NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prahara dibalik kemeriahan

"Kau pasti wanita keturunan rubah yang dibicarakan orang-orang kolot itu kan?"

Lily terdiam memerhatikan ketiganya, seketika langkahnya terhenti akibat ia sedang dihalangi mereka, pikirannya terhuyung memikirkan apa yang terjadi, dirinya menebak kemungkinan hal berbahaya, ada invasi dari beasthuman lain disaat orang-orang sibuk akan perayaan dan lebih buruk mungkin mengincarnya.

Ketiganya berdiri sejajar, masing-masing terlihat begitu kuat dengan tubuh berotot berwajah garang ditambah hanya memakai kulit binatang menutupi tubuhnya yang telanjang dada, dengan kain mengikat alat kelaminnya, juga tanduk dan aksesoris yang meramaikan penampilan mukanya.

Seseorang maju terlihat memimpin setelah ia tiba-tiba berbicara tadi, senyumannya ditarik sembari membawa palu yang terlihat tajam dibuat dari besi, tersenyum sinis menatapnya memuja dengan tangannya ditarik untuk menyentuhnya.

"Kau sangat cantik, sepertinya aku harus membawamu baik-baik.... Akan tetapi sebelum tepat menyentuhnya tiba-tiba tangannya didorong kasar.

Lily menatapnya tajam sadar mungkin tidak akan berhasil keluar dengan baik-baik saja setelah ini.

Keduanya berpandangan mulai menatap tajam dan mendekatinya berdiri di masing-masing tubuhnya, membuat Lily terkepung akibat jarak.

Sedikit tertegun namun pria itu hanya tersenyum kemudian terkekeh kencang, sebelum berhenti mengusap tangannya berulang kali.

"Ternyata cukup garang ya? Tapi... Ia tiba-tiba maju meremas rambut Lily menariknya kencang hingga membuat ia terpaksa menatapnya.

"Kita tidak akan berbaik hati hanya karena orang-orang kolot itu memerintahkanmu membawamu baik-baik, jika kau terus melawan jangan memaksa kami membuat kakimu tidak bisa berdiri tegak lagi."

Pria kedua dan ketiga itu kemudian tertawa terbahak-bahak, tangannya yang besar dan kasar mulai menyentuh tangannya menatap gelap ketika melihat kulit mulus yang tersaji pada pandangan mereka.

"Bagaimana kak? Apakah kita harus menikmatinya dulu sebelum pergi, lagipula sia-sia jika terburu-buru dan mungkin kita akan kehilangan kesempatan."

"Hmm....

Berpikir sejenak sembari mengusap janggut panjang yang menghiasi dagunya, sebelum akhirnya mengangguk tersenyum lebar menatap lekukan tubuh Lily sembari menjilati bibirnya.

"Ide bagus, lagipula orang-orang disini tidak ada mungkin tidak akan menyadarinya."

Seketika Lily meringis panik tersadar nasibnya dalam bahaya, ia hanya berdoa berharap seseorang sadar dan kembali menyelamatkannya.

"Kakak...maaf sepertinya aku akan terlambat."

Sedangkan jua wanita tua tersebut, menyadari kebisingan di luar rumahnya, tiba-tiba tertegun melihat pemandangan tersebut membuat seketika ia berubah wujud jadi binatangnya, yaitu bunga pipit.

"Aku harus berbuat sesuatu!"

.

.

.

.

.

.

.

Di lain sisi perayaan Maleki sedang dimulai, orang-orang setia memerhatikan diam hormat saat perayaan inti dimulai, mereka serentak duduk sementara Emura duduk di altar batu didampingi Neina dan Roger.

"Katamea~"

"Soneji~... Kakata mamalea, oh jambeiki te.. Atasaka..kon Jibeo."

"Sakie...sakie...sakie so.."

Saat Neina sedang melantunkan ayat suci, ayat ke-76 kibat Hasme, keberlangsungan memuja bintang-bintang dewa langit Kontesius, dengan fokus membakar dupa yang terbuat dari tumpukan bunga yang dibakar untuk menjadi arang, sebagai perwujudan membakar hal-hal fana dan indah menganti menjadi hal kokoh dan lebih kuat.

Emura duduk di tengah perapian tersebut, dengan jubah yang terbuat dari kulit serigala, wajahnya diwarnai oleh warna merah yang menghiasi dahi, bibir juga pipinya yang terbuat dari darah hewan, sebagai tanpa suci perwujudan menghiasi semangat juang memberikan persembahan dan semangat bagi empu pangeran angin yang akan mewarisi hutan Jenu.

Akan tetapi pandangannya terus menyapu pada sekumpulan orang-orang, merasa firasatnya buruk saat ketika melihat sang adik tidak kunjung datang untuk melihatnya.

"Mungkin Lily masih mengobati orang-orang, kau harus bersabar Emura...."

Roger juga memerhatikan hal tersebut, sebagai ayah ia merasakan insting kuat firasat buruk pada sang anak, ia perlahan bangkit bersiap berdiri.

"Takie,....Nugu make Sora...namae....

Neina terus mengibaskan daun-daun di perapian sembari mengibaskan air ke dalamnya.

Namun merasakan pundaknya ditahan oleh salah satu panglima api, Nugo, membuatnya menatapnya tidak terima dan bingung.

"Kak!"

"Diam Roger, ini adalah hari bahagia anakmu, kau akan kemana? Akan tidak etis dan amat terlarang jika kau pergi sebelum api itu padam, kau dibutuhkan sebelum upacara selesai."

"Tapi.....

"Akan buruk, kau harus ingat kejadian dulu."

Membuat Roger menggigit bibir menahan cemas seketika ia mengingat kejadian dulu, dimana sang ayah pergi sebelum ucapan pengangkatan selesai, setahun kemudian ia mati terbunuh akibat invasi penyerangan desa lain.

Membuat sang panglima api tersebut menghela nafas sadar dengan kecemasannya, ia menepuk-nepuk pundaknya. "Kau harus menunggu hingga selesai."

Mau tidak mau mantan Patriak tersebut menurut meninggalkan rasa janggal di hatinya, mendengus kasar duduk kembali dengan perasaan tidak tenang bahkan kakinya terus bergerak.

Renova menyadari hal tersebut, seketika ia mulai bangkit diam-diam dari altar berusaha pergi melihat kerumunan orang-orang.

"Kau dimana Nak?"

Tiba-tiba sebuah burung kecil datang berkibar mendarat di tengah-tengah sekumpulan tepat di hadapan Emura yang sedang duduk, dengan sekuat tenaga ia berbicara.

"Gawat! Lily, nona Lily sedang dibawa orang-orang untuk pergi!"

Membuat sekumpulan orang gempar suasana yang tadinya berisik tiba-tiba menjadi bising.

"Apa?!"

"Bagaimana bisa, siapa? Mengapa kita kebobolan lagi untuk pertama kalinya setelah sekian lama."

"Bagaimana keadaan nona Lily?"

"Gawat, ini pasti karena semua orang berkumpul disini."

Emura seketika berdiri bahkan Renova yang sedang mencari tertegun cemas, bersiap untuk pergi akan tetapi langkahnya lagi-lagi dicegat.

"Apa yang kalian lakukan?! Adikku sedang dalam bahaya."

"Hentikan saja, ini bisa dilaksanakan nanti, sekarang keamanan putriku yang terpenting, dia butuh pertolongan!"

Neina mulai bangkit mulai mengetuk tongkatnya dan berteriak dengan tegas.

"Hentikan semuanya! Kalian harus tetap tenang dan berpikiran jernih, tidak ada yang boleh keluar sebelum acaranya selesai."

"Tapi Nyonya--- Sebelum Roger selesai bicara ia mendapatkan ucapannya lagi-lagi terpotong.

"Hal sakral akan mendatangkan keburukan bagi desa ini, Nole! Siapkan para ksatria terbaik kita, kerahkan semuanya untuk mencari Lily, dan yang lainnya dimohon tenang jangan panik, kita harus tetap berkumpul saling melindungi menghindari kemungkinan banyaknya para beastman lain sedang mengintai dan menyakiti kita."

Emura meringis begitu pula Roger lagi-lagi merasa tidak berdaya, membuat hanya bisa pasrah duduk dengan cemas.

Akan tetapi Renova berpikir hal lain, dia tiba-tiba berlari dari lapangan dengan panik.

Seketika Roger mulai lagi bertekad dengan kelabakan saat para penjaga lenggah ia berlari kencang mengikuti istrinya yang sedang berlari ke dalam hutan.

"Dasar Tolol!"

Membuat orang-orang itu ikut panik, sadar akan gegabahnya situasi ini, tidak tahan lagi, Emura mulai melepas jubah yang dikenakan mulai berlari keluar lapangan mengabaikan teriakan orang-orang.

"Apa yang kau lakukan?!

"Upacaranya belum selesai!"

Neina, wanita tua berusia 568 tahun itu hanya menghela nafas pasrah tanpa daya memandangi kepergian mereka, ia akhirnya berbicara lagi pada kerumunan orang-orang.

"Kalian semua jangan sampai ada yang panik, kita pasti bisa menyelamatkan Nona Lily dan membawanya kembali, untuk sementara waktu upacara ini akan ditunda setelah semuanya kembali stabil."

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!