NovelToon NovelToon
Suamiku,Suami Sahabatku

Suamiku,Suami Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nirna Juanda

Kanaya dan Amira dua sahabat yang tak terpisahkan sejak kecil.
Tak ada rahasia di antara mereka… hingga cinta datang dengan cara yang salah.
Kanaya dipaksa menikah dengan pria pilihan keluarga, Fatan Adrian Mahendra—pernikahan tanpa cinta yang terasa seperti hukuman.
Sementara Amira hidup dalam kebahagiaan, menikahi pria yang ia cintai sepenuh hati—Adrian.
Namun takdir menyimpan rahasia yang kejam.
Pria yang mereka cintai…
adalah orang yang sama.
Satu pria. Dua nama. Dua pernikahan.
Dan satu pengkhianatan yang menghancurkan segalanya.
Saat kebenaran terungkap,
siapa yang akan bertahan?
Dan siapa yang harus merelakan… cinta yang sejak awal tak pernah utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirna Juanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang Terlambat

Amira berdiri mematung di tengah ruangan itu, tangannya masih gemetar setelah mendengar semuanya. Saat tadi mendengar percakapan Kanaya dan Adrian yang ternyata namanya adalah Fatan ,suami Rindu,Dunia yang selama ini ia percaya runtuh begitu saja bukan perlahan, tapi hancur dalam satu tarikan napas.

“Jadi… selama ini…” suaranya nyaris tak terdengar, “kamu suami Kanaya,suami sahabatku?”

Di depannya, Fatan atau Adrian, seperti yang ia kenal terdiam sejenak. Tidak ada lagi alasan untuk berbohong. Semua sudah terbuka.

“Iya,” jawabnya akhirnya.

Satu kata itu cukup untuk menghancurkan segalanya.

Amira tertawa kecil, tapi suaranya terdengar patah. “Luar biasa… benar-benar luar biasa.” Ia menggeleng, matanya mulai memerah. “Aku bahkan tidak tahu harus marah atau merasa bodoh.”

“Amira, dengarkan aku,,,”

“Jangan!” potong Amira cepat. Ia mundur satu langkah, seolah keberadaan Fatan terlalu menyakitkan untuk didekati. “Jangan panggil aku seperti itu seolah semuanya masih sama!”

Fatan menghela napas, mencoba menenangkan situasi yang jelas sudah tak bisa dikendalikan.

“Aku memang belum bercerai waktu itu,” katanya, suaranya lebih pelan, mencoba terdengar masuk akal. “Tapi aku sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi untuk Kanaya,dan kami sedang melakukan sidang proses perceraian.”

Amira menatapnya tajam. “Dia sahabatku,begitu mudahnya kamu mengatakan perceraian.”

Kalimat itu kembali menjadi pisau yang menusuk.

“Aku tahu,” jawab Fatan cepat. “Dan justru itu yang membuat semuanya rumit. Tapi perasaanku padamu itu nyata, Amira. Aku mencintaimu.”

Amira tertawa lagi, kali ini lebih keras lebih pahit.

“Mencintai?” ulangnya. “Kamu menyebut ini cinta?”

Ia menunjuk ke arah Fatan dengan tangan gemetar.

“Kamu membohongiku. Kamu membohongi Kanaya. Kamu menjalani dua kehidupan sekaligus… dan kamu masih berani bicara soal cinta?”

Fatan mendekat satu langkah. “Tidak ada yang salah dengan cinta.”

Amira langsung menggeleng keras. “Salah. Ini salah.”

“Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu!” suara Fatan mulai meninggi. “Aku tidak bisa memilih perasaan aku sendiri!”

“Tidak bisa memilih?” Amira menatapnya tak percaya. “Tapi kamu bisa memilih untuk jujur, kan? Kamu bisa memilih untuk tidak menyakiti aku dan Kanaya sekaligus!”

Fatan terdiam sesaat, tapi kemudian kembali mencoba membela diri.

“Kanaya itu hanya formalitas,” katanya. “Pernikahan itu sudah lama kosong. Aku hanya menjalani kewajiban.”

Amira menutup matanya sejenak, seolah mencoba menahan sesuatu yang hampir meledak.

“Jangan… rendahkan dia seperti itu,” ucapnya pelan, tapi penuh tekanan. “Dia bukan formalitas. Dia manusia. Dia sahabatku.dia memiliki perasaan”

Fatan menghela napas frustrasi. “Aku tidak mencintainya.”

“Lalu kenapa kamu menikahinya?,dia wanita baik tega sekali kamu menyakitinya” balas Amira cepat.

Fatan terdiam lagi.

Jawaban yang tak pernah ia pikirkan sekarang menjadi jebakan.

Amira tersenyum getir. “Lihat? Bahkan kamu sendiri tidak punya jawaban yang jujur.”

Sunyi menyelimuti mereka beberapa detik.

 “Amira aku dan Kanaya sudah berpisah ,aku mencintaimu Dan sekarang tidak ada lagi yang menghalangi kita.”

Amira menatapnya lama. Lama sekali, sampai Fatan mulai merasa tidak nyaman.

“Jadi kamu pikir… setelah semua ini, aku akan tetap tinggal?” tanyanya akhirnya.

Fatan langsung mendekat, panik mulai terlihat jelas di wajahnya.

“Amira, tolong… jangan pergi,” katanya cepat. “Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu.”

Amira menggeleng pelan, air matanya akhirnya jatuh.

“Lucu,” bisiknya.

“Apa?”

“Aku juga pernah berpikir begitu,” katanya. “Aku pernah mempercayai mu dan bahkan kamu adalah orang yang tidak bisa aku tinggalkan.”

Ia menatap Fatan dengan mata penuh luka.

“Tapi ternyata… aku tidak benar-benar mengenal kamu.”

Fatan meraih tangannya, tapi Amira segera menariknya.

“Jangan sentuh aku.”

Suasana kembali menegang.

“Aku sudah kehilangan sahabatku karena ini,” lanjut Amira, suaranya mulai bergetar. “Kamu tahu itu?”

Fatan terdiam.

“Kanaya pergi… dan sekarang aku tahu kenapa,” katanya. “Dia tidak pernah menyalahkanku. Tidak pernah mengatakan apa-apa.”

Air mata Amira jatuh semakin deras.

“Dia memilih diam… sementara aku…” suaranya pecah, “aku hidup bahagia di atas luka dia.”

“Amira”

“Aku jijik sama diri aku sendiri,karena menikah dengan pembohong seperti mu,” potongnya.

Fatan menggeleng. “Ini bukan salahmu.”

“Berhenti!” Amira berteriak. “Jangan sekali-kali bilang itu bukan salahku! Aku mungkin tidak tahu, tapi aku tetap bagian dari ini!”

Ia menarik napas dalam, mencoba mengendalikan emosinya.

“Dan kamu…” Amira menatap Fatan dengan dingin, “kamu tahu segalanya. Tapi kamu tetap memilih untuk melanjutkan.”

Fatan mendekat lagi, kali ini lebih hati-hati.

“Aku mencintaimu Amira,tolong jangan meninggalkan aku,aku sudah banyak kehilangan tapi aku mohon aku tidak bisa hidup tanpamu,” katanya pelan.

Kalimat itu membuat Amira terdiam sesaat.

Namun detik berikutnya, ia menggeleng.

“Kalau ini yang kamu sebut cinta… aku tidak mau.”

Fatan terlihat panik. “Amira, kita bisa mulai lagi. Tanpa kebohongan. Aku janji,,”

“Tidak,” jawab Amira tegas.

Satu kata itu terdengar seperti pintu yang benar-benar tertutup.

“Aku tidak bisa membangun sesuatu dari kehancuran orang lain,” lanjutnya. “Apalagi orang itu… sahabatku sendiri.hubungan ini dimulai dari sebuah kebohongan,aku yakin segalanya tidak akan baik”

Fatan menatapnya, putus asa. “Aku tidak bisa hidup tanpa kamu.tolong”ucapnya lagi

Amira tersenyum tipis, tapi kali ini bukan getir melainkan lelah.

“Kamu bisa,” katanya pelan. “Kamu hanya tidak mau.”

Ia melangkah mundur, menciptakan jarak yang tak lagi bisa dijangkau.

“Dan aku… tidak akan jadi alasan kamu terus menyakiti orang lain.”

Fatan membeku di tempatnya.

“Ini selesai,” kata Amira.

Dua kata sederhana, tapi menghentikan segalanya.

Amira berbalik.

Setiap langkahnya terasa berat, tapi kali ini ia tidak berhenti.

“Amira… tolong…” suara Fatan terdengar lemah di belakangnya.

Namun Amira tidak menoleh.

Karena untuk pertama kalinya, ia memilih sesuatu yang benar meskipun itu berarti kehilangan semuanya sekaligus.

Dan di saat yang sama, di tempat lain, ada satu hal yang mulai perlahan berubah

Bukan cinta.

Tapi penyesalan.

1
Asih
akhirnya saya puas liat kesombongan srorang lelaki terpuruk
Nirna: Kadang kesombongan memang perlu dijatuhkan dulu supaya seseorang sadar 😊 Terima kasih kak sudah mengikuti ceritanya sampai ikut puas dengan alurnya 🤗❤️
total 1 replies
Asih
lanjutt
Nirna: Terima kasih banyak sudah membaca 😊 Lanjutannya segera aku update ya kak
total 1 replies
Kereng Pangi
bahasanya kbnyak retorika
Nirna: Terima kasih atas masukannya 🙏. Ke depannya akan saya perbaiki supaya bahasanya lebih nyaman dibaca.
total 1 replies
Asih
lanjut semakin seruuu
Nirna: Terima kasih banyak 🙏 Senang banget kakak menikmati ceritanya. Ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Asih
padahal kalau mau bicara dari hati ke hati dn terus terang.sama kanaya
Nirna: Iya benar juga 😊 Terima kasih sudah ikut memberikan sudut pandang. Nanti akan ada perkembangan cerita yang lebih dalam lagi, ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Asih
lanjut dong
Nirna: Siap 😊 Terima kasih sudah menunggu. , jangan bosan mengikuti ceritanya ya 🙏
total 1 replies
rina saragih
waw waw... fatan kapok kamuuu
Nirna: Hehe, iya nih kak 😄 Fatan lagi diuji banget kesabarannya. Kira-kira dia bakal kuat sampai kapan ya? Terima kasih sudah baca dan dukung ceritanya 💖
total 1 replies
rina saragih
kenapa susah sekali menicintai yg halal?
hati memang penuh misteri
Nirna: MasyaAllah, terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Semoga ceritanya bisa menyentuh dan menemani 😊Terima kasih banyak sudah membaca dan berbagi pendapat 😊 Memang hati itu penuh misteri, semoga cerita ini bisa sedikit menggambarkan perasaan itu ya🙏
total 1 replies
rina saragih
fatan oh adrian
Nirna: Nah loh, mulai ketahuan ya benang merahnya 😄 Stay tune terus ya kakak🙏
total 1 replies
rina saragih
awal yang bagus
aku berharap akan seru seterusnya
Nirna: Terima kasih banyak 😊 Senang sekali kakak suka di awalnya, semoga bab selanjutnya bisa lebih seru lagi ya
total 1 replies
Angel 💖
karya yang bagus
. tapi kenapa sepi ya?
Nirna: terimakasih banyak kakak sudah berkomentar,iya nih masih sepi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!