Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Baru
Entah mengapa meskipun kamar itu begitu kotor dan berdebu Joko merasa nyaman. Ia bahkan tidak merasa terganggu dengan udara lembab, bau aneh dan dinding kamar yang dipenuhi jamur.
"Aku suka kamar ini, aku yakin kedepannya aura kamar ini akan kembali bersinar setelah saya tinggali. Kalau untuk penghuni kamar ini. Dia akan pergi tapi syaratnya Ibu harus menemui orang tuanya dan memberitahu apa yang terjadi sebenarnya," ucap Joko
"Baiklah Sep, kalau kamu suka dengan kamar ini nanti ibu panggil tukang untuk merapikannya," jawab Reni
Wanita itu kemudian pergi meninggalkan kamar itu diikuti oleh para penghuni kost lain yang membubarkan diri.
Kini tinggal Joko dan Dewi Poncowati yang masih di kamar itu.
Tidak lama seorang pemuda datang menghampirinya.
"Wah ada penghuni baru, nih!" sapanya sumringah
Joko hanya mengangguk dan tersenyum padanya.
"Hebat kamu mas, padahal baru tiba di sini tapi sudah bisa mengusir hantu yang sudah sepuluh tahun bertahan di sini!"
Joko mengerutkan keningnya.
"Bagaimana kamu tahu, apa kamu seorang kejawen juga seperti ku?" tanya Joko
Pemuda itu menggeleng.
"Aku bukan kejawen, kebetulan saja aku indigo," jawab Pria itu
"Oh ya kenalin aku Rizki,"
Pemuda itu mengulurkan tangannya.
"Joko,"
"Saya tinggal di lantai satu, Mas nya jawa juga??" tanya Rizki
Joko mengangguk.
"Kamu pakai ilmu apa sih kok bisa tahu kalau di kosan ini ada kamar ini, padahal aku sudah tinggal di sini lama, tapi tak bisa merasakannya," ucap Rizki
Joko mengerutkan keningnya kemudian tersenyum tipis.
"Aku tidak pakai ilmu apa-apa, hanya saja ada bisikan gaib yang memberitahu ku," jawab Joko merendah
Rizki menatapnya lekat. Kali ini tatapannya berbeda seperti sedang menerawang sesuatu.
Joko mencoba bersikap tenang meskipun sebenarnya ia sedikit kurang nyaman.
"Hmm, aku berusaha melihat apa yang ada dalam dirimu, tapi sayangnya aku tidak melihat apa-apa. Kamu kosong, tapi kenapa aku merasa kamu memiliki keilmuan yang lebih tinggi dariku," ucap Rizki
Joko terkesiap mendengarnya.
"Jadi aku sebenarnya memang aku ini tidak memiliki kelebihan apapun, karena semua yang aku miliki memang semuanya hanyalah warisan turun temurun dari keluarga ku, atau bisa di bilang aku hanya melanjutkan keilmuan keluarga ku,"
"Ok," ucap Rizki seperti paham
"Sama seperti mu, aku juga mulai menyukai kamar ini, apa kamu mau berbagi kamar denganku??" tanya Rizki membuat Joko terkesiap
"Maksudnya??"
Rizki kemudian menjelaskan jika ia merasa berjodoh dengan Joko. Awalnya Joko sempat berpikir negatif saat Rizki mengatakan hal tersebut. Namun Rizki kemudian menjelaskan jika ia merasa berjodoh dengannya dalam hal keilmuan.
Ia ingin berteman dekat dengannya. Joko lega saat mendengar penjelasan dari Rizki.
Keduanya kemudian berbincang-bincang hingga keduanya kemudian menjadi akrab.
"Apa kamu sekarang mengizinkan aku, tinggal sekamar denganmu??" tanya Rizki lagi membuat Joko kembali bingung.
Tidak mungkin jika ia mengizinkan Rizki tinggal sekamar dengannya, karena ia sudah memiliki istri.
Karena merasa percaya dengan teman barunya itu Joko akhirnya menceritakan tentang ritualnya di alas Roban dan pernikahan gaibnya dengan sang istri.
Rizki pun mulai paham kenapa ia tidak bisa membaca keilmuan Joko dan kenapa ia tidak mengizinkannya untuk tinggal sekamar dengannya.
"Kalau begitu kita sekat saja kamarnya dengan papan, jadi aku tidak akan menganggu mu saat kamu sedang bersama istrimu, gimana??"
"Kalau itu aku setuju, tapi bagaimana dengan ibu kos??" jawab Joko
"Itu sih gampang, serahkan saja padaku, kamu tahunya beres saja," jawab Rizki
Karena merasa satu frequency Joko dan Rizki pun menjadi sahabat karib, meskipun keduanya kuliah di kampus berbeda. Bahkan di hari pertama kuliah Rizki begitu antusias untuk melihat kampus Joko. Tentu saja ia antusias untuk melihat penampakan apa saja yang ada di kampus sahabatnya itu.
Hari itu Rizki mengantar Joko hingga pintu gerbang. Sebagai seorang Indigo tentu saja ia bisa melihat semua makhluk astral yang ada di kampus itu.
"Jangan terlalu mencolok, tetaplah terlihat normal meskipun sebenarnya kamu itu gak normal!" celetuk Rizki menggoda Joko
Joko hanya tersenyum.
"Yaudah masuk sana, aku jagain kamu dari sini!" seru Rizki
"Memang bisa?" tanya Joko
"Bisa dong, kita pakai telepati, batin kita akan terhubung!" seru Rizki
Joko mengangguk
Ia kemudian masuk ke kampus, sedangkan Rizki memilih duduk di warung kopi yang ada di depan kampus.
Saat Joko memasuki kelas, ia merasa sesosok makhluk berusaha untuk berinteraksi dengannya.
"Abaikan saja Jok," ucap Rizki
"Iya," Joko menjawab
Keduanya terus berkomunikasi dengan menggunakan batin mereka.
Bahkan saat Joko sedang serius belajar, tiba-tiba ia menangis karena melihat para hantu yang kesakitan karena terinjak-injak mahasiswa.
Joko segera bangun dan mengusap lantai kelas. Beberapa orang temannya menertawakannya.
"Dasar gelo!" seru salah seorang mahasiswa
Bukan hanya itu Joko kadang menjerit kaget saat melihat penampakan hantu yang membuatnya kaget.
"Joko, joko, udah di bilangin abaikan saja, kok kamu ngeyel!" gumam Rizki
Hari itu semua teman-temannya menjuluki Joko sebagai mahasiswa gila, gak waras karena suka bicara sendiri dan kadang bertingkah seperti orang gila.
Mengelus-elus lantai, mengajaknya bicara bahkan ia suka bicara dengan tembok.
"Kok bisa ya ada orang gila masuk kampus kita!" bisik salah seorang mahasiswa melirik sinis kerah Joko
"Mungkin dia stress setelah di terima di sini kali, wajar saja sih, kan emang susah masuk kampus ini!"
Joko hanya diam dan tak membalas saat teman-temannya mengolok-oloknya. Justru Rizki yang merasa kesal dan ingin memberi pelajaran kepada semua teman-teman sekelas Joko.
"Ojo Ki, kejahatan gak boleh di balas dengan kejahatan," ucap Joko
"Terus dibiarkan gitu, ngelunjak nanti!"
"Ya sudah biarkan saja, toh nanti mereka akan tahu siapa aku setelah nilai semester keluar!" jawab Joko
"Oklah," jawab Rizki
"Sekarang kan aku sudah lihat kampus kamu, gimana kalau besok gantian, kamu lihat kampus aku dan bandingkan jumlah makhluk astral yang ada di sana, apa lebih banyak di kampus ku, atau kampus kamu?" tantang Rizki
Joko setuju. Keesokan harinya Joko pergi ke kampus Rizki. Sebuah kampus islam yang tidak jauh dari kos-kosan mereka.
Joko merinding saat melihat penampakan hantu yang ada di kampus itu. Yang pertama ia lihat adalah penampakan sosok hitam tinggi besar di pintu gerbang. Dua Gondoruwo itu membuat Joko kaget bukan main.. Meskipun ia sering bertemu dengan makhluk itu saat tirakat di alas Roban, tapi yang ia temui di kampus Rizki itu berbeda. Lebih menyeramkan.
"Ternyata meskipun ini kampus islam, dan banyak kegiatan agama justru banyak penghuni gaibnya ya?" ucap Joko
"Yup, dan semua hantu di sini lebih sakti daripada yang ada di kampus kamu, karena mereka rata-rata dari golongan Jin Muslim," jawab Rizki
Setelah selesai melihat-lihat keadaan kampus, Rizki kemudian mengajak Joko untuk bertaruh. Ia ingin menguji kedigdayaan Joko dengannya.
Ia menantang Joko untuk mendatangi tempat terangker di Bandung atas. Ia ingin Joko bertemu dengan hantu Nobi Belanda yang begitu terkenal di daerah itu.
"Barang siapa yang berhasil mengambil payung itu dari Noni Belanda maka dialah pemenangnya dan yang kalah siap-siap untuk mentraktirnya selama sebulan,"
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃
lalu kamu mau apalagi lhooo Joko ???
kenapa kamu masih aja belum merasa puas👉👈
jaadiiii.... secara tak langsung Maryati juga ikutan menelan darah itu donk😱😱😱
selama 2 bulan, mata kanan Joko mengeluarkan darah lalu dokter juga udah memvonis jika matanya Joko membusuk😭😭😭
tentu aja hal ini yang membuat Maryati semakin sedih
kenapa mata kanan Joko terus-menerus mengeluarkan darah saat barusan dilahirkan 👉👈