NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Tiri

Obsesi Sang Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Selingkuh / Harem
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lalalati

Novel Keempat belas🌶
(area 🌶 no bocil-bocil please)

Bian menjalani kehidupan remajanya dengan sempurna. Ia cewek cantik dan bergaul dengan anak-anak paling populer di sekolah. Meskipun demikian pergaulan Bian dan teman-temannya tergolong cukup 'bebas'.

Belum lagi Theo, cowok paling ganteng dan tajir itu kini berstatus sebagai pacarnya dengan kebucinan tingkat dewa.

Namun tiba-tiba kesempurnaan masa remajanya itu runtuh porak poranda setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai dan bertukar pasangan dengan sepasang suami istri dengan satu anak laki-laki yang juga muncul sebagai guru baru di sekolahnya bernama Saga, cowok cassanova tampan dengan tubuh tinggi kekar idaman para wanita.

Di tengah masalahnya dengan Saga yang obsesif, hubungannya dengan Theo terus merenggang. Alasannya karena Theo selalu mengatakan hal yang sama, 'harus nemenin mama.'

Semakin hari Bian semakin curiga. Hingga ia mengetahui bahwa Theo...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Dengan Tiri Masing-masing

Saga semakin beringas. Ia mengunci seluruh tubuh Bian agar tidak bergerak. Dan semua yang Saga lakukan benar-benar membuat Bian menyesal. Keadaannya menjadi sangat gawat karena kini Bian tak menggunakan sehelai pakaian pun. Akan sangat mudah Saga melanjutkan apa yang sudah ia mulai.

Sekuat tenaga Bian mencoba untuk melepaskan diri meskipun ia tak yakin akan berhasil karena tubuh Saga memang sekekar itu. Tubuh yang dihasilkan dari berjam-jam berada di ruangan gym dan dilatih dengan berbagai alat, rasanya sulit sekali untuk Bian lawan.

"TOL..." Baru saja Saga melepaskan bibirnya dari bibir Bian, Bian langsung berteriak. Namun segera Saga membungkamnya dengan tangannya.

"Bi, inget apa yang Kakak punya? Juga inget Kakak udah bantu kamu untuk mewakili daddy dan mommy kamu buat datang ke sekolah. Jadi biarkan Kakak cicipi tubuh kamu sedikit aja. Tenang, Kakak gak akan berbuat lebih. Kamu adalah cake favorit Kakak, akan Kakak nikmati sedikit demi sedikit. Kakak gak akan sentuh kamu sekaligus hari ini."

Bian tak bisa mengatakan apa pun dan mulai menangis. Mulutnya masih dibungkam oleh tangan Saga.

"Sssshhh... Jangan nangis dong. Kakak gak akan jahatin kamu. Kakak hanya akan membuat kamu merasakan nikmat yang luar biasa," ujar Saga puas.

Kemudian Saga mulai mencumbu leher Bian. Ia berhati-hati untuk tidak memerahkannya. Diusapkannya benda lembut yang bersemayam di mulutnya ke seluruh permukaan leher Bian. Bian hanya bisa diam. Tubuhnya masih dikunci dan mulutnya dibungkam. Namun apa yang Saga lakukan telah membuat bagian bawah tubuhnya terasa basah. Saga benar, ia telah membuat Bian merasakan nikmat bahkan dengan hanya menyentuh lehernya.

Kenikmatan itu semakin menjalar saat bibir Saga mengeksplor bulatan sempurna yang ada di dadanya. Saga begitu menyanjungnya, membuat Bian tak bisa berkutik. "Kamu cantik banget, Bi. Pydra kamu bikin Kakak gak tahan buat hisap."

Dan dihisaplah puncak itu, dari satu puncak ke puncak yang lain. Cara Saga melakukannya membuat Bian semakin kepayahan. Jika mulutnya tak dibungkam, bibirnya pasti sudah meloloskan deshan. Bian akui, Saga memang pintar melakukannya.

Tanpa dapat Bian cegah, kenikmatan itu pun memuncak dan ia merasakan sesuatu terjadi pada inti tubuhnya. Tubuhnya pun bergetar hebat dan Bian merasakan lemas setelahnya.

"Gimana? Udah?" tanya Saga puas. Ia tahu Bian sudah meraih puncak kenikmatannya. Saga melonggarkan bungkaman tangannya yang berada di mulut Bian.

"Gila!" Bian segera mendorong Saga menjauh dengan kesal.

Saga hanya tertawa puas melihatnya. Ia biarkan Bian lepas dari genggamannya dan menatapnya puas yang tengah kembali menggunakan pakaiannya. Matanya merah karena menangis, namun Saga sama sekali tak menyesalinya. Ia tahu Bian pun menikmatinya.

"Kita lanjut di rumah ya, nanti," ujar Saga dengan wajah nakal.

Bian sudah selesai berpakaian. Segera ia meninggalkan ruangan itu dan tidak menggubris Saga. Namun, saat di pintu keluar, ia melihat sebuah jepit rambut tergeletak di atas meja. Bian mengenalnya karena jepitan itu dari brand ternama dan ia tahu siapa yang memiliki jepitan limited edition itu.

'Ini bukannya punya Kay?' gumam Bian. Jepitan itu edisi terbatas. Tak banyak yang memilikinya, jadi Bian cukup yakin itu adalah milik sahabatnya, Kay.

"Itu punya Kayra, temen kamu, bisa bantu Kakak ngembaliinnya ke dia?" ujar Saga.

...***...

Theo tiba di ruangan Julia. Ia membuka ponselnya dan mengetik pesan untuk Bian.

[Theo]: Maafin aku ya, Yang.

Segera Theo mendapatkan jawaban.

[Bian]: Gak tahu ah. Aku bete sama kamu.

Theo menghela nafasnya karena jawaban Bian.

[Theo]: Ngedadak aku harus nemenin Mama, Yang. Please ngertiin aku, ya? Besok janji kita main pulang sekolah.

[Bian]: Tapi kamu yang ngajakin ke rumah Luis 'kan? Malah kamu yang batalin. Sebel.

Tiba-tiba Julia masuk ke ruangan itu sehabis dirinya meeting dengan klien. Senyumnya merekah melihat Theo duduk di sofa ruangan kerjanya.

"Sayang, kamu udah dateng?" Julia segera mendekat dan mencium pipi Theo.

Theo tak menjawab atau menggubris Julia sama sekali. Tatapannya tidak lepas dari layar ponselnya. Jarinya sibuk mengetik.

[Theo]: Maaf, Yang. Jangan marah terus, dong. Nanti malam kita video call ya?

Julia melihat pesan yang Theo kirimkan pada Bian. Segera ia meraih ponsel Theo.

"Mah!" Theo memekik saat ponselnya terlepas dari tangannya.

"Kamu lagi bareng aku. Jadi simpen HPnya," tegas Julia. Ia meletakkan ponsel Theo di atas meja.

"Tapi aku lagi chat Bian dulu. Dia marah karena..."

Julia membungkam bibir Theo dengan bibirnya, tak memberikan kesempatan untuk Theo melanjutkan ucapannya.

"Mah!" Theo mendorong Julia menjauh.

"Apa? Udah deh, nanti juga kamu bisa chat dia lagi. For now, kiss me," pinta Julia.

Theo sudah tak mau berdebat lagi, atau menghindari permintaan Julia. Wanita itu akan terus memaksa dan Theo lelah menolak. Jadi kali ini Theo langsung saja melakukan apa yang Julia inginkan.

Theo menutup kedua matanya, dan mulai membayangkan Bian di dalam benaknya. Lalu ia menyatukan bibirnya, mlmatnya, menikmatinya. Semua terasa lebih mudah jika ia lakukan seperti itu.

Julia semakin tak bisa menahan diri dengan Theo yang bisa berinisiatif seperti ini. Ia pun naik ke pangkuan Theo tanpa melepas cumbuannya. Lidah mereka saling membelit, bertukar saliva.

Julia membuka satu persatu kancing kemejanya. Ia meraih satu tangan Theo dan meletakkannya di salah satu bulatan kenyal miliknya yang masih kencang.

Kontan Theo membuka matanya. "Aku gak mau..."

"Yakin?" Julia meremaskan tangan Theo pada bukitnya. Bibirnya meloloskan dsahan untuk mengundang hsrat Theo lebih dalam lagi.

Theo mulai bimbang. Entah kenapa, semakin sering ia membiarkan ciuman mereka terjadi, semakin Theo terbiasa. Juga karena ia pernah melakukannya dengan Bian, pertahanan Theo tentang hal seperti ini menjadi melemah.

"HP kamu akan aku sita nanti malam kalau kamu gak mau pegang," ancam Julia. "Bukannya kamu mau video call sama Bian?"

"Itu gak adil..."

Julia kembali mencium bibir Theo. "Ayo remas..." Dikecupnya lagi bibirnya. "Atau HP kamu aku sita sampai besok pagi. Pilih yang mana?"

Theo pun secara reflek meremas kedua bulatan milik Julia sambil terus bercumbu.

"Ahh....good boy," racaunya di tengah cumbuannya.

Naluri prianya semakin muncul. Ia mengeluarkan kedua benda itu dari dalam kurungannya. Kedua benda itu masih sangat kencang dan tergolong besar. Mungkin karena Julia tidak pernah melahirkan dan menyusui seumur hidupnya.

"Aku suka kamu inisiatif gini, Sayang..." Julia membusungkan dadanya yang kini tepat berada di depan wajah Theo yang memangkunya.

Theo mulai memilin ujung kecoklatan itu membuat Julia keenakan. "Emh... so good, Baby..."

Logika Theo entah pergi ke mana, ia pun semakin gemas memilinnya.

"Mainkan dengan bibirmu, Sayang... Please..." pinta Julia dengan wajah tak tahan.

Lalu tanpa membantah, Theo melakukannya. Ia melahap puncak kecoklatan itu dengan begitu berhsrt.

1
D_wiwied
kayra gila ini sih 🤣🤣
lalalati: banget dia mah otaknya gak pernah disapuin
total 1 replies
D_wiwied
whattt ternyata ini yg ngajarin dan ngerusak saga to, yg membuat dia jd pemain.. ee dasar maniak brondong 😁🤭
D_wiwied
heh jule, cinta itu ga bs dipaksakan you know 😠
mending td ga usah ditolongin aja, biar kamu terbebas dr obsesi ibu yg ga ada akhlaknya itu
D_wiwied
ngeri kali si Juli ini, dah masuk kategori child grooming ga sih.. ky yg rame kmrn🤔🤭
D_wiwied: bisa dibikin lepas ga sih si Theonya, apa mmg sengaja dibikin gini alurnya? biar ketahuan Bian trs akhirnya jadi sm saga, dr terpaksa jd mau gitu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!