NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Dan Kekuasaan

Sistem Kekayaan Dan Kekuasaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Scorpion's

Note: alur nya gak terlalu cepat, jadi buat yg enjoy ama alur yang meningkat sedikit demi sedikit aja ya guys

Hidup sebatang kara semenjak ia duduk di bangku sekolah menengah membuat Alvaro mau tak mau harus bisa terbiasa dengan yang namanya usaha dan kerja keras walaupun sering mengalami kegagalan.

karena ia tahu jika ia menyerah untuk berjuang maka itu berarti mengucapkan selamat tinggal bagi masa depannya dan berakhir hidup di bawah bayang bayang jembatan.

satu hal yang menjadi alasan mengapa dia tetap tak menyerah adalah karena ucapan almarhum ibunya ketika di ujung maut dahulu bahwa dirinya harus tetap berusaha dan tidak menyerah.

namun entah takdir mempermainkan dirinya atau apa, ia harus mengalami kejadian tragis ketika dalam perjalanan pulang selepas kerja..

bagaimana kelanjutan nya?, tetap ikuti cerita nya tak lain dan tak bukan hanya di novel saya "Sistem Kekayaan dan Kekuasaan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scorpion's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Rapat

...---Ruang Rapat Victory Group---...

"Jadi bagaimana jalan keluar dari masalah ini?" tanya seorang pria paruh baya memecah keheningan ruangan yang terasa tegang.

Di ruangan itu, beberapa orang sedang berdiskusi dengan wajah serius. Di antara mereka, ada satu pria paruh baya lain yang hanya menunduk lesu, bahunya melengkung seperti membawa beban berat.

"Sudah, tak perlu banyak bicara lagi. Lebih baik kita fokus ke proyek Real Estate yang lebih menjanjikan saja," seru seorang pria dengan nada yakin. Beberapa orang langsung mengangguk setuju.

"Krieeettt"

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka keras. Semua orang menoleh. Di sana berdiri seorang pria paruh baya mengenakan setelan jas abu-abu yang rapi dan elegan.

 Wajahnya santai, tapi aura wibawanya langsung terasa memenuhi seluruh ruangan. Dia adalah Lucas Atmaja, CEO Victory Group.

Di belakangnya, Alvaro mengikuti dengan langkah santai sambil mengamati situasi.

"Akhirnya kau datang juga," celetuk seorang pria sebaya Lucas dengan nada sinis.

Lucas mendengar itu tampak sedikit kesal, tapi ia tetap tenang dan tidak langsung menjawab. Ia berjalan menuju kursi utama dan duduk dengan perlahan.

"Cuih! Memang seharusnya Ayah tidak memberikan perusahaan ini kepadamu. Lihat sendiri, perusahaan ini semakin bangkrut di bawah pimpinanmu!" tambah pria itu lagi sambil mendengus dan menatap Lucas penuh kebencian, seolah melihat musuh besarnya.

Lucas menatap pria itu dengan dingin. "Satu pertanyaan buatmu, Paman. Apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah Kakek sudah memberikan perusahaan sendiri untukmu?"

Alvaro yang berdiri di belakang Lucas merasakan dinginnya suasana. *Ini aura seorang veteran perusahaan ya? Sungguh mengintimidasi sekali,* pikirnya sambil sedikit merinding.

"Apa maksudmu, hah?!" bentak pria itu marah, wajahnya mulai memerah. "Kalau bukan karena aku, perusahaan ini sudah lama bangkrut, tahu!"

Lucas mengernyitkan dahinya. "Kamu pikir aku tidak tahu niatmu yang sebenarnya?"

Pria yang dipanggil Damian itu semakin geram. Ia menggebrak meja keras hingga gelas-gelas bergetar, lalu bangkit berdiri dengan kasar. "Ingat satu hal, Lucas! Aku, Damian, tidak akan pernah membantumu lagi! Bahkan kalau kau berlutut di depanku sekalipun!"

Damian berjalan keluar dengan langkah berat dan membanting pintu ruangan keras sekali, membuat seluruh ruangan seolah ikut berguncang.

Setelah suasana agak reda, seorang pria bertubuh agak gendut bersuara lagi, "Pak CEO, kita tidak bisa terus begini."

Lucas menoleh ke arahnya. "Maksudmu apa, Marco?"

"Menurut saya, satu-satunya cara agar perusahaan bisa berkembang adalah dengan mengalihkan sebagian sumber daya ke proyek Real Estate yang saya kelola," jawab Marco dengan santai, tapi ada nada puas di suaranya.

"Tapi, Pak..." ucap seorang pria lain dengan suara gugup.

"Apa lagi?" potong Marco kesal.

Lucas mengangkat tangan, memberi tanda agar Marco diam. "Lanjutkan, Andrian."

Andrian menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara. Wajahnya terlihat lelah tapi masih penuh harapan. "Riset yang saya lakukan sudah sampai tahap akhir, Pak. Saya hanya butuh sedikit dana tambahan untuk menyelesaikan dan mematenkannya. Kalau dana dialihkan sekarang, anak perusahaan saya akan berhenti berfungsi."

"Lalu kalau riset itu gagal? Perusahaan lagi-lagi harus rugi miliaran?" sela Marco dengan nada sengit.

Lucas diam sejenak, tampak sedang mempertimbangkan dengan serius. Ia sebenarnya masih mempertahankan anak perusahaan Andrian karena melihat tekadnya selama ini. Tapi sebagai pemimpin, ia harus adil.

Melihat Lucas bimbang, Marco tersenyum licik. Ia menyodorkan beberapa lembar kertas ke depan. "Silakan lihat laporan riset yang dibangga-banggakan itu, Pak."

Andrian terkejut berat. "Maksud Anda apa? Bagaimana Bapak bisa mendapatkan laporan riset saya?"

Marco tersenyum mengejek. "Dari salah satu peneliti di timmu. Tujuanku cuma memantau, apa itu salah?"

"Tentu saja salah!" Andrian marah, suaranya meninggi. "Riset itu rahasia perusahaan. Hanya saya dan Pak CEO yang boleh tahu. Lagipula, apa hubungannya dengan Bapak yang mengurus Real Estate?"

"Cukup!" tegas Lucas.

Ia menatap Andrian dengan tatapan kecewa yang dalam. "Andrian, aku cukup kecewa denganmu."

Kemudian Lucas menyebut satu per satu masalah yang terjadi. "Kegagalan prototype berulang kali, baterai yang malfungsi sampai terbakar, profit turun minus 20%, kecelakaan kerja, dan kepercayaan masyarakat yang menurun drastis. Semua ini sudah terlalu jauh."

"Bahkan sudah memengaruhi harga saham perusahaan. Sepertinya memang tak ada jalan lain selain melepas perusahaan mu." tambah Lucas dengan tegas.

Andrian membeku di tempat. Semua perjuangan bertahun-tahun terasa seperti sia-sia saja. Ia merasa seperti menuang air ke bak yang bocor.

"Sebentar, Pak. Saya izin memotong," ucap tiba-tiba Alvaro.

Semua orang langsung menoleh ke arah pemuda itu dengan tatapan bingung dan heran.

"Siapa pemuda ini?" tanya seorang wanita yang duduk tidak jauh dari Marco.

"Kenapa ada anak muda di sini? Lebih baik keluar saja, jangan ganggu pembicaraan orang dewasa," kata Marco ketus.

Lucas menjawab tenang, "Dia memiliki saham di perusahaan ini, jadi dia berhak bicara."

"Apa? Pemuda ini?" Marco heran.

Alvaro menjawab dengan polos, "Benar. Saya punya 14% saham. Apakah itu masih kurang untuk saya angkat bicara?"

Beberapa orang langsung berbisik kaget di antara mereka. "14%? Itu sudah bernilai miliaran rupiah..." "Mungkin dia anak konglomerat yang baru belajar bisnis."

"Pak Andrian, bisakah Anda jelaskan riset apa yang sedang Anda lakukan?" tanya Alvaro pada Andrian.

Andrian ragu sejenak, tapi setelah melihat anggukan dari Lucas, ia pun menjelaskan. "Sebenarnya kami sedang melakukan riset tentang penggunaan Litium pada baterai. Kami masih mencari cara agar kekurangan litium ini bisa dikurangi sebanyak mungkin, mengingat kelebihannya yang sebenarnya sangat besar."

Mendengar itu Alvaro tampak tertarik. "Litium? Bukannya itu sempat ramai karena bahannya yang terlalu reaktif ya?"

"Sepertinya Anda tahu sesuatu," ucap Andrian agak terkejut. "Memang benar, tapi itu juga berarti daya tampung energinya jauh lebih besar dibandingkan Nikel. Baterai bisa lebih tipis, lebih ringan, dan daya tahannya lebih lama. Ini bisa mengatasi masalah baterai zaman sekarang yang tebal dan berat."

Alvaro mengangguk-angguk mendengarkan.

"Tapi risikonya juga terlalu besar jika diteruskan," potong Lucas tegas. "Apalagi ada laporan kecelakaan kerja."

"Betul," tambah Marco. "Nyawa peneliti juga dipertaruhkan. Kita tidak bisa main api terus."

Andrian semakin pucat. Ia tahu betul seberapa besar risiko yang sudah ditanggung perusahaan selama ini. Ia hanya bertahan karena tekadnya sendiri dan kepercayaan dari timnya.

"Sepertinya keputusan lebih condong ke pelepasan perusahaan Anda, Andrian," ucap Lucas.

Andrian tak tahu harus berkata apa lagi. Ia hanya bisa diam, hatinya terasa hampa.

...Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω...

1
Kam1la
kasarnya, sih Rudi
Kam1la
sabar ya, Alvaro...
Kam1la
almarhum, jatuh cinta nih...🤭
Kam1la: Alvaro.....maksudnya. maaf salah ketik
total 1 replies
Kam1la
keren....
aku mampir kak, ikut meramaikan.
mampir juga ya, mafia jatuh Cinta pada Gadis Desa.....
yuk, saling dukung....💪💪
Mona
👍👍👍👍
Scorpion's Caesar
tiba tiba teleport ke bab 15 ya 🤣🤣
♕⃟ᶜᶻⱽ🦋⃞⃟𝓬🧸ѕ⍣⃝✰Ɱιƚα⚖ᴮꜰ
semangat up nya
♕⃟ᶜᶻⱽ🦋⃞⃟𝓬🧸ѕ⍣⃝✰Ɱιƚα⚖ᴮꜰ
lanjuttt
♕⃟ᶜᶻⱽ🦋⃞⃟𝓬🧸ѕ⍣⃝✰Ɱιƚα⚖ᴮꜰ
lanjut
mary dice
bikin penasaran aja lanjut ya thor😉
Scorpion's Caesar: siap makasih kak dukungan nya
total 1 replies
Nenk putry
aneh tapi nyata ceritanya bikin males baca aja 😁😁
Scorpion's Caesar: hehe boleh saran atau kritik nya kak ya, aku masih belajar juga
total 1 replies
Jesa Cristian
bang ganteng terima kasih untuk saran untuk Novel ku
Scorpion's Caesar: iya sama sama saling support aj.
dan saya juga menerima kritik dan saran yang membangun kok
total 1 replies
Scorpion Monarch
di bab selanjutnya aku kasih pict motor sport Alvaro yak
Scorpion's Caesar
iya habis ini, aq update nya emang malem. minimal 1 bab per hari kok tenang hehe
Radit Panestu
woy Thor kapan update nya
Scorpion Monarch
..
Scorpion's Caesar
yok yok ramaikan guys
Gege
Thor..kalo system berbicara kasih dalam tanda [ xxxxx ] gitu thor
Scorpion's Caesar: makasih saran nya, tapi tanda [.] itu aku pake untuk yang lain yaa.
tapi makasih udah support saya💪💪
total 1 replies
Scorpion Monarch
maaf ya author cuman update waktu malam soalnya kalau pagi atau siang antara sibuk ataupun jujur aja MAGER wkwk
Yuuki Hakari
mampir thor
Scorpion's Caesar: siap makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!