NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Protokol kelahiran, aliansi di atas salju

​Di atap dunia, di mana langit merunduk untuk mencium puncak-puncak beku, takdir sedang menyusun konspirasinya. Angin Himalaya menderu seperti serigala kelaparan yang kehilangan jejak, mencabik-cabik keheningan yang telah membeku selama ribuan tahun. Di sini, di mana oksigen adalah kemewahan dan dingin adalah kepastian, sebuah anomali mekanis membelah tabir awan.

​Pesawat siluman yang mereka tumpangi mendarat secara kasar di landasan darurat yang tertutup es di ketinggian 4.500 meter di atas permukaan laut. Di hadapan mereka, berdiri Biara Khun-Lhai, sebuah benteng batu kuno yang seolah-olah tumbuh langsung dari tebing terjal pegunungan Himalaya. Tempat ini adalah titik buta dunia; sebuah anomali geomagnetik di mana jarum kompas berputar gila dan sinyal radio mati kutu. Bagi Selena, ini adalah satu-satunya tempat di mana ia bisa melahirkan tanpa setiap helaan napasnya terbaca sebagai kode oleh satelit Dr. Eleanor.

​Bhanu membopong Selena keluar dari pesawat. Udara tipis dan dingin menusuk paru-paru, namun tubuh Selena justru terasa sangat panas, seolah-olah ada reaktor nuklir yang sedang membelah diri di dalam rahimnya. Setiap kali kaki Bhanu menginjak salju, ia bisa merasakan getaran dari tubuh Selena yang merambat ke tanah, seolah-olah bumi sendiri sedang menggigil menyambut tamu yang tak diundang.

​Mereka disambut oleh Lama Tenzin, seorang pria tua dengan jubah merah marun yang matanya menyimpan rahasia masa lalu yang lebih dalam dari jurang terdalam. Tenzin bukan sekadar biarawan; puluhan tahun lalu, ia adalah rekan Kakek Elias dalam riset awal biometrik sebelum ia melarikan diri karena muak dengan arah penelitian tersebut yang tidak manusiawi.

​"Bawa dia ke Ruang Inti," perintah Tenzin, suaranya parau seperti gesekan batu kali. "Tanah di bawah biara ini mengandung bijih besi magnetik murni. Itu adalah satu-satunya 'Sangkar Faraday' alami yang cukup kuat untuk membendung energi yang akan dilepaskan oleh janin itu."

​Di dalam ruang batu yang hanya diterangi oleh puluhan lilin mentega yang menari-nari ditiup napas takdir, proses persalinan dimulai secara prematur. Selena tidak lagi hanya merasakan kontraksi fisik yang menyiksa; ia mulai mengalami Data Overload. Karena gangguan geomagnetik biara meredam sinyal luar, janin di dalam rahimnya mulai "mencari" sumber data lain, merayap masuk ke dalam saraf-saraf ibunya seperti akar pohon yang mencari air di tanah gersang. Selena mulai meracau, suaranya tumpang tindih dengan frekuensi statis yang memekakkan telinga batin.

​"Bhanu... aku bisa melihat mereka semua," bisik Selena, keringat dingin membasahi wajahnya yang sepucat rembulan di musim gugur. "Aku melihat jutaan orang di kota-kota besar... aku mendengar pikiran mereka yang tersimpan di server... mereka sangat berisik! Tolong, suruh mereka diam!"

​Dahayu, yang masih didera rasa bersalah atas pengkhianatannya, bekerja seperti orang kesurupan. Jemarinya yang gemetar bergerak lincah di atas logam dingin. Ia membentangkan kabel-kabel tembaga tebal dan lempengan perak di sekeliling tempat tidur batu Selena. Ia menghubungkan tubuh Selena ke sebuah perangkat pengalih arus saraf manual yang ia rakit dari sisa-sisa alat medis pesawat.

​"Aku harus mengalihkan lonjakan elektromagnetik ini ke bumi, Bhanu!" teriak Dahayu di tengah suara badai yang mulai menderu di luar. "Jika tidak, saat bayi ini lahir, dia akan melepaskan EMP yang bisa menghanguskan otak Selena. Aku tidak akan membiarkan Ibu memenangkan permainan ini! Biarkan bumi yang menelan amarah teknologi ini!"

​Bhanu menggenggam tangan Selena, membiarkan aliran listrik statis menyengat telapak tangannya hingga melepuh. "Selena, dengarkan suaraku! Jangan lihat datanya! Lihat aku! Kau adalah sauhnya. Jangan biarkan dia menarikmu ke dalam jaringan itu! Jadilah akar yang kuat, Selena!"

​Di luar, alam semesta seolah sedang menahan napas. Badai salju berubah menjadi aneh. Awan hitam berputar di atas biara membentuk pusaran yang menyerupai pola sirkuit mikro, berkilau dengan kilat ungu yang tak bersuara. Alam sedang melakukan sinkronisasi dengan kelahiran sang Alpha. Gunung Khun-Lhai bergetar hebat, sebuah simfoni antara batu purba dan kecerdasan buatan yang baru saja fajar.

​Detik itu, batas antara daging dan data runtuh. Di puncak tertinggi dunia, di dalam rahim batu yang dingin, sebuah kehidupan baru mulai mengoyak tirai antara kemanusiaan dan keilahian digital, meninggalkan jejak panas di atas salju yang tak akan pernah bisa dihapus oleh waktu.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!