NovelToon NovelToon
ISTRIKU TERNYATA SULTAN

ISTRIKU TERNYATA SULTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kata orang, cinta itu buta. Buat Kara Anindita, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga bikin miskin mendadak.
​Demi menikah dengan Rio Pratama—cowok biasa yang dia pikir tulus mencintainya apa adanya—Kara rela melakukan "prank" terbesar dalam hidupnya. Dia menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal Anindita Group, raksasa properti nomor satu di negeri ini. Kara menukar kartu kredit unlimited-nya dengan uang belanja recehan, menukar penthouse mewahnya dengan kontrakan petak yang atapnya bocor, dan menukar gaun desainernya dengan daster diskonan di pasar kaget.
​Kara pikir, hidup sederhana asal penuh cinta itu indah.
​Tapi ternyata, "tulus" itu ada masa kedaluwarsanya.
​Tiga tahun menikah, setelah karier Rio menanjak (yang Rio nggak tahu, itu berkat koneksi "orang dalam" Kara), sikap suaminya berubah 180 derajat. Rio mulai sombong, gila hormat, dan menganggap pengorbanan Kara sebagai kewajiban istri yang tidak berpenghasilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Episode 24: Gosip Viral dan Tunangan dari London

​"Nona! Nona Kara! Gawat! Nona Trending Topic nomor satu di Twitter!"

​Maya berlari masuk ke ruangan Kara dengan napas ngos-ngosan, menyodorkan iPad Pro ke depan wajah bosnya yang sedang menikmati espresso pagi.

​Kara mengerutkan kening. "Apa lagi? Skandal Rio ngutang pinjol lagi?"

​"Bukan, Nona! Ini jauh lebih... panas!"

​Di layar iPad, terpampang postingan akun gosip terbesar di Indonesia. Fotonya buram, diambil dari jarak jauh (paparazzi), tapi objeknya jelas:

Damian Cakra dan Kara Anindita berjalan keluar dari hutan di Uluwatu.

Kara mengenakan jas tuksedo kebesaran milik Damian. Rambutnya basah dan berantakan seksi.

Damian berjalan di sebelahnya dengan kemeja putih yang basah mencetak otot tubuhnya, tangannya tampak memegang punggung Kara, melindunginya.

​Caption: Waduh, Nona Sultan dan Tuan Es Batu terjebak badai di Bali? Jasnya dipakein dong... Sweet banget! Ini mah fix upgrade ugal-ugalan dari mantan suaminya yang onoh. Setuju nggak bala-bala emier? #DamianKara #PowerCouple #AninditaCakra

​Kolom komentar meledak:

@Netizen1: Gilaaa, visualnya tumpah-tumpah! Ini baru selevel!

@JulidFiSabilillah: Mantan lakinya nangis di pojokan liat ini. Beda kasta woy!

@SahamHunter: Saham Cakra & Anindita langsung ijo royo-royo pagi ini. Kawal sampai pelaminan!

​Wajah Kara memerah. Dia ingat momen di pondok itu. Tatapan Damian. Sentuhan tangannya.

​"Hapus berita ini, Maya. Bilang ke tim PR, klarifikasi kalau itu cuma rekan kerja yang kena musibah," perintah Kara, berusaha terdengar profesional meski jantungnya berdebar.

​Maya cengengesan. "Yakin mau dihapus, Nona? Pak Damian diwawancara media tadi pagi, dia nggak ngebantah lho. Dia cuma senyum terus bilang 'No comment'. Itu kan kode keras!"

​Kara terdiam. No comment? Damian si mulut pedas itu tidak membantah?

​Warung Tegal "Barokah", Pinggiran Jakarta.

​Rio duduk di bangku kayu panjang yang lengket, menatap piringnya yang berisi nasi separuh, sayur nangka, dan satu tempe goreng tepung. Menu seharga 12 ribu rupiah.

​Di atas rak kaca tempat lauk, TV tabung 14 inchi menyala dengan volume keras. Acara Silet sedang tayang.

​"Pemirsa, lihatlah kedekatan Kara Anindita dengan Damian Cakra. CEO muda, tampan, triliuner. Sungguh pasangan yang serasi, bagaikan Raja dan Ratu. Netizen pun ramai membandingkan Damian dengan Rio Pratama, mantan suami Kara yang kini dikabarkan bangkrut..."

​Layar TV membelah dua gambar:

Kiri: Foto Damian yang gagah dengan jas Armani, tatapan tajam, kharisma tumpah-tumpah.

Kanan: Foto aib Rio saat diseret satpam dari kantor, muka jelek, rambut acak-acakan.

​"Uhuk! Uhuk!" Rio tersedak nasi.

​Ibu-ibu pemilik warteg yang sedang mengelap meja nyeletuk, "Ya ampun, emang bego banget itu laki-lakinya ya. Udah dapet istri spek bidadari kaya raya, eh disia-siain. Sekarang dapet gantinya yang spek dewa. Mampus tuh mantannya."

​Rio menunduk dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya. Telinganya panas. Dadanya sesak.

Bukan cuma karena dia kehilangan uang Kara. Tapi karena egonya sebagai laki-laki dihancurkan sampai jadi debu.

​Kara mendapatkan yang jauh lebih baik.

Damian punya semua yang Rio impikan: Kekayaan, hormat, kekuasaan, dan sekarang... Kara.

​"Sialan..." batin Rio perih. "Harusnya aku yang di sana. Harusnya aku yang pake jas mahal itu."

​Tapi nasi sudah jadi bubur basi. Rio hanya bisa menelan tempe goreng dingin itu bersama rasa penyesalan yang pahit.

​Kantor Cakra Corp, Lantai 50.

​Kara melangkah keluar dari lift VIP, disambut langsung oleh Damian. Kali ini Damian tidak sedingin pertemuan pertama mereka. Ada binar jenaka di matanya saat melihat Kara.

​"Selamat siang, Partner," sapa Damian. Matanya menyapu penampilan Kara yang flawless. "Udah baca berita hari ini? Kayaknya kita jadi pasangan favorit netizen."

​"Jangan ge-er, Pak," Kara memutar bola matanya, tapi pipinya merona. "Saya ke sini buat tanda tangan kontrak Joint Venture. Bukan buat bahas gosip murahan."

​"Sayang sekali. Padahal harga saham kita naik 15% gara-gara gosip murahan itu," Damian membukakan pintu ruangannya untuk Kara.

​Mereka duduk di sofa kulit hitam di ruangan Damian yang luas dan minimalis.

Suasananya cair. Perdebatan sengit soal pasal-pasal kontrak diselingi candaan cerdas. Kara merasa... nyaman. Damian adalah lawan bicara yang seimbangnya, yang mengerti dunianya. Sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan dari Rio.

​"Oke, deal," Kara menandatangani berkas terakhir. "Proyek Uluwatu resmi jalan."

​Damian mengulurkan tangan. "Senang bekerjasama denganmu, Kara."

​Saat tangan mereka bersentuhan, Damian tidak melepaskannya. Dia menahan tangan Kara sebentar, ibu jarinya mengusap punggung tangan Kara pelan.

​"Soal di Bali..." Damian mulai bicara dengan nada serius. "Saya nggak main-main soal ucapan saya. Kamu pantas dapat—"

​BRAK!

​Pintu ruangan Damian terbuka lebar tanpa diketuk.

​Seorang wanita muda melangkah masuk dengan percaya diri, seolah dia pemilik tempat itu.

Dia cantik. Sangat cantik dengan gaya western. Rambut pirang platinum (dicat), tas Hermes Birkin kulit buaya di tangan, dan coat Burberry.

​"DAMIAN!"

​Wanita itu menjatuhkan tas mahalnya ke sofa, lalu berlari kecil dan langsung memeluk leher Damian dari belakang, tidak peduli Damian sedang duduk berhadapan dengan Kara.

​"Surprise! Aku pulang, Sayang!" seru wanita itu manja, lalu mencium pipi Damian dengan agresif.

​Damian kaku. Wajahnya yang tadi hangat langsung berubah menjadi es batu. Dia melepaskan tangan wanita itu dengan kasar.

​"Clarissa?" Damian berdiri, menatap wanita itu tajam. "Ngapain kamu di sini? Dan siapa izinkan kamu masuk ruangan saya tanpa izin?"

​Wanita bernama Clarissa itu tertawa renyah. "Ih, kamu kok galak banget sih? Aku kan tunangan kamu. Masa mau ketemu calon suami harus izin?"

​Clarissa menoleh, menyadari keberadaan Kara yang duduk terpaku di sofa.

​Mata Clarissa memindai Kara dari atas ke bawah. Tatapan sesama predator. Tatapan meremehkan.

​"Oh..." Clarissa tersenyum sinis. "Jadi ini janda yang lagi viral itu? Kara Anindita?"

​Clarissa berjalan mendekati Kara, mengulurkan tangan dengan gestur yang sangat angkuh.

​"Halo. Saya Clarissa. Calon istri Damian. Fashion Designer lulusan London," ucap Clarissa, menekankan kata 'Calon Istri'.

​"Saya liat foto-foto kamu di berita. Not bad lah buat ukuran janda cerai. Tapi hati-hati ya, Mbak. Damian itu seleranya tinggi. Dia cuma kasihan aja sama wanita yang... broken."

​Suasana ruangan itu membeku.

Kara menatap tangan Clarissa, lalu menatap Damian.

​Damian terlihat murka. "Clarissa, jaga mulutmu. Kita nggak pernah tunangan. Itu cuma rencana orang tua yang udah saya tolak lima tahun lalu!"

​"Tapi Mamamu setuju, Dam!" bantah Clarissa.

​Kara berdiri perlahan. Dia tidak marah. Dia sudah kebal menghadapi wanita-wanita insecure macam Siska. Dan Clarissa ini... cuma versi upgrade dari Siska. Lebih mahal, tapi sama-sama menyedihkan.

​Kara tersenyum manis pada Clarissa.

​"Halo, Clarissa. Senang bertemu kamu," Kara tidak menjabat tangan Clarissa, dia malah mengambil tasnya.

​"Terima kasih peringatannya. Tapi tenang aja, saya nggak tertarik memungut laki-laki yang punya 'ekor' berisik seperti kamu."

​Kara menoleh ke Damian. "Pak Damian, kontrak sudah selesai. Saya permisi. Urus dulu peliharaan Bapak ini sebelum bicara bisnis lagi dengan saya. Saya alergi drama."

​Kara berjalan keluar dengan anggun, meninggalkan Clarissa yang melongo karena disebut 'peliharaan' dan Damian yang memijat pelipisnya frustrasi.

​"Kara, tunggu!" panggil Damian.

​Kara tidak berhenti. Dia menutup pintu.

Namun di balik pintu yang tertutup, Kara menyandarkan punggungnya. Dadanya sesak.

Ada rasa nyeri kecil di sana. Cemburu?

Nggak mungkin, batin Kara. Fokus, Kara. Fokus bisnis. Cinta cuma bikin lemah.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share ❣️...

...****************...

1
Night Watcher
terasa loncat ya thor.. tau2 mamanya kabur krn malu (kenapa?), tau2 nikah gak rencana & berunding..🤭🤭💪👌
kanjooot..
Night Watcher
loo clarisa blm ketangkep polisi too?
Arieee
mantap🤣
stela aza
lanjut thor
Night Watcher
😆😆😆🤭
Night Watcher
lah.. selama ini, ibunya rio gak punya rumah thor?
terus kemaren2 sblm kara pergi, ibunya tinggal dimana?
nanya lho thor, bkn menghujad.. 🤭🙏
Night Watcher
asyik keknya.. satset gak byk meleber.. 👌
Night Watcher
ngintip dulu...
Ma Em
Makanya Rio jadi orang jgn banyak tingkah , baru merasa senang sedikit sdh belagu selingkuh sekarang menyesal saja kamu sampai mati tapi Kara tdk akan pernah kembali lagi pada lelaki mokondo .
Ma Em
Kara kalau Rio datang langsung usir saja jgn dikasih kesempatan untuk bilang apapun .
Ma Em
Rio baru jadi menejer saja sdh sombong ga ingat waktu hdp susah bersama Kara setelah hdp nya baru senang sedikit sdh lupa sama istri yg nemenin dari nol dan malah selingkuh , Rio kamu pasti akan menyesal setelah tau siapa Kara Anindita yg selalu kamu hina itu .
tanty rahayu: emang gak tau diri tuh cowok 😔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!