NovelToon NovelToon
I'M Not Gay

I'M Not Gay

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Sejak lahir, Varren Kaelor tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Di balik wajah tampan yang dikagumi banyak orang, tersembunyi sebuah rahasia yang bahkan tidak boleh ia akui pada dirinya sendiri. Setiap langkah, setiap senyum, bahkan setiap hubungan yang ia jalani hanyalah bagian dari sandiwara yang dipaksakan oleh seseorang.

Ketika harus memasuki sekolah paling bergengsi di negeri itu, Varren yakin ia hanya perlu bertahan seperti biasanya.

Namun, semuanya berubah saat seseorang mulai menembus tembok yang selama ini ia bangun.

Semakin dekat orang itu, semakin sulit Varren membedakan mana kebohongan yang harus dipertahankan, dan mana perasaan yang tidak seharusnya pernah tumbuh.

Lalu... apa yang sebenarnya disembunyikan oleh keluarga Kaelor?


"Aku tidak takut jika dunia membenciku. Aku hanya takut... saat dunia mengetahui siapa diriku sebenarnya." — Varren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjumpai...

"Agak nggak sadar diri ye bun," bisik Reja pada Tavian.

"Ini si kelewat sadar diri makanya nyerahin diri haha." Tavian terkikik bersama Reja melihat Alvaro, Varren, dan Sylas yang sedang berdebat masalah mereka sedangkan mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri.

Sylas menatap keduanya tajam sama dengan Alvaro dan Varren. Keduanya yang ditatap segera sadar menutup mulut mereka menatap ketiganya gelagapan.

"Lanjut aja nggak apa-apa. Anggap kami cicak. Iya cicak." ujar Reja di sana menggaruk tengkuknya.

Tavian mengangguk menyetujui. "Tapi jijik banget jadi cicak. Jadi apa kek yang kiyowok dikit." Reja melotot pada Tavian yang masih sempat-sempatnya menawarkan sesuatu hal.

Sylas berdecah melihat keduanya yang berdebat. "Udah lah. Tong pulang aja loe. Lain kali biar gue aja ke asrama loe. Asrama loe yang mana nanti info aja." ujar Varren pada Alvaro.

Alvaro hanya bergumam menatap Varren malas. "Nggak jadi makan gue?" tanya Alvaro memelas. Tadi niatnya ingin numpang makan dengan Varren.

Varren merogoh saku celana sekolah miliknya yang masih melekat, mengeluarkan uang dua ratus ribu. "Nih gofood aja. Sekalian bayaran yang tadi." ujar Varren menyerahkannya pada Alvaro.

Alvaro menerimanya dan menciumnya secara sumringah. "Asik, cukuplah buat gofood selama dua hari. Sering-sering aja Ren haha." Ia tertawa bahagia di sana.

"Yaudah gue cabut yah. Bay bay Ren." ujar Alvaro mengusap kepala Varren santai melirik Sylas yang menatapnya dingin, melirik keduanya yang menatapnya dengan penuh perasaan penasaran. Ia mengangkat bahu acuh dan segera pergi. Kenapa juga harus sok baik jika sudah tahu mereka sama sekali tidak mengharapkan dirinya kan?

Varren melihat Alvaro keluar pun menghela napas pelan menatap Sylas dan kedua temannya yang di sana malas. Kembali memasuki kamarnya menjauhi keduanya.

"Ren kenapa loe kelihatan marah sama kita berdua juga? Kan kita nggak salah." seru Reja tak suka melihat tatapan tajam Varren.

Varren meliriknya malas, enggan menjawab segera masuk.

"Buset. Varren kalo marah sama orang semuanya disalahin." gumam Tavian di sana. Sylas mendengus melihat tingkah Varren. Ia segera memasuki kamarnya dan menutup keras pintunya. Reja dan Tavian terperanjat memegang dadanya.

"Zaf besok kita harus ke tukang pintu deh keknya. Yakin gue pintu Sylas rusak." ujar Tavian mengusap dadanya.

Varren menghela napas membersihkan diri sejenak. Mengganti pakaiannya dengan pakaian berwarna putih, kontras dengan kulitnya yang sangat putih, celana panjang dan juga jaket putih. Varren juga memesan grab car untuk pergi.

"Mau kemana?" tanya Reja melihat Varren keluar sudah rapi.

Varren berdehem. "Keluar bentar." Ia mengambil selopnya melirik Reja dan Tavian.

"Ren loe juga marah sama kita? Sumpah kita nggak ada bikin peraturan gitu. Jangan marah sama kita lah." Tavian merengek menatap Varren yang terkesan dingin ketimbang sebelumnya.

Varren menghela napas. "Gue mau keluar bukan marah." ujar Varren geregetan.

"Udah lah gue mau keluar dulu ye." ujar Varren.

Tavian dan Reja menatap Varren menjauh bergumam dalam hati masing-masing.

"Varren ganteng banget ye. Gue insecure." gumam Reja pada Tavian di sebelahnya.

"Tapi kenapa di mata gue Varren itu cantik yah?" tanya Tavian dengan kejujurannya.

"Dia emang ada sih cantik dikit, cuma tetep aja dia ganteng lebih dominan." gumam Reja.

Tavian diam menatap lamban Varren menjauh. Varren itu tampan sekaligus cantik, tapi di matanya Varren itu cantik dan manis, baik dari sikapnya dan juga kelakuannya. Duh, Tavian menggeleng pelan. Mungkin memang karena dia putih makanya terlihat cantik yah?

---

Varren menghentikan supir di depan rumah Ikhsan, di mana mansion besar di depannya. Melangkah keluar dan menatap gerbang menjulang di depannya tenang.

"Cari siapa dek?" security dari pos di atas menatapnya bertanya. Memang posnya sangat tinggi mungkin untuk melihat tamu.

Varren mengerjap pelan. "Saya mau ketemu Ikhsan, saya temennya dia." ujar Varren tegas.

"Oh maaf, adek Ikhsannya nggak bisa ditemuin sekarang." ujar satpam kepada Varren tidak enak.

Varren mendengarnya diam sejenak memutar otaknya tenang. "Saya disuruh ke sini sama dia buat ambil tugas dia besok. Besok ujian dia harus dikumpul dan dia nggak bisa masuk." ujar Varren tegas.

Satpam menatap Varren menyelidik. "Saya telepon dulu saja yah tuan Ikhsannya." ujarnya kepada Varren.

Varren menggeleng. "Saya cuma sebentar-sebentar terus harus pulang ke asrama lagi pak. Takutnya asrama saya nanti tutup. Saya benar-benar teman dia, dan kartu pelajar saya ada ini." ia mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu pelajarnya.

Satpam menatapnya dengan tatapan serius. Melirik temannya untuk negosiasi. Ia pun mengangguk segera membuka gerbang. Varren tersenyum segera masuk. "Makasih pak." ujar Varren kepada satpam. Satpam mengangguk menatap Varren yang berjalan menuju rumah milik Ikhsan.

Rumah Ikhsan sangat besar, mungkin karena dia memang keturunan orang kaya. Dan lagi yang Varren dengar, ibu dari Ikhsan ini punya toko dengan banyak cabang di beberapa daerah jadi sama sekali tidak diherankan lagi.

Varren menekan bel tenang, sampai pintu dibuka oleh seseorang. Varren tersenyum sopan. "Malam om. Saya temannya Ikhsan, bisa ketemu Ikhsan?" tanyanya tenang.

Pria paruh baya menatap Varren dengan tatapan tegas. Aura hakim yang benar-benar melekat. Bijaksana dan bengis.

"Tidak. Ikhsan tidak bisa diganggu." jelas Hakim Lee kepada Varren.

Varren mendengarnya menatap Hakim Lee dengan rumit. "Tapi om."

"Kamu pasti sudah mendengar kabar jika anak saya mengalami hal yang tidak diinginkan bukan? Besok keberangkatan kami ke Singapura dan Ikhsan juga dalam keadaan buruk. Jadi saya harap kamu bisa paham dan tidak memaksakan kehendak kamu." jelas Hakim Lee tenang pada Varren.

Tapi Varren bisa melihat gurat lelah dan sedih di wajah Hakim Lee. Varren bisa lihat tekanan di wajah tegas dan sangar itu. "Tapi ini menyangkut dengan keadaan Ikhsan saat ini pak." Varren menghela napas pelan. Sulit mengatakan jika ini semua kesalahannya tapi harus dirinya lakukan. "Saya harus melakukan sesuatu hal kepada Ikhsan." ujar Varren.

"Bisa kamu jelaskan kepada saya?" tanya Hakim Lee.

"Keadaan Ikhsan belum bisa menerima kenyataan. Saya takut dia drop melihat temannya yang tahu atau melihat keadaannya saat ini. Nak mengerti yah." jelas Hakim Lee dengan tegas tapi sirat lembut masih kentara.

Varren mengangguk. "Saya tau karena itu saya datang. Saya harap bapak bisa menerima saja masuk dan menjelaskan secara keseluruhannya. Saya pastikan Ikhsan akan sembuh." jelas Varren serius.

Hakim Lee tidak bisa menolak menatap keteguhan Varren. Jadilah ia membawa Varren menuju kamar Ikhsan. Saat memasuki kamar Ikhsan, Varren sudah diberi pemandangan yang tidak mengenakkan, di mana Ikhsan yang terlihat tidur di atas kasurnya dalam keadaan buruk, matanya membengkak karena menangis seharian dan ada ibunya yang sedang membereskan pakaian.

Bersambung...

1
Anime aikō-kā
p
Alia Chans: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
total 3 replies
ẜᮦ࿆ᷗhimboy
semangat
Alia Chans: Thank you kk/Smile//Smile/
total 1 replies
Nelson Sihombing
berarti dia gk cewek? atau gk cowok?
Alia Chans: Gak tau lupa gw🤭🤭
total 1 replies
Kak Umi
Jangan lupa baca cerita aku juga ya 🙏🙏😍😍
Kak Umi
Cerita asyik dan enak untuk dibaca
Kak Umi
Ikut baca ya😍😍
Alia Chans: makasih kk dah mampir. semoga suka ya😉
total 1 replies
𝑊𝑎𝑤𝑎ᵃᵈʳⁱᵃⁿ
menurut ku diam bukan cara penyelesaian trbaik
_r: kak baca novel ku juga dong, judul nya tower of souls
total 2 replies
Nemicca˃ 𖥦 ˂
seru banget sukak
Nemicca˃ 𖥦 ˂: hehe pasti lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!