menceritakan tentang kekaisaran yang berjaya serta sangat gila kuasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekacauan
seorang utusan datang lalu memasuki istana kekaisaran barvatia, dia memberikan hormat kepada yaboath orang tersebut adalah pengirim pesan dari para pasukan barvatia, mereka meminta bantuan karena rakyat nordonia memberontak, yaboath yang mendengar hal tersebut dia merasa marah, sang kaisar segera memerintahkan para pasukannya untuk segera mendatangkan pasukan dalam jumlah besar serta mengumumkan kepada masyarakat barvatia bahwa mereka di panggil untuk mengikuti perang, di jalan para pasukan barvatia sedang melakukan parade untuk menuju pelabuhan, masyarakat barvatia segera mengambil senjata api milik mereka untuk segera ikut dalam pembersihan masal ini, masyarakat barvatia mulai di bagikan senjata mereka mulai ikut berbaris untuk perang.
Sesampainya di pelabuhan terjadi kerusuhan karena masyarakat dan pasukan yang terlalu banyak sehingga berdesakan, para komandan tempur serta para bangsawan segera memerintahkan para pasukan dan masyarakat untuk tertib, mereka di minta untuk teratur memasuki kapal satu persatu, para pasukan barvatia mulai di berangkatkan satu persatu dalam barisan mereka, masyarakat juga ikut dalam rombongan rombongan para prajurit, mereka yang tidak dapat kapal terpaksa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal dagang para saudagar di pelabuhan, mereka semua berkonvoi beramai ramai para raksasa lainnya juga mulai memasuki lautan ikut dalam perjalanan dengan cara berenang, para pasukan besar tersebut melewati lautan yang tenang dan luas akan tetapi tiba tiba muncul badai di sertai angin petir juga menyambar, beberapa kapal tersambar petir hingga tiang tiang mereka hancur secara tidak sengaja menabrak kapal lainnya, kru di dalamnya terbakar mulai dari para pasukan dan masyarakat barvatia para raksasa di bawah air pun menolong mereka yang hanyut akibat melompat, mereka segera menaiki punggung para raksasa akan tetapi ada ombak yang menghantam hingga konvoi mereka beberapa tenggelam, beberapa raksasa nekat menahan kapal perang besar agar tidak terbalik, Sambaran petir mengenai raksasa tersebut hingga dirinya tumbang dan tenggelam.
Di tempat lain para pasukan nordonia berhasil melarikan diri dan melawan mereka segera merebut persenjataan para pasukan barvatia lalu mereka melarikan diri agar diri mereka selamat dari serangan, mereka melarikan diri kedalam hutan, para pasukan nordonia dan masyarakat segera bersatu mereka bersembunyi di hutan, di tempat lain para pasukan barvatia semakin terpojok mereka di ledakan dengan dinamit di dalam penjara hingga terjadi ledakan beruntun para pasukan barvatia tewas dan terluka, mereka hancur secara mental persediaan mereka juga di curi dan persenjataan mereka di rampas, masyarakat juga membakar roti roti buatan kaisar yaboath, masyarakat yang sudah memakan roti roti tersebut kemudian mereka nekat melawan saudara sebangsa mereka hingga mereka mati karena kalah jumlah, warga nordonia yang tunduk pada penjajah barvatia mereka segera di habisi hingga tewas beberapa dari mereka juga di bakar hidup hidup dengan tangan terikat pada tiang,
para pasukan barvatia mereka mulai di habisi di tembaki para raksasa mengamuk dan mengaum mereka mulai menyerang nordonia merobohkan semua bangunan dan mulai melempari warga nordonia dengan puing puing, para warga nordonia mulai di makan hidup hidup, masyarakat mulai menembaki para raksasa dengan meriam hingga para raksasa terbakar hidup hidup mereka mulai membunuh para raksasa dengan kejam, para raksasa yang pingsan mulut mereka diisi oleh dinamit dan diisi bahan peledak lalu di bakar hingga terjadi ledakan besar sampai kepala raksasa tersebut terputus.
Para raksasa semakin mengamuk ketika melihat jasad teman mereka tanpa kepala hingga akhirnya mereka segera mencari para pelakunya para raksasa mulai melempari barang kesana dan kemari mereka juga nekat menerobos semuanya dan segera meruntuhkan kastil kastil milik para bangsawan, masyarakat semakin membabi buta mereka menembaki para raksasa dengan meriam hingga para raksasa terluka para raksasa semakin mengamuk dengan serangan dari para manusia tersebut hingga akhirnya para raksasa menerobos dan menghancurkan meriam milik manusia, meriam meriam tersebut di temukan dengan tangan raksasa setinggi 60 meter mereka juga melemparkannya ke arah para pemberontak hingga mereka hancur berceceran darah masyarakat mulai kembali berlari berhamburan, kastil kastil tempat rakyat nordonia berlindung mulai di robohkan lalu di hancurkan oleh para raksasa hingga tak bersisa mereka menghancurkan semuanya, masyarakat yang terlibat mulai di temukan dengan tangan dan di makan hidup hidup, para raksasa melemparkan tumpukan bola bola daging masyarakat nordonia, kepada para masyarakat lainnya yang tetap nekat melawan, mereka yang di serang dengan hal tersebut merasa ketakutan hingga melarikan diri, masyarakat nordonia hancur mentalnya akibat ulah para raksasa mereka mulai melarikan diri bersama para masyarakat lainnya mereka ketakutan.
Di dalam hutan masyarakat nordonia melarikan diri masuk kedalam goa mereka berkumpul bersama para penyintas lainnya mereka tidak berani melawan, di dalam hutan masyarakat memiliki harapan karena mereka juga bertemu dengan para pasukan nordonia yang berhasil melarikan diri para pasukan nordonia segera memerintahkan para masyarakat untuk bersembunyi dan beristirahat sampai kondisi aman mereda para pasukan serta masyarakat mereka merawat orang orang yang terluka akibat pertempuran mereka juga bermalam di hutan sambil meratapi kesedihan akibat hancurnya negara mereka, masyarakat nordonia yang kehilangan keluarga dan harta mereka menangis karena kekejaman tersebut beberapa masyarakat juga protes kenapa prajurit kekaisaran tidak bisa melindungi mereka dari semua ancaman ancaman yang ada serta mulai memukuli para pasukan nordonia tersebut.
terjadi keributan hingga harus saling dipisahkan mereka mulai meminta maaf satu sama lain karena tidak ada gunanya saling bertengkar seperti itu, masyarakat mulai bergotong royong membantu satu sama lain mengobati yang terluka serta saling menjaga, mereka saling berjaga selama semalaman hingga lokasi aman dari serbuan para pasukan barvatia, keesokan harinya di pagi hari beberapa orang pergi berburu dan beberapa mengecek kondisi sekitar masih aman atau tidak, beberapa masyarakat yang berani mulai keluar dari hutan mereka melihat kondisi di desa desa terdekat mereka ketakutan dengan kehancuran desa desa tersebut karena sudah hancur serta tulang tulang mereka yang di pajang di sekitarnya, orang orang yang bertugas mengecek kondisi mereka segera kembali lagi kehutan untuk memberi tahu semuanya, masyarakat yang mendengar hal tersebut mereka merasa ketakutan karena hal itu para masyarakat beberapa ada yang nekat keluar hutan untuk menyerahkan diri karena mereka sudah merasa lelah dan tak punya apa apa lagi, para pasukan nordonia berusaha menahan mereka akan tetapi hal itu sia sia para masyarakat yang sudah kelelahan ini tidak mau berjuang lagi mereka memilih menyerah.
para pasukan nordonia segera menembaki orang orang yang nekat menyerah karena takut lokasi mereka akan di bocorkan, mereka takut para penjajah akan menyerang dengan jumlah besar besaran.