Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Kehancuran Salsa dan Raka fart 2
Di sisi lain Raka yang langsung ditarik Kevandra tanpa mengenakan pakaian apapun, dengan cepat ia meraih celana boxernya yang berada tidak jauh di tempatnya.
Dengan wajah pucat dan terkejut ia langsung mengenakan celananya, sementara berbagai kamera telah memotretnya.
Di tempat tidur Salsa menutup wajahnya dengan selimut, ia menahan malu atas penggrebekan yang tiba-tiba terjadi.
Dengan napas yang memburu, kini Kevandra menatap Salsa yang berada di tempat tidur, dengan kilatan mata kecewa dan amarah.
"Salsa hari ini dan di tempat ini saya katakan dengan kesadaran penuh, kamu bukan lagi istri saya, saya menjatuhkan talak tiga." tegas Kevandra.
Deg! jantung Salsa seakan berhenti berdetak saat itu juga, kini Kevandra menceraikannya bagaimana dengan nasibnya nanti? dan bagaimana ia menghadapi ayahnya? Kini pikiran itu berkecamuk di dalam kepalanya.
Sementara di sebuah rumah mewah seorang pria paruh baya baru saja menyaksikan siaran langsung di televisi, yang di liput oleh salah satu wartawan tersebut. Prang! Prang! suara barang pecah berserakan.
"Siska." teriak laki-laki paruh baya tersebut menggelegar memenuhi isi rumah mewah itu.
"Iya, ada apa mas!" ucap Siska menghampiri laki-laki tersebut yang tidak lain adalah suaminya sendiri dan ayah dari Salsa— yaitu Bisma.
Tanpa menjawab pertanyaan terlebih dahulu Bisma langsung melayangkan tanganya ke pipi Siska. Plak! suara tamparan menggema di rumah mewah itu.
Seketika Siska tertoleh ke samping ia tertegun mendapatkan tamparan mendadak dari suaminya.
"Anak dan Ibu, sama saja tidak berguna." desisnya dengan kilatan mata yang memerah karena amarah. "Lihat itu apa yang anakmu lakukan." lanjut Bisma dengan nada berteriak, kini Bisma menunjuk ke arah televisi yang menyiarkan Salsa dan Raka.
Seketika kedua mata Siska melotot, melihat penampilan Salsa dan Raka. "Sialan! dasar anak bodoh, apakah dia tidak bisa jika ingin berselingkuh bermain aman." batin Siska.
"Lihat saja jika anak itu kembali." desisnya dengan amarah memuncak lalu melangkah pergi meninggalkan Siska begitu saja.
Sementara di sisi lain, kini di sebuah kamar hotel 503, setelah mengucapkan kalimat talak tersebut Kevandra bergegas untuk pergi meninggalkan tempat itu. Namun langkah kakinya seketika terhenti, saat Salsa beranjak dari tempat tidur— seketika ia menghadang langkah Kevandra, kini Salsa hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya dan ia berdiri tepat di hadapan Kevandra.
"Mas! aku mohon jangan lakukan ini, semua ini fitnah Mas." bela Salsa dengan wajah yang sudah berderai air mata. "Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku ingin menemui Liora, aku yakin ini semua rencana Liora Mas! dia yang menjebakku." lanjut Salsa dengan berbagai alasan tipu muslihatnya.
Namun tiba-tiba dengan langkah tegas Liora menghampiri Salsa, Plak! suara tamparan mendarat di pipi Salsa membuatnya tertoleh ke samping, hingga selimut yang ia kenakan hampir saja terlepas jika tidak buru-buru ia pegang erat kembali. "Apa kamu bilang? aku menjebakmu." ucap Liora mengulang kalimat Salsa, sambil terkekeh sinis, kini liora menghapus air matanya dengan kasar.
Lalu ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah ponsel. tiba-tiba Ting! Ting! bunyi pesan masuk dari berbagai ponsel di sana, seketika suara itu memenuhi kamar apartemen dan memecah ketegangan yang terjadi.
Seketika semua orang yang ada di sana mendaptkan pesan dari Liora termasuk para wartawan. Lalu satu persatu dari mereka membuka pesan itu ternyata sebuah video yang menampilkan Salsa dan Raka tengah berhubungan intim di apartemen Liora saat ia sedang berada di luar kota.
"Gila ini lebih parah dari yang kita duga, ternyata wanita ini sudah sedari lama bermain dengan tunangan sahabatnya sendiri." bisik salah satu dari mereka saat melihat apa isi pesan yang Liora kirim.
"Wanita murahan dan laki-laki bajingan bukankah itu sangat cocok." cemooh salah satu dari mereka.
Saat itu juga wajah Salsa dan Raka menjadi pucat pasi, kini hidup dan karir mereka sudah terancam hancur berantakan.
"Sialan! jadi dia sudah mempunyai banyak bukti." batin Salsa yang kini semakin menyimpan dendam dan rasa iri yang semakin memuncak terhadap Liora.
"Benar-benar sampah." desis Kevandra. "Rio! putuskan hubungan kerja sama atau apapun yang berhubungan dengan keluarganya, saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka." perintah Kevandra dengan tegas lalu pergi begitu saja meninggalkan keributan yang kini sedang terjadi.
"Baik, Tuan." jawab Rio dengan hormat, setelah itu melangkah pergi mengikuti langkah Kevandra.
Sementara saat ini Salsa sedang berhadapan dengan Liora, seketika Liora memberikan arahan pada wartawan dengan anggukan kecil tanda bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri tayang dari kamera tersebut. dan mereka langsung mengerti lalu bergegas pergi dari sana.
Kini hanya tersisa antara Salsa, Liora, Raka, dan pria yang mengikuti Liora sedari tadi.
"Bagaimana Sa! bukankah ini pertunjukan yang sangat mewah." bisik Liora dengan nada mencibir. "Dan ya! kostum mu sangat cocok dengan peranmu saat ini, wanita malang yang yang kepergok suami sahnya saat tidur bersama selingkuhannya." lanjut Liora, dengan menyelisik keadaan Salsa dari atas hingga bawah.
"Liora!" geram Salsa, lalu ia mengangkat tangannya untuk menampar Liora, namun sebelum tangannya menyentuh pipi Liora sebuah tangan kekar dan berotot menghentikannya.
"Jangan pernah menyakiti adikku bitch." desis pria itu yang ternyata adalah— Lucas saudara kembar Liora.
Seketika Salsa terperangah 'adik' sejak kapan Liora mempunyai seorang kakak yang tidak pernah ia ketahui pikirnya.
"Sebaiknya kita pergi dari sini, jangan sampai kita tercemar oleh mereka." ucap Lucas dengan nada tajam.
Sementara Liora hanya mengangguk lalu perlahan Lucas menggenggam tangan Liora dan bergegas pergi dari sana. Namun tiba-tiba suara Raka menghentikan langkahnya.
"Tunggu Li! maafkan aku Li! aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita." mohon Raka dengan menatap sendu Liora.
"Kesempatan bukan hanya sekali aku memberikan itu untukmu Rak! tapi kamu yang memilih menghancurkan hubungan kita, jadi terima saja apa yang kamu tuai." ucap Liora ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Dan untuk barang-barangmu, sudah aku bereskan di depan apartemen, jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi untuk berkemas." lanjut Liora dengan nada santai setelah itu ia melangkah pergi bersama Lucas, meninggalkan Salsa dan Raka.
"Aarrggghh." raung Raka setelah melihat kepergian Liora, ia menjambak rambutnya frustrasi. "Aku mencintamu Li! sangat mencintaimu." batin Raka sambil terduduk di lantai.
Sementara Salsa kini berdiri mematung tentang apa yang harus ia lakukan, ia harus kemana? pulang ke rumah ayahnya hanya akan memperburuk keadaan. "Berpikir Salsa ayok berpikir?" gumam Salsa di tengah kebingungannya, lalu ia menghampiri Raka yang kini terduduk di lantai. "Tidak ada gunanya meratapi semuanya Raka! sebaiknya kita harus membuat rencana untuk membalas Liora, dia sudah mempermalukan kita di hadapan seluruh dunia." lanjut Salsa dengan kilatan mata penuh dendam.
"Apa kamu masih punya wajah untuk menghadapi dunia Sa! wajah kita sudah tersebar di berbagai media, bagaimana kita keluar dari sini hah." teriak Raka.
kentang banget ini 😭
cepet banget dia bersimpati dan ada tanda peduli lebih
kalau posisinya dibalik dia pun berpotensi selingkuh juga kaya Raka hadehhh...
ku tak jadi kibarkan bendera hijau
padahal sempet simpati sama dia ni 😏
bahaya ga jadi green flag