NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:72.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Rumah Ibu Juga

​"Penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-315 menuju Jakarta dipersilakan naik ke pesawat...,"

​Mendengar pengumuman tersebut, jantung Aira kembali berdegup kencang. Mereka berjalan melalui garbarata langsung menuju pintu pesawat. Begitu melangkah masuk, seorang pramugari dengan sanggul rapi dan senyum ramah menyapa mereka dengan membungkuk hormat.

​"Selamat siang Bapak Arsenio, selamat datang kembali. Silakan, kursi Anda di kelas bisnis sebelah kiri," sapa pramugari tersebut, tampak sudah sangat mengenali Arsen sebagai pelanggan setia.

​Aira melongo saat melihat barisan kursi kelas bisnis yang begitu luas, mirip seperti sofa mewah di rumah-rumah gedongan. Arsen mendudukkan Ibu Astri di dekat jendela, lalu ia sendiri duduk berdampingan dengan Aira di baris sebelahnya.

​"Mas, ini kursinya bisa buat tidur?" bisik Aira dengan mata berbinar polos saat mencoba menekan tombol pengatur kursi.

​Arsen terkekeh gemas, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Aira. "Bisa, sayang. Nanti kalau pesawatnya sudah terbang, kamu bisa rebahan sepuasnya. Kenapa? Mau malam pertama di atas awan?" goda Arsen dengan kerlingan nakal.

​"Mas Arsen!" muka Aira seketika merona merah padam.

Aira langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela dan berpura-pura sibuk melihat sayap pesawat, sementara Arsen tertawa puas melihat istrinya yang kembali salah tingkah.

​Saat mesin pesawat mulai menderu keras dan perlahan bergerak naik meninggalkan landasan, Aira memejamkan matanya rapat-rapat dan mencengkeram erat lengan kursi. Namun, sebuah tangan hangat tiba-tiba menyusup lalu menggenggam jemarinya dengan sangat kokoh.

​Aira membuka mata dan menatap Arsen. Pria itu tersenyum teduh, seolah menyiratkan bahwa di tangan pria inilah seluruh hidup dan masa depannya kini bergantung dengan aman. Ketika pesawat berhasil menembus gumpalan awan putih yang indah, Aira melihat ke luar jendela. Di bawah sana, daratan Jawa Timur perlahan mengecil.

'​Selamat tinggal masa lalu yang pahit,' batin Aira bersyukur.

​Kurang lebih satu setengah jam kemudian, pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Begitu keluar dari pintu kedatangan, seorang pria muda menggunakan kemeja abu-abu sudah berdiri menyambut mereka.

​"Selamat datang kembali, Pak Arsen, Ibu Aira, Ibu Astri," sapa Gilang, asisten pribadi Arsen di Jakarta.

"Mobil sudah siap di depan, mari saya hantarkan ke rumah," ucapnya.

​Barang-barang mereka langsung dialihkan ke bagasi mobil mewah berukuran besar, sepanjang perjalanan membelah jalanan ibu kota yang padat oleh gedung-gedung pencakar langit, Ibu Astri tidak berhenti berdecak kagum.

​Hingga akhirnya, mobil berbelok memasuki sebuah kawasan perumahan elite di daerah Jakarta Selatan. Rumah-rumah di kawasan ini dikelilingi oleh pepohonan rindang dan penjagaan satpam yang sangat ketat, mobil berhenti di depan sebuah gerbang hitam menjulang tinggi yang terbuka otomatis.

​Di balik gerbang itu, berdiri sebuah rumah megah berarsitektur modern minimalis berlantai tiga dengan halaman rumput yang sangat luas dan asri. Beberapa pelayan rumah tangga sudah berdiri rapi di dekat pintu utama, bersiap menyambut kedatangan sang tuan rumah.

​Mobil berhenti, Arsen turun terlebih dahulu, lalu membukakan pintu untuk Aira. Ia mengulurkan tangannya, menyambut sang istri untuk menginjakkan kaki di kediaman resminya.

​"Selamat datang di rumah kita, Nyonya Arsenio," ucap Arsen lembut, matanya menatap Aira dengan binar kepemilikan yang tidak bisa dibantah.

Aira terpaku di tempatnya berdiri, kakinya terasa kelu untuk melangkah di atas lantai marmer yang begitu berkilap hingga bisa memantulkan bayangan dirinya. Rumah ini terlalu besar, terlalu megah dan terlampau mewah untuk seseorang yang terbiasa hidup di bawah atap anyaman bambu yang bocor setiap kali hujan deras mengguyur Lumajang.

​Di sampingnya, Ibu Astri bahkan tidak berani melepaskan genggaman tangannya dari lengan Aira. Wanita tua itu menunduk dalam, dirundung rasa sungkan yang luar biasa melihat deretan pelayan berseragam rapi yang membungkuk hormat menyambut kedatangan mereka.

​"Selamat datang Pak Arsen, Bu Aira, dan Bu Astri," sapa seorang wanita paruh baya berwajah hangat yang tampaknya merupakan kepala pelayan di rumah tersebut.

​Arsen mengangguk ramah lalu menoleh ke arah asistennya, "Gilang, pastikan semua barang bawaan Ibu dan Aira langsung dibawa masuk. Jangan ada yang tertinggal," ucap Arsen.

​"Baik, Pak Arsen," jawab Gilang dengan sigap.

​Arsen kemudian beralih pada ibu mertuanya. Dengan gerakan yang begitu santun, ia merangkul pundak Ibu Astri dan menuntun wanita tua itu untuk melangkah masuk melewati pintu jati raksasa yang terbuka lebar.

​"Ibu, jangan tegang begitu. Mulai hari ini, ini rumah Ibu juga. Anggap saja rumah sendiri," ucap Arsen dengan suara baritonnya yang menenangkan.

Arsen sengaja memilihkan kamar utama di lantai satu untuk Ibu Astri, karena ia tahu betul fisik ibu mertuanya tidak akan kuat jika harus naik-turun tangga setiap hari ke lantai atas.

​Begitu pintu kamar dibuka, Ibu Astri langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Kamar itu sangat luas, dengan ranjang berukuran besar yang dilapisi sprei sutra lembut, televisi layar datar menempel di dinding, serta jendela besar yang langsung menghadap ke taman belakang yang asri dengan gemercik air mancur.

​"Le... ini ndak salah? Kamar ini terlalu bagus buat Ibu. Ibu tidur di kamar belakang saja yang dekat dapur," bisik Ibu Astri dengan mata berkaca-kaca, merasa tidak pantas menerima kemewahan ini.

​Arsen tersenyum tipis, lalu mendudukkan Ibu Astri di tepi ranjang yang empuk. ​"Ibu, Arsen bawa Ibu ke Jakarta bukan untuk dijadikan pembantu atau disembunyikan di kamar belakang. Arsen ingin memuliakan Ibu di masa tua. Jadi, tolong terima ini sebagai bentuk bakti Arsen sebagai anak," tutur Arsen dengan ketulusan yang mutlak.

​Aira yang berdiri di ambang pintu hanya bisa menghapus air matanya yang kembali meluncur, keikhlasan Arsen merawat ibunya adalah hadiah paling indah yang pernah ia terima seumur hidup.

Setelah memastikan Ibu Astri beristirahat dan ditemani oleh Bu Sumi, pelayan senior yang ditugaskan khusus untuk membantu keperluan Ibu Astri. Arsen membawa Aira naik ke lantai dua menuju kamar utama mereka.

​Begitu pintu kamar terbuka, Aira kembali dibuat takjub. Kamar Arsen bergaya modern dengan dominasi warna abu-abu dan hitam maskulin, terdapat ranjang king size di tengah ruangan dan di sudut lain terdapat walk-in closet raksasa yang terhubung langsung dengan kamar mandi mewah berpintu kaca.

​"Mas... rumah kamu besar banget. Aku takut tersesat kalau jalan sendirian," celetuk Aira jujur, memecah keheningan dengan kepolosannya.

Arsen terkekeh rendah, pria itu berjalan mendekat dan melepas kancing teratas kemejanya lalu melingkarkan kedua lengannya di pinggang ramping Aira dari belakang, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.

​"Kalau tersesat, tinggal panggil namaku. Aku pasti menemukanmu," bisik Arsen, memberikan kecupan-kecupan kecil yang membuat tubuh Aira seketika meremang.

​Aira membalikkan badannya, menatap dada bidang Arsen yang kini berjarak begitu dekat. Jantungnya kembali berpacu tidak karuan.

​"Mas Arsen, jangan mulai deh. Ini masih siang," cicit Aira dengan wajah yang memerah sempurna.

​"Memangnya kenapa kalau masih siang? Kita kan sudah sah secara agama dan negara, Nyonya Arsenio," goda Arsen.

​Namun, sebelum Arsen sempat melangkah lebih jauh, ketukan di pintu kamar membuyarkan momen manis tersebut.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
yang nangani Dokter Kandungan malah disuruh periksa lagi di Dokter Kandungan 🤔🤔🤔 mungkin suruh USG kali y🤔🤔🤔
elaretaa: Maaf, salah Kak. Seharusnya dokter umum itu, terus nanti dibawa ke dokter kandungan🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Felycia Fernandez
bukannya tadi di part atas di jelaskan kalau dokter yang keluar dokter wanita spesialis kandungan..
kenapa bisa ada dokter kandungan lagi di dalam..
Felycia Fernandez: semangat revisi kk Thor
total 2 replies
Allfa Rizky
sayang ya Zakia sifatnya plek ketiplek bapaknya
erviana erastus
didunia nyata apa ada suami spti ini? 🤭
erviana erastus
syukurlah semua baik-baik aza
Felycia Fernandez
naaaah bener tebakan ku kemaren, Aira mengalami eklamsia...
Bunga Andthea
sempet deg deg an bacanya
falea sezi
preeklamsia ya 😓
Felycia Fernandez
lho kenapa?? demam kah??
erviana erastus
apa efek anestesi nya sdh hilang dan aira nggak bisa menahan rasa sakit? 🤔
erviana erastus: ho oh
total 2 replies
Felycia Fernandez
jadi ingat waktu kontraksi, sudah sehari 2 malam ngalami kontraksi,tapi mentok di pembukaan 3 terus . akhirnya SC pun dilakukan
Aidil Kenzie Zie
tu si Ibu Ami masih waras nggak mau ganggu Aira 👍🏻
Felycia Fernandez
kesabaran Aira yang punya bapak lucknut dulunya
Felycia Fernandez
lucu 🤣🤣🤣🤣
cari juga la suami kaya...
kalau perlu jadi jalang sekalian
Syifa Fauziah
ulalaaaaaa,,, pagi2 udh gemess liat arsen dan airaa😍🤭.
erviana erastus
omg ternyata adik kandung toh ckckck gila bener .... mau numpang hidup enak sama aira 🤣 nggak waras kek pantes nyusul bpk sama pmnx dipenjara biar rasa
Felycia Fernandez
ternyata darah pak Hilma mengalir deras di tubuh Zakia...
🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Bu Ami beneran sayang Ama Zakia
erviana erastus
licik kek bapakx ckckck 🤬🤬🤬
Felycia Fernandez
ini lagi duo lambe...
mau ikutan juga Bu...
ayo bergosip lagi...
makin sip di tiap warung ...😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!