Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Di istana permaisuri, Su Qingyue sudah berdandan sejak sore tadi. Beberapa hari ini, kaisar memang sangat sibuk dengan segala urusan kerajaan paska dia dilantik menjadi pemimpin kerajaan Huaming ini.
Senyum wanita itu melebar, sekarang yang harus dia lakukan, hanyalah melahirkan putra mahkota. Ayahnya mengatakan, asal dia melahirkan seorang putra. Bukan hal sulit menjadikannya seorang putra mahkota, meskipun anaknya bukan putra sulung kaisar.
Berkali-kali Su Qingyue menatap cermin, membenarkan rambutnya, dan merapikan alisnya.
Hingga pelayannya berjalan dengan terburu-buru, masuk ke dalam kamarnya.
"Yang mulia Permaisuri..."
"Begitukah caramu bertemu dengan yang mulia permaisuri?" tegur Bi Mama, pelayan yang merupakan pengasuh Su Qingyue sejak tinggal di kediaman perdana menteri Su.
Brukk
Pelayan wanita yang masih sangat muda itu lantas berlutut di depan Bi Mama dan Permaisuri Su.
"Ampun yang mulia permaisuri. Kasim Chen tadi datang dan menyampaikan kalau malam ini yang mulia kaisar akan bermalam di istananya"
Tangan Su Qingyue terkepal. Sudah tiga malam dia mendapatkan kekecewaan yang sama seperti ini.
Bi Mama yang melihat majikannya mulai emosi, segera berjalan mendekati Su Qingyue.
"Yang mulia, tahan emosi. Tolong tahan emosi anda!" bisik Bi Mama.
Su Qingyue mengeraskan rahangnya, dia benar-benar kesal mendengar ucapan pelayan itu.
Bi Mama yang memang khawatir, kalau sampai permaisuri Su berteriak. Segera meminta pelayan itu pergi.
"Kamu pergi! cepat!"
Pelayan itu sudah panik, dia sudah berkeringat. Dan segera bangkit, meninggalkan tempat itu.
Su Qingyue yang sejak tadi menahan emosinya, sudah tidak bisa mengendalikannya lagi.
"Agkhh!"
Su Qingyue memekik marah. Pada akhirnya, dia benar-benar berteriak. Bi Mama yang sudah hafal tabiat Su Qingyue segera menutup pintu kamar utama permaisuri itu.
Bagaimana pun juga, tidak boleh ada desas-desus yang tidak baik tentang permaisuri yang baru di angkat itu. Karena pengangkatannya menjadi permaisuri saja sudah sempat menjadi pro dan kontra di pengadilan kerajaan.
"Yang mulia, kaisar mungkin memang..."
"Sudah tiga malam Bi Mama! aku tidak suka mendapatkan perlakuan seperti ini!"
Su Qingyue terlihat marah, ya dia kesal. Karena selama ini dia hidup di istana perdana menteri dengan menjadi putri sulung kesayangan. Apapun yang dia inginkan selalu dia dapatkan. Tak pernah ada yang mengacuhkannya seperti yang dilakukan oleh kaisar sekarang padanya.
"Yang mulia..."
"Jangan bicara Bi Mama, pergilah dan katakan pada ayah. Bicara pada Xuan Pingyan itu! dia tidak boleh mengacuhkan aku terus menerus begini!" pekik Su Qingyue.
Bi Mama tampak bingung. Dia tidak bisa melakukan itu. Jika apa apa mengadu, maka semakin kaisar akan tidak menyukai majikannya itu.
"Yang mulia, tuan perdana menteri berpesan, untuk bersabar di istana ini beberapa waktu ini. Situasinya belum tenang, beberapa pejabat masih mempertanyakan keputusan yang mulia kaisar tentang pengangkatan permaisuri yang baru. Lagipula yang mulia permaisuri, yang mulia kaisar juga bukan bernama di istana Harem yang lain. Tapi tinggal di istananya. Mungkin karena memang banyak pekerjaan, dia adalah kaisar yang baru menjabat. Banyak hal yang harus dipelajari. Asal dia tidak ke istana Harem yang lain. Bukankah yang mulia permaisuri tidak perlu khawatir! hamba tua ini yakin. Putra kaisar pasti akan lahir dari permaisuri lebih dulu di bandingkan selir rendahan yang lain itu!"
Bi Mama mengeluarkan kata-kata yang terdengar seperti sebuah nasehat. Padahal ucapannya itu semuanya adalah racun. Dia jelas merendahkan selir yang lain. Meninggikan majikannya sendiri. Dan membuat majikannya seolah adalah wanita paling mulia di kerajaan ini.
Tapi, Su Qingyue yang mendengar itu juga merasa apa yang dikatakan Bi Mama benar. Asal kaisar tidak pergi ke istana Harem lain. Seharusnya dia memang tidak perlu khawatir.
"Bi Mama benar! tapi rasanya sangat membosankan bukan? sudah beberapa menjadi permaisuri. Tapi aku tidak punya tontonan yang bagus di istana ini!"
Bi Mama segera memerah otaknya untuk memikirkan sesuatu yang bisa menyenangkan majikannya.
"Yang mulia, hamba punya ide. Bagaimana kalau..."
Bi Mama membisikkan sesuatu pada permaisuri Su. Dan pastinya, itu bukan hal yang baik. Itu adalah sesuatu yang buruk dan bisa sangat merugikan orang lain.
Namun wajah Su Qingyue malah tersenyum senang mendengar rencana jahat dari Bi Mama itu.
"Bagus! bagus sekali. Lakukan seperti itu saja! itu akan menyenangkan untuk di tonton!"
"Baik yang mulia"
Malam itu, Bi Mama keluar dari istana permaisuri menuju ke istana Hehua. Tempat selir Song, putri dari penasehat kiri kerajaan tinggal. Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi, cukup lama. Sebelum pada akhirnya Bi Mama pergi dari sana dengan tergesa-gesa, sabuk celingak-celinguk seolah apa yang dia lakukan itu bukan hal yang sepatutnya diketahui orang lain.
**
Pagi menjelang di istana Hanzi. Terlihat beberapa kereta barang masuk ke gerbang istana. Bahkan ada empat orang pelayan dan dia pengawal tambahan yang datang melapor pada Lin'er.
Lin'er pun mengatur segalanya. Semua pelayan itu harus apa, dia sudah menentukan semuanya.
Setelah selesai, dia membawa baskom air ke kamar Bai Ningyuan. Karena semalam memang agak mabukk, Bai Ningyuan sepertinya terlambat bangun.
"Nyonya, nyonya sudah jam 8. Nyonya bangunlah, jadwal memberi salam pada permaisuri jam 9!"
Bai Ningyuan yang mendengar suara Lin'er membuka kelopak matanya perlahan. Matanya sembab, wajahnya pucat. Sepertinya Semalam dia sama sekali tidak tidur nyenyak, meski sudah mabukk. Tiba-tiba saja air mata mengalir di wajahnya.
"Nyonya..." Lin'er yang melihat itu segera mendekati majikannya.
"Semalam aku bermimpi tentang Yuchen, dia selalu ingin menikah dan menjadi ayah. Dia ingin dipanggil ayah. Dia selalu..." Bai Ningyuan tak bisa melanjutkan ucapannya, dadanya sakit sekali.
Adik kesayangannya, masih santai muda. Bahkan belum waktunya maju ke Medan perang. Namun dibujuk oleh Xuan Pingyan untuk ikut berperang demi membanggakan nama keluarga jenderal Bai.
Tangan Bai Ningyuan terkepal sangat kuat. Cintanya yang dulu begitu besar pada Xuan Pingyan. Entah kenapa seperti tergerus kebencian yang begitu dalam. Kalau dia ingat-ingat lagi. Semua yang terjadi pada keluarganya. Adalah karena Xuan Pingyan.
"Nyonya... jangan bersedih lagi. Tuan muda gugur dengan kebanggaan. Dia berjuang demi kerajaan Huaming!"
Bai Ningyuan ingin menyangkal itu, karena memang seluruh keluarganya gugur katena membela kubu Xuan Pingyan dan mendiang kaisar terdahulu dari pembelotan yang dilakukan pangeran wali dan pangeran keempat.
Tapi, mengatakan itu pada Lin'er juga bukan sesuatu yang berguna.
"Sudahlah, siapkan baju gantiku!"
"Baik nyonya, oh ya nyonya... tadi pagi-pagi sekali, Kasim Wang datang dengan membawa dua kereta barang bahan makanan. Ada banyak sekali bahan makanan, dan ada tambahan 4 orang pelayan, juga 2 pengawal. Katanya pengaturan itu dari yang mulia kaisar!"
Bai Ningyuan melihatnya, wajah Lin'er tersenyum senang. Hanya karena hal seperti itu. Tapi bagi Bai Ningyuan, mau kaisar itu memberikan separuh kerajaannya. Tetap tidak akan sepadan dengan apa yang sudah dia lakukan pada keluarganya dan dirinya.
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭