Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahhh Menjanda
Keesokan paginya, saat Nurmala bekerja di rumah sakit seperti biasanya.
Retno meneleponnya beberapa kali. Namun karena Nurmala masih melayani pasien, jadi Nurmala tidak bisa menjawab panggilan dari sahabatnya itu.
Setelah pasiennya kosong, Nurmala barulah menelepon balik sahabat sekaligus pengacaranya itu.
Kurang lebih, Nurmala bisa menebak hal apa yang akan disampaikan oleh Retno.
Sidang perceraiannya sudah mencapai putusan sejak sidang mediasinya gagal mencapai kata damai 3 bulan lalu.
Jadi, sepertinya Nurmala akan segera mendapatkan akta cerainya.
"Halo, Assalamualaikum..."
"Assalamualaikum sayangku, apa kabar?"
"Alhamdulillah baik, Kamu sendiri gimana Ret? Maaf ya Aku jarang nelpon Kamu, pas Aku senggang Kamunya sibuk, pas kamunya Senggang, Akunya yang sibuk"
"Hehehe, iya Bu dokter nggak apa-apa. Santai aja sih... Anyway, Kamu udah tahu dong kabar apa yang bakalan Aku sampein?"
"Iya... Aku tahu..."
"Sidang putusannya sudah keluar. Kamu sama Yusuf udah resmi bercerai. Yusuf sampe kemarin masih nyari ribut tapi karena Kamu kekeuh mau bercerai Dia nggak bisa berbuat apa-apa, apalagi bukti tambahan bahwa Niken udah hamil makin memperkuat gugatan Kamu"
"Hmn, gitu ya... makasih ya Ret, Kamu harus ngadepin Yusuf setiap sidang, pasti capek banget"
"Nggak apa-apa, yang penting sekarang semuanya udah selesai kan?"
"Mudah-mudahan ya, walaupun Aku masih takut"
"Nggak usah takut, lagian Yusuf juga kan masih nggak tahu tempat tinggal baru Kamu kan? itu juga alasan Aku nggak ngapelin Kamu ke Bandung, takut banget di buntutin si Ucup"
"Hahahaha, ya Allah, makasih banget ya Ret, Aku beneran berhutang budi banget sama Kamu"
"Sama-sama... Ngomong-ngomong, gimana kabar Tante Aminah sekarang?"
"Alhamdulillah Ibu udah mulai bisa ngomong sepatah dua patah kata walaupun belum jelas, udah bisa jalan selangkah demi selangkah. Pokoknya asal kondisinya stabil, Ibu bisa pulih lagi wlwpn pelan-pelan. Itu sebabnya, Aku masih menghindari Yusuf. Entah kenapa Aku juga belum ada keinginan ketemu sama anak-anak, Aku jahat banget ya Ret sebagai seorang Ibu?" Nurma mengusap-usap jemarinya dengan wajah mendung. Sudah 3 bulan lebih Dia tidak bertemu dengan Raden dan Sofia, tapi entah kenapa Dia belum memiliki keinginan untuk bertemu dengan kedua anaknya itu.
Apa karena sakit hati? Atau Nurma yang terlalu mendendam?
"Enggak sayang, Kamu nggak salah. Raden dan Sofia itu udah gede, udah bukan anak balita atau anak 6 tahunan, bahkan anak 6 tahunan aja pasti akan lebih memilih ibunya daripada pelakor. Tapi Raden dan Sofia malah mendukung Bapaknya buat punya pacar baru, nganggep Kamu kaya pembantu, Aku juga kalo jadi Kamu nggak bakal semudah itu maafin Mereka. Apalagi Kamu yang ngurusin sendiri kedua anak itu tanpa bantuan baby sitter, Aku sendiri heran, kok bisa Raden sama Sofia setega itu sama Kamu? Kamu nggak salah kok kalau masih kecewa sama Mereka. Nggak usah khawatir, ada Bapak sama Ibu barunya, kalau udah gede nanti, Aku jamin Mereka yang bakal nyariin Kamu Nurma, yakin deh"
"Gitu ya... Semoga ya..."
"Ya udah jangan dipikirin dulu. Fokus aja sama kesehatan Tante Aminah sama masa depan Kamu. Kalau udah saatnya nanti, Kamu pasti bakal ketemu anak-anakmu lagi, Nurma".
"Aamiin..."
Setelah itu obrolan Mereka berlanjut membahas hal-hal menyenangkan lain seperti soal Klinik, Ergi dan juga soal reuni akbar universitas Padjadjaran angkatan Mereka yang akan diadakan bulan depan.
Rencananya Retno akan datang, kemungkinan besar Yusuf dan Niken juga datang, karena Yusuf dan Niken juga lulusan universitas yang sama dengan Mereka berdua.
"Aku kira Kamu harus bareng si ganteng itu deh"
"Si ganteng siapa?"
"Dewangga Pramudya lah, siapa lagi! Walaupun Kamu bilang bahwa Kalian nggak ada hubungan apa-apa, tapi kalau Kamu datang sendirian, Yusuf pasti nggak akan melewatkan kesempatan buat gangguin Kamu. Beda ceritanya kalau Kamu datang bareng pasangan, ngerti nggak maksud Aku?"
"Iya, Aku ngerti... Tapi, Aku..."
"Ya Aku tahu, Kamu mana mungkin berani buat ngajak Dewangga duluan, tapi Aku yakin, Dia bakalan ngajak Kamu duluan jadi pasanganya nanti di reuni, dan saat itu tiba, Kamu nggak boleh nolak"
"Haaah, jangan terlalu yakin... Belum tentu juga Dia ngajak Aku. Udah deh, Aku juga sebenarnya nggak pengen dateng, kalo nggak dateng juga nggak apa-apa kali Ret"
"Eh, nggak bisa dong, Aku aja mau dateng, masa Kamu enggak?"
"Liat nanti deh ya...."
"Ya udah. Ngomong-ngomong, nanti akta cerainya Aku bawa aja ya pas Aku ke Bandung buat acara reuni nanti. Nggak usah dipaketin ah, takut ilang"
"Iyaa, iyaa, terserah Kamu aja"
Ucap Nurmala, setelahnya Mereka mengobrol sebentar dan mengakhiri panggilan.
Sementara disisi lain...
"Waduh, calon Duda baru, kusut amat mukanya kayak kanebo kering" Ucap Wildan, teman baik Yusuf semenjak kuliah sampai menjadi dokter spesialis seperti saat ini.
"Diem lu. Gue puyeng banget tahu. Udah dipecat, nama baik ancur. Usaha juga lagi sepi. Aargh, sialan!" Gerutu Yusuf seraya menghisap rokoknya.
"Ini yang namanya beda istri beda rezeki kali ya, dulu pas sama Nurmala semua usaha lu lancar banget gua lihat-lihat. Sekarang kayaknya berantakan banget bro!"
"Karma kali" Ceplos Yusuf sekenanya.
"Eiiits bukan Gua yang ngomong yak"
Sahut Wildan dengan gurauan.
Yusuf hanya terdiam. Dia tentu menyadari kesalahannya yang fatal berakibat pada di kehidupannya yang menjadi berantakan seperti ini. Meskipun dari segi ekonomi, Yusuf masih bisa di bilang mampu karena dukungan dari keluarganya. Tapi, karirnya, bisnisnya, semuanya hancur berantakan.
Semenjak Nurmala pergi, rumahnya juga jadi kacau.
Niken tidak bisa apa-apa.
Masak nggak bisa.
Ngurus rumah apalagi.
Kerjaannya setiap hari hanya tok-tokan, skincarean dan kegiatan nggak berguna lainnya.
Kedekatan Niken sama anak-anaknya pun mulai merenggang. Raden dan Sofia sering mengeluh bahwa Niken galak dan suka marah-marah saat dirinya tidak ada di rumah.
Kedua anaknya memintanya untuk menjemput Nurmala, tanpa tahu bahwa Nurmala dan dirinya kini sudah resmi bercerai, hanya tinggal menunggu akta cerai terbit saja.
Tapi, Nurmala juga keterlaluan. Setelah resmi bercerai pun, wanita itu tidak kunjung menanyakan kabar anak-anaknya. Benar-benar Ibu yang kejam. Yusuf sangat kesal tapi juga sadar bahwa itu semua berawal dari kesalahannya yang datang ke Bandung hingga Bu Aminah di larikan ke rumah sakit akibat keributan yang di buatnya dan Niken.
Hahhh, Niken.... Wanita yang dulu menggodanya hingga Ia terbuai, ternyata racun yang merusak hidupnya sampai lebur dalam kehancuran seperti ini.
"Bro, ngomong-ngomong bulan depan reuni akbar universitas Padjadjaran angkatan Kita nih, Dateng nggak lu?"
"Nggak tahu..."
"Kemungkinan besar, Nurmala juga pasti Dateng, sama si judes Retno, Gue yakin" ucap Wildan.
Mendengar itu, tatapan mata Yusuf berkilat dengan semangat.
'Benar, Nurmala pasti akan datang. Ini kesempatan Aku buat ketemu sama Nurmala. Aku yakin, kemarahannya mungkin sudah sedikit memudar. Mungkin Nurma sudah bisa di bujuk. 12 tahun mereka hidup bersama, nggak mungkin Nurmala melupakan cinta pertamanya begitu saja kan?' Yusuf membatin, diam-diam Dia telah membuat rencana.
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸