu. Kekuatan para pelaku utama perlahan lenyap.

"Kalian tidak melihat kekuatan roh. Jadi kalian tidak pernah tahu dari mana kejatuhan kalian datang," ucapnya dingin. "Kakakku sudah dibebaskan. Dan tempat kejahatan ini tidak akan pernah berdiri lagi."

Setelah membasmi tempat kotor itu, dia menuju rumah keluarga asalnya, di mana dia dan Kakaknya yang tak pernah dianggap. Tentu hasilnya, tidak jauh berbeda dengan apa yang dia lakukan sebelumnya.

***

Di kediaman Klan Li, kepala keluarga dan istrinya berada di Tahap 3 — Pemadatan Qi. Tiga leluhur yang keluar dari pengasingan, salah satunya berada di Tahap 4 — Transformasi. Kelima orang itu siap menghancurkan Li Chen begitu ia muncul.

Saat Li Chen melangkah masuk, mereka melihat lambang bunga surgawi di dadanya dan ragu sejenak. Namun keraguan itu segera hilang. "Anak yang tidak tahu berterima kasih! Kau berani kembali!" bentak ayahnya.

"Kalian memukuli kakekku sampai mati. Hanya karena dia membelaku," ucap Li Chen tenang namun tegas. Di tangannya tidak ada senjata, namun ia memancarkan ketenangan yang aneh — Teknik Jalan Langit Suci, teknik tingkat tertinggi yang hanya bisa dipelajari oleh hati yang tulus.

"Kata-kata yang begitu sombong!" Leluhur tertua melompat maju, aura cokelat tua menyelimuti tubuhnya. "Aku akan menghancurkanmu hari ini!" Ia mengayunkan telapak tangannya yang membawa kekuatan cukup untuk menghancurkan rumah batu.

Li Chen tidak menghindar. Ia mengangkat tangan kanannya. Cahaya putih lembut menyebar — Tangan Penenang — Gelombang Ketenangan. Serangan leluhur itu melambat lalu memudar seketika. Leluhur itu terpental mundur beberapa langkah, namun tidak terluka.

"Apa... energiku... terhenti?" leluhur itu menatap tangannya sendiri dengan takjub.

"Kekuatan ini tidak untuk melukai," ucap Li Chen. "Ia untuk menenangkan hati yang gelap." lanjutnya.

Kepala keluarga dan dua leluhur lainnya menyerang bersamaan dari tiga arah. Namun Li Chen mengerahkan Jalan Langit Suci — Sinar Keadilan.

Cahaya putih terang menyilaukan mata semua orang. Tubuh kelima orang itu perlahan terangkat ke udara, lalu dijatuhkan perlahan ke tanah tanpa luka fisik.

Namun sumber energi di dalam tubuh mereka perlahan memudar dan hilang. Mereka menjadi orang biasa.

"Kalian yang memimpin kejahatan di klan ini. Aku tidak membunuh kalian. Tapi aku cabut kekuatan kalian," ucapnya tegas. "Biarkan kalian hidup sebagai orang biasa, merasakan betapa lemahnya dan betapa sakitnya diinjak-injak oleh orang yang lebih kuat." Dengan satu gerakan tangan, aula leluhur runtuh perlahan.

"Kekuatan ini bukan untuk membunuh. Ini untuk membuktikan — bahwa hati yang tulus akhirnya lebih kuat dari kejahatan sekalipun," ucapnya tegas.

Keempat kejadian itu tersebar ke mana-mana. Banyak orang menyaksikan melalui Batu Perekam.

Mereka melihat dengan jelas — meski keempat murid itu tahapnya masih rendah, mereka mampu mengalahkan orang tua di Tahap Pemadatan Qi bahkan leluhur di Tahap Transformasi.

Bukan karena mereka lebih tinggi tahapnya, melainkan karena teknik dan pusaka yang mereka miliki berada di tingkat yang jauh lebih tinggi dari yang bisa dibayangkan orang biasa. Dan di setiap pertarungan, lambang bunga surgawi di dada mereka terlihat jelas oleh semua orang.

"Teknik seperti itu... dan mereka tetap menjaga batas keadilan," ucap orang-orang dengan kagum. "Sekte Surgawi Langit bukan sekadar sekte yang kuat. Itu adalah sekte yang menegakkan kebenaran. Bahkan murid yang tahapnya rendah pun mampu mengalahkan orang tua yang berkuasa karena teknik yang mereka pelajari."

Berita itu sampai ke telinga Sekte Awan Tinggi dan Kerajaan Langit Biru. Kali ini tidak ada yang meremehkan. Mereka tahu — teknik yang dimiliki Sekte Surgawi Langit jauh melampaui apa yang mereka miliki.

Nama Sekte Surgawi Langit kini tidak lagi hanya dikenal sebagai sekte yang baru muncul.

Ia menjadi simbol harapan bagi mereka yang tertindas, dan mimpi buruk bagi mereka yang menindas.

Dan di puncak gunung itu, Lin Yue menatap ke arah empat arah mata angin, tahu bahwa langkah pertama telah diambil.

"Mereka sudah tumbuh," ucapnya pelan dengan senyum tipis. "Dan nama sekte ini... kini dikenal di seluruh wilayah timur"

.

.

.

1
Alia Chans
Hadirr Thor
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!