NovelToon NovelToon
Sekar

Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sekar, kembang desa Wanasari, seharusnya menikah dengan Lindu, pria tampan, mapan, dan kebanggaan banyak orang. Namun, tepat di hari pernikahan, Sekar tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kebahagiaan berubah menjadi misteri yang tak terpecahkan. Ada yang mengira jika Sekar kabur dengan orang lain.

Beberapa bulan kemudian, teror mulai menghantui desa Wanasari. Kejadian-kejadian aneh bermunculan, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran untuk Wulan

Di tempat tongkrongannya yang berada di dekat bengkel tua pinggir jalan desa, Gaga duduk termenung sambil memainkan korek api di tangannya.

Sudah seminggu berlalu sejak Sekar menghilang.

Namun sampai sekarang, tidak ada satu pun kabar tentang gadis itu.

Sama seperti Wulan dan Bu Ratmini, Gaga juga terus memikirkan Sekar. Dia bahkan masih sulit percaya jika gadis itu benar-benar kabur bersama pria lain seperti yang dibicarakan orang-orang kampung.

"Ini nda masuk akal." Gumamnya pelan.

Gaga mengenal Sekar sejak kecil. Gadis itu memang pendiam, tapi bukan tipe yang tega mempermalukan keluarganya sendiri seperti itu.

Yang paling membuatnya heran, jejak Sekar seolah lenyap begitu saja.

Padahal selama seminggu terakhir, Gaga sudah mencari informasi ke mana-mana. Dia menemui teman-temannya sampai ke desa-desa lain yang menjadi jalur menuju kota, yang pasti akan di lewati jika keluar dari desa Wanasari.

Namun hasilnya tetap nihil.

Tidak ada satu pun orang yang mengaku melihat Sekar.

"Beneran nda ada yang lihat perempuan ini?" Tanya Gaga lagi sambil menunjukkan foto Sekar dari ponselnya kepada beberapa teman dari desa lain yang sedang nongkrong bersamanya.

Teman-temannya bergantian melihat foto itu lalu menggeleng.

"Nda ada, Ga."

"Kalau perempuan secantik ini lewat sini pasti kami sadar."

"Iya, apalagi sekarang semua orang lagi ngomongin dia."

Gaga mengusap wajahnya kasar. Semakin dicari, keberadaan Sekar justru semakin misterius.

Kalau memang Sekar pergi dengan seorang pria. Kenapa tidak ada seorang pun yang melihatnya?

"Mungkin dia naik mobil pribadi, Ga." Ujar salah satu teman Gaga sambil menghisap rokoknya pelan.

"Soalnya kalau naik angkot atau bus, pasti ada yang lihat."

Yang lain ikut mengangguk setuju.

Teman-teman Gaga memang bukan orang sembarangan di jalanan. Ada yang bekerja sebagai tukang angkot, kernet bus antardesa, sopir mobil bak terbuka, bahkan ada juga yang dikenal sebagai pencopet pasar dan preman terminal.

Mereka hafal betul siapa saja orang yang keluar masuk desa-desa sekitar.

Apalagi wajah Sekar sedang menjadi bahan pembicaraan di mana-mana.

"Kalau dia lewat terminal, pasti ada yang kenal." Kata seorang pria bertato yang biasa mangkal di terminal kecamatan.

"Iya, perempuan secantik Sekar mana mungkin nda ada yang sadar." Sahut yang lain.

Gaga terdiam sambil menatap foto Sekar di layar ponselnya.

Semakin dia mencari, semakin aneh semuanya terasa.

Kalau Sekar memang kabur dengan laki-laki lain, seharusnya ada seseorang yang melihatnya di jalan.

Minimal ada sopir, kernet, atau pedagang yang ingat.

Namun kenyataannya.

Tidak ada satu pun jejak Sekar ditemukan.

Seolah gadis itu hilang begitu saja tanpa pernah melewati jalan keluar desa.

"Assalamualaikum..."

Suara salam terdengar dari luar rumah tepat saat suasana di dalam masih dipenuhi ketegangan antara Wulan dan ibunya.

Pak Wahdi yang duduk di ruang tengah langsung berdiri.

"Walaikumsalam..." Sahutnya sambil berjalan membuka pintu rumah panggung mereka.

Dan begitu pintu terbuka, Pak Wahdi tampak sedikit terkejut.

Ternyata yang datang malam itu adalah Juragan Ramli bersama istrinya, Bu Diya.

"Eh, Pak Ramli, Bu Diya. Mari, mari masuk." Ujar Pak Wahdi buru-buru mempersilakan mereka masuk.

Juragan Ramli mengangguk pelan lalu naik ke rumah panggung itu bersama istrinya.

Sementara Bu Lastri yang melihat kedatangan keluarga terpandang tersebut langsung berubah ramah dan penuh senyum.

"Aduh, silakan duduk Pak, Bu." Ucap Bu Lastri begitu ramah sambil buru-buru menyingkirkan kain yang sudah di lipatnya ke samping.

Wulan sendiri berdiri diam dengan wajah bingung. Tatapannya sempat melihat ke belakang tubuh Juragan Ramli, seolah mencari seseorang.

Namun Lindu tidak ikut datang malam itu.

"Kami minta maaf datang malam-malam begini." Ujar Bu Diya lembut.

"Oh nda apa-apa, Bu. Memangnya ada perlu apa ya?" Tanya Pak Wahdi sopan.

Juragan Ramli dan Bu Diya pun duduk pelan di atas lantai kayu rumah itu. Sementara Bu Lastri menyuruh Wulan mengambilkan minuman untuk tamu mereka.

"Wulan, suguhkanlan minum untuk tamu kita nduk." Ujar Bu Lastri pelan.

Wulan yang sejak tadi diam hanya mengangguk kecil lalu berjalan ke dapur. Tak lama kemudian, gadis itu kembali membawa beberapa gelas teh hangat dan menyuguhkannya satu per satu kepada Juragan Ramli dan Bu Diya dengan sopan.

"Di minum Pak, Bu. " Ucap Wulan pelan.

"Terima kasih, Wulan." Sahut Bu Diya lembut sambil menerima gelas itu.

Setelah suasana sedikit tenang, Juragan Ramli menghela napas panjang sebelum mulai berbicara.

"Wahdi, kau pasti tahu kan, apa yang terjadi pada keluargaku, terus terang, sejak kejadian itu keluarga kami sangat malu." Ujarnya dengan nada berat.

Pak Wahdi dan Bu Lastri langsung saling berpandangan.

"Kami nda pernah menyangka akan dipermalukan seperti itu di depan satu kampung." Sambung Bu Diya lirih. Wajah wanita itu tampak masih menyimpan sakit hati.

"Semua orang membicarakan keluarga kami. Lindu juga sampai sekarang lebih banyak diam sejak kejadian itu." Kata Juragan Ramli lagi. Bu Lastri langsung mengangguk-angguk simpati.

"Iya Pak, kami juga nda menyangka Sekar akan melakukan hal seperti itu."

Wulan langsung menoleh ke arah ibunya, namun memilih diam.

Juragan Ramli menghela napas lagi sebelum akhirnya berkata pelan.

Pak Wahdi mulai merasa iba mendengar cerita itu.

Juragan Ramli kembali berbicara dengan suara berat.

"Kami ini orang tua. Melihat anak sendiri hancur seperti itu, rasanya nda sanggup." Dia lalu menatap Pak Wahdi dalam-dalam.

"Karena itu, kami datang kemari dengan harapan, semoga keluargamu mau membantu kami."

Juragan Ramli terdiam sejenak sebelum kembali berbicara dengan nada lebih rendah dari sebelumnya.

"Semoga kau dan keluargamu mau membantuku. Bantulah kami yang sudah terlanjur dipermalukan ini." Katanya pelan.

Bu Diya yang duduk di samping suaminya juga tampak menunduk sedih.

"Entah ke mana lagi kami hendak pergi. Hanya di sini yang terlintas di benakku." Tambah Juragan Ramli lagi sambil menatap Pak Wahdi serius.

Pak Wahdi tampak bingung mendengar ucapan itu.

"Memangnya bantuan apa yang dibutuhkan? Kalau memang mampu, pasti akan aku bantu." Jawabnya tulus.

Juragan Ramli menarik napas panjang seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan maksud sebenarnya.

"Lindu..." Ucapnya pelan.

"Sejak kejadian itu dia jadi bahan pembicaraan orang kampung. Anak itu dipermalukan di depan semua orang."

Suasana rumah langsung terasa semakin sunyi.

Bu Diya menundukkan wajahnya sedih. Sebagai seorang ibu, hatinya hancur melihat putranya menjadi bahan kasihan dan gunjingan warga.

"Kami ingin mengembalikan nama baik keluarga kami." Lanjut Bu Diya lirih.

Pak Wahdi mulai memahami arah pembicaraan itu, sementara Bu Lastri tampak semakin penasaran.

Juragan Ramli lalu menatap langsung ke arah Wulan.

"Karena itu, kami ingin melamar Wulan untuk Lindu."

1
M.S Inisial
Suka banget sama karya author satu ini
Yulia Lia
ceritanya bagus
Riska Salahudin
seru kak
Yulia Lia
lanjut KK ,,nah yg kmaren ngatain sekar lari SM laki2 lain taunya dia ada di dlm sumur
Yulia Lia
lanjut ya kk
Yulia Lia
mudah2 itu Sekar biar gosip yg berenar gk bener
Nurr Tika
warga heboh knp sekar mati
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
harusnya tdi di angkat sekalian yah, gara" takut akhirnya lupa
Siti Yatmi
jgn2 Sekar itu..ya Tuhan ...
Wiwit
lanjut thor
Nurr Tika
bnr kah itu mayat sekar
Riska Salahudin
pasti sekar
Nurr Tika
mayat sekar di buang ke sumur
Nurr Tika
bagus
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
oh ternyata baskoro dan wulan ada hubungan
Elgi 07
aduhhh thor keren sekali ceritanya. serasa gantung banget babnya.
sepatal city
thor bagus banger, selalu di buat penasaran sama karya horor author
Nanda
mantappu............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!