di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
"Benar tuh Ar apa yang Mas Rian ucapkan, bahkan Mbak sendiri mencari tahu dari teman kamu yang satu Kontrakan dengan kamu itu si Hendra, tapi dia juga tidak tahu kemana perginya kamu." sambung Citra.
"Ternyata Hubby sudah mandiri sejak dulu, terbukti bahkan tinggal satu Kota dengan Mama dan Papa, tapi Hubby lebih memilih tinggal di Kontrakan, ketimbang tinggal bareng bersama Mama dan Papa di Rumah besar." batin Asyifa.
"Sudahlah Bang, Mbak yang penting sekarang kan kalian berdua sudah menikah, jadi tidak perlu mengungkit masa lalu yang sudah berlalu itu lagi, yang penting sekarang Ar ingin tahu apa kalian berdua sudah memberikanku Keponakan yang lucu?" tanya Ardan.
"Ck.kamu itu masih saja seperti yang dulu selalu pandai dalam hal berbicara, huft..alhamdulillah sudah Ar namanya Andra dan Andrea Dirgantara." jawab Rian sambil dengan kesalnya.
"Wah!! jadi Keponakanku Kembar nih Bang, tapi sangat di Sayang kan sekali tidak bisa melihat Keponakanku itu, karena tidak di bawa ke sini." heboh Ardan.
"Iya Ar si Kembar sedang berada di Rumah Kakek dan Neneknya, lagian siapa yang akan tahu kalau kamu akan kembali muncul di sini." ucap Citra.
"Ya kalau ingin bertemu dengan si Kembar, mangkanya kamu harus main ke Rumah kami Ar, Sayang Mas harus kembali ke Kantor lagi yah." sambung Rian seraya berpamitan.
"Insyaallah yah Bang! ya sudah yuk bareng saja keluarnya, kita berdua juga sudah ingin pulang." ajak Ardan.
"Oh begitu baiklah hayoo." sahut Rian.
Ketiganya pun keluar dari Restoran dengan tujuan masing-masing, kalau Rian pergi ke Perusahaan sedangkan Ardan dan Asyifa pulang ke Rumah Orangtuanya.
Sesampainya di Rumah ternyata Keluarganya sedang berkumpul, keduanya pun langsung ikut bergabung dan Ardan pun langsung menyampaikan keinginannya.
"Pa Ma hari ini juga Ar dan Asyifa akan pulang." ucap Ardan.
"Ya ampun kamu tuh Kak!! apa tidak bisakah kamu itu lebih lama lagi untuk tinggal di sini bersama kami?" kesal Mama Shinta seraya bertanya.
"Maaf banget Ma tidak bisa, karena Ar harus bekerja." jawab Ardan.
"Begini saja Kak!! Kakak boleh pulang, tapi Teh Asyifa biarkan tinggal di sini bersama kami." saran Alena.
"Benar tuh apa yang di sarankan sama si Adek, kan kalau Kakak kerja si Teteh pasti merasa sendirian, kalau tinggal di sini kan ada Mama dan Adek." sambung Mama Shinta.
"Maaf Ma!! Syifa tidak bisa jauh dari Suami sendiri, Mama pasti sangat mengerti apa maksudku kan, karena kita berdua sama-sama merupakan seorang Istri." ucap Asyifa.
"Huft...Mama mengerti kok Teh, ya udah kalian berdua harus berhati-hati di jalannya." pasrah Mama Shinta sambil menghembuskan nafas pelan.
"Baiklah Ma!! terimakasih banyak atas pengertiannya." sahur Asyifa.
Keduanya pun langsung keluar dari Rumah Orangtuanya untuk kembali ke Kota S tempat Ardan bekerja.
"Ma kenapa Mama mengijinkan Teteh juga ikut pulang bersama Kakak?" tanya Alena.
"Hmm Adek suatu saat nanti Adek pasti akan mengerti sendiri, kenapa Mama membiarkan Teteh kamu itu ikut pulang bersama Kakak kamu." jawab Mama Shinta.
"Baiklah Ma!! Adek mencoba untuk mengerti, meskipun sebenernya belum mengerti sama sekali." ucap Alena.
"Sudahlah Dek tidak usah kamu pikirkan lagi, kamu tuh belum saatnya untuk mengerti tentang hal itu, lebih baik belajar yang rajin." ucap Papa Samuel.
"Hmm baiklah Pa." sahut Alena.
.
.
Di Tempat Lain
Kini Ardan dan Asyifa sudah berada di dalam Bus yang sedang dalam perjalanan menuju ke Kota S.
"Ay kalau ngantuk tidur saja dulu, lagian juga perjalanan masih sangat lama." ucap Ardan.
"Baiklah Hubby! aku tidur dulu yah, rasanya ngantuk banget nih By." sahut Asyifa.
Tanpa menjawab Ardan pun menarik pelan kepala Istrinya untuk di sandarkan di bahunya untuk kenyamanan Istrinya saat tidur, sebelum memejamkan matanya Asyifa sempat tersenyum dengan perlakuan manis dari Suaminya.
Setelah menempuh berjam-jam di perjalanan kini sudah sampai di Kota S, Ardan pun membangunkan Istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya, tapi Istrinya itu tidak bangun juga saking terlelap nya akhirnya Ardan pun memutuskan mencium Bibir Istrinya, tak lama Istrinya pun mengerjapkan matanya.
"Ay kamu tuh seperti Putri tidur saja, harus dengan di cium dulu baru bangun." ucap Ardan.
"Uhhh Hubby apaan sih, memang kita sudah sampai nih By." sahut Asyifa sambil menggeliat.
"Sudah Ay hayoo kita turun." ajak Ardan.
Keduanya pun keluar dari mobil Bus dengan Ardan yang memeluk pinggang Istrinya yang belum sepenuhnya tersadar karena barusan terbangun dari tidurnya.
"Ay kita makan Bakso dulu yuk biar segar." ajak Ardan.
"Aaaa Bakso yah!! hayoo Hubby." teriak Asyifa antusias.
Dengan penuh semangat Asyifa pun menggandeng tangan Suaminya sambil melangkah menuju tukang jualan Bakso di tempat tersebut.
"Bang dua Mangkok yah."
"Siap Mas!! mau Bakso apa nih?"
"Saya Bakso urat saja, jangan pake mie hanya Baksonya saja yah Bang."
"Baik Neng!! kalau Mas nya."
"Ya udah samain saja yah Bang."
"Baik Mas! mohon di tunggu sebentar."
Keduanya pun menunggu di kursi yang sudah di siapkan oleh sang penjual Baksonya, tak lama dua Mangkok Bakso sudah berada di depan mata keduanya.
Asyifa pun begitu antusias memasukan saus kecap dan bahkan sambal pun turut masuk ke dalam Mangkoknya,setelah di aduk Asyifa pun langsung memakan Baksonya.
"Aaaa segar banget Hubby, sampai-sampai melihat Hubby semakin Tampan saja." teriak Asyifa antusias.
"Pelan-pelan saja makannya Ay!! tidak ada yang akan merebutnya kok." tegur Ardan.
Peringatan dari Suaminya tidak di hiraukan sama sekali sama Asyifa yang tetap memakan Baksonya dengan antusias sampai dengan cepat habisnya tuh Bakso bahkan sampai menambah satu Mangkok lagi, Ardan hanya geleng-geleng kepala saja tanpa mau melarang ataupun menghentikannya.
"Ay ingin tambah lagi Baksonya." tawar Ardan.
"Eh Hubby menyindir apa nawarin nih, atau Hubby ingin aku jadi gemuk." sahut Asyifa.
"Tentu saja tidak Ay! ya meskipun kamu gemuk masih tetap Cantik dan Seksi di mata Hubby, ya udah kalah sudah yuk kita langsung pulang." ucap Ardan seraya mengajak.
"Ish malah menggombal, yuk ah pulang By." kesal Asyifa.
Keduanya pun langsung kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Kontrakan setelah membayar Bakso tadi.
Bersambung
~ See You Next ~