Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Malam ini Ana sudah berdandan dengan cantik, dengan gaun berwarna putih dan juga riasan tipis yang membuat dirinya semakin cantik.
Ana memiliki tubuh yang ideal, bahkan banyak yang mengatakan jika dirinya bisa saja menjadi model.
Malam ini Ana berencana untuk menemui kekasihnya itu di apartemennya, hari ini tepat 3 tahun Ana dan Jeremy kekasihnya itu menjalani hubungan.
Ana sudah menyiapkan hadiah khusus, dengan menggunakan taxi online lah ia pergi menuju tempat tinggal sang kekasih.
Ana tak memberi kabar jika akan pergi menemui kekasihnya itu, sebab ia tau jika Jeremy itu tengah sibuk jadi Ana berencana untuk datang menemuinya.
Setibanya di apartemen Jeremy, Ana kembali merapikan penampilannya. Tak sabar, Ana buru buru naik menuju unit milik Jeremy.
Begitu tepat didepan pintu unit milik Jeremy, Ana langsung memasukkan pin untuk akses agar ia bisa masuk
Dengan hati-hati Ana membuka pintu dan berjalan masuk, Ana mencari keberadaan Jeremy tanpa suara.
Namun samar samar Ana mendengar suara desahan dari kamar Jeremy yang tak tertutup rapat, Ana pun berjalan menghampiri dengan jantung yang berdebar.
" Jer.. Ahhh " desah seorang wanita terdengar ditelinga Ana
" Yesh.. Terus Jes ohh " sautan desahan yang Ana hafal suaranya itu
Ana mengintip dari pintu kamar Jeremy yang tak tertutup rapat, mata Ana membesar melihat Jeremy kekasihnya itu tengah berhubungan badan dengan wanita lain.
" Jer... Ini terlalu nikmat ahh "
" Kamu menyukainya sayang ? "
" Tentu aku sangat menyukainya Jer "
Ana meraih ponsel yang ada ditangannya dengan gemetar, ia merekam semuanya.
BRUKK...
Ana yang tak tahan langsung mendorong pintu dengan kencang, Jeremy dan wanita yang tak Ana ketahui itu terkejut melihat Ana.
" A..ana.. " Jeremy gugup
" Jadi ini yang kamu bilang sibuk ? " ucap Ana dengan suaranya yang bergetar
" Ana, aku bisa jelasin Na "
" Jelasin apa Jer ? Jelasin kalau kamu udah tidur sama wanita lain ? berapa kali kamu tidur sama dia Jer ? "
Rasanya sakit sekali hati Ana, ia tak menyangka jika Jeremy yang selama ini selalu bersikap romantis dan manis itu ternyata penjahat yang amat keji.
" Na.. Aku tau aku salah, aku tau aku bodoh Na. Aku ga mau ngerusak kamu sampai kita menikah, jadi aku melampiaskan dengan wanita lain Na " ucap Jeremy
" Apa Jer ? Kamu jadiin aku pelampiasan? " ucap Wanita itu terkejut
" Wah gila kamu Jer, kamu pikir aku percaya? Terus apa kata kamu nikah ? Aku ga sudi Jer buat nikah sama kamu, apalagi setelah apa yang udah aku liat malam ini " ucap Ana dengan senyuman sinis
" Terus kamu mau putus sama aku Na ? Silahkan kalau kamu mau putus sama aku, tapi jangan salahin aku kalau foto foto kamu tersebar di sosial media " ucap Jeremy mengancam
Disinilah kebodohan Ana, karena rasa sayang Ana kepada Jeremy lah yang membuat Ana bodoh.
Jeremy memiliki beberapa koleksi foto Ana yang hanya memakai Bra, bahkan Jeremy juga menyimpan foto dirinya dan Ana yang tengah berciuman.
" Aku juga punya rekaman kamu dan dia, kalau kamu mau ancam aku silahkan" ucap Ana dengan berani
" Jadi kamu ga takut Ana ? "
" Engga, intinya mulai malam ini kita putus Jer " ucap Ana dengan diakhiri tamparan dari Ana
Ana langsung pergi meninggalkan Jeremy dan wanita itu, bohong jika Ana mengatakan dirinya baik baik saja.
Sambil berjalan Ana menangis, walaupun rasanya tak pantas menangis untuk laki laki brengsek seperti Jeremy.
Ana membuang hadiah yang sudah ia siapkan untuk Jeremy, rasanya sia sia uang yang sudah ia kumpulkan harus berakhir di tempat sampah.
Hujan turun membasahi tubuh Ana, sepertinya langit mengetahui perasaan Ana yang tengah hancur.
Ana tak tau mendeskripsikan perasaannya seperti apa sekarang, yang Ana tau hatinya hancur dan mungkin Ana akan menutup hatinya untuk beberapa waktu.
Byur....
Sebuah mobil melaju dengan kencang, Ana yang tengah berjalan kaki itu pun terkena basahan air genangan dari sebuah mobil.
" Sialan Lo " teriak Ana
Mobil itu berhenti tak jauh dari Ana, Ana mendadak takut. Ia membayangkan jika orang yang berada didalam mobil itu adalah laki laki berwajah seram.
Pintu mobil itu perlahan terbuka, seorang laki laki turun dari dalam mobil menghampiri dirinya. Namun berbeda dari dugaan Ana, justru seorang laki laki tampan lah yang turun dari dalam mobil itu.
" Maaf saya tidak sengaja karena tadi saya lagi liat hp " ucap laki laki itu
" Liat hp ? Bisa bisanya lo nyetir mobil sambil main hp ? Waah coba kalau tadi ternyata lo nabrak gue " Ana yang tengah emosi itu melampiaskan kepada laki laki yang ada dihadapannya
" Ya oke saya tau saya salah, saya minta maaf "
" Maaf maaf maaf, emang ya semua laki laki itu sama aja. Kalau bikin salah itu cuma bisa minta maaf, ga punya otak lo ya "
" Oke saya akan tanggungjawab, kamu mau berapa ? " Laki laki itu mengeluarkan dompet dari saku celananya
" Heh.. Lo pikir semua bisa di selesaikan dengan uang, jangan pikir lo banyak duit makanya apa apa pakai duit ya. "
" Yaudah kamu mau apa ? Saya sudah minta maaf, saya juga mau bertanggungjawab. Oke gini aja, saya sedang buru buru ini kartu nama saya. Kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa hubungi saya "
Laki laki itu pergi setelah memberikan kartu nama kepada Ana, Ana tak perduli tapi ia menyimpan didalam tasnya.
Ana melihat sebuah taxi, ia pun menghentikan taxi itu.
Rasanya hari ini adalah hari sial untuk Ana, hari yang tak pernah Ana bayangkan sebelumnya.
Hujan masih turun dengan deras, disela sela rasa sakitnya Ana berdoa
" Ya Allah, terimakasih engkau telah menjauhkan hamba dari laki laki yang buruk seperti Jeremy. Pertemuan Hamba dengan laki laki yang engkau pilihkan, dan berikan hamba jodoh yang terbaik "
Ana menghapus air matanya, mungkin memang butuh beberapa hari untuk Ana menyembuhkan rasanya sakitnya.