NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Saraf menutup matanya merasakan semilir angin yang menerpa wajahnya. Saat ini ia sedang berada di pinggir pantai, duduk di atas pasir dengan tangan yang memeluk lutut. Terlihat mata gadis itu semakin sembab setelah menangis cukup lama.

Marvin membawa gadis itu pergi tanpa tujuan menggunakan motornya, karena salah menolak untuk. Setelah mereka merasa cukup berkeliling cukup lama, Marvin pun memutuskan untuk berhenti di sebuah pantai.

"Vin,,"panggil Sarah tanpa mengalihkan pandangannya dari objek di depannya.

"Iya."

"Kenapa lu nggak tanya apa-apa?"terdengar suara Sarah yang terdengar melemah, sepertinya gadis itu kelelahan.

"Gue nggak tahu caranya menghibur cewek." Ujar Marvin, dia berjalan menghampiri Sarah kemudian duduk di samping gadis itu." Kalau gue tanya sesuatu, yang ada Lo akan nangis lagi."

Mata mereka bertemu, Sarah mereda asing dengan tatapan yang di berikan Marvin kepadanya kali ini. Tatapan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya dari seorang Marvin,karena itu ia sulit menebak arti dari tatapan itu.

"Lo aneh." Ucap Sarah dengan mata yang tetap lurus ke arah Marvin.

Marvin tersenyum miring." Lo lebih aneh lagi."

Sarah hanya bisa tersenyum kecil menanggapi ucapan itu. Kalau dipikir memang benar dia aneh, siapa sih di dunia ini yang punya ingatan masa lalu seperti dirinya?

Kali ini sarah mau bertanyakan kembali alasan kenapa ia masih di berikan ingatan di kehidupan sebelumnya. Apakah kehidupan kali ini ia dihukum atas perbuatannya dulu?

Sarah menghela nafasnya

Jujur saja sekarang tinggal dengan situasinya saat ini, bahkan dirinya sudah tidak bisa berpikir lagi.

Sejak kapan?

Apakah di kehidupan sebelumnya ayahnya juga berselingkuh?

Apakah ayahnya masih berhubungan dengan perempuan itu setelah mereka jatuh miskin?

Kenapa Tuhan memberikannya kesempatan kedua jika pada akhirnya Sarah harus merasakan sakit yang lebih dalam?

Semua pertanyaan itu terus bermunculan dalam otaknya, Sarah sampai tidak mampu lagi untuk mencerna keadaannya saat ini.

Rasanya hatinya lebih sakit berkali-kali lipat dibandingkan ketika dia mengetahui kedua orang tuanya bangkrut dulu. Bedanya serasa ditimpa oleh pertonton batu sehingga membuatnya sesak. Sarah mencengkeram dadanya kuat kuat seakan menarik keluar sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Sakit.

Sakit sekali.

"Vin,," suara gadis itu kembali bergetar dengan bibir bawah yang dia gigit.

Marvin hanya menoleh, memusatkan perhatiannya pada gadis itu.

"Bokap gue selingkuh," air mata Sarah jatuh bersamaan setelah mengucapkan kalimat itu.

Marvin cukup terkejut mendengar hal tersebut, tapi laki-laki itu berusaha mempertahankan wajah datarnya dan masih setia mendengarkan ucapan gadis itu selanjutnya.

"Gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, dia berduaan dengan perempuan lain," Sarah menatap kedua tangannya yang kini mulai bergetar." Gue nggak tahu harus apa."

Mata Sarah yang berkaca-kaca menatap Marvin, seakan minta pertolongan. Kini ia seperti orang yang hidup tanpa tujuan, masih tidak percaya dengan keadaan.

"Gue sayang sama bokap gue,, tapi setelah melihat itu sekarang, gue bahkan nggak tahu cara menghadapinya nanti. Kasihan nyokap gue, gimana perasaannya kalau tahu suaminya berselingkuh, rasanya gue mau nyerah aja."Sarah mana Aku wajahnya menggunakan kedua tangannya, suara isakan gadis itu semakin terdengar menyayat hati.

Martin sangat tahu rasanya dikhianati oleh orang yang paling disayang. Orang yang Bahkan rasanya tidak mungkin untuk menyakiti malah menjadi orang yang paling menyakiti.

Maafin juga tahu rasanya hancur dikhianati oleh orang yang paling kita percaya, bahkan saking hancurnya kata percaya pun tidak ada lagi dalam hidupnya.

Marvin tahu.

Maka dari itu Marvin bisa merasakan betapa hancurnya hati saya saat ini.

"Sarah."

Sarah tidak membalas, ia tetap menangis tapi telinganya mendengarkan.

"Lo pernah bilang kan kita harus lebih menyayangi diri kita sendiri. Karena hanya diri kita lah yang bisa kita ambilkan dan memang ucapan lo benar,"laki-laki itu menjeda ucapannya.

"Kita harus tetap kuat bukan dunia orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri. Tapi Sar, lu juga tetap manusia biasa. Mau seluruh dunia bilang semangat pun kalau waktunya lelah ya lelah."

"Dari pengalaman hidup gue gue belajar sesuatu. Yang lo butuhin sekarang adalah istirahat sejenak. Sejenak berhenti untuk berpikir akan segala hal yang menimpa hidup Lo. Gue tahu nggak sakit hati dan kecewa sama bokap Lo. Tapi tanpa lo sadari, rasa sakit itu yang mengajarkan lo caranya untuk bertambah kuat. Tanpa rasa kecewa lo nggak akan pernah belajar menjadi dewasa. Karena begitulah cara kerja dunia."

Sarah melepaskan kedua tangannya yang menutupi wajahnya sedari tadi. Tangisan gadis itu belum berhenti tapi mendengar ucapan Marvin, ia menyadari sesuatu.

Sarah adalah manusia yang telah mengalami dua kali kesempatan untuk hidup. Tapi kenapa Sarah tidak pernah belajar sesuatu dari kehidupannya yang sebelumnya.

Padahal Sarah sudah bertekad untuk mengubah hidupnya yang pernah jatuh miskin, berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Marvin dan Kayla, lalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

Padahal Sarah sudah melalui banyak hal, tapi kenapa dia masih lemah dan malah ingin menyerah?

Perbuatan ayahnya memang di luar prediksi Sarah dan kenyataan yang menampar hatinya dengan keras. Tapi lagi, Sarah sudah sejauh ini, tidak ada jalan untuk kembali.

Sekarang dia masih punya ibunya yang harus dia jaga. Ia masih punya Kayla dan Tamara yang menjadi sahabat terbaiknya. Ia masih punya Fabian yang selalu ada untuknya dan..

"Gue masih punya Lo," ucap Sarah tanpa sadar menyuarakan isi hatinya dengan mata yang menatap lurus ke arah Marvin.

Marvin mengedipkan matanya beberapa kali, lalu ia berdeham. Wajahnya ia palingkan dan tangannya mengelus tengkuknya yang tidak gatal.

Sial.

Entah kenapa Marvin jadi tidak bisa menatap mata gadis itu lagi.

"Tiba-tiba gue jadi menyadari sesuatu."

Marvin kembali menoleh.

"Yang tadi itu adalah kalimat terpanjang yang pernah gue dengar langsung dari mulut Lo,"ucap Sarah dengan wajah seakan-akan menemukan hal langka.

Marvin tersenyum kecil tidak menyangka mendengar hal itu dari Sarah.

"Sekarang,,udah mau pulang?"

....

Sudah hampir seminggu Sarah absen dari sekolah. Pihak sekolah memilih informasi bahwa saraf sedang sakit. Tapi baik Tamara, Kayla bahkan Fabian tidak ada yang bisa menghubungi gadis itu. Siap datang ke rumahnya pun, bangunan itu selalu terlihat kosong tidak ada tanda-tanda penghuni nya di sana.

Tamara menggigit sedotan minumannya dengan mata yang menatap kosong ke arah depan, memikirkan keberadaan Sarah yang menghilang sudah tiga hari sejak telepon terakhirnya malam itu.

"Menurut lo aneh nggak sih?"Tamara menopang dagu dengan mata yang menyipit sembari berpikir keras.

"Gue curiga terjadi sesuatu sama dia."Kayla menjawab sembari mengaduk-aduk kuah bakso yang baru saja diracik. "Nomor telepon dia juga nggak aktif, sosial media dia juga nggak update apa-apa lagi. Dia benar-benar ngilang sejak telepon terakhirnya malam itu."

"Iya kan? Gua kira dia cuma telepon gue, ternyata dia telepon lo juga."

"Gue sempat ngerasa aneh sih, tiba-tiba aja dia telepon gue malam-malam. Setahu gue dia bukan tipe orang yang suka telepon."

"Tapi kok gue nggak ditelepon juga ya?"sahut salah satu di antara mereka sambil menopang dagu, dia Fabian.

"CK, ngapain sih lu di sini?!"tanya Kayla kesal sambil menatap sinis Fabian.

Mata Fabian melirik ke arah Kayla."emangnya gak boleh ya kalau gue di sini?"tanya laki-laki itu dengan alis yang terangkat.

"Gak boleh."

"Kenapa?" tanya Fabian tidak terima.

"Ya emangnya lu siapa sih tiba-tiba gabung di sini? Sana gabung sama teman-teman lo aja."sarkas Kayla lalu menyeruput jus melonnya hingga habis.

"Lah lo emangnya siapa larang-larang gue?"

Kayla melirik tajam Fabian." Lo itu ngeselin."

"Lo yang nyebelin. Gak ada angin, Gak ada hujan tiba-tiba marah nggak jelas."

"Gue tuh nggak suka kalau lu ada di sini."

"Terus?"

"Ya Lo pergi lah dari sini."

"Gak."

Tamara yang berada di tengah-tengah mereka, berkali-kali melempar tatapan ke arah keduanya secara bergantian. Ia menjadikan bibirnya merasa lelah dengan keberadaan dua orang itu yang tidak pernah akur jika bersama.

"Kalian berdua berhentilah, bisa nggak sih sekali aja kalian akur?"

"Gak." Jawab keduanya secara serentak.

"Terserah lah."ujar Tamara menghabiskan minumannya kemudian bangkit dan meninggalkan keduanya.

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!