NovelToon NovelToon
Pewaris Dosa Sang Mafia

Pewaris Dosa Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Berbaikan / Wanita perkasa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:6
Nilai: 5
Nama Author: Yamila22

Tiga tahun lalu, Alessandra Valente membakar seluruh dunianya demi seorang pria—seorang raja mafia bermata madu yang menjanjikannya kebebasan, lalu mencampakkannya di jalanan dengan sebuah rahasia di dalam rahim.

Kini ia hanyalah seorang ibu tunggal di sudut kumuh Queens, bertahan hidup di antara tumpukan tagihan dan tawa kecil putranya. Sampai suatu sore kelabu, aroma cendana dan bahaya itu kembali menghantui: Damian Smirnov, sang Pakhan Bratva yang dulu menghancurkannya, berdiri di ambang pintu—dan menatap lurus ke mata madu anak yang begitu mirip dengannya.

"Apa pun yang berasal dari darahku, adalah milikku."

Tapi Alessandra bukan lagi gadis rapuh yang ia tinggalkan. Untuk melindungi putranya, ia rela belajar menarik pelatuk, menantang para bos paling ditakuti di lima keluarga, dan berdiri di garis depan perang yang bisa menelan mereka semua. Di antara pengkhianatan keluarga, dendam yang membara, dan gairah yang tak pernah benar-benar padam, seorang perempuan yang dulu dihina sebagai "si gendut dari Queens" perlahan menjelma menjadi sesuatu yang membuat seluruh dunia bawah tanah bertekuk lutut: Sang Singa Betina.

Jika mereka mengira bisa merebut anaknya, mereka akan belajar satu hal—tak ada yang lebih berbahaya daripada seorang ibu yang tak lagi punya apa pun untuk kehilangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yamila22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Harga Sebuah Kebebasan

Aku terbangun dengan berat lengan Damian Smirnov melingkari pinggangku, rantai dari daging dan tato yang menahanku terpaku di ranjangnya. Untuk sesaat, di antara seprai sutra yang kusut dan aroma seks serta cendana yang memenuhi kamar, aku membiarkan diriku percaya bahwa dunia luar tak ada. Aku merasa utuh, otot-ototku masih bergetar oleh intensitas malam sebelumnya, tetapi ketenangan itu hanya bertahan selama waktu yang dibutuhkan sekilat petir untuk melintasi langit.

Ponselku, tergeletak di lantai di samping gaun hijau zamrudku yang kini kusut dan terhina, mulai bergetar dengan desakan yang ganas.

Damian menggeram di tengkukku, merapatkanku lebih dekat padanya.

"Abaikan saja," gumamnya dengan suara serak karena kantuk. "Kalau itu ayahmu, anak buahku sudah memastikan dia tahu bahwa kamu sedang tak tersedia."

"Aku harus mengangkatnya, Damian. Kalau tidak, keadaan akan makin buruk," bisikku, melepaskan diri dari pelukannya.

Aku membalut tubuh dengan seprai hitam, merasakan udara dingin loft menerpa kulitku yang masih hangat. Kupungut telepon itu. "PAPA". Tiga panggilan tak terjawab dan sebuah pesan yang membuat layar seolah membakar. Sebelum aku sempat membacanya, alat itu berdering lagi. Kuangkat dengan tangan gemetar.

"Halo?"

"Kuharap si Smirnov kotor itu sepadan, Alessandra." Suara ayahku bukan amarah, melainkan sesuatu yang lebih buruk: sebuah vonis yang dingin. "Karena itulah hal terakhir yang akan kaudapat dari keluarga ini."

"Papa, dengarkan aku..." simpul di tenggorokanku nyaris tak membiarkanku bicara.

"Tidak. Kamu yang dengarkan aku, dasar tolol. Bianca mengurung diri di kamarnya, menangis karena kau mempermalukannya di depan semua tamu. Ibumu bahkan tak sudi menyebut namamu. Bagi kami, kamu sudah mati. Aku sudah memerintahkan agar semua kartumu diblokir, dana kuliahmu ditutup, dan apartemen yang kubelikan untukmu dikosongkan."

Kurasakan kehampaan di perutku, seolah tanah terbelah di bawah kakiku.

"Ayah mengusirku ke jalanan cuma gara-gara satu malam? Bianca yang menamparku duluan! Dia yang mempermalukanku di depan semua orang gara-gara tubuhku!"

"Bianca adalah Valente sejati. Kamu cuma sebuah kekecewaan berlekuk yang tak tahu mengendalikan diri." Nada hina dalam suaranya lebih menyakitkan daripada tamparan apa pun. "Kalau dalam sepuluh menit kamu tidak berdiri di depan pintu rumah untuk berlutut meminta maaf pada adikmu dan menerima pertunangan yang kupilih, lupakan bahwa kami pernah ada. Kamu tak akan punya bahkan untuk sepotong roti, Alessandra. Kita lihat berapa lama 'cinta'-mu pada mafioso itu bertahan begitu kamu sadar bahwa kamu tak punya tempat untuk mati sekalipun."

Klik telepon memutuskan sambungan. Aku tetap menatap dinding bata, ponsel di tangan dan air mata mulai mengaburkan pandanganku. Dari putri menjadi gelandangan dalam kurang dari dua belas jam.

"Apa yang dia katakan padamu?" suara Damian kini tepat di belakangku.

Aku berbalik. Dia berdiri di sana, telanjang dan tanpa rasa malu sedikit pun, menatapku dengan intensitas yang membuatku takut. Bukan karena dia, melainkan karena apa yang kurasakan.

"Mereka mengambil segalanya dariku," ucapku, dan air mata pertama menggelinding di pipiku. "Aku tak punya kartu, tak punya rumah, tak punya keluarga. Mereka menghapusku dari hidup mereka karena aku memilih tetap bersamamu."

Damian melangkah ke arahku dan menangkup wajahku dengan kedua tangannya. Ibu jarinya mengusap air mataku dengan kekasaran yang dimaksudkan sebagai penghiburan.

"Mereka tak mengambil apa pun yang berharga, sayang," ucapnya, mata hitamnya berkilat dengan api penuh kepemilikan. "Mereka mengurungmu dalam sangkar. Aku memberimu sebuah imperium. Kamu tak butuh kartu-kartu mereka atau nama keluarga busuk mereka. Sekarang kamu seorang Smirnov, dan di duniaku, tak akan ada lagi yang berani bilang bahwa kamu tak cukup baik atau bahwa kamu harus minta maaf karena menjadi dirimu sendiri."

"Damian, ini bukan permainan. Aku tak punya apa-apa..."

"Kamu punya segalanya," dia memotong, menempelkan dahinya ke dahiku. "Kamu punya aku. Dan aku bersumpah demi darahku, ayah dan adikmu akan berakhir memohon agar kamu sudi melirik mereka. Tapi sekarang, kamu akan membuktikan pada mereka bahwa kamu tidak hancur."

Dia menciumku dengan gairah yang beraroma janji dan bahaya. Pada saat itu, duduk di tepi ranjang yang bukan milikku, tercoret dari warisan dan sendirian, aku merasa lebih berkuasa daripada sebelumnya. Aku tak tahu bahwa "imperium" yang ditawarkan Damian datang dengan sebuah kontrak darah yang belum sepenuhnya kupahami.

Pagi itu, saat matahari masuk lewat jendela-jendela besar loft, Alessandra Valente mati. Dan di antara seprai Damian Smirnov, lahirlah perempuan yang, bertahun-tahun kemudian, akan menghadapi iblis demi melindungi putranya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!