NovelToon NovelToon
Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Mafia / Kriminal
Popularitas:10.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nur Azizah

Nissa adalah istri yang mengalami penderitaan pada pernikahan nya. Setelah menikah karena perjodohan itu, banyak sekali rintangan dalam pernikahan nya. Suami nya yang kejam, dingin dan selalu menyakiti hati nya. Kehadiran mantan pacar suami nya lah yang membuat pernikahan itu tak mampu ia jalani lagi. Nissa yang selalu diabaikan oleh sang suami, Bagaimana kah ia bisa bahagia?
.
.
.
Penasaran? Silahkan baca novel ini.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 24 - JARAK

Minggu, 07:00 Pagi Di rumah Andhika.

Nissa masih menikmati tidur nya. Setelah beberapa malam ia tidak dapat tidur, pagi harinya selalu berakhir dengan sakit kepala yang disertai dengan mual. Nissa sering bergadang waktu kuliah dulu, namun sekarang berbeda dari waktu bergadang karena semenjak telfon yang ia terima dari Andhika, mereka tidak pernah berkomunikasi sama sekali.

Hal - hal yang mengganjal di pikiran Nissa ia pendam sendiri, alhasil setiap malam ia tidak bisa tidur dan akhirnya sering tertidur saat jam makan siang dan melewati makan siang miliknya. Hari Minggu ini adalah harinya untuk istirahat setelah semua yang ia alami dan juga sakit maag akut yang menyerangnya. Nissa hanya ingin istirahat sampai akhirnya ia merasakan tubuhnya sangat berat bahkan untuk membuka sebelah kelopak matanya.

Andhika!!.....Nissa berfikir ia bermimpi mendengar suara Andhika. Melihat Nissa yang membuka sedikit matanya Andhika mencium pipi Nissa.

"Maaf membangun kan mu, tapi aku merindukan mu" ucap Andhika.

"Andhika? Kenapa pulang? Bukannya kamu bilang bisa lebih dari seminggu?"

Andhika memeluk Nissa erat dan mencium kening Nissa dengan lembut. Andhika menghirup aroma tubuh istrinya.

"Pekerjaan ku selesai lebih cepat"

Pekerjaan? Pekerjaan apa yang dia lakukan bersama Ros? Apa Ros sepenting itu buatnya? Lalu bagaimana dengan ku?

"Aduh" ucap Nissa.

Nissa merasakan perutnya begitu sakit. Sangat sakit,ia merasa perutnya seperti ditusuk-tusuk oleh bongkahan kayu.

"Sayang, kenapa?" Tanya Andhika khawatir

"Ini...."

(Bunyi dering Ponsel)

"Maaf Nissa sebentar, aku angkat telfon dulu"

Andhika segera mengambil ponsel nya dan menjawab telfonnya ke luar. Balkon Rumah yang pintu nya terbuat dari kaca memperlihatkan Andhika menutup pintu itu seolah tak ingin ada siapapun yang tahu siapa yang telah menelfon nya saat ini.

Di balkon Rumah.....

"Ros! Ada apa ini?! Bukankah ku bilang jangan pernah ganggu hidupku!"

"Bukan begitu Dika, maaf tapi William, William tiba - tiba merasa sakit di dadanya,Tolong"

Ros menangis terisak-isak di telfon.

"Apa?! Baiklah aku segera kesana!"

Andhika pun kembali ke kamar dan mengambil kunci mobil di dalam kamar dan ia berpamitan kepada Nissa.

"Maaf sayang, ada hal yang mendesak... Aku harus pergi sekarang. Jika kau perlu sesuatu minta saja sama Bentley"

Setelah mengucapkan hal itu Andhika pun pergi. Andhika pergi tanpa menoleh ke arah Nissa sedikitpun.Nissa tak mampu menjawab Andhika karena sakit perut yang menyerangnya. Ia pun segera memanggil Bentley. Melihat Nyonya rumah mereka kesakitan seisi rumah pun menjadi panik dan buru - buru membawa Nissa ke rumah sakit.

Villa Garden adalah Villa milik keluarga Andhika. Villa ini sedikit diabaikan karena letaknya yang jauh dari pusat kota. Andhika menempatkan Ros dan William di Villa tersebut dan ia tidak lupa mencari kan dokter bedah jantung anak terbaik di kota tersebut. Dengan kecepatan yang tinggi Andhika segera sampai ke Villa tersebut mendengar William merasa sakit. Andhika pun berlari masuk ke Villa dan segera menuju ke kamar William.

"Will apa kamu baik - baik saja?" Tanya Andhika lembut sambil mengelus kepala William lembut.

"Daddy aku baik - baik saja Sekarang, Saat Daddy datang sakit ku sembuh" jawab William dengan tersenyum.

William memang berbeda dengan anak kebanyakan karena kondisi nya yang lemah wajahnya begitu pucat dan tubuhnya sangat kurus dan terlihat lemah.

"Daddy tidak akan pergi lagi kan?" Tanya William.

"Tapi Will, Daddy sangat sibuk"

"Daddy, please aku ingin tidur bersama Daddy dan Mommy malam ini"

"Will, jangan begitu,Daddy juga sibuk dengan pekerjaan nya" jawab Ros berusaha menenangkan William.

"Jangan - jangan Daddy memang tidak sayang padaku" Air mata William mulai menetes turun.

"Baiklah hanya malam ini ya ? " Jawab Andhika tidak tega.

Ros mendekat pada Andhika dan berbisik pada Andhika.

"Bagaimana dengan istri mu?" bisik nya.

"Aku akan mencari cara, lagian Sampai William tidur aku akan segera pulang ke rumah"

Di Rumah Sakit......

Nissa pergi dengan ditemani oleh Bentley dari registrasi sampai pemeriksaan. Dokter pun segera masuk ke ruangan dan duduk di meja nya.

"Annisa kan?" ucap Dokter tersebut.

"Iya" Jawab Nissa sambil menahan sakit, ia hanya terpejam menahan sakit di perut nya.

"Kamu nggak ingat sama aku?" Tanya dokter itu.

"Ha!?" tanya Nissa. Dokter itu pun membuka Kaca mata nya.

"Ini aku Harry Nis, masa lupa?"

"Maaf" jawab nya lemah.

"Dokter apa tidak bisa salam nya disimpan dulu, Nyonya saya sekarang sudah kesakitan gini, Apa anda tidak melihat nya?" ucap Bentley.

"Oh maaf, silahkan ke sebelah sini, biar saya periksa dulu"

Setelah memeriksa Nissa Dokter Harry pun menjelaskan bahwa Nissa mengalami sakit maag yang cukup akut dan juga stress yang berlebihan serta tidak teraturnya asupan makanan di tubuhnya. Kondisi tubuh Nissa memang lemah sehingga pola makan memang harus dijaga olehnya.

"Nis,kamu kenapa sih bisa makan nggak teratur gini? Kebiasaan banget deh! dari SMA juga begitu, kamu kalau udah sibuk sama kegiatan sekolah dulu suka banget lupa makan" ucap Dokter Harry.

"Maaf deh" jawab Nissa lemah.

"Anda siapa nya Nissa ya?" tanya Dokter Harry kepada Bentley.

"Saya Pengurus rumah Nyonya" jawab Bentley.

"Kenapa bisa nggak memperhatikan makan Nyonya anda? Sampai dia sakit gini? Anda buat dia stress ya?" tanya Dokter Harry.

"Maaf Dokter, tapi Nyonya itu sangat teguh pendirian nya sudah saya bujuk untuk makan tetap aja dia nggak mau" Jawab Bentley merasa ia disalahkan atas hal yang tidak ia lakukan.

"Untuk sekarang kamu di infus dulu ya Nis, menginap aja di rumah sakit semalam untuk pengecekan keseluruhan harus dipantau juga soalnya" jelas Dokter Harry.

"Baik Dokter" jawab Nissa.

"Ini adalah resep obat, bisa ditukar di lantai bawah dan segera isi formulir untuk rawat inap semalam saja ya, bisa isi registrasi nya di bawah juga, Nissa biar saya yang jaga aja sekarang" ucap Dokter Harry kepada Bentley.

Bentley segera pergi ke lantai bawah untuk mengisi registrasi formulir dan menukar obat di apotik.

"Bagaimana keadaan mu sekarang?" Tanya Harry.

"Aku? Baik - baik aja"

"Nyonya maksudnya kamu sudah menikah ya? setahu ku pelayanan di rumahmu nggak pernah manggil kamu begitu"

Dokter Harry memandang nya lekat-lekat. Nissa pun menunjukkan cincin di jari manisnya. Harry merasakan ada kesedihan Dimata Nissa ketika memandang cincin di jarinya. Harry tahu Nissa sejak dulu tidak pandai berbohong dengan menunjukkan ekspresi yang lain terhadap yang ia rasakan.

"Kamu sudah menikah ya? Dengan siapa ?"

"Ya pernikahan...suami ku Presdir di HD grup"

"HD grup yang itu? Wah hebat juga kamu kenalan di mana sama suami?" Tanya Dokter Harry.

"Kami dijodohkan oleh orang tua kami"

"Apa!? Bukannya kamu nggak pernah setuju sama yang namanya perjodohan?" Lagi - lagi Harry melihat kesedihan di mata Nissa.

"Yah,manusia bisa berubah kan?" jawab Nissa singkat.

"Yah selama kamu bahagia nggak masalah sih" ucap Harry.

Bentley pun kembali dan memberikan hasil formulir dan Dokter Harry membawa Nissa ke ruangan rawat inap. Harry menulis kan makanan yang tidak boleh dimakan dan boleh di makan untuk Nissa kepada Bentley dan selama di ruangan itu Harry menemani Nissa sambil berbicara, mengingat masa SMA mereka di kelas yang sama. Bentley berusaha mencari makanan yang dituliskan oleh Dokter Harry.

"Jarak ada ketika tidak adanya kejujuran diantara dua orang"

1
Mei11
Jujur lebih baik
Mei11
Gila keren sih baca cerita ini
Mei11
Robet apa yg kau lakukan itu jahatttt
Mei11
Lanjut
Mei11
Panas panas membara
Pejuang Cinta 56
cih andhika, jauh jauh sana
Ying
mau dong punya suami kayak Ben
Neni kalem😎
rasa sakit andika tak sebanding dengan rasa sakit yg dirasakan Nissa
Pejuang Cinta 56
andhika sakit jiwa
Neng Robiatul Adawiyah
Gerah thor bacanya, lanjut.. ☺☺👍🏻👍🏻
Hanisah Nisa
lanjut
Mei11
Nissa cembokurr
Mei11
Maniss bngt sizzhh
Mei11
Menjijikan orng kyk gt
Mei11
Orang tua ny gilakk si
Mei11
Ini andika niat nggk sih balik sm nisa dan adel?
Mei11
Kenapa hrs ben sih
Mei11
Thor jngn di ambil hati pembaca emng gt semua wkwkwk
Mei11
Andika out
Mei11
Udh jngn sm andika lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!