NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Jamuan Makan di Rumah Clara

Malam itu langit di atas kota Jakarta tampak bersih tanpa awan, cahaya bulan menyinari jalanan yang sudah dilalui kendaraan menuju perumahan elit tempat tinggal keluarga Clara. Mobil Andre berhenti di halaman rumah besar bergaya klasik modern yang gerbangnya sudah terbuka lebar. Di depan pintu utama, orang tua Clara sudah menyambut bersama Clara sendiri yang tampak tenang mengenakan gaun malam berwarna biru muda.

"Selamat datang Andre, Mas Arya, Mbak Ratih," sapa Bapak Wijaya, ayah Clara dengan senyum hangat. "Silakan masuk, hidangan sudah siap disajikan."

"Terima kasih Mas Wijaya, Mbak Sari," jawab Bapak Arya sambil bersalaman. "Maaf kalau agak terlambat sedikit, tadi ada kemacetan di jalan utama."

Andre mengikuti orang tuanya masuk ke dalam rumah yang luas dan terasa sangat hangat. Ruang makan dihiasi bunga segar, lampu gantung memberikan cahaya lembut, dan aroma masakan khas rumahan yang lezat tercium dari arah meja makan. Mereka duduk berjejer, suasana awalnya terasa akrab dan penuh tawa seperti pertemuan keluarga selama bertahun-tahun ini. Pembicaraan berputar seputar kelancaran proyek, perkembangan bisnis, dan kenangan masa kecil Andre serta Clara.

Setelah hidangan utama selesai dinikmati, pelayan datang menyajikan hidangan penutup, puding susu segar dengan potongan buah dan teh hangat beraroma melati. Saat mereka mulai menyantapnya dengan santai, Bapak Wijaya meletakkan sendoknya perlahan, lalu menatap Andre dengan tatapan penuh harapan.

"Nah, sambil menikmati pencuci mulut ini," buka Pak Wijaya dengan suara lembut namun tegas. "Sebenarnya selain merayakan keberhasilan proyek kerjasama kita, ada hal yang sudah lama ingin kami bahas denganmu dan kedua orang tuamu. Kamu sudah tahu kan maksud kami Andre?"

Andre mengangguk pelan. Ia sudah menyiapkan hatinya sejak dari rumah, berjanji pada dirinya sendiri untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang paling sopan dan menghargai perasaan semua pihak.

"Aku mengerti maksud Om dan tante," jawab Andre tenang. "Mengenai harapan menyatukan kedua keluarga kita melalui pernikahanku dengan Clara."

Bu Sari tersenyum lebar sambil menatap Clara dan Andre bergantian. "Syukurlah kalau kamu paham Nak. Kami sekeluarga sangat menginginkannya. Kalian sudah saling kenal sejak masih bayi, tumbuh bersama, saling percaya, dan tidak ada yang lebih cocok selain kalian berdua. Usiamu juga sudah sangat tepat untuk memulai keluarga baru."

Clara yang duduk di samping Andre menunduk diam, memainkan ujung sendoknya, menunggu jawaban dengan jantung berdebar kencang.

Andre menarik napas panjang, menatap bergantian ke arah orang tua Clara, orang tuanya sendiri, lalu beralih menatap Clara dengan tatapan tulus dan penuh menghargai.

"Om, tante, Papi, Mami," ucapnya pelan namun mantap. "Aku sangat menghargai besarnya harapan dan kasih sayang yang Om dan Tante berikan padaku selama ini. Aku juga sangat berterima kasih karena sudah menganggap aku seperti anak sendiri. Tapi aku harus jujur menyampaikan apa yang ada di dalam hatiku, sebelum kesalahpahaman ini berlarut-larut dan menyakiti kita semua."

Ia berhenti sejenak, memastikan nada bicaranya tidak menyakiti hati siapa pun.

"Aku sangat menyayangi Clara. Bagiku, Clara bukan sekadar teman masa kecil, melainkan sudah seperti saudara kandungku sendiri. Aku sangat menghormatinya, aku percaya padanya, dan aku ingin persahabatan keluarga kita tetap terjalin erat selamanya. Namun... perasaanku pada Clara tidak pernah melampaui rasa sayang seorang kakak kepada adiknya. Tidak ada perasaan cinta di sana, dan aku rasa tidak adil jika aku menyembunyikan hal ini lebih lama lagi, hanya demi memenuhi harapan orang lain."

Suasana di ruang makan menjadi hening seketika. Senyum di wajah Bu Sari perlahan memudar. Pak Wijaya mengerutkan kening, tampak terkejut namun tidak langsung marah.

"Tapi Andre," potong Bu Ratih, Maminya Andre dengan nada bingung. "Kita sudah sering membicarakan ini bertahun-tahun. Semua orang di lingkungan bisnis pun sudah mengira kalian akan bersama."

"Aku tahu Mi," jawab Andre menatap maminya dengan tenang. "Tapi perasaan tidak bisa dipaksakan hanya karena orang lain mengira atau berharap begitu. Aku tidak ingin menyakiti Clara lebih dalam dengan memberikan harapan palsu. Aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban, lalu akhirnya kami berdua hidup tanpa kebahagiaan yang sesungguhnya."

Clara mengangkat wajahnya perlahan, matanya berkaca-kaca namun tatapannya tegas dan berani. Ia menoleh ke arah orang tuanya.

"Papa, Mama," suaranya terdengar lembut namun jelas. "Sebenarnya Andre sudah menyampaikan hal ini padaku siang tadi. Awalnya aku sedih, sangat kecewa, tapi aku sudah memikirkannya dengan tenang seharian ini. Andre benar. Kita tidak bisa memaksakan hati seseorang. Kalau aku memaksanya, aku hanya akan mendapatkan Andre secara fisik, tapi hatinya akan selalu berada di tempat lain. Aku tidak mau hubungan seperti itu, aku juga tidak mau Andre hidup dalam kebohongan."

Pak Wijaya menghela napas panjang, lalu menatap Andre kembali dengan pandangan yang mulai melembut. "Jadi keputusanmu sudah bulat Nak? Kamu benar-benar tidak melihat Clara sebagai pasangan hidup?"

"Benar Om" jawab Andre tulus. "Aku sangat berterima kasih pada Clara karena sudah menjadi sahabat terbaik yang selalu ada untukku. Dan aku berjanji, tidak akan ada yang berubah dari hubungan persahabatan kita. Aku akan tetap ada di sini saat keluarga Om butuh bantuan, sama seperti dulu."

Bu Sari menyeka sudut matanya dengan sapu tangan, lalu tersenyum tipis. "Baiklah Andre. Terima kasih sudah berani jujur pada kami malam ini. Mungkin memang belum takdirnya. Kami tidak bisa memaksakan kehendak Tuhan maupun hati manusia."

Malam itu berlanjut dengan pembicaraan yang lebih ringan, meski ada rasa berat yang perlahan hilang berganti pengertian. Orang tua Clara menyadari bahwa lebih baik membiarkan Andre jujur daripada memulai hubungan dengan kebohongan.

Saat berpamitan di depan pintu, Pak Wijaya menepuk bahu Andre pelan. "Kamu anak yang jujur dan bertanggung jawab Andre. Itu sifat yang langka. Semoga kamu menemukan orang yang tepat untukmu, seperti kamu menemukan keberanian untuk bicara malam ini."

"Terima kasih banyak Om," ucap Andre tulus. "Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan itu."

Di perjalanan pulang di dalam mobil, suasana sempat hening. Andre tahu pembicaraan yang sebenarnya baru akan dimulai saat mereka sampai di rumah nanti. Ia sudah siap menjelaskan segalanya, termasuk tentang sosok yang kini selalu memenuhi isi hatinya.

1
partini
jaraknya kaya Cilacap Jogyakarta naik bus efisiensi atau purwokerto Jogya
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁
betul ka. mau hujan deres kek.. bomat😄
🌺⃟ SasMaya
Oohh... ternyata emng Rima-nya yang mau anter hujan-hujanan... 🙄
🌺⃟ SasMaya
jangan sebel-sebel sama Rima pak Andre nanti ketulah jadi bucin 😆
🌺⃟ SasMaya
Andre ini tipe-tipe yang ga mau ribet dan bomat sama urusan orang lain 🫠
Mingyu gf😘
aduhh si bapak galak banget
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: galak dan kesel dikira supir taksi😄
total 1 replies
Mingyu gf😘
sibuk banget ngurusin perut orang lain di saat kamu aja sedang terjebak masalah
Tulisan__mawar
Heh nota utang🥲
ini namanya waktu kecil lihat orang tua kita suka bon di warung sekarang kita sudah dewasa bisa bon warung sendiri🤣🙏
Alia Chans
Dan ke salah pahaman di mulai dari sini😌
kenzi moretti
bisa-bisanya rim salah masuk mobil/Facepalm/
kenzi moretti
wuihh/Blush//Sly/
THE GIRL COOL😑
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RahmaYesi
Rima Rima, kamu itu menggemaskan bingittt zih dg segala gedebag gedebug hidup mu
arsyila putri
lucu banget ceritanya, bikin penasaran part selanjutnya. 😍😍
mama Al
aduh salah alamat
arsyila putri
makin malu🤣🤣
arsyila putri
wih malu pasti, mana aku pernah lagi🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Dasar ceroboh, udah lihat Andre juga masih aja ngomong santai
RahmaYesi
Syukurlah
Mutia Kim🍑
Kok tiba-tiba mau di ganti mobilnya🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!