NovelToon NovelToon
Pembalasan Nona Yang Sempurna

Pembalasan Nona Yang Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: HartaKarun

semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 23

Devan mondar-mandir di depan pintu UGD,ia bahkan tidak menghiraukan bajunya yang basah,ia begitu cemas,penampilan Meisya yang lemah membuat Devan takut,bagaimana jika Meisya benar-benar meninggalkannya?pikiran itu hampir membuat Devan gila.

Ia menatap ruangan itu,merasa waktu berjalan sangat lama,tiba-tiba terasa getaran di saku celananya,itu handphone yang yang berdering,untung saja tidak mati saat terkena air tadi.

“Katakan”

“Tuan Devan,saya sudah menyelidiki foto-foto tersebut.bisa saya katakan 100 persen foto itu adalah palsu,saya sudah mencoba melacak pengirimnya namun untuk saat ini saya belum menemukannya tuan”

“Baiklah,temukan terus siapa pelakunya”

Devan mematikan teleponnya,ia merasa lega bahwa foto-foto itu palsu namun rasa bersalah nya semakin mendalam,seandainya saja ia mengetahui ini dari awal,ia tidak akan membiarkan Meisya mengalami hal-hal tadi.

Ia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaan Meisya tadi saat di khianati oleh keluarga kandungnya,Devan yang juga ada tidak membantu apapun.Devan berjanji setelah ini ia akan memperlakukan Meisya dengan lebih baik,mereka akan menikah dan ia akan membantu Meisya jika ia ingin membalas dendam pada keluarganya.

Devan berjanji ini terakhir kalinya ia menyakiti Meisya.

Namun takdir berkata lain.

“Maaf,kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun pasien tidak tertolong,waktu kematian 8,30 malam.kami turut berduka cita”

Devan memandang dokter dengan tidak percaya,tidak mungkin,ini tidak mungkin.ia pasti salah dengar.

“Dokter jangan membohongi saya,dia baik-baik saja kan?”suara Devan bergetar,ia memegang bahu dokter dengan kuat.

“Maaf,kami sungguh minta maaf”ucapan itu menghancurkan harapan Devan,tubuhnya terasa lemas dan jatuh ke tanah.

“Tidak…..tidak mungkin…”

“ada satu hal yang harus anda ketahui,tampaknya pasien sedang hamil dan saya perkirakan itu sudah 2 bulan”

“hamil?”

“Ya”

Devan tertawa terbahak-bahak dengan air mata yang mengalir di pipinya,ia tampak sangat menyedihkan,ia kehilangan kekasih nya dan juga…kehilangan bayi nya..

Tubuhnya bergetar,ia berteriak menolak kenyataan ini…

Dokter dan para perawat menunduk,bagi mereka yang bekerja dirumah sakit.melihat kematian dan anggota keluarga yang kehilangan bukan lah hal sekali.

“Tenangkan diri anda,lalu temui ia di dalam”dokter memberi kode kepada para perawat untuk meninggalkan tempat.

Devan menarik nafas berat,mengusap air mata nya,mencoba berdiri.berjalan dengan langkah kecil karena kakinya terasa sangat berat untuk digerakkan.

Didalam ruangan itu hanya ada satu kasur,di atas nya adalah gadis yang ia cintai,ia hanya tampak sedang tertidur namun wajahnya sangat pucat.

Walaupun tangan nya bergetar ia mengelus pipi gadis itu,tidak ada rona lagi di wajahnya.

“Meisya…sayang…love…cintaku….maafkan aku”Devan menjatuhkan tubuhnya dibahu Meisya tangan nya mengangkat tubuh Meisya untuk dia peluk dengan erat.

“Maaf kan aku….maaf kan aku….sayang kamu bisa menghukumku dengan berat namun jangan seperti ini…jangan tinggal kan aku…JANGAN TINGGALKAN AKU MEISYA…SAYANG AKU BERSALAH….JANGAN….kumohon jangan pergi…”Devan seumur hidupnya yang jarang menangis menumpahkan semua air matanya

“jangan menghukum ku seperti ini…meisya…”

Ia terisak-isak

Bagaimana caranya ia hidup setelah ini,ia tidak bisa lagi membayangkan hidup dimana Meisya tidak ada disampingnya,lebih baik ia mati menyusul kekasih tercintanya.

“Devan….devan…”panggil Nia memasuki ruangan bersama dengan Fares,baru saja ia mendapat kabar dari Sari bahwa Devan dan Meisya berada dirumah sakit.

Begitu terkejutnya mereka mendapati bahwa Meisya sudah meninggal dunia.

“Ibu…ayah..tolong bangunkan Meisya….jika ia marah dengan ku jangan hukum aku seperti ini…ayah…aku jarang meminta apapun padamu…sekarang aku memohon padamu untuk mengembalikan Meisya kepada ku….ayah aku tidak bisa hidup tanpa nya….kembalikan dia…kumohon….kembalikan dia pada ku”

Orang tua mana yang tidak akan hancur hatinya melihat keadaan putra mereka yang seperti ini.ayah dan ibu mendekat dan memeluk Devan,mencoba untuk membuatnya tenang.

“Devan…tolong relakan nak…Meisya sudah pergi nak…”Nia berlinang air mata

“Tidak…TIDAK….AKU TIDAK AKAN MERELAKANNYA…MEISYA MILIKKU…MILIKKU”Devan melepaskan pelukan mereka,membaringkan Meisya dengan aman lalu menatap nyalang pada orang tuanya.

“MEISYA TIDAK PERGI..IA HANYA MARAH..YA MARAH..AKU HANYA PERLU MEMBUJUKNYA LALU IA AKAN MEMAAFKAN KU”

“Sadarlah nak….jangan seperti ini”ujar ayah

“IBU KUMOHON BUJUK LAH MEISYA…AKU YAKIN IA AKAN MENURUTI MU…KUMOHON IBU”devan menarik ibunya ke sisi Meisya

“Ayo bu,katakan pada meisya bahwa aku bersalah dan dia bisa menghukum ku apapun itu aku tidak akan protes,ayo bu bujuk dia”

“DEVAN”

Suara tamparan menggema

“Sadarlah Devan,Meisya sudah meninggal…jangan seperti ini..kamu melukai hati ibumu ini nak”

Devan menatap ibunya dengan tatapan nanar,pada siapa lagi ia bisa memohon untuk mengembalikan Meisya kepadanya.

“Ibu akan menghubungi Sari untuk mengurus pemakamannya”

“Tidak,Meisya akan dikuburkan di tanah keluarga kita”tegas Devan,bahkan jika ia dipaksa menerima kematian Meisya,pemakaman Meisya harus berada di tanah keluarganya,bisa dikatakan mereka sudah menjadi suami istri dengan bayi sebagai pelengkap.

“Tidak mungkin Devan,hanya anak atau menantu keluarga Atmajaya yang bisa dimakamkan di sana”ayah menjelaskan bahwa permintaan Devan tidak masuk akal.

Devan lalu menceritakan apa yang terjadi sebenarnya tadi,ibu dan ayahnya mendengar dengan tidak percaya,bagaimana mungkin keluarga kandung bisa melakukan hal sekeji itu.mereka merasa kasihan pada meisya karena memiliki keluarga yang sangat jahat.

“Lagi pula Meisya sedang hamil anak ku”

Ibu menutup mulutnya dengan tangan,menatap tidak percaya pada Devan.ia tidak menyangka hubungan Devan dan Meisya sudah berjalan sejauh itu.tidak dipungkiri juga ia merasa kasihan pada cucunya yang belum lahir itu.

“Kami sudah melakukan itu ayah,dengan bayi itu bukankah syaratnya sudah terpenuhi”ia menatap lurus pada ayahnya,Devan seperti menutup jalan ayahnya untuk menolak,ayahnya hanya bisa mengangguk dengan pasrah.

1
mia
bagus bangettttt 🫶🏻
mia
nggak sabar ngeliat pov Devan tentang masa lalu mereka
Meyke Bawole
cerita bagus
awesome moment
d yg g pas disini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!