"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.17. Semangkuk Mie.
Billie merebahkan tubuh nya di ranjang dan dia memantau cctv apartemen nya itu untuk melihat siapa yang masuk kedalam sana, dan ternyata benar.. Zico sempat datang kesana. Hanya datang mencari keberadaan nya lalu pergi lagi, Billie bahkan melihat wajah Zico panik. Setelah nya sudah tidak ada lagi yang datang..
Tiba - tiba hp Billie bergetar, itu adalah pesan dari Valo yang memberi tahu bahwa Valo menemukan bukti tentang penyerangan kemarin, yang di duga ada campur tangan mantan anggota mereka, Alex.. atau yang sering Billie panggil bang Lex.
'Dia beneran mau berkhianat sebegini jauh nya, gue udah kasih dia toleransi tapi kayak nya dia anggep gue bego.' Batin Billie.
Itu bukan yang pertama kali Billie mengatahui apa yang Alex lakukan, penyerangan saat dia di tusuk hari itu juga Billi sudah tau bahwa itu di atur oleh Alex, bahkan jauh sebelum hari itu terjadi.. Billie sudah tau Alex diam - diam membentuk organisasi baru di belakang nya.
Billie memberi kesempatan untuk Alex menghentikan perbuatan nya dan kembali baik - baik pada tim nya tapi tampaknya..
'Tampak nya gue nggak usah tunjukin belas kasihan lagi, kalo hati udah busuk.. tentu nggak akan kembali bagus lagi, satu - satu nya cara.. hancurin sekalian.' Batin Billie.
Billie pun membalas pesan Valo dan dia bangun dari ranjang, Billie membuka kemeja nya dan dia berganti pakaian memakai kaos putih yang di balut dengan jaket over size warna hitam. Billie menguncir rambut nya, ia juga mengambil pistol dari bawah bantal nya lalu dia berjalan keluar dari unit nya.
"Billie.." Billie terkejut melihat Noah sudah berdiri di depan pintu sambil memegang semangkuk makanan di tangan nya.
"Ya." Sahut Billie, dia terbawa formal, tapi dia panik menyembunyikan sesuatu di belakang tubuh nya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Noah, Billie menyembunyikan pistol yang dia bawa ke belakang pinggang nya dan dia tutup menggunakan jaket nya.
"Mm, aku ada urusan." Jawab Billie mencoba bersikap biasa saja, tapi Noah tau Billie menyembunyikan senjata dia balik tubuh nya.
"Aku bikin Mie buat kamu, makan dulu sebelum pergi." Ucap Noah, Billie tertegun.
"Oo.. makasih, Noah." Ucap Billie tersenyum canggung, dia menerima mangkuk Mie itu.
"Sini, masuk dulu. Makan dulu." Ucap Noah, dia membuka pintu apartemen nya mempersilahkan Billie masuk.
Billie agak ragu, tapi akhir nya dia masuk juga. Dan seolah Noah tau bahwa Billie masih belum percaya padanya dan ragu untuk masuk ke unit nya, Noah sengaja membuka pintu depan unit nya agar tidak tertutup. Billie pun tampak nya agak tenang, Billie duduk di meja makan yang di desain seperti meja bar, kursi nya juga hanya ada dua.
Noah duduk di seberang Billie, dan menyaksikan Billie yang akhirnya memakan mie yang Noah buatkan dan Billie berkedip - kedip terkejut saat makan mie itu..
"Ini.. beli di mana?" Tanya Billie menatap Noah.
"Aku yang masak sendiri, kenapa? Nggak enak, ya?" Tanya Noah, Billie langsung menggeleng kuat.
"Ini enak banget, aku nggak pernah makan mie yang rasanya kayak gini." Ucap Billie, dia lahap.. Noah pun tidak bisa menyembunyikan senyum nya.
Pada dasar nya Billie adalah pencinta mie, mie apa pun dia akan makan dan dia sudah pencoba semua jenis mie yang katanya enak.. tapi mie yang Noah buat rasa nya lain dari yang lain. Billie yang niat nya mau ke markas malah ke enakan makan Mie buatan Noah.
"Kalo kamu suka, aku bia masakin kamu tiap hari." Ucap Noah, sambil menyangga dagunya dengan tangan kanan nya di depan Billie.
"Hehe, becanda ya kamu. Kita sibuk, bisa makan cepat saji aja udah sukur." Ucap Billie, Noah terkekeh.
"Itu kamu, bosku kan nggak kayak bosmu." Ucap Noah, Billie terkekeh.
Noah sangat bahagia bisa melihat gadis yang di sukainya itu makan makanan yang dia masak dan duduk tepat di hadapan nya, dia ingin momen seperti itu setiap hari..
'Dia menggemaskan kalo pipi nya penuh makanan.' Batin Noah, dia tidak bisa menyembunyikan bunga - bunga yang mekar di hatinya.
"Ya mending kamu pake buat istirahat aja." Ucap Billie, tanpa terasa mie yang ada di dalam mangkuk itu sudah bersih.
"Billie, kita kan tetanggaan.. profesi kita juga sama, boleh nggak kita tukeran nomor hp?" Tanya Noah, Billie menatap Noah dan akhir nya tersenyum.
"Oke." Jawab Billie, senyum manis Noah merekah dan dia langsung memberikan hp nya pada Billie.
Billie mengambil hp Noah dan mencatat nomor nya di sana, kemudian melakukan panggilan pada hp nya sendiri.
"Udah." Ucap Billie, Noah tersenyum senang.
"Thanks, Billie." Ucap Noah, Billie mengangguk.
"Oiya, aku harus pergi." Ucap Billie, dia bangun dan membawa mangkok nya mengitari meja menuju ke wastafel tang di belakang Noah.
"Eh, biar aku aja." Ucap Noah, dia melarang Billie mencuci mangkok bekas makan nya.
Tangan Noah menahan tangan Billie yang akan mengambil spons, dengan jarak itu Noah nyaris seperti memeluk Billie dari belakang.
"Noah, aku udah makan biarin aku cuci piring nya." Ucap Billie, dia tak enak hati.
"Katanya kamu ada urusan, kamu pergi aja nanti telat." Ucap Noah.
"Bentar."
"Eiit, E-em.." Noah menggelengkan kepalanya.
Noah menarik tangan Billie lalu dan mengantar Billie bahkan sampai ke depan lift sampai Billie tak berhenti terkekeh karena kelakuan Noah.
"Hei, ngapain kamu anter sampe sini." Ucap Billie sambil terkekeh.
"Pastiin kamu pergi." Ucap Noah, Billie terkekeh..
Pintu lift pun terbuka, akhir nya Billie masuk kedalam lift dan Noah melambaikan tangan nya pada Billie. Billie hanya bisa menahan tawa nya, tidak menyangka Noah se asik itu.
Sementara Noah, dia berjalan balik ke unit nya dengan senyum yang tak henti - henti nya merekah, dia lalu masuk ke dalam dan menutup pintu unit apartemen nya.
"Alangkah baik nya kalo Billie tinggal di sini." Gumam Noah, dia lalu mencuci mangkok bekas Billie makan.
Aneh.. Sangat aneh, Noah tidak pernah mencucikan mangkok atau gelas siapapun. Dia juga tidak pernah memasak untuk siapapun, dia tidak pernah peduli dengan perempuan manapun, tapi Billie adalah pengecualian besar yang sudah menerobos semua hal yang mustahil bagi Noah.
Noah melihat gelas yang berisi air bekas Billie minum, Noah mengangkat gelas itu dan menatap di bagian mana Billie minum. Saat melihat bekas bibir Billie, Noah mengarahkan nya ke mulut nya dan dia meminum dari titik yang sama dengan bibir Billie, lalu tersenyum.
"Manis.." Gumam Noah, padahal itu air putih.
Noah lalu masuk ke dalam kamar nya dan mengambil jaket nya, dia lalu berjalan menuju ke pintu keluar. Tapi saat Noah hendak membuka pintu, tiba - tiba..
"Tit! Tit! Tit!" Noah tertegun mendengar suara pintu unit Billie berbunyi, dia pun melihat dari lubang pengintip.
Noah melihat ada seorang pria yang memakai stelan jas hitam rapih membuka pintu apartemen Billie dan masuk kedalam, Noah mengernyit bingung melihat nya..
"Billie nggak ada, dan unit itu juga dari Zico. Nggak mungkin dia kerabat Billie, jangan - jangan!." Gumam Noah.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅