NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24.Perjodohan yang tidak diinginkan.

Suasana di ruang makan seketika berubah menjadi kekacauan.

Cairan bening menyembur tepat ke arah wajah dan gaun indah yang sedang dikenakan Lea ria. Gadis itu menjerit kaget, matanya terpejam erat saat air dingin itu membasahi pakaian mewahnya yang berwarna putih bersih, membuatnya menjadi transparan dan kotor seketika.

"AAAAAAK!!" jerit Lea ria tinggi, suaranya memecah keheningan malam.

"Maaf! Maaf! Aku tidak sengaja!" Luna ria buru-buru mengambil serbet meja dan mencoba membantu mengelap, tapi tangannya langsung ditepis kasar.

PLAK!

"JANGAN SENTUH AKU! DASAR GADIS KASAR! TIDAK TAHU DIRI!"

Lea ria berdiri tegak dengan napas memburu, wajahnya memerah padam bukan karena malu, tapi karena amarah yang meledak-ledak. Air menetes dari ujung rambut dan dagunya, membuat penampilannya yang biasanya anggun kini terlihat berantakan dan menyedihkan.

"Kau sengaja kan?! Kau iri melihatku cantik dan anggun! Kau sengaja menyemprotkan air ke wajahku! Dasar gadis desa! Tidak punya sopan santun sedikitpun!" hardik Lea ria tanpa ampun.

'Gadis ini minta diajar apa?', batin Luna ria menahan emosinya.

"Aku bilang aku tidak sengaja, Lea ria. Ini semua gara-gara ibu. Aku tidak bermaksud melakukan hal ini padamu," jawab Luna ria tetap tenang, meski dadanya berdegup kencang bukan main karena shock.

"Berhenti berkelahi! Cukup!" Lord Valde mar membentak keras, memukul meja dengan telapak tangannya hingga piring-piring bergetar.

"Lea ria! Tenangkan dirimu! Pergi ganti baju! Dan kau Luna ria... minta maaf dengan benar!" tegur Lady Seraphina dengan wajah kesal campur bingung.

"Aku sudah minta maaf, Bu. Tapi dia yang tidak mau terima," jawab Luna ria santai sambil menyeka sisa air di sudut bibirnya.

"Dasar pembawa sial! Sejak kau pulang, rumah ini tidak pernah tenang!" umpat Lea ria sambil membuang napas kasar. Dengan langkah derap dan wajah penuh kebencian, ia berbalik dan berlari naik ke atas menuju kamarnya, diikuti oleh pelayan-pelayan yang panik membawakannya handuk.

Suasana kembali hening, namun tegang sekali.

Luna ria duduk kembali di kursinya, tapi selera makannya sudah hilang total. Pikirannya kini penuh dengan satu kalimat yang baru saja diucapkan ibunya tadi.

'Dialah yang akan menjadi suamimu nanti, Luna ria.'

Pria itu. Pria berdarah-darah, bermata merah, dan memiliki aura yang membuat bulu kuduknya meremang seketika. Pria yang tadi siang berjalan di depan pasukan itu.

Ka el drago mir.

Dan dia adalah calon suaminya?!

"Ayah,jadi... benar apa yang Ibu katakan tadi?" tanya Luna ria memecah keheningan. Suaranya terdengar datar, namun ada getaran ketidakpercayaan di dalamnya.

Lord Valde mar dan Lady Seraphina saling pandang, lalu menghela napas panjang seolah baru menyadari bahwa mereka belum pernah memberitahu hal ini secara resmi pada putri sulung mereka.

"Benar sayang," jawab Lord Valde mar dengan nada berat dan resmi. "Kerajaan telah mengeluarkan titah. Keluarga Star born diharuskan menyerahkan salah satu putri kami untuk dinikahkan dengan Putra Mahkota Ka el drago mir demi mempererat tali persaudaraan dan kekuatan sihir keluarga."

Luna ria menatap kedua orang tuanya lekat-lekat. "Kalau begitu... kenapa harus aku?" tanyanya langsung to the point. "Kan ada Lea ria. Dia putri kesayangan Ayah dan Ibu. Dia penyihir yang hebat, cantik, lemah lembut, dan sempurna. Pasti cocok jadi Ratu masa depan Avalon,Kenapa bukan dia yang menikah dengannya?"

Pertanyaan itu membuat Lord Valde mar dan Lady Seraphina terdiam sejenak, wajah mereka terlihat sedikit tidak enak hati.

"Itu..." Lady Seraphina mencoba bicara lembut. "Lea ria kan kondisinya kakinya sering sakit sayang. Kami khawatir dia tidak kuat menjalani tugas sebagai permaisuri yang berat. Lagipula... Pangeran Ka el sendiri yang secara tidak langsung menunjukkan ketertarikan padamu."

"Apa?!" Luna ria hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Dia tertarik padaku? Kapan? Bagaimana? Kita bahkan belum pernah bicara!"

"Tapi pangeran tidak menolak jika itu kamu!" potong Lady Seraphina bersemangat namun salah paham. "Bukankah kamu sudah melihat pangeran Ka el saat berangkat ke utara Avalon?,kabar yang aku dengar pangeran itu tersenyum pada seorang gadis di pinggir jalan dan ciri-ciri nya gadis itu mirip kamu!"

Luna ria hampir tertawa mendengar alasan konyol itu.

Tersenyum? Itu bukan senyum ramah tamah Bu! Itu senyum predator yang melihat mangsanya! batin Luna ria meledak.

"Tidak. Aku tidak mau," ucap Luna ria tegas, memotong pembicaraan ibunya.

Wajah Lord Valde mar berubah tegas. "Apa yang kau bilang, Luna ria? Ini bukan soal mau atau tidak mau. Ini adalah perintah kerajaan. Ini adalah kehormatan besar!"

"Kehormatan bagi siapa? Bagi keluarga Star born?" Luna ria mendongak, matanya memancarkan ketegasan yang jarang dimiliki seorang gadis seusianya. "Bagi kalian, ini hanyalah alat politik. Kalian tidak mau 'permata' kalian yaitu Lea ria dinikahkan dengan pria yang dikenal sadis, berbahaya, dan yang paling parah... duda yang sudah tiga kali kehilangan istri secara misterius!"

Luna ria menarik napas panjang, suaranya rendah namun menusuk.

"Kalian pikir aku tidak tahu kabar itu? Semua orang di Avalon tahu. Istri pertamanya meninggal terbakar, yang kedua tenggelam, yang ketiga jatuh dari jendela. Semua kematiannya aneh dan mengerikan. Kalian takut kalau Lea ria yang menikah dengannya, dia akan celaka. Jadi kalian menawarkan aku, 'barang bekas' atau 'anak cacat' ini sebagai pengganti, kan?"

"JANGAN BICARA SEMBARANGAN Luna ria!" bentak Lord Valde mar, wajahnya memerah karena terpojok. "Kau ini putri kami! Bagaimana bisa kau bicara seperti itu tentang nasibmu sendiri?"

"Karena aku juga manusia, Ayah! Aku punya hati dan pikiran!" balas Luna ria tidak kalah keras. "Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku cintai, apalagi orang yang membuatku merasa takut dan tidak nyaman hanya dengan melihat matanya! Cari saja wanita lain! Atau suruh saja Lea ria! Dia yang memuji-muji Pangeran itu tadi! Katanya hebat kan? Biarkan dia yang menikah dengan 'pahlawan' itu!"

"Lea ria tidak bisa! Dia terlalu lemah!" sahut Lady Seraphina cepat, tanpa sadar membongkar niat asli mereka.

Luna ria tersenyum miring, senyum yang penuh dengan kepahitan dan ejekan.

Jadi begini ya. Rasanya diperlakukan tidak adil, baru dirinya menginjakkan kakinya di keluarga Star born. Mereka seperti sudah melimpahkan kasih sayang pada dirinya.

"Maaf, Ayah, Ibu," Luna ria berdiri dari kursinya, menarik napas panjang dan menegakkan tubuhnya tegap. "Pernikahan itu tidak akan terjadi. Aku menolaknya. Tegas. Lebih baik aku kembali ke villa terpencil itu daripada aku disini untuk menjadi alat kalian."

"Kau...!" Lord Valde mar terpojok, amarahnya memuncak tapi ia tidak bisa berbuat banyak karena Luna ria berkata benar dan berani.

"Aku naik ke kamar dulu. Selamat malam."

Tanpa menunggu jawaban, Luna ria berbalik dan berjalan meninggalkan ruang makan dengan langkah tegap, meninggalkan kedua orang tuanya yang terpana dan geram melihat ketegasan putri mereka yang selama ini mereka anggap lemah.

Sesampainya di kamar, Luna ria langsung membanting pintu dengan keras.

DUG!!

Suara itu mengejutkan Ivy yang sedang merapikan belanjaan perhiasan di atas meja rias.

"Nona?! Kenapa ini? Kenapa wajahnya muram sekali? Kenapa juga baju Nona basah-basah?" tanya Ivy panik melihat keadaan tuannya.

Luna ria tidak menjawab. Ia berjalan gontai menuju sofa empuk di dekat jendela, lalu menjatuhkan tubuhnya di sana dengan kasar. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, napasnya masih memburu karena emosi yang belum reda.

"Nona...?" Ivy mendekat pelan, menyodorkan segelas air hangat.

Luna ria mengambil gelas itu dan menegaknya habis untuk menenangkan diri.

"Aku dapat masalah besar, Ivy," ucap Luna ria pelan, suaranya terdengar lelah.

"Masalah apa Nona?apa karena kita menghabiskan uang mereka?"

"Bukan cuma itu..." Luna ria menurunkan tangannya, menatap asisten setianya dengan mata yang berbinar aneh. "Kita berbicara soal pria yang tadi siang kita lihat. Pangeran Ka el itu."

"Oh? Dia kenapa Nona?"

"Dia... calon suamiku."

GLEK!

Ivy sampai tersedak ludahnya sendiri. Matanya membelalak lebar seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Hah?! Su... suami?! Pangeran Kematian itu?! Calon suami Nona?!" seru Ivy tidak bisa menahan volume suaranya. "Tapi kan Nona bilang dia menyeramkan?! Nona bilang rasanya kayak ketemu hantu gentayangan?!"

"Itulah masalahnya!" Luna ria mengacak-acak rambutnya sendiri frustrasi. "Orang tuaku gila! Mereka tahu betapa berbahayanya pria itu, mereka tahu istrinya semua meninggal secara tragis, tapi mereka malah mendorongku ke mulut harimau itu! Mereka takut Lea ria kenapa-napa, jadi aku yang di korbankan!"

"Dasar munafik! Dasar egois!" umpat Ivy ikut emosi membela tuannya. "Memangnya Nona mau? Nona mau dinikahin sama orang kayak gitu? Orang yang matanya aja bikin jantung copot itu?"

Luna ria menghela napas panjang, menatap keluar jendela ke arah langit malam yang gelap.

"Aku sudah tolak, Ivy. Tegas sekali di depan mereka. Aku bilang aku tidak mau. Aku lebih baik kembali ke villa atau jadi apa saja daripada hidup dengan pria yang bahkan aku tidak tahu apa yang dia pikirkan."

"Tapi... kalau keluarga Star born memaksa bagaimana Nona? Itu kan perintah kerajaan juga," tanya Ivy cemas.

Luna ria tersenyum tipis, senyum yang penuh misteri dan keyakinan.

"Mereka bisa memaksakan tubuhku ke pelaminan, Ivy. Tapi mereka tidak akan pernah bisa memaksakan hatiku atau pikiranku. Kalau sampai dipaksa... aku punya cara sendiri untuk membuat Pangeran Ka el itu yang akan menolakku dengan sendirinya."

Mata Luna ria berkilat tajam.

"Aku akan buat dia muak. Aku akan buat dia malu. Aku akan tunjukkan sisi 'buruk'-ku sampai dia sendiri yang minta putus atau mengusirku pergi. Selama aku tidak mencintainya, dan selama aku tidak ingin di sana, tidak ada yang bisa menahan aku."

Ivy mengangguk paham. "Baik Nona. Apapun rencana Nona, Ivy akan ikut. Kita hadapi bersama. Lagipula... Nona kan bukan gadis biasa. Si Pangeran itu juga belum tahu siapa sebenarnya Nona Luna ria Star born yang asli."

Jika Luna ria tidak bisa menghindar maka, dirinya hanya bisa membuat pangeran Ka el menolaknya.

1
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!