Nadia harus mengalami cobaan begitu berat. Kehilangan anak dan pernikahannya kandas di hari yang sama saat bayinya menghilang. Ditengah keterpurukannya, ia bertemu dengan mantan tunangannya yang memiliki seorang bayi laki-laki. Tanpa sengaja ia akhirnya menjadi seorang ibu susu dari anak mantan tunangannya.
Apabila cerita tidak sesuai keinginan kalian, silahkan tinggalkan tanpa meninggalkan pesan yang kasar. Sekian dan terima kasih.
Selamat Membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - POV Marcell
Marcell yang sangat patah hati Nadia menikah dengan pria lain membuatnya uring-uringan. Marcell lebih sering senang menghabiskan waktu di luar kota atau negeri. Ia begitu malas bila berurusan dengan perusahaan.
Hari ini Marcell baru saja selesai menghadiri undangan pernikahan rekan bisnis Om Sastro. Ya, dia terpaksa datang sebagai perwakilan keluarga karena Om Sastro tak dapat hadir.
Selesai menghadiri acara itu, Marcell kembali ke rumah Om Sastro mengendarai mobilnya seorang diri. Ketika ingin membuka pagar matanya tertuju ke sebuah kardus. Marcell mendekat lalu mencoba menyingkirkan benda itu tetapi terasa berat. Penasaran, ia pun membukanya alangkah terkejutnya saat melihatnya. Di dalam kardus ternyata berisi seorang bayi.
Marcell kemudian membawanya ke mobil, begitu mobil berada di garasi ia bergegas turun dan membawanya ke rumah.
Marcell lalu memanggil satu persatu nama pelayan rumah Om Sastro. Mereka mendekatinya sembari mengucek mata dan langkah yang lambat sebab baru saja tertidur.
"Aku menemukan bayi di depan pagar. Apa kalian tahu siapa yang membuangnya?"
Para pelayan terkejut mendengarnya sekaligus menggelengkan kepala serempak sebagai tanda tak tahu.
"Periksa CCTV!" perintah Marcell.
Salah satu pelayan mengatakan jika kamera pengawas rusak.
Marcell mendengarnya berdecak kesal.
"Aku akan membawanya, jika ada yang mencarinya segera kabari aku. Tapi, ingat jangan sampai para tetangga di sini mengetahuinya."
"Aku curiga ini anak sengaja memang dibuang atau korban penculikan. Kalau memang orang tua kandungnya mencarinya, maka suruh temui aku!"
Para pelayan mengangguk paham.
**
Esok harinya, Marcell membawa bayi itu ke kotanya. Lagi-lagi orang-orang yang berada di rumahnya juga dibuat terkejut dengan kedatangan Marcell bersama seorang bayi.
Marcell lalu menjelaskan kepada pelayannya bahwa dirinya menemukan bayi di depan rumah pamannya. Karena kasihan ia pun membawanya pulang sembari menunggu orang tua si bayi mencarinya.
Della yang mendengar putranya menemukan bayi segera mendatangi rumahnya. "Kenapa kamu tidak serahkan ke kantor polisi?"
"Aku tidak mau, Ma."
"Alasannya apa?" tanya Della.
"Aku menunggu orang tuanya, jika memang tidak ada yang mencarinya maka aku akan menganggapnya seperti anak kandungku sendiri," jawab Marcell.
"Gila kamu, ya!" kata Della geleng-geleng kepala. "Mengurus dan merawat anak tak segampang itu, Cell. Memangnya kamu bisa?" lanjutnya bertanya.
"Percuma aja ada pelayan," jawab Marcell.
"Tapi, tidak semudah itu, Cell. Bagaimana jika suatu hari orang tuanya menuntut kamu?" tanya Della.
"Aku akan menuntut mereka balik karena terlalu lama mencari atau jangan-jangan mereka memang sengaja membuangnya," jawab Marcell lagi.
"Aarrgh, terserah kamu saja. Jika terjadi sesuatu, jangan libatkan Mama!" Della memberikan peringatan.
Hingga hari ke-6, Marcell tak mendapatkan kabar bahwa ada seseorang yang mencari. Jadi, Marcell menyakini bahwa bayi itu memang sengaja dibuang.
Marcell pun memberanikan diri mengajak bayi yang diberi nama Mario itu ke sebuah restoran bersama Mama Della. Tujuannya adalah ingin menikmati suasana luar rumah, padahal seusia Mario belum mengerti apa-apa.
"Kamu yakin kita makan di sini?" tanya Della.
"Iya, Ma. Sudah lama tidak ke sini," jawab Marcell.
"Bagaimana kalau teman atau orang-orang yang mengenal kita menanyakan tentang Mario?" tanya Della lagi.
"Mama tinggal bilang ini anakku," jawab Marcell.
"Bagaimana kalau mereka banyak bertanya?" Della kembali menanyakan.
"Terserah Mama mau jawab apa."
Selesai menikmati makan siangnya, Marcell mendorong kereta bayinya ke taman restoran. Ia pun mengajaknya mengobrol, tiba-tiba ponselnya berdering. Marcell melangkah beberapa meter dari kereta dorong bayinya untuk menjawab panggilan teleponnya.
Saat kembali menghampiri bayinya, Marcell melihat mantan tunangannya sedang menggendongnya.
Obrolan keduanya pun terjadi, Marcell mengatakan bahwa sudah menikah dan istrinya kabur meninggalkan anaknya. Nadia pun percaya. Hal itu dilakukan Marcell karena sakit hati Nadia meninggalkannya ketika hubungan mereka telah serius.
Diparkiran restoran, Mario menangis sehingga Marcell dan ibunya kewalahan. Beberapa hari bersamanya Mario tak pernah menangis terlalu lama dan juga mau diberikan susu botol. Tetapi, hari ini Mario sangat rewel dan menolak diberikan susu.
Nadia pun menawarkan bantuan pemberian ASI karena kebetulan dia juga memiliki bayi. Marcell dan ibunya akhirnya bersedia Nadia membantunya.
**
Esok harinya, Mario kembali rewel sehingga Marcell buru-buru pulang dari kantornya. Pengasuh Mario mengatakan bayi itu menolak diberikan ASI.
Dengan terpaksa Marcell menemui lagi Nadia dan meminta bantuan mantan kekasihnya menyusui Mario.
Marcell tak lupa juga meminta para pelayan dan pekerja yang ada di rumahnya jika Nadia menanyakan kehidupan Marcell dan Mario maka mereka harus serempak menutupinya.
**
Selama Nadia menyusui putranya, Marcell tetap menutupi rahasia bayinya. Ia tak mau Nadia mengetahui kebenarannya, ia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa melupakan wanita itu meskipun dengan cara berbohong.
Hingga suatu hari semua terbongkar, Nadia membawa bayi yang selama beberapa bulan dalam asuhannya. Marcell tak tahu jika Mario adalah anak kandungnya Nadia yang hilang.
Nadia marah besar kepadanya dan menjauhkan bayi laki-laki yang sudah disayanginya itu.
knp jg marcel pake bohong klo nadia tau itu ank x tak tau lah apa akan marah taau gmn