NovelToon NovelToon
Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menundukkan Tetua Eldrin

Sinar keemasan memancar lembut dari balik dedaunan raksasa Pohon Kehidupan saat gerobak kayu melayang Lin Mo memasuki pelataran luar Kota Suci Kerajaan Hutan Abadi.

Bangunan-bangunan indah berarsitektur tanaman hidup, ukiran kristal hijau, dan jembatan akar gantung menyapa pandangan. Aroma udara di kota ini sangat bersih, dipenuhi wangi harum bunga suci yang memanjakan hidung.

Namun, suasana damai itu tidak sepenuhnya terasa bersahabat.

Di sepanjang jalan batu putih menuju Istana Utama, puluhan warga Elf berbaris mengamati gerobak terbang Lin Mo. Sebagian besar dari mereka memandang Lin Mo dengan kerutan di dahi dan bisik-bisik penasaran.

"Lihat itu... manusia biasa berpenampilan lusuh yang diundang Yang Mulia Putri?" bisik seorang wanita Elf bergaun hijau.

"Katanya dia membawa alat panggangan kayu berasap kotor. Bagaimana mungkin kuliner manusia kotor boleh disajikan di bawah Pohon Kehidupan?" timpal pria Elf di sebelahnya dengan raut wajah jijik.

Lilia yang duduk di samping Lin Mo menurunkan telinga kelincinya sedikit, merasa tidak nyaman dengan tatapan sinis warga kota.

"Tuan Lin Mo... sepertinya warga Elf di sini tidak terlalu menyukai kehadiran kita," bisik Lilia cemas.

Lin Mo yang duduk santai di atas gerobaknya hanya mengibaskan kipas bambunya lincah, memamerkan senyuman tenang tanpa beban.

"Tenang saja Lilia," jawab Lin Mo terkekeh pelan. "Orang-orang yang belum pernah mencoba sate itu biasanya memang begitu. Nanti begitu mencium aroma bumbu rahasia, lidah mereka yang paling gengsi pun bakal jujur."

Di bagian belakang gerobak, Kaelen mantan iblis yang kini menjabat Kepala Pencuci Piring tampak sangat tekun mengelap piring pualam hingga memantulkan bayangan wajahnya sendiri.

"Senior Vex! Lihat, piring ini sudah cukup bersih belum?" tanya Kaelen bersemangat kepada Vex.

Vex yang memanggul seikat kayu arang kering mengangguk puas. "Bagus, Anak Baru! Pertahankan kebersihan itu. Piring yang bersih adalah harga diri pelayan Master Lin Mo!"

Iring-iringan berhenti di pelataran Agung Istana Pohon Kehidupan.

Putri Aethelgardia melangkah turun dari kereta kuda Pegasus-nya, disusul oleh Lin Mo dan tim angkringannya.

Di atas tangga kristal menuju aula utama istana, telah berdiri sekelompok tetua kerajaan berjubah perak yang dipimpin oleh seorang pria tua bertubuh tinggi dengan janggut putih panjang menyapu lantai.

Dialah Tetua Eldrin, Kepala Dewan Tetua Kerajaan Hutan Abadi sekaligus sosok yang sangat menjunjung tinggi kesucian tradisi Elf.

"Selamat atas kepulanganmu yang selamat, Yang Mulia Putri Aethelgardia," sapa Tetua Eldrin membungkuk hormat, namun matanya yang tajam dan dingin langsung beralih menatap Lin Mo.

"Namun... apakah ini pemuda manusia pedagang sate yang Putri ceritakan?" tanya Tetua Eldrin dengan nada suara berat dan dingin bagaikan es.

Putri Aethelgardia tersenyum anggun dan melangkah maju.

"Benar, Tetua Eldrin. Ini adalah Master Lin Mo. Beliau tidak hanya menyelamatkan rombongan kami dari serangan Iblis Bayangan, tetapi juga memurnikan racun es di tubuhku dengan keahlian kulinernya yang luar biasa," jelas Sang Putri bangga.

Tetua Eldrin mendengus dingin, menggerakkan tongkat kayu sucinya ke lantai batu hingga menimbulkan suara ketukan keras.

Ketuk!

"Racun es yang membaik mungkin hanyalah kebetulan sihir liar!" tegas Tetua Eldrin sombong.

"Kerajaan Hutan Abadi adalah wilayah paling suci di benua ini. Pohon Kehidupan tidak pernah mengizinkan asap kotor, minyak lemak hewani, atau olahan api kasar manusia mencemari udara istana!" tambah Eldrin menatap gerobak Lin Mo dengan tatapan menghina.

Komandan Elron yang berdiri di samping Lin Mo mencoba membela. "Tetua Eldrin! Saya menyaksikan sendiri bagaimana asap dari gerobak Master Lin Mo memusnahkan puluhan Iblis Bayangan tanpa merusak hutan sedikit pun!"

"Cukup, Komandan Elron!" bentak Tetua Eldrin mengangkat tangannya.

"Kehormatan tradisi Elf tidak boleh digoyahkan oleh ocehan prajurit yang tergiur makanan jalanan!"

Eldrin lalu melangkah mendekati Lin Mo, memandang pemuda berkaus polos itu dengan pandangan meremehkan.

"Manusia," kata Eldrin dingin. "Jika kamu ingin mendapatkan izin untuk memasak di Perjamuan Mistik Kerajaan dan membuka cabang di kota ini, kamu harus membuktikan bahwa apimu bukan sekadar api asap sampah biasa."

Lin Mo memutar kipas bambunya santai. "Oho? Mau diuji bagaimana nih, Paman Tetua?"

Tetua Eldrin tersenyum licik. Ia memberi isyarat kepada dua prajurit Elf di belakangnya.

Kedua prajurit itu melangkah maju membawa sebuah nampan perak berisi sepotong daging segar berwarna perak berkilauan yang memancarkan aura dingin yang membekukan udara di sekitarnya.

"Ini adalah [Daging Rusa Perak Mistik]," kata Tetua Eldrin penuh kebanggaan.

"Makhluk suci ini dilindungi oleh sihir es abadi. Dagingnya kebal terhadap segala jenis api sihir biasa, api naga, maupun api kompor Kerajaan. Jika dipanggang dengan api yang salah, daging ini akan berubah menjadi batu keras yang beracun!"

Tetua Eldrin menunjuk panggangan otomatis Lin Mo dengan tongkatnya.

"Tugasmu sederhana, Manusia! Panggang sepotong Daging Rusa Perak Mistik ini hingga matang sempurna dalam waktu lima belas menit! Jika daging ini menjadi keras atau hangus, kamu dan gerobak kotor ini harus pergi dari Kerajaan Hutan Abadi selamanya!" tantang Tetua Eldrin menyeringai puas.

Para tetua Elf di belakang Eldrin berbisik-bisik sambil tertawa mengejek.

"Mana mungkin manusia biasa bisa melunakkan Daging Rusa Perak Mistik?"

"Api panggangan kayu arang mana sanggup menembus pertahanan sihir es abadi daging itu!"

Putri Aethelgardia cemas, ia mendekati Lin Mo. "Master Lin Mo... Daging Rusa Perak itu memang terkenal sangat sulit diolah. Bahkan Koki Istana kami harus merendamnya dalam air suci selama tiga bulan hanya untuk melunakkannya sedikit..."

Namun, bukannya panik, Lin Mo justru melangkah mendekati nampan perak itu.

Ia memegang sepotong Daging Rusa Perak Mistik tersebut dengan tangan telanjangnya.

Dingin luar biasa menyengat telapak tangannya, namun mata Lin Mo justru berbinar-binar penuh ketertarikan.

"Wah... serat dagingnya sangat padat, kadar lemak peraknya merata, dan aura dinginnya segar sekali!" puji Lin Mo terkagum-kagum.

"Ini bukan bahan yang sulit dimasak, ini bahan kelas atas yang sangat langka!" seru Lin Mo bersemangat.

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: Mengidentifikasi Bahan Mistik Baru]

[Bahan: Daging Rusa Perak Mistik (Tingkat Mistik Es Abadi)]

[Karakteristik: Tekstur Sangat Keras + Melindungi Diri dengan Lapisan Sihir Es]

[Saran Pengolahan: Perlu 'Bumbu Celup Mata Air Elf' + Peningkatan Suhu 'Api Murni Pemanggang Arang' Menggunakan Kipas Bambu Ilahi]

Lin Mo menepuk tangannya gembira. "Tantangan diterima, Paman Tetua!"

Lin Mo melompat ringan naik ke atas gerobak terbangnya.

"Vex! Siapkan arang kayu Mistik paling panas!" perintah Lin Mo.

"Siap, Master!" Vex langsung memasukkan seikat kayu arang hitam pilihan ke dalam perut tungku.

"Kaelen! Ambilkan mangkuk pualam murni dan air mata air suci yang kita ambil di jalan tadi!"

"Siap dilaksanakan, Master!" seru Kaelen lincah menyodorkan mangkuk pualam yang sudah diisi air murni mata air suci.

Lin Mo mulai bekerja dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa.

Ia mengambil pisau dapur biasa dari gerobaknya. Di mata orang-orang Elf, pisau itu tampak sangat sederhana, namun di tangan Lin Mo, pisau itu bergerak bagaikan kilat berirama!

Set! Set! Set!

Hanya dalam hitungan detik, Daging Rusa Perak Mistik yang keras bagaikan batu es itu terpotong rapi menjadi bentuk dadu tebal nan presisi tanpa ada satu serat pun yang hancur!

"A-Apa?! Bagaimana pisau murah itu bisa memotong Daging Rusa Perak dengan sangat mudah?!" bisik salah satu Tetua Elf terbelalak heran.

Selanjutnya, Lin Mo meracik resep baru yang baru saja ia dapatkan dari Sistem: [Bumbu Celup Mata Air Elf].

Ia mencampurkan air mata air suci, perasan jeruk nipis Mistik, tumbukan bawang putih ilahi, sedikit garam kristal laut dalam, dan ekstrak madu bunga liar.

Dadu-dadu Daging Rusa Perak itu dicelupkan ke dalam mangkuk bumbu murni tersebut.

Seketika, reaksi ajaib terjadi!

BZZZZZT!

Aura es abadi yang melapisi daging perak itu mendadak luluh dan menyerap seluruh bumbu racikan Lin Mo hingga ke serat daging yang paling dalam! Warna daging perak yang tadinya pucat kini berubah menjadi merah muda berkilauan yang memancarkan aroma manis gurih yang sangat segar.

"Sekarang... saatnya pemanggangan!" seru Lin Mo.

Lin Mo menusukkan potongan daging bersalut bumbu itu ke belasan bilah bambu tipis.

Klang!

Ia meletakkan sate daging rusa perak itu di atas jeruji Panggangan Otomatisnya.

Breeessshhh!

Lin Mo memegang kipas bambunya dengan kedua tangan. Pandangan matanya berubah menjadi sangat fokus dan penuh wibawa.

"Jurus Angkringan: Pemicu Api Ilahi - Resonansi Angin Bambu!"

Fwoooshhh!

Lin Mo mengibaskan kipas bambunya lincah di udara.

Bara api arang di dalam tungku mendadak meledak! Namun, bukannya mengeluarkan asap hitam pekat, dari panggangan itu justru memancar [Api Murni Pemanggang Arang] berwarna keemasan yang sangat bersih, bening, dan tidak berjelaga sedikit pun!

Suhu panas ekstrem dari api keemasan itu menyelimuti tusukan sate rusa perak Lin Mo.

Sssttt... Sssttt...

Minyak alami dari lemak perak daging melilit dan meleleh perlahan, berdesir pelan di atas bara api.

Aroma manis madu bunga liar, kesegaran jeruk nipis, dan gurihnya daging rusa kelas tinggi mendadak membumbung tinggi menembus pelataran istana!

Aroma itu bergerak bagaikan gelombang harum yang menyapu seluruh alun-alun Pohon Kehidupan!

"A-Aroma apa ini?!" jerit seorang Tetua Elf di belakang Eldrin mendadak memegangi dadanya.

"Harum sekali! Sangat segar... seperti wangi hutan di pagi hari bercampur dengan gurih yang membuat air liurku menetes!" gumam prajurit Elf yang memegang nampan perak, matanya melotot menatap sate Lin Mo.

Bahkan Tetua Eldrin sendiri sampai tersentak mundur satu langkah. Hidung tua sang Tetua bergetar hebat saat aroma gurih keemasan itu menusuk saraf penciumannya!

"M-Mustahil... Api kayu arang manusia... bagaimana bisa memancarkan wangi yang begitu murni tanpa ada bau asap sedikit pun?!" batin Tetua Eldrin gemetaran.

Waktu baru berjalan delapan menit—jauh lebih cepat dari batas lima belas menit yang ditentukan!

Lin Mo mengangkat belasan tusuk Sate Daging Rusa Perak Mistik itu dari panggangan, meraciknya dengan olesan tipis bumbu madu Mistik terakhir, lalu menatanya dengan cantik di atas piring pualam putih.

Daging sate rusa itu kini berwarna cokelat keemasan dengan kilau perak tipis yang sangat elegan, mengepulkan uap harum yang memikat jiwa.

"Sate Daging Rusa Perak Mistik Bumbu Celup Suci, matang sempurna!" seru Lin Mo tersenyum ramah.

Ia melompat turun dari gerobak dan menyodorkan piring pualam itu tepat di hadapan Tetua Eldrin.

"Silakan dicoba, Paman Tetua Eldrin. Selagi masih panas-panasnya," kata Lin Mo santai.

Tetua Eldrin menelan ludahnya secara kasar. Harga dirinya yang setinggi langit menyuruhnya untuk menolak, namun aroma gurih ajaib dari piring di depannya bertindak bagaikan sihir hipnotis yang memaksa tangannya bergerak sendiri.

Dengan tangan yang sedikit gemetaran, Tetua Eldrin mengambil satu tusuk Sate Rusa Perak milik Lin Mo.

Ia menatap daging itu dengan cermat—tidak ada bagian yang hangus, tidak ada tekstur keras bagaikan batu, daging itu terasa sangat lembut dan empuk bahkan hanya dari sentuhan jarinya!

"Aku... aku hanya akan mencicipi sedikit untuk membuktikan kegagalanmu, Manusia!" gumam Tetua Eldrin bersikap dingin, mencoba mempertahankan gengsinya.

Eldrin memasukkan satu potongan Sate Rusa Perak itu ke dalam mulutnya.

Krikkk! Juicccy!

Kerenyahan tipis di lapisan luar daging bercampur dengan kelembutan serat daging dalam yang meletupkan sari-sari gurih bercita rasa manis, asam, segar, dan gurih murni secara bersamaan!

Bzzzzzzt!

Sensasi kelezatan yang belum pernah dirasakan oleh bangsa Elf selama ribuan tahun meledak hebat di dalam mulut Tetua Eldrin!

Sihir es abadi yang tadinya kaku di dalam daging telah berubah menjadi aliran energi murni yang hangat dan menenangkan, mengalir deras menyegarkan seluruh Inti Mana dan organ tubuh sang Tetua!

"Uwooooogh!"

Tetua Eldrin mendadak berteriak histeris!

Tongkat kayu suci yang ia pegang erat-erat jatuh terlepas ke lantai batu!

Mata sang Tetua melotot lebar, jiwanya seolah-olah terbang melayang menembus awan dan menari-nari di atas padang rumput surgawi!

"L-Lezat sekali! Dagingnya begitu empuk bagaikan mentega! Bumbunya... bumbunya meresap hingga ke dalam sel-sel sihirku!" jerit Tetua Eldrin tanpa sadar meneteskan air mata bahagia di pipi tuanya.

Tanpa memedulikan wibawa dan pangkatnya sebagai Kepala Dewan Tetua, Eldrin menyambar seluruh tusukan sate di piring Lin Mo dan melahap tiga tusuk sekaligus!

Nyam! Nyam! Nyam!

"Luar biasa! Ini bukan makanan manusia! Ini adalah Mahakarya Suci dari Dewa Kuliner!" teriak Tetua Eldrin histeris sambil terus mengunyah dengan wajah merona merah bahagia.

Para tetua Elf lainnya dan para prajurit istana yang melihat pemandangan absurd itu terperanjat tak percaya.

"T-Tetua Eldrin menangis bahagia karena memakan sate manusia?!"

"Beri aku satu tusuk! Aku juga mau coba!" seru salah satu tetua Elf sudah tidak tahan lagi, melompat menyambar sate yang tersisa di tangan Eldrin.

"Jangan sentuh sateku, Tetua Vael! Ini milikku!" teriak Eldrin malah berebutan sate dengan rekannya sendiri di depan tangga istana!

Putri Aethelgardia dan Komandan Elron tertawa gembira melihat para tetua yang tadinya sangat sombong kini saling sikut hanya demi setusuk sate buatan Lin Mo.

Lin Mo mengibaskan kipas bambunya santai sambil tertawa terkekeh.

"Gimana Paman Tetua Eldrin? Apinya masih dibilang api kotor tidak?" goda Lin Mo menaikkan sebelah alisnya.

Tetua Eldrin yang masih mengunyah potongan sate terakhir langsung berlutut di depan Lin Mo, mengabaikan seluruh gengsi kerajaannya.

"Master Lin Mo... Hamba mengaku salah! Hamba telah buta oleh kesombongan!" teriak Tetua Eldrin tulus.

"Masakan Anda adalah berkah terbesar bagi Kerajaan Hutan Abadi! Tolong... tolong jadilah Koki Utama di Perjamuan Mistik besok dan bukalah cabang warung Anda di kota ini!" mohon Eldrin penuh harapan.

Seluruh warga Elf dan prajurit di pelataran istana bersorak-sorai gembira!

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: TANTANGAN TETUA ELDRIN SELESAI!]

[Hasil: Kemenangan Kuliner Mutlak!]

[Menerima Hadiah Misi:]

[Poin Arang +3.000]

[Izin Resmi Membuka Cabang Utama Angkringan Dewa Mo di Kerajaan Hutan Abadi]

[Bahan Baku Terbuka: Daging Rusa Perak Mistik (Stok Permanen di Sistem)]

[Total Poin Arang Saat Ini: 12.950 Poin]

Lin Mo tersenyum puas membaca notifikasi Sistem.

sky-high Poin Arang yang ia kumpulkan kini sudah melebihi 10.000 Poin—artinya ia sudah siap untuk membuka peningkatan panggangan dan resep-resep tingkat legendaris berikutnya!

"Nah begitu dong Paman Tetua, damai itu indah," kata Lin Mo ramah menepuk bahu Tetua Eldrin.

"Siapkan bahan-bahan terbaik kalian untuk besok, karena Angkringan Dewa Mo bakal bikin Perjamuan Mistik paling heboh sepanjang sejarah Kerajaan Hutan Abadi!" seru Lin Mo mengacungkan kipas bambunya ke udara.

"Uwooooohhh!" sorak seluruh prajurit dan warga Elf menyambut seruan Lin Mo dengan gemuruh kebahagiaan.

Dari atas balkon puncak Istana Pohon Kehidupan, seorang pria tua mengenakan mahkota daun emas Sang Raja Hutan Abadi tersenyum tipis menyaksikan kehebohan di pelatarannya sambil mengelus janggutnya.

"Pemuda yang sangat menarik... Aroma masakannya bahkan sanggup membangunkan jiwa Pohon Kehidupan yang tertidur..." gumam Sang Raja Elf tulus.

Malam itu, di bawah naungan cahaya keemasan Pohon Kehidupan, persiapan untuk Perjamuan Mistik Kerajaan dimulai dengan gelak tawa dan aroma sate yang terus membumbung tinggi menembus langit malam Hutan Abadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!