NovelToon NovelToon
Aku Lelah, Mas!

Aku Lelah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊

Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

POV GANI

Aku pusing, sangat pusing. Masalah yang aku hadapi kali ini benar-benar sangat mengejutkan aku, selain tentang masa lalu orangtuaku yang selama ini tak aku ketahui akhirnya terungkap begitu juga dengan vidio viral yang sudah beredar di media sosial.

Bagaimana cara aku menghentikan semua itu, aku bukan orang yang mempunyai kuasa untuk menghentikan itu semua. Terlebih dalan vidio itu terlihat jelas jika aku dan keluargaku yang menganiaya Nisya, bagaimana jika Nisya melaporkan pada pihak berwajib. Bagaimana nasib ibu dan juga Lika, aku benar-benar pusing memikirkan.

Aku juga tidak menyangka jika Ibu sebenarnya mengenal baik bapak mertua ku dan juga keluarga, bahkan ibu dan bapak juga pernah melakukan kesalahan fatal pada keluarga mereka. Tapi, kenapa Ibu tidak pernah cerita. Kenapa Ibu justru selalu menghina Nisya sebagai anak petani miskin?

Tok... Tok... Tok

"Siapa yang malam-malam kayak gini datang bertamu?" gumamku yang langsung keluar dari kamar untuk membukakan pintu rumah.

"Ibu.... Kenapa ibu kesini?" tanyaku dengan nada heran.

"Kenapa kamu bilang? Kamu yang kenapa! Kenapa kamu nggak angkat telpon ibu? Ibu telpon kamu berkali-kali nggak ada satu pun yang kamu angkat, kamu nggak tau seharian ini ibu jadi gunjingan orang sekampung gara-gara kelakuan istri kamu itu?" kata ibu.

"Maksud ibu apa? Kenapa ibu malah nenyalahkan Nisya?" tanyaku dengan wajah heran.

"Kamu tau? apa yang terjadi dirumah Nisya hari ini viral di media sosial, semuanya terekam jelas dan dengan cepat menyebar. Ibu malu Gan, ibu malu. Semua orang di kampung kita membicarakan ibu, katanya ibu mertua jahatlah inilah itulah. Gan... Lakukan sesuatu Gan, ibu yakin kamu pasti sudah tau kan soal vidio viral itu?" tanya Ibu. Aku terdiam mendengar perkataan ibu, aku juga sebetulnya tidak tau harus melakukan apa karna memang semua kesalahan ada pada Ibu dan juga Mbak Lika. Terlebih aku pun hanya diam saja melihat ibu dan juga kakak ku memperlakukan Nisya seperti itu, netizen bahkan lebih banyak menyudutkan aku sebagai lelaki pengecut yang tak pantas mendapat gelar suami.

"Bu.. Aku harus apa bu?" tanyaku dengan lirih.

"Kamu harus temui Nisya, biar dia membuat vidio seolah-olah dia yang salah dan meminta maaf pada kita atas penyebab keributan itu!" kata ibu membuatku membelalakan mata. Aku yakin, Nisya tidak akan mau melakukan hal itu karna Nisya memang tidak salah dalam hal ini. Apalagi saat ini dia tengah berada di rumah orangtuanya, semua orang pasti akan membela Nisya.

"nggak mungkin bu! Aku nggak akan melakukan itu, Nisya juga pasti nggak akan mau melakukan hal seperti itu. Lagian aku yakin kalau itu uang menyebarkan bukan Nisya bu!" kataku.

"Yaampun Gan.. Udah jelas itu ada dihalaman rumah Nisya, kamu masih membela dia?" tanya kak Lika yang juga ikut mengantar Ibu kerumahku.

"Kak... Kamu kan seorang perempuan ya, kamu juga seorang istri dan juga menantu. Apa kamu nggak punya empati sedikit aja pada perempuan lain? Kenapa sih, kamu kayak gak suka banget sama Nisya? Apa salah Nisya sama kamu kak? Bukannya selama ini kamu yang suka berbuat ulah pada Nisya?" tanyaku.

"Kok kamu jadi nyalahin aku dan berkata seolah aku ini wanita jahat, urusan rumah tangga aku ya itu urusan aku lah. Kamu nggak ada hak untuk mengatur aku!" kata Kak Lika.

"Nah.. Kamu aja nggak mau kan aku korek soal rumah tangga kamu? Harusnya sebagai sesama perempuan pun kamu juga tau keinginan Nisya yang tidak ingin kalian berdua ikut campur dalam rumah tangga kami!" kataku menatap tajam Kak Lika.

"Jangan samakan kakak kamu dengan istrimu Gan, jelas jauh beda. Kakak kamu ini perempuan berpendidikan, perempuan baik-baik, dia juga punya mertua dan juga suami yang memanjakan dia!" kata Ibu.

"Nah.. Ibu juga kan senang kalau anak perempuan ibu di perlakukan baik sama suaminya? Tapi kenapa ibu justru mengarahkan aku memperlakukan Nisya buruk?" kataku.

"beda Gan, kamu anak lelaki ibu. Anak lelaki itu selamanya milik ibunya, beda sama anak perempuan yang ketika sudah punya suami harus patuh pada suaminya!" kata ibu yang lagi-lagi membela Kak Lika.

"Ibu yakin kak Lika patuh pada suaminya? Selama ini, hidup kak Lika aja lebih banyak aku yang membiayai. Meski sesulit apapun kehidupan aku dengan Nisya, tapi aku berusaha memenuhi kebutuhan kalian. Bahkan Nisya rela mengencangkan perut demi kalian loh!" kataku membuat keduanya terdiam.

"Itu sudah resiko dia jadi menantu dikeluarga kita, harus menerima segala kekurangan kita. Lagian yang dia pakai itu kan uang kamu, jadi ibu berhak dong ikut menikmati semuanya!" kata Ibi membuatku memijat kening.

"Mana ada kayak gitu bu... Apa yang aku berikan pada Nisya itu adalah bentuk nafkah bu, sementara ibu sendiri juga sudah berikan jatah setiap bulannya. Sekarang gini deh, apa ibu rela jika Kak Lika diperlakukan sama seperti ibu memperlakukan Nisya?" tanyaku menatap wajah ibu.

"Jelas beda Gan, aku itu perempuan berpendidikan dan berkualitas. Beda jauh sama Nisya yang cuma anak petani kampung!" kata Kak Lika.

"petani kampung juga kaya raya sejak lahir kak. Kakak jangan pernah lupa kalau apa yang ibu miliki aja hasil merampas milik orang lain!" kataku membuat ibu membelalakan mata.

"Kamu tega bicara seperti itu pada ibumu Gan?" tanyanya.

"Apa yang aku bilang itu fakta Bu. Jujur aja, aku kecewa, sangat kecewa bu. Karna kesalahan ibu dan juga bapak, aku ikut menanggung hal yang sama sekali tidak aku ketahui. Bu.. Aku itu mencintai Nisya bu, tapi ibu meruntuhkan rumah tanggaku dengan begitu mudahnya!" kataku menatap ibu dengan mata berkaca-kaca.

"kenapa harus aku bu? kenapa harus rumah tangga aku yang ibu hancurkan? Kenapa bu! Aku bahkan seperti tidak punya muka untuk bertemu dengan kedua mertuaku karna kesalahan kalian!" lanjutku membuat ibu terdiam cukup lama.

"Semua bukan salah ibu Gan... Ibu tidak pernah meminta ayahmu melakukan hal itu, semua itu murni keinginan ayahmu. Lagipula ayahmu melakukan itu agar kita punya kehidupan yang terjamin!" kata Ibu. aku menggelengkan kepala.

"Terjamin apanya bu? Coba lihat sekarang, minimarket itu hampir bangkrut kan bu? Bahkan rumah tanggaku terkena imbasnya, semua ini karna Ibu, karna bapak!!" teriakku dengan frustasi.

"Semua ini bukan karna ibu ataupun bapak Gan, tapi salah mereka. Mereka itu orang sukses meskipun hanya petani, tapi kenapa mereka begitu pelit hanya karna harta yang tidak seberapa itu?" kata Kak Lika. Aku menggelengkan kepala.

"Harta yang tidak seberapa kamu bilang kak? Kamu bahkan sampai menikah tidak memiliki harta apapun selain menghabiskan pendapatan minimarket itu!" kataku menatap tajam Kak Lika.

"Cukup Gan! Cukup!!! Kamu gak berhak menyalahkan ibu dan bapak sepenuhnya, kamu tidak tau masalah sebenarnya seperti apa!" kata ibu membuatku bingung.

Padahal sudah jelas apa yang bapak mertuaku katakan, tapi kenapa ibu justru terus mengelak dan malah menyalahkan mertuaku.

Bersambunggg

1
Jetva
perasaan lia baru masuk SMA..koq udah kuliah..??
AH. HASANAH
Kuat ya kak💪🙏
Jetva
papaq hanya 3 bln melihat cucunya ...beliau meninggalkan dunia ini saat anakq berusia 3 bln....klo mamaq lebih lama..hingga anakq lulus SMA...
AH. HASANAH
Kalau langsung, tamat dong ceritanya kak hehehe😄
falea sezi
cerai sat sset 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!