NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.16 Pertemuan Ana dan Eldrick di cafe

 Ke esokan paginya.

 Ana baru saja tiba di perusahaan. Wanita itu melihat sekeliling dan turun dari mobil miliknya.

"Nona butuh sesuatu?"Security bertanya setelah melihat Ana berdiri di depan perusahaan.

"Tidak."

Ana melangkah masuk ke dalam.

 Ana melangkah masuk ke dalam perusahaan. Suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.

  Baru saja beberapa langkah. Ana menghentikan langkahnya.

 Saat ini, Will sedang berdiri di hadapannya. Tatapan pria itu sama sekali tidak bisa di tebak.

"Tuan Will. Anda butuh sesuatu?" Ana bertanya dengan nada lembut.

 "Tuan Eldrick ingin bicara dengan mu. Saat ini tuan sudah menunggu anda di cafe. Saya akan membawa anda ke sana." Ujar Will tanpa ekspresi.

Ana tersenyum di dalam hatinya. Sepertinya ini adalah kesempatan baginya untuk mendapatkan Eldrick.

"Aku mengerti tuan Will." Ana tersenyum kecil.

Dari kejauhan Amber dan Jane yang baru saja datang melihat hal itu. Dengan cepat berita itu tersebar di seluruh karyawan.

Lily dan Grace yang baru saja tiba mendengar Amber dan Jane menyebarkan gosip.

Lily sempat terdiam sejenak.

 Tapi dia tetap mempercayai suaminya. Dia tidak ingin meragukan suaminya hanya karena berita yang tidak jelas itu.

Grace menoleh kepada Lily

"Apa semua berita itu benar?"

Lily hanya tersenyum

"Entahlah."

"Aku pikir tidak. Tuan Eldrick sama sekali tidak cocok dengan Ana. Aku kira Ana sedikit munafik."Bisik Grace.

Lily hanya tersenyum. Dia tidak menanggapi perkataan Ana. Tentu saja dia paling tahu bagaimana sifat asli Ana.

"Sudahlah, kenapa aku membicarakan mereka. Lebih baik kita fokus dengan urusan kita masing-masing. Ngomong-ngomong aku melihat mu dengan suami mu kemarin malam."Bisik Grace kembali.

 Lily tentu saja terkejut mendengarnya.

 Dengan cepat dia menoleh kepada Grace

"Kamu melihatnya?"

"Aku tidak melihat wajahnya. Tapi dari atas, dia sedikit mirip dengan tuan Eldrick."

Diam-diam Lily merasa lega ketika mendengar ucapan Grace.

 "Sudahlah. Ayo fokus ke komputer kita."Ujar Grace kembali tanpa menoleh kepada Lily.

Bahkan Grace tidak sadar jika saat ini. Lily terlihat gugup. Untung saja dia tidak menoleh sehingga dia tidak menyadari kegugupan sahabatnya.

 Di sisi lain. Ana sudah tiba di cafe bersama dengan Will.

 Ana sedikit gugup.

 Dia duduk dengan tenang di hadapan Eldrick meski dia harus menahan perasaan gugupnya ketika berhadapan dengan Eldick.

 "Tuan Eldrick ingin bertemu dengan saya?" Ana bertanya dengan sangat lembut.

Eldrick menoleh kepada Ana yang baru saja tiba. Tatapannya begitu dingin memandang ke arah Ana.

"Aku langsung saja pada intinya. Carilah laki-laki yang mencintai mu karena aku tidak akan pernah menerima perjodohan ini."

 Tangan Ana mengepal kuat di bawah meja. Tapi dia tetap berusaha untuk tersenyum di hadapan Eldrick.

"Tenang saja tuan Eldrick. Jika anda tidak mau perjodohan ini. Kita hanya bisa berpura-pura di hadapan nenek kita. Perjodohan akan tetap berlanjut dan kamu bebas bersama dengan wanita mu."

Tatapan Eldrick berubah gelap. Dari raut wajahnya, dia sedang menahan amarahnya.

Ana jelas menyadari hal itu.Tapi dia pura-pura tidak tahu. Eldrick harus menjadi suaminya apa pun yang terjadi.

"Hal itu tidak akan pernah terjadi. Batalkan perjodohan ini. Katakan pada nenekmu jika kamu tidak menginginkan perjodohan ini."Ujar Eldrick dengan tegas.

Ana terdiam sesaat.

"Bagaimana jika saya tidak mau tuan Eldrick? Saya menyukai anda. Aku bahkan siap menjadi yang kedua."

Eldrick tersenyum miring.

Kini dia mendapatkan jawabannya mengapa Ana hanya diam saja.

"Will, ayo pergi. Percuma bicara dengan wanita ini. Dia akan selalu diam seolah-olah menjadi korban karena dia juga menginginkan pernikahan ini. Tapi kamu harus tahu satu hal. Pernikahan ini tidak akan pernah terjadi."Ujar Eldrick meninggalkan Ana begitu saja.

 Bahkan Eldrick menutup pintu cukup keras.

Melihat kepergian Eldrick. Ana semakin kesal.

"Brengsek kamu Eldrick."

Ana menggebrak meja karena emosi. Saat ini wanita itu benar-benar kesal. Dadanya naik turun karena emosi.

 Beberapa menit kemudian.

Ana mulai tenang. Dia beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan cafe.

Ana kembali ke perusahaan dengan tenang. Wanita itu bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Setibanya di perusahaan. Ana duduk di meja kerjanya tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dia hanya menoleh sejenak ke arah Lily.

"Ana, kamu sudah kembali. Apa terjadi antara kamu dan tuan Eldrick?"

 Ana terdiam sejenak.

Apa mereka melihatnya bersama dengan Will. Ana hanya tersenyum kecil.

 Sementara para karyawan menunggu jawabannya. Melihat Ana diam. Mereka semakin yakin jika ada hubungan antara Ana dan atasan mereka.

Latar belakang keluarga mereka berdua semakin membuat para karyawan semakin yakin. Ana dan Eldrick memiliki hubungan yang tidak biasa.

Di tambah lagi pertemuan mereka hari ini. Semua itu membuat para karyawan semakin yakin.

Lily yang terlihat fokus pada layar komputernya menghentikan tangannya.

Dia menoleh kepada sepupunya.

Dia sangat tahu kebenarannya tapi dia tidak bisa mengungkapkan kebenarannya.

Lily hanya bisa menghembuskan nafas kasar.

Di tempat lain. Tepatnya di kediaman keluarga Morley.

Nyonya Morley sedang duduk di kamarnya. Tangannya memegang ponselnya. Sementara matanya tertuju kepada layar ponselnya.

Saat ini wanita tua itu sedang melihat foto Lily.

"Pantas saja Eldrick begitu tergila-gila kepada mu."Gumam nyonya Morley dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

1
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!