Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.
Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.
Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?
"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.
"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.
Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Hari-hari yang dilewati Tiara kini semakin tenang dan bahagia, karena kehamilannya yang membawa pengaruh positif pada dirinya juga pada orang-orang yang ada disekitarnya. Tiara bahkan sudah tidak lagi memikirkan bagaimana hubungan Tom dan Julia, juga hubungan pernikahannya kelak akan seperti apa.
Yang ada di dalam pikiran Tiara kini hanyalah bagaimana kesehatan Gio dan kandungannya, juga menikmati perhatian yang diberikan Tom pada kehamilannya yang tidak pernah didapatkannya dulu saat mengandung Gio.
Seperti yang saat ini tengah dilakukannya. Tiara meminta sang suami untuk menemaninya makan sup kepala ikan di sebuah restoran, tanpa memperdulikan jika Tom tengah sibuk bekerja. Dan seperti biasanya, dengan sigap Tom mengiyakan keinginannya tanpa mengeluh sedikitpun.
"Kau di mana?" tanya Tiara melalui sambungan ponselnya, sambil menatap ke sembarang arah untuk mencari keberadaan Tom.
Karena tadi Tiara memilih berhenti di toko pakaian bayi yang berada di seberang jalan restoran, untuk melihat-lihat sambil menunggu kedatangan suaminya.
"Aku di sini," jawab Tom dengan melambaikan tangan pada Tiara yang berada di seberang jalan. "Tunggu aku akan ke sana!"
"Tidak, biar aku saja," sela Tiara. Karena Tom sudah berada di luar restoran hanya untuk menjemputnya.
"Baiklah hati-hati sayang!" ucap Tom dengan menatap sang istri setelah menutup sambungan ponselnya.
Tapi karena merasa khawatir melihat Tiara menyebrang jalan dengan perut buncitnya, Tom pun berinisiatif untuk ikut menyebrang. Tepat saat ia sudah berada di tengah jalan, kedua matanya menatap sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menuju sang istri.
"Tiara awas!" teriaknya dengan berlari untuk menyelamatkan sang istri.
Tiara yang baru menyadari ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya, hanya bisa berteriak ketakutan dengan menutup kedua mata dan memegang perutnya. Dan di detik berikutnya, tubuhnya terasa jatuh ke belakang namun tidak merasakan sakit apa pun karena ada yang menahan dibawahnya.
"Tom..." teriak Tiara dengan terkejut saat melihat suaminya tengah kesakitan dengan memeluknya erat. Dapat ia lihat tangan dan kepala Tom terluka bahkan berdarah, membuat Tiara semakin ketakutan hingga menangis.
"Sayang kau baik-baik saja? Bagaimana dengan kandungannya?" tanya Tom tanpa mempedulikan rasa sakit yang dirasakan pada tangan dan kepalanya yang membentur aspal dengan sangat keras demi menyelamatkan Tiara.
"Aku baik-baik saja, tapi kau terluka," ucap Tiara dengan terisak.
Sungguh ia merasa sangat bersalah karena keteledorannya sudah membuat Tom terluka.
"Aku tidak apa-apa," jawab Tom dengan langsung berdiri setelah memastikan Tiara dan kandungannya aman.
Ia segera berlari untuk melihat mobil yang tadi hampir menabrak Tiara, namun sialnya mobil tersebut sudah menghilang dari pandangannya.
"Sial!" umpatnya dengan penuh amarah.
Tidak akan ia biarkan mobil tadi lolos begitu saja, setelah hampir membuat nyawa istri dan anak mereka hampir celaka.
"Tom tunggu! Kau mau kemana?" Tiara berusaha menahan langkah suaminya, yang terlihat emosi tanpa memperdulikan luka yang di derita pria itu.
"Sayang, kau tunggu di sini jangan kemana-mana! Aku harus melakukan sesuatu untuk menemukan mobil yang hampir menabrakmu tadi."
Tiara menggelengkan kepalanya masih dengan terisak. "Tapi lukamu harus diobati lebih dulu."
"Luka ini hanya lecet biasa, kau jangan khawatir!"
"Bagaimana aku tidak khawatir, kau terluka Tom!" teriak Tiara dengan menangis kencang.
Sungguh kini ia baru menyadari betapa besar rasa cinta Tom pada dirinya, dan anak mereka yang ada di dalam kandungan. Sampai pria itu tidak mempedulikan nyawanya sendiri hanya untuk menolongnya. Bahkan pria itu tidak mempedulikan lukanya hanya karena ingin mencari orang yang sudah membuatnya hampir celaka.