Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.
Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?
Generasi ke delapan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misunderstood
"Jadi kalian mau ke London?" tanya Arletta saat mendapatkan telepon dari sepupunya, Daisy Mancini Buwono.
"Iya. Kenzie minta ke museum Harry Potter dan Sherlock Holmes. Sekalian ketemu kalian. Kita akan ke Skotlandia dan Irlandia juga. Mas Lucky pas dapat cuti lama karena terlalu over kerjanya," jawab Daisy.
"Pasti Kenzie yang pengen ke Harry Potter," kekeh Arletta.
"Iyaaaa ... Kenzie. Gara-gara kena doktrin papanya yang Potterhead," keluh Daisy membuat Arletta semakin terbahak.
"Suamimu memang aduhai!"
Daisy mengangguk. "Sayangnya, aku cinta dia sih Letta."
"Wanita bodoh yang tidak bisa jatuh cinta dengan Oom Lucky. Eh tapi, sepertinya dia cuma jatuh cinta sama kamu saja mbak Dash. Pria macam Oom Lucky itu benar-benar langka," ucap Arletta.
"Lho, bukannya kamu juga lagi dekat dengan dokter bedah?" tanya Daisy.
"Tidak. Itu hanya kesalahan mistletoe!"
***
Jeff tidak menemui Arletta sejak Galena datang ke ruang kerjanya. Bukan karena dia tidak mau tapi dia tidak bisa. Jadwalnya makin padat apalagi dokter bedah yang lain tidak ada yang mau pegang IGD. Sementara Jeff sangat suka di IGD karena banyak kasus dan dia selalu mendapatkan hal-hal yang baru.
Hingga dua Minggu kemudian, Jeff mendapatkan jatah libur karena jam kerjanya juga sudah melebihi aturan Inggris. Dokter bedah di Inggris umumnya bekerja rata-rata 48 jam per minggu, sesuai kontrak standar yang dirancang berdasarkan Arahan Waktu Kerja Eropa ( European Working Time Directive ) Premed Projects. Jam kerja ini melibatkan pola shift yang bervariasi, termasuk tugas malam dan akhir pekan, dan sering kali lebih dari jam kerja kantoran standar.
Jeff memutuskan untuk berjalan-jalan dengan Snowy di taman sambil menuju toko roti milik Yohana. Jeff berharap bertemu dengan Arletta disana karena tahu, itu toko roti favorit chef RR's Meals. Langkah Jeff sudah dekat dengan toko roti itu, ketika pintu depan terbuka. Tampak Arletta berjalan keluar dengan membawa kantong berisi roti baguette. Jeff hendak menyapa tapi ada seorang pria Asia dengan kacamata menyusul dirinya sambil menggendong anak laki-laki yang ganteng.
"Hampir saja donutnya Kenzie ketinggalan," ucap pria itu sambil tersenyum kikuk. "Bisa mewek seharian nih bocah!"
Arletta tertawa lalu menatap bocah ganteng dalam gendongan si pria dengan badan tegap dan Jeff tahu, pria itu suka berolahraga.
"Zie, makanya kalau punya barang, harus bertanggung jawab dan ingat buat membawanya," tegur Arletta sambil menempelkan hidungnya ke hidung bocah laki-laki itu.
"Yes mummy ...." jawab bocah itu sambil memasang wajah malas.
"Dih! Niru siapa kamu itu?" goda Arletta.
"Papa! Ya kan Papa?" Bocah itu langsung mencium pipi pria itu.
"Masa sih? Papa nggak lho ya?" elak pria itu dengan wajah jenaka.
"Ih papa bohong !" gelak bocah itu.
"Dah, yuk pulang. Kita buat garlic bread ya?" ajak Arletta.
"Yay! Kenzie suka garlic bread!" seru bocah itu.
Ketiganya pun masuk ke dalam mobil Mini Cooper Arletta dan pergi meninggalkan Jeff yang masih terbengong-bengong melihat adegan itu.
"Arletta ... sama duda?" gumam Jeff bingung.
***
Jeff pun masuk ke dalam roti Yohana yang sedang melayani pembeli. Wanita itu tersenyum ke arah Jeff yang menggendong Snowy.
"Ah, Jeff. Apa kamu bertemu dengan Arletta? Ya ampun, dia punya anak laki-laki menggemaskan. Mana Papanya juga sayang banget," cerocos Yohana. "Kamu ketinggalan."
"Apa?" Jeff terkejut dengan ucapan Yohana.
"Sepertinya Arletta sangat suka dengan pria ini. Mapan dan sudah punya anak laki-laki jadi lengkap kan?" kekeh Yohana.
Rahang Jeff mengeras dan dia tidak menduga jika Arletta ternyata sudah punya pasangan dalam waktu dua Minggu ini. Bagaimana bisa?
"Terima kasih informasinya, Yohana," jawab Jeff pada akhirnya.
Aku harus cari tahu!
***
Apartemen Daisy dan Dokter Lucky di Gedung yang sama dengan apartemen Arletta
"Maaf ya Letta. Soalnya Elina sedang tidak bisa ditinggal ini," ucap Daisy tidak enak karena putri bungsunya rewel akibat jetlag.
"Aku paham mbak Dash. Kan Elina masih bayi," senyum Arletta. ( setting Arletta dua tahun sebelum GD Season 3 ).
"Iya sih. Lagian aku juga kasihan sama mas Lucky yang belum sempat liburan. Aku juga baru selesai cuti melahirkan, dan dokter Wayan tahu aku butuh refreshing." Daisy melihat wajah damai Elina yang terlelap.
"Untung apartemennya pas kosong ya mbak ... Jadi bisa dipakai," kekeh Arletta.
Dokter Lucky dan Daisy memiliki aset unit apartment di gedung yang sama dan disewakan. Mereka suka dengan lokasinya dan bisa memasang harga cukup pricey untuk disewakan karena area strategis dan memang gedungnya termasuk private.
"Jeng Daisy, mau aku buatkan apa?" tawar Dokter Lucky.
"Memang mas Lucky mau masak apa?" tanya Daisy yang tahu suaminya bisa masak semampunya.
"Indomie pakai telur model pizza? Mau?" cengir Dokter Lucky.
Arletta melongo. "Bagaimana bisa seorang dokter nawarin micin food?"
"Sesekali ...Seiya tuh malah makan Indomie kuah pakai nasi!" balas Dokter Lucky.
"Lha?"
***
Arletta berjalan keluar dari gedung apartemen ketika Howard mengatakan ada seseorang mencarinya dan menunggu di taman depan. Gadis itu terkejut saat melihat Jeff duduk disana bersama dengan Snowy.
"Halo ... Mana pria tadi? Apa benar kamu sudah pacaran sama duda anak satu?" cecar Jeff tanpa basa basi.
"Duda anak satu? Seriously?"
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
letta mulai nyaman dg jeff ya😁😁😁