Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.
"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.
Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.
Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum Mendapatkan Izin
🍒 Happy Reading🍒
Setelah selesai berbincang dengan Mamanya, Aska pun kemudian keluar dari kamar Mama dan Papanya. Di sana Aska melihat putrinya sedang makan Malam.
Kemudian Aska pun menghampiri Kayla.
''Ayah,'' Ayo makan Ayah!'' Ajak Kayla.
''Iya sayang, tapi Ayah sedang tidak bernafsu makan. Nanti saja ya Nak, Ayah menemani Kayla makan saja.'' Ucap Aska.
''Kalau begitu, Kayla juga tidak akan makan.'' Ucap Kayla, dan langsung pergi begitu saja, lalu masuk ke dalam kamarnya.
''Lo,'' Kayla!! Kayla!'' Panggil Aska.
Kayla memang seperti itu, Kalau apa yang dia inginkan tidak sesuai harapan, ia akan lebih memilih diam, dan menyendiri.
Kemudian Aska pun menyusul putrinya ke kamar, Aska melihat putrinya sedang melamun di balkon kamar. Entah apa yang bocah itu pikirkan.
"Sayang, kenapa tidak jadi makan?" Tanya Aska.
Namun Kayla sama sekali tak menjawab, ia masih setia dengan pemandangan di depan matanya. Entah apa yang di pikirkan gadis kecil itu.
"Nak, apa kau marah dengan Ayah?" Ucap Aska lagi.
Kayla pun menoleh kearah aska, gadis itu sama sekali tak ada senyum yang terukir di wajah cantiknya itu.
"Ayah,bagaimana keadaan Opa saat ini?" Tanya Kayla tiba-tiba. Dan itu membuat Aska terkejut, bagaimana bisa Kayla tau tentang Opanya, Apakah Kayla tadi mendengar pembicaraannya dengan Mamanya." Batin Aska.
''Bagaimana kamu tau keadaan Opa?'' Tanya Aska.
''Tentu saja aku tau,'' Jawa Kayla, Kemudian ia pun berlalu pergi meninggalkan Ayahnya.
''Anak itu! selalu saja seperti ini. Kalau di ajak bicara pasti pergi-pergian. Heran, dulu Nay nyidam apa ya? sampai-sampai Kayla jadi anak yang pendiam, Hedeh.'' Ucap Aska, kemudian Ia pun menyusul putrinya kembali masuk ke dalam.
Di sana Kayla ternyata sudah siap, mengepak barang-barangnya. ''Sepertinya Kayla sudah mempersiapkan segalanya, Apakah Kay ingin cepat-cepat berpisah dengan ayah?'' Ucap Aska, saat ia sudah menghampiri putrinya.
''Ayah, sebentar lagi kenaikan kelas. Kayla ingin cepat-cepat segera pindah ke kampung, apa Ayah sudah berbicara dengan Oma dan Opa?'' Tanya Kayla.
''Ehem, begini sayang, sepertinya kepergianmu ditunda dulu ya! kamu tahu sendiri kan, Opa sedang sakit. ''Kan kasihan kalau tiba-tiba Kayla pergi. ''Apakah Kay tidak sayang sama Opa? nanti siapa yang akan membantu bantu Oma.'' Ucap Aska sambil mengelus rambut kepala putrinya.
''Berarti, Kayla belum mendapatkan izin dong! ayolah Ayah! Ayah harus berbicara dengan Oma, Kayla sudah menelpon nenek di kampung. Kalau Ayah tidak mengizinkan Kayla pergi, Kay akan kabur dari rumah.'' Ucap kayla, kemudian Kayla pun pergi keluar dari kamarnya.
''Kayla! Kayla!'' Panggil Aska, namun putrinya tak menggubrisnya.
''Bagaimana ini? aku sungguh-sungguh bingung. Di satu sisi, aku juga belum rela, jika harus berpisah dengan Kayla. Tapi di sisi lain, aku tidak ingin Kayla melakukan hal yang ceroboh.'' Guman Aska.
Kini Kayla sedang duduk termenung di taman belakang rumah. Hatinya sedih dan kecewa, setelah ia mendengar permintaan ayahnya. Kayla sudah mempersiapkan segalanya, Kayla ingin cepat-cepat pergi ke kampung. Kayla ingin cepat-cepat pindah suasana yang baru.
Iya sungguh sangat jengah dengan keadaan disini. Bukan karena Oma, Opa, ataupun Ayahnya. Tapi ada masalah yang orang lain tidak ketahui tentang Kayla di sekolah. Kini Kayla tengah duduk, kepalanya bertumpu pada kedua kakinya.
Air matanya pun tak berhenti mengalir. ''Ibu, aku sangat merindukan Ibu. Kenapa ibu pergi meninggalkanku dengan cepat. Apakah ibu tidak menyayangiku lagi.'' Ucap Kayla, dan tanpa diketahui Kayla, ternyata Omanya sudah berada di belakang Kayla.
Omanya mendengar pertengkaran Kayla dan Aska, saat Aska tadi berteriak. Kemudian Omanya pun menghampiri cucunya, namun saat Oma akan menghampiri Kayla, Oma Renata malah melihat Kayla sedang menangis. Hatinya pun ikut sedih, saat mendengar apa yang dikatakan cucunya.
Iya baru tahu, bahwa cucunya ingin pergi, dan tinggal bersama neneknya. Oma Renata pun tak kuasa menahan air matanya. Ia juga tidak bisa membayangkan, jika harus berpisah jauh dengan cucunya.
Tapi semua keputusan ada di tangan Keyla, jika itu bisa membuat cucunya bahagia, Ia pun harus mendukung keinginan cucunya. Entah apa yang sudah terjadi pada Kayla, karena Kayla tidak pernah bercerita apapun tentang kesehariannya.
Anak itu, hanya akan pulang dan pergi begitu saja. Diam dan jarang berbicara, tidak pernah mengeluh dan juga tidak pernah mengatakan apa isi hatinya.
Kemudian Oma Renata pun menghampiri Kayla.
''Sayang, kenapa malah duduk di sini.'' Ucap Oma Renata, sambil menyibakkan Anak rambut Kayla ke telinga Kayla.
''Kayla pun lansung memeluk Omanya.
''Oma, Kay ingin tinggal bersama nenek, izinkan Kayla pergi ya Oma, Kayla berjanji jika nanti liburan, Kayla akan sering pergi ke kota mengunjungi Oma dan Opa.'' Ucap Kayla dengan sesenggukan.
''Iya Nak, Oma mengizinkan kamu. Tapi Kay harus bilang baik-baik ya dengan Ayah! Kay jangan lagi bertengkar, Jangan membantah apa kata orang tua.
''Tidak baik ya sayang, dosa. Kayla tidak ingin kan menjadi anak yang durhaka.'' Nasehat Oma Renata kepada Kayla. Kayla pun menganggukkan kepalanya.
''Iya Oma, Kayla akan berbicara kembali dengan Ayah. Semoga Ayah mengizinkannya.'' Ucap Kayla, dengan gembira karena bahagia, Omanya sudah memberikan izin untuk Kayla.
Oma Renata sangat bahagia melihat cucunya tersenyum kembali, meskipun hatinya juga sedih karena harus berpisah dengan cucu kesayangannya itu.
Kayla senang karena keinginannya akan terpenuhi, Kayla pun berpamitan pada Omanya, Lalu masuk kedalam untuk berbicara dengan Ayahnya.
Di dalam ternyata Ayahnya sedang duduk sambil memandangi poto istrinya. Entah apa yang sedang Aska bicarakan kepada istrinya.
Kayla pun menghampiri Ayahnya dan memeluknya. ''Ayah, Maafkan Kay, ya Ayah. Tidak seharusnya Kay berteriak sama Ayah.'' Ucap Kayla, sampai menangis.
''Sudah, jangan menangis. Ini juga salah ayah, Ayah sudah berjanji mengizinkan mu, tapi malah Ayah masih berat Melepaskanmu. Ayah juga minta maaf ya sayang.'' Ucap Aska, kemudian memeluk putrinya.
Setelah menumpahkan segala kesedihan bersama, Aska pun kemudian ingin mengajak Kayla mengobrol bersama, sebagai seorang ayah dan anak.
''Kayla, Apakah Kayla benar-benar yakin ingin tinggal bersama nenek?'' Tanya Aska, Kayla pun menganggukkan kepalanya dengan mantap.
''Jujur, saja Ayah sebenarnya tidak sanggup jika harus berpisah denganmu Nak, kita sudah bersama-sama sejak kamu masih kecil. Ayah benar-benar sedih jika harus berpisah denganmu.
''Tapi jika memang ini yang terbaik untukmu, Ayah bisa apa? Ayah akan selalu mendukung apapun keputusanmu.'' Ucap Aska.
Sebenarnya di dalam hatinya, kayla juga sedih. Ia juga tidak ingin berpisah dengan Ayahnya. Tapi ia sungguh ingin tinggal bersama neneknya. Ia ingin melepaskan semua beban masalah yang menderanya selama ini. Karena selama ini, ia menanggung beban itu sendiri tanpa ayahnya ketahui.
Mohon tinggalkan jejak ya. Like Vote Rate bintang 5, kritik dan sarannya supaya Mala lebih semangat lagi.
salam sayang dari Kayla😘😘
ngiler nih
Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"